Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Pembangunan di bidang kesehatan merupakan salah satu pembangunan nasional.
Tujuan pembangunan di bidang kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat
bagi setiap penduduk agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.
Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua pihak baik pemerintah maupun
masyarakat termasuk pihak swasta secara sinergis sehingga berhasil guna dan berdaya
guna. Upaya ini untuk mencapai derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tinggi nya
dalam rangka menurunkan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKB ).
Serta meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Disamping itu di harapkan upaya
tersebut dapat meningkatkan angka harapan hidup, status gizi terutama pada kelompok
rentan serta meningkatkan sarana dan prasarana dalam rangka mendekatkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat. Dalam rangka mempercepat peningkatan status kesehatan
masyarakat dilakukan upaya-upaya kesehatan salah satunya melalui puskesmas pembantu
di desa.
Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan sangat ditentukan adanya
kegiatan perencanaan, penggerakan pelaksanaan,pengarahan dan pengawasan terhadap
usaha-usaha kesehatan yang telah dilaksanakan. Untuk itu diperlukan data-data dan
informasi kesehatan guna penyusunan rencana pembangunan kesehatan. Buku profil
kesehatan puskesmas pembantu penda durian merupakan data dan informasi kesehatan
yang merupakan hasil pembangunann kesehatan di desa penda durian kecamatan mentaya
hulu tahun 2017.

2. TUJUAN
a. Umum
Tujuan umum adalah untuk memberikan data dan informasi kesehatan di desa
penda durian kecamatan mentaya hulu pada tahun 2017.

1
b. Khusus
1) Didapatkan data kesehatan di desa penda durian dalam hal status kesehatan

masyarakat dan penyelenggaraan upaya kesehatan, sumber dan dukungan

masyarakat.

2) Sebagai evaluasi program kesehatan yang sudah dilakukan sampai bulan

november tahun 2017

3) Sebagai pusat data kesehatan desa penda durian dari berbagai pencatatan dan

pelaporan

4) Sebagai pemacu pihak pengelola data untuk penyempurnaan sistem pencatatan

dan pelaporan agar dapat dihasilkan data yang akurat, tepat waktu sesuai kondisi

sebenarnya.

2
BAB III
GAMBARAN UMUM DESA PENDA DURIAN

1. Gambaran Demografi
Desa Penda Durian adalah Desa yang terletak di Daerah Kalimantan
Tengahtepatnya di Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dan
berbatasan langsung dengan Desa-Desa yang merupakan ke apsahan Desa.
Berawal dari keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan
pemerintah yang lebih dekat lebih efektif dan lebih efisien, maka pada awal tahun
dibentuklah panitia Pemekaran Desa yang pada waktu itu langsung mengajukan
permohonan Pemekaran Desa kepada Pemerintah Kabupaten.
Dengan melewati berbagai hal dan proses pemekaran yang sesuai dengan aturan
hukum yang berlaku dari mulai penentuan Nama Desa, Pembagian Wilayah,
Pembagian Kekayaan Desa, dll. Akhirnya resmilah Kawasan ini menjadi sebuah Desa
sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur maupun peraturan
Negara yang berlaku sejak saat itu.
Luas wilayah kerja puskesmas pembantu desa Penda Durian sebesar ± 433,99 ha
terdiri dari Pemukiman : 3,5 ha, Pertanian Sawah :+ 60 ha, Ladang/tegalan : 175 ha,
Hutan :+ 65 ha, Rawa-rawa :+ 125 ha, Perkantoran :+ 0,25 ha, Sekolah :+ 0,75 ha,
Jalan :+ 4,24 ha, Lapangan sepak bola : + 0,25 ha.

Letak geografi Desa Penda Durian , terletak diantara :


Sebelah Utara : Desa Pahirangan
Sebelah selatan : Desa Tanjung Bantur
Sebelah Barat : Desa Kapuk
Sebelah Timur : Desa Kabuau
2. Tabel Jumlah Penduduk Kuala Kuayan

No Jumlah Jumlah Jenis Kelamin Tahun


Penduduk Kepala Keluarga Laki-laki Perempuan
1. 461 jiwa 125 235 226 2015
2. 465 jiwa 125 237 228 2016
3. 483 jiwa 127 238 244 2017
Sumber statistik

3
3. SARANA PELAYANAN KESEHATAN

Puskesmas pembantu desa penda durian memiliki jumlah tenaga medis 2


orang yaitu 1 orang tenaga perawat kontrak daerah dan 1 orang tenaga bidan konrak
desa. Sarana dan prasarana lain yang dimiliki puskesmas desa penda durian dalam
melaksanakan program kesehatan adalah :

Bangunan puskesmas pembantu : 1 unit dengan sekat,satu


untuk pelayanan dan satu untuk
tempat tinggal petugas.
Posbiandu : 1 unit

Dengan adanya layanan BPJS Kesehatan, JAMKESMAS, JAMKESDA dan


PRO SEHATI sangat membantu semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan secara gratis. Dari bulan Agustus Sampai dengan akhir
November tahun 2017 yang mendapat pelayanan rawat jalan sebanyak 335 orang.

1. Upaya kesehatan wajib


a. Promosi kesehatan
b. Kesehatan lingkungan
c. Perbaikan gizi
d. Kesehatan ibu dan anak / KB (KIA atau KB)
e. Pencegahan penyakit menular (P2M)
f. Pengobatan

2. Upaya kesehatan pengembangan


a. Usaha kesehatan sekolah
b. Perawatan kesehatan masyarakat
c. Kesehatan lanjut usia

4
BAB III
PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
PUSKESMAS PEMBANTU DESA PENDA DURIAN

1. PROGRAM PEMBANGUNAN

Di bangunnya pustu penda durian merupakan bentuk kepedulian serta upaya


pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

VISI DAN MISI

A. Visi

Terwujudnya pelayanan kesehatan yang mandiri di Desa Penda Durian Kecamatan


Mentaya Hulu secara merata,menyeluruh dan berkeadilan.

B. Misi
1. Mengutamakan pelaksanaan program kesehatan promotif dan preventif

2. Memberikan pelayanan pengobatan kuratif dasar dan rehabilitative

3. Menumbuhkembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat ( UKBM )

4. Melaksanakan program kesehatan bekerjasama secara lintas program dan lintas

sektor

5. PERENCANAAN PROGRAM TAHUN 2017

Melaksanakan program kesehatan dengan mengutamakan kegiatan promotif dan


preventif berupa kegiatan penyuluhan setiap bulan dengan kuantitas 2 minggu sekali dan
setiap kegiatan posbindu yang telah terjadwal serta melibatkan warga terutama para kader
dalam seitap kegiatan kesehatan lainnya. Topik yang nanti akan di bicarakan atau
disosialisasi dalam penyuluhan yaitu tentang penyakit menular, penyakit tidak menular,
kesehatan bumil, kesehatan anak dan bayi serta masalah-masalah lainnya agar kedepannya
masyarakat paham dan mengerti tentang berbagai masalah kesehatan serta cepat dalam
menangani masalah kesehatan yang diderita nya atau pun keluarganya. Melaksanakan
pelayanan pengobatan kuratif dasar dan rehabilitative guna mengembalikan kesehatan
masyarakat. Keseluruhan kegiatan tersebut merupakan upaya mengurangi angka kesakitan
dalam tiap bulan khususnya bayi dan balita.

5
6. MOTTO PUSKESMAS PEMBANTU PENDA DURIAN

Motto Puskesmas Pembantu :

CAKAP

Cepat mengambil tindakan


Akurat dalam memberikan pengobatan
Komunikatif dalam memberikan informasi
Aman dalam bertindak berdasarkan prinsip keselamatan kerja dan menciptakan rasa aman
bagi pasien

Pelayanan kesehatan secara prima dengan senyum, salam, sapa dan sentuh.

Tabel 2. Urutan 10 Besar Penyakit Agustus – November Tahun 2017

No Jenis Penyakit Jumlah Kasus

1 Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) 54

2 Malaise 47

3 Hipertensi 35

4 Dispepsia 32

5 Infeksi Kulit 18

6 Artritis 16

7 Cephalgia 14

8 Diare 12

9 Dermaitis 12

10 Demam 11

Sumber : Laporan Puskesmas Kuala Kuayan, 2015

6
BAB IV
PENCAPAIAN PROGRAM PUSKESMAS
Pencapaian kinerja program sebagai berikut :
A. Program P2M
1. ISPA
Grafik total penderita ispa bulan Agustus – November tahun 2017 sebagai berikut :
Gambar 1. Kasus ISPA Bulan Agustus – November Tahun 2017

18
16
14
12
10 Umur < 1 Tahun
8 Umur 1 - 5 Tahun
6 Umur > 5 Tahun
4
2
0
Agustus September Oktober November

Sumber : Laporan ISPA Bulan Agustus – November 2017

Berdasarkan grafik di atas menunjukan dari bulan agustus sampai bulan


september terjadi peningkatan jumlah penderita ispa sebesar 233 %, dari bulan
september sampai bulan oktober terjadi penurunan jumlah penderita ispa sebesar 15
% , dan dari bulan oktober sampai bulan november terjadi penurunan jumlah
penderita ispa sebesar 29 % . Total penderita ispa pada bulan agustus adalah 6 orang,
pada bulan september total penderita ispa adalah 20 orang, pada bulan oktober total
penderita ispa adalah 17 orang dan pada bulan november penderita ispa sebanyak 11
orang.

7
2. Diare
Grafik total penderita diare bulan Agustus – November tahun 2017 sebagai berikut
:Gambar 2. Kasus Diare Bulan Agustus – November Tahun 2017

5
4
2
1

Agustus
September
Oktober
Nopember
Kasus Diare Th. 2015

Sumber : Laporan Diare, Program Bulan Agustus – November

B. Imunisasi dan BIAS


Setiap bulan puskesmas pembantu desa Penda Durian melaaksanakan kegiatan
imunisasi yang jadwalnya bersamaan dengan kegiatan Posbindu. Pelaksanaan BIAS
tahap I dilaksanakan di SDN 1 Penda Durian pada tanggal 28 September 2017 dengan
sasaran SD kelas 1,dengan jumlah siswa 18 orang adapun kegiatan yang dilakukan
meliputi penjaringan anak sekolah ( pengukuran TB,BB, dan pemeriksaan kesehatan )
serta pemberian imunisasi campak Sedangkan untuk BIAS tahap II dilaksanakan pada
tanggal 28 November 2017 dengan sasaran kelas 1,dan 2.dengan imunisasi kelas 1
imunisasi DT, kelas 2 imunisasi TD.

Tabel
Imunisasi Desa Penda Durian
bulan Agustus – November Tahun 2017
(Imunisasi Hbo,Bcg,Dpthb 1,Dpthb 2,Dpthb3,Polio 1,
Polio 2,Polio 3,Polio 4,Dan Campak ).
NO NAMA IMUNISASI JUMLAH DI IMUNISASI
1 BCG -
2 HB0 2
3 DPTHB 1 1
4 DPTHB 2 -
5 DPTHB 3 1
6 POLIO 1 2
7 POLIO 2 -
8 POLIO 3 1
9 POLIO 4 -

8
Gambar 21.Grafik Bias Campak Kelas 1 SD Tahun 2017

10…
Gambar 22.Cakupan Bias, DT, Td Kelas10…
1, 2, dan 3 SD Tahun 2015
100%

80%

60%

40%

20%

0%
Laki-Laki Perempan

Gambar 21.Grafik Bias DT Kelas 1 Dan TD Kelas 2 SD Tahun 2017

76%
74%
72%
70%
68%
66%
64%
62%
TOTAL
Kelas 1 67%
Kelas 2 75%

Sumber : Laporan Imunisasi Bias, Dt, Td, 2017

C. Vitamin A

Distribusi Vitamin A dengan sasaran bayi (6-11 bln), balita (1-5 thn), dilaksanakan setiap
bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya Pelaksanaan distribusi Kapsul Vit. A sebagian
besar dilaksanakan di posbindu. Hasil distribusi pemberian Vitamin A kepada siswa TK Desa
Penda Durian dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

9
Gambar 15. Distribusi Vitamin Balita Tahun 2015

100% 100% 100%


100%

80%

60%

40%

20%
0%
0%
Posbindu dan Sweeping Kunjungan TK

Vit. A Bayi Vit. A Balita

Sumber : Laporan Distribusi Vitamin A, Program Agustus-November 2017

3. Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)

Gambar 23.Kasus PTM Bulan Agustus – November Tahun 2017

18

16 16

14
Hipertensi
12
11 DM
10
Cidera (Kec.lantas)
8
Tiroid
6 6 Cedera Lain
4 4 PJK

2
1 1 1 1
0 0 0 0 0
Agustus September Oktober November

Sumber : Laporan ,Program PTM Bulan Januari-Desember 2015

10
4. Pelaksanaan Lokakarya mini
Lokakarya mini rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sesuai dengan jadwal
di Puskesmas. Lokakarya mini di hadiri seluruh staff Puskesmas untuk
membahas capaian kegiatan bulanan, kendala, masalah dan solusi
pemecahan masalah yang ditemukan serta merencanakan kegiatan bulan
selanjutnya.

5. Rapat Lintas Sektor


Rapat Lintas sektor dilaksanakan pada bulan September 2015. Rapat
Lintas sektor dihadiri oleh semua instansi yang terkait.

6. Penanggulangan Filariasis
Gambar 20. Cakupan Pelaksanaan POMP Filariasis di POS Minum Obat Tahun 2015

89% 89% 88% 86% 87%


90% 88%

80% 76% 76% 75% 76%


72% 73% 72% 73%
69% 69% 73%
70% 66%

60%
83% 48%
50% 79% 77% 74% 73%
67% 68% 66%
40% 65% 60% 59% 68% 62% 68% 63%
59% 58%
52%
30% 47%
20%
10%
0%

% Penduduk Minum Obat dari Jumlah penduduk % Penduduk Minum Obat dari Jumlah Sasaran

Sumber : Laporan Filariasis,Program P2M Bulan Januari - Desember 2015

11
BAB IV
PERMASALAHAN
A. PERMASALAHAN

Dari berbagai kegiatan kesehatan yang dilakukan di desa samuda kecil,yang


menjadi kendala/permasalahan yaitu
1. kunjungan posyandu setiap bulan yang belum mencapai 50 % dari total jumlah balita
dengan berbagai macam alasan seperti : lupa tanggal posyandu karena tidak punya
kalender,orang tua repot bekerja,malas datang keposyandu karena berat anak yang tidak
naik2,dll
2. kurangnya kesadaran masyarakat tentang PHBS yaitu dengan masih adanya masyarakat
yang buang air di sungai.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke sarana kesehatan
4. Masih kurangnya obat-obatan yang tersedia di puskesmas pembantu samuda kecil
karena terbatasnya stok obat di puskesmas induk

B. PEMECAHAN MASALAH
1. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan baik itu posyandu balita ataupun lansia,
petugas kesehatan desa samuda kecil bersama kader-kader posyandu akan melakukan
berbagai upaya antara lain :
- Melakukan kunjungan rumah untuk mengingatkan kembali tanggal pelaksanaan
posyandu ( H – 1 posyandu)
- Melakukan penyuluhan-penyuluhan dan menekankan kepada masyarakat akan
pentingnya pemantauan tumbang anak melalui posyandu.
- Melakukan kerjasama lintas sektor ( terutama pengambil keputusan didesa/kades )
dalam upaya peningkatan kunjungan posyandu

CTT : pada tahun 2014 akan diberikan stimulant2,yang rencananya


diberikan pada
akhir2 tahun 2014,adapun kegiatan tersebut dilaksanakan
bekerjasama
dengan pihak desa.

- Untuk meningkatkan status posyandu di desa samuda kecil juga

12
dilakukan revitalisasi posyandu yang dianggap perlu untuk
meningkatkan keterampilan kader2 posyandu desa samuda kecil.

2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan menggugah kesadaran masyarakat tentang


PHBS, dari puskesmas pembantu samuda kecil tak henti-hentinya melakukan promosi
kesehatan baik secara kelompok, individu melalui posyandu dan sarana-sarana lainnya
serta berusaha melalui lintas sektor untuk mengupayakan tersedianya Jamban / MCK
yang memenuhi syarat kesehatan.

3. Dilakukan kunjungan rumah dan difasilitasi dalam hal pemeriksaan kesehatan

Terus mengamprah obat-obatan kepuskesmas induk dan mengemukakan permasalahan


yang ada terkait masalah obat-obatan ke kepala puskesmas sehingga diharapkan
menjadi pertimbangan kepihak yang lebih berkewenangan untuk menyediakan obat-
obatan sesuai keperluan

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Pembangunan di bidang kesehatan merupakan salah satu pembangunan
nasional.

13
Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua pihak baik pemerintah
maupun masyarakat termasuk pihak swasta secara sinergis sehingga berhasil guna
dan berdaya guna. Upaya ini untuk mencapai derajad kesehatan masyarakat yang
setinggi-tinggi nya dalam rangka menurunkan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka
kematian bayi ( AKB ). Serta meningkatkan derajad kesehatan
masyarakat.Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan sangat
ditentukan adanya kegiatan perencanaan, penggerakan pelaksanaan,pengarahan
dan pengawasan terhadap usaha-usaha kesehatan yang telah dilaksanakan. Buku
pfofil kesehatan puskesmas pembantu samuda kecil 2013 merupakan data dan
informasi kesehatan yang merupakan hasil pembangunann kesehatan di desa
samuda kecil kecamatan mentaya hilir selatan tahun 2013.
Adapun gambaran umum desa samuda kecil secara administrasi, Desa Samuda
Kecil terletak di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.
memiliki 4 RT dan 2 RW, dengan luasnya 45,75 Km², dengan batas – batas wilayah
sebagai berikut :
1. Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Mentaya,
2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Seruyan,
3. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Handil Sohor,
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Samuda Besar.

Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Samuda Kecil

Wilayah kerja satuan Tahun 2013


Luas wilayah kerja Km 45,75
Jmlh RT Buah 4
Jmlh RW Buah 2
Jmlh penduduk Jiwa 809
Jmlh KK KK 270

14
Jmlh bayi Jiwa 19
Jmlh balita desa samuda Jiwa 61
kecil Jiwa 68
Jmlh balita diposyandu Jiwa 13
Sasaran bayi Jiwa 60
Sasaran balita Jiwa 14
Sasaran ibu hamil : K1 Jiwa 13
K4 Jiwa 13
Sasaran ibu bersalin Jiwa 13
Jmlh ibu hamil Pasang 141
Jmlh PUS Jiwa 187
Jmlh WUS Buah 1
Jmlh puskesmas pembantu Buah 1
Jmlh posyandu balita Buah 1
Jmlh posyandu lansia Buah 1
Jmlh TK Buah 1
Jmlh sekolah dasar/MI

Puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang


berada didesa, kerana keberhasilan pembangunan nasional disuatu wilayah dimulai
dari unit terkecil yaitu desa.
Puskesmas pembantu samuda kecil mempunyai visi dan misi yaitu :

VISI : Terwujudnya pelayanan kesehatan yang mandiri di Desa Samuda Kecil


Kecamatan Men taya Hilir Selatan secara merata,menyeluruh dan berkeadilan.
MISI ;
1. Mengutamakan pelaksanaan program kesehatan promotif dan preventif
2. Memberikan pelayanan pengobatan kuratif dasar dan rehabilitative
3. Menumbuhkembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat ( UKBM )
4. Melaksanakan program kesehatan bekerjasama secara lintas program dan lintas
sektor.

TUJUAN :

15
1. Menekan beban kesakitan ( bordent illness ) di desa samuda kecil
2. Masyarakat desa samuda kecil dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
tersedia di puskesmas pembantu samuda kecil
3. Meningkatnya kepercayaan masyarakat di desa samuda kecil terhadap pelayanan
kesehatan yang di berikan
4. Meningkatnya peran serta masyarakat dan litas sektor dalam pelaksaaan
program kesehatan.

Untuk Pencapaian Program Puskesmas Pembantu Samuda Kecil Antara Lain :

1. KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN


Kegiatan-kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan puskesmas pembantu
samuda kecil tahun 2013 antara lain :
a. Identifikasi PHBS (prillaku hidup bersih dan sehat
b. Peningkatan dan pengembangan berbagai upaya kesehatan Berbasis
Masyarakat (UKBM) / peningkatan peran serta masyarakat.
c. Penyuluhan kesehatan
d. Pelaksanaan dan pembinaan usaha Kesehatan Sekolah.

2. PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK


Program kesehatan ibu dan anak Didesa samuda kecil, di laksanakan
puskesmas pembantu bekerjasama dengan poskesdes samuda kecil .
Program KIA merupakan salah satu indikator tercapainya status kesehatan
didalam suatu wilayah dimana dapat dilihat dari tingkat persalinan dengan nakes,
angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian anak (AKA) dan beberapa hal lagi
yang terkait, adapun angka pencapaian target pada tahun 2013 yaitu :

a. Target kunjungan K1 Bumil 14 orang, tercapai 14 orang ( 100 % )


b. Target kunjungan K4 Bumil 13 orang, tercapai 14 orang ( 107,7 %)
c. Target persalianan oleh Nakes 13 orang, tercapai 13 orang ( 100 %)
d. Target kunjungan Bufas 13 orang, tercapai 13 orang ( 100 %)
e. Target kunjungan Neonatus 13 orang, tercapai 13 orang (100 %)
f. Target kunjungan Anak 60 orang, tercapai 49 orang ( 81,6 %)

3. PENCAPAIAN PROGRAM GIZI PUSKESMAS PEMBANTU ( PUSTU )

16
Program gizi puskesmas pembantu samuda kecil adalah program untuk
meningkatkan kualitas gizi masyarakat samuda kecil melalui upaya penyuluhan
dan upaya perbaikan gizi melalui pemulihan status gizi bagi anak-anak yang
terindikasi gizi buruk ataupun dengan KMS dibawah garis merah. Pemantauan
gizi diakukan disamping dipuskesmas pembantu juga dipolindes dan posyandu.
Kegiatan gizi yang telah dilakukan puskesmas pembantu samuda kecil antara lain
:
a. Penimbangan bayi / balita
b. Pelacakan dan Pemantauan BGM / BGK ( kunjungan rumah )
c. Sweeping vitamin A
d. Pemeriksaan thyroid
e. Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak TK

4. PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN


Pendataan rumah, jamban sehat, tempat-tempat umum, dan akses air barsih
diwilayah kerja puskesmas pembantu samuda kecil. Serta bekerjasama lintas
sektor untuk menangani masalah masalah yang barkaitan dengan kebutuhan
orang banyak/masyarakat.,

5. PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


a. cakupan imunisasi

Tabel
Cakupan Imunisasi Balita Desa Samuda Kecil Tahun 2013
(Imunisasi Hbo,Bcg,Dpthb 1,Dpthb 2,Dpthb3,Polio 1,Polio 2,Polio 3,Polio 4,Dan
Campak ).

JUMLAH BAYI YANG JUMLAH DALAM PERSENTASE


NO NAMA IMUNISASI DIIMUNISASI BERDASARKAN TARGET IMUNISASI
DESA SAMUDA KECIL TAHUN 2013 (
%)
1 BCG 13 100 %
2 HB0 14 107,8 %
3 DPTHB 1 15 115%
4 DPTHB 2 15 115 %

17
5 DPTHB 3 15 115 %
6 POLIO 1 14 107,8 %
7 POLIO 2 14 107,8 %
8 POLIO 3 14 107,8 %
9 POLIO 4 14 107,6%
10 CAMPAK 13 100 %

b. penyakit menular
beberapa penyakit menular diwilayah kerja puskesmas pembantu samuda
kecil tahun 2013 yaitu : ISPA, dermatitis, bronchitis, penyakit gigi, diare, types
abdominalis, TB, malaria, mums/gondongan, konjungtivitis.

c. Pencegahan Penyakit Menular Melalui BIAS


Pelaksanaan BIAS tahap I dilaksanakan di SD 1 samuda kecil pada tanggal 13
september 2013 dengan sasaran SD kelas 1,dengan jumlah siswa 22 orang ( 1
orang tidak masuk),adapun kegiatan yang dilakukan meliputi penjaringan
anak sekolah ( pengukuran TB,BB,LILA dan pemeriksaan kesehatan ) serta
pemberian imunisasi campak
Sedangkan untuk BIAS tahap II dilaksanakan dengan sasaran kelas 1,2,dan
3.dengan imunisasi kelas 1 imunisasi DT, kelas 2 dan 3 imunisasi TD.

d. Pemberian Kelambu Berinsektisida


Distribusi Kelambu Berinsektisida Untuk Pencegahan Penyakit Malaria Pada
Ibu Hamil dan Bayi.

e. Surveilen Malaria Dan Epidemiologi


Karena ditemukan kasus malaria didesa samuda kecil maka diadakan survey
malaria dan epidemiologi dirumah penderita dan lingkungan sekitarnya (
radius kira-kira 200 meter disekitar rumah penderita) di rt.4 desa samuda
kecil,serta pembagian abate,kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22
september 2013 bersama petugas LAB,pemegang program malaria dan
promkes puskesmas samuda.

f. Survei Kontak Serumah Pasien TB

18
Survey kontak serumah pasien TB dilakukan pada pasien yang sudah
dinyatakan positif TB ( baik melalui rontgen maupun pemeriksaan sputum
BTA + ),survey ini dilakukan petugas pustu bersama dengan petugas LAB dan
pemegang program TB dipuskesmas samuda.survei kontak ini dilakukan pada
5 orang pasien desa samuda kecil yang memang sudah dinyatakan positif
menderita TB ( di RT 1 ada 4 orang dan di RT 4 ada 1 orang )dengan jumlah
yang diperiksa sebanyak 19 orang.

g. PMO ( Pengawas Minum Obat Untuk Kasus TB )


PMO dilakukan pada 2 orang penderita baru yang positif menderita TB
berdasarkan hasil pemeriksaan sputum ( BTA + ) yang di temukan ketika
survey kontak serumah dan kunjungan rumah dalam rangka pengendalian
penyakit menular.pengobatan di mulai pada tanggal 21 oktober 2013,
pengobatan di berikan selama 6 bulan.

h. PEMBERIAN ABATE
Tindakan preventif yang dilakukan didesa samuda kecil untuk mencegah
kasus2 penykit seperti DBD,malaria,dll.

6. PENCAPAIAN PROGRAM PENGOBATAN


a. Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan rawat jalan yang dikerjakan dipuskesmas pembantu
samuda kecil merupakan perpanjangan dari puskesmas samuda yang
meliputi : curative tahap awal ( pengobatan rawat jalan),pemeriksaan LAB
sederhana,pelayanan KB,penyuluhan penyuluhan individu / konseling
sederhana,dll

Tabel
Rekapitulasi 10 Penyakit Terbanyak Di Desa Samuda Kecil Pada Tahun 2013

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH KUNJUNGAN PERSENTASE


1 ISPA 53 20,4 %
2 GASTRITIS 51 19,6 %
3 HIPERTENSI 29 11,2 %
4 PENY GIGI 26 10 %
5 DERMATITIS 25 9,6 %

19
6 BR6ONKHITIS 23 8,8 %
7 MEALGIA 21 8,1 %
8 REMATOID ART 14 5,4%
9 DIARE 11 4,2%
10 DIABETES MELITUS 7 2,7 %
11 JUMLAH 260 100 %
Sumber : register kunjungan puskesmas pembantu samuda kecil tahun 2013

Penyakit terbesar diwilayah Desa Samuda Kecil yaitu ISPA, Gastritis,


hipertensi dll. Upaya yang dilakukan yaitu usaha preventif dan promotif
dengan memberikan informasi baik dengan cara melakukan penyuluhan ,
Pembagian leaflet dan memasang Poster di tempat-tempat umum
tentang cara meningkatkan hidup bersih dan sehat serta memberikan
motivasi hidup kepada masyarakat,sedangkan tindakan curative dan
rehabilitative nya dengan memberikan pelayanan kesehatan dipuskesmas
pembantu samuda kecil.

b. Pelayanan kesehatan usia lanjut

c. untuk pengobatan bagi lansia berfokus pada posyandu lansia yang


diadakan pada tanggal 17 setiap bulan disamping juga diunit pelayanan
puskesmas pembantu samuda kecil. Jumlah lansia desa samuda kecil
berdasarkan pendataan puskesmas pembantu samuda kecil pada tahun
2013 ( usia 45 thn keatas ) adalah sebanyak 115 orang.
Data 5 penyakit terbanyak pada lansia desa samuda kecil yaitu : rematik /
gout, gastritis, hipertensi, dermatitis, penyakit gigi.

d. Penatalaksanaan Kasus Jiwa


Pemberian obat2 jiwa yang berkolaborasi dengan tim medis,seperti CPZ
untuk penderita jiwa yang ada di samuda kecil, tahun 2013 tercatat 5
orang penderita gangguan jiwa yang ada didesa samuda kecil.

e. Pemeriksaan laboratorium
Karena keterbatasan sarana dan prasarana serta tenaga, Untuk
pemeriksaan laboratorium puskesmas pembantu samuda kecil hanya
dapat melakukan pemeriksaan-pemeriksaan sederhana seperti RDT, PP

20
TEST, GDS, Kolesterol dan asam urat,untuk pemeriksaan lainnya baik itu
urine, darah, feces, sputum, masih berkolaborasi dan merujuk
kepuskesmas induk / puskesmas samuda.

Puskesmas pembantu dalam menjalankan pelayanan mempunyai kendala / masalah


masalah antara lain :

1. kunjungan posyandu setiap bulan yang belum mencapai 50 % dari


total jumlah balita dengan berbagai macam alasan seperti : lupa
tanggal posyandu karena tidak punya kalender,orang tua repot
bekerja,malas datang keposyandu karena berat anak yang tidak
naik2,dll
2. kurangnya kesadaran masyarakat tentang PHBS yaitu dengan masih
adanya masyarakat yang buang air di sungai.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke
sarana
Kesehatan
4. Masih kurangnya obat-obatan yang tersedia di puskesmas
pembantu samuda kecil karena terbatasnya stok obat di puskesmas
induk

Sedangkan untuk pemecahan masalahnya puskesmas pembantu samuda kecil


mempunyai planning / perencanaan antara lain :

1. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan baik itu posyandu balita


ataupun lansia, petugas kesehatan desa samuda kecil bersama
kader-kader posyandu akan melakukan berbagai upaya antara lain :
- Melakukan kunjungan rumah untuk mengingatkan kembali tanggal
pelaksanaan posyandu ( H – 1 posyandu)
- Melakukan penyuluhan-penyuluhan dan menekankan kepada
masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbang anak melalui
posyandu.

21
- Melakukan kerjasama lintas sektor ( terutama pengambil keputusan
didesa/kades ) dalam upaya peningkatan kunjungan posyandu

CTT : pada tahun 2014 akan diberikan stimulant2,yang rencananya diberikan


pada
akhir2 tahun 2014,adapun kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama
dengan pihak desa.

- Untuk meningkatkan status posyandu di desa samuda kecil juga


dilakukan revitalisasi posyandu yang dianggap perlu untuk
meningkatkan keterampilan kader2 posyandu desa samuda kecil.

2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan menggugah kesadaran


masyarakat tentang PHBS, dari puskesmas pembantu samuda kecil
tak henti-hentinya melakukan promosi kesehatan baik secara
kelompok, individu melalui posyandu dan sarana-sarana lainnya
serta berusaha melalui lintas sektor untuk mengupayakan
tersedianya Jamban / MCK yang memenuhi syarat kesehatan.

3. Dilakukan kunjungan rumah dan difasilitasi dalam hal pemeriksaan


kesehatan

4. Terus mengamprah obat-obatan kepuskesmas induk dan


mengemukakan permasalahan yang ada terkait masalah obat-
obatan ke kepala puskesmas sehingga diharapkan menjadi
pertimbangan kepihak yang lebih berkewenangan untuk
menyediakan obat-obatan sesuai keperluan.
SARAN
1. Perlu pembinaan lebih lanjut untuk kegiatan Puskesmas pembantu
didesa
agar tercapainya Kegiatan Program puskesmas pembantu.
2. Kurangnya Sarana dan Prasarana untuk puskesmas pembantu samuda

22
kecil.
3. Perlu adanya pelatihan untuk meningkatkan SDM pada petugas
dipuskesmas pembantu khususnya samuda kecil.
4. Perlu bimbingan untuk pembuatan Profil Puskesmas pembantu agar
kedepannya lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Puskesmas pembantu samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan, laporan kunjungan rawat
jalan

puskesmas pembantu samuda kecil 2013 desa samuda kecil kec. Mentaya hilir

selatan tahun 2013.

Kantor desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan, data penduduk samuda kecil 2013,desa

samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan tahun 2013

Puskesmas pembantu desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan, register pemantauan
berat

badan dan tinggi badan bayi/balita desa samuda kecil 2013, desa samuda kecil

kec. Mentaya hilir selatan tahun 2013

Puskesmas pembantu desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan, register imunisasi bayi

samuda kecil 2013. Desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan tahun 2013

Puskesmas pembantu desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan, laporan lansia posyandu

lansia samuda kecil 2013,desa samuda kecil kec. Mentaya hilir selatan tahun
2013

23
24