Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM I

I. Judul : Uji susunan elementer protein


II. Tujuan : Mengidentifikasi adanya unsur-unsur penyusun protein
III. Landasan Teori
Semua jenis protein tersusun atas unsure-unsur karbon (C), hydrogen
(H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Ada pula protein yang mengandung
sedikit belerang (S) dan fosfor (P). Dengan metode pembakaran atau
pengabunan, akan diperoleh unsure-unsur penyusun protein yaitu C,H,O,N

IV. Alat dan bahan :


A. Alat :
1. Tabung Reaksi
2. Pipet Tetes
3. Rak Tabung Reaksi
4. Cawan porselin
5. Lampu Bunsen
B. Bahan:

1. Albumin telur
2. Gelatin
3. Larutan NaOH 10%
4. Larutan Pb Asetat 5%
5. Larutan HCl pekat
6. Minyak tengik
7. Air brom

V. Prosedur kerja

A. Uji Adanya unsur C,H, dan O


1. Memasukkan 1 ml Albumin telur ke dalam tabung reaksi.
2. Menaruh kaca obyek di atas tabung , kemudian memanaskan Albumin
telur diatas lampu bunsen/spiritus.
3. Memperhatikan adanya pengembunan pada gelas obyek, yang
menunjukkan adanya Hidrogen (H) dan Oksigen (O).
4. Mengambil gelas obyek, lalu mengamati bau yang terjadi. Bila tercium
bau rambut terbakar, berarti protein mengandung unsur Nitrogen (N).

1
5. Bila terjadi pengarangan, berarti ada atom Karbon (C).
6. Mengulangi percobaan menggunakkan serbuk gelatin.

B. Uji adanya atom N

1. Memasukkan 1 ml larutan albumin telur ke dalam tabung reaksi

2. Menambahkan 1 ml NaOH 10% kemudian panaskan

3. Memperhatikan bau ammonia yang terjadi dan menguji uapnya dengan


kertas lakmus merah yang telah dibasahi aquades

4. Mengulangi percobaan dengan menggunakan serbuk gelatin

C. Uji adanya atom S

1. Memasukkan 1 ml albumin telur ke dalam tabung reaksi.


2. Menambahkan 1 ml larutan NaOH 10% ke dalam tabung reaksi yang telah
berisi albumin , kemudian memanaskannya.
3. Menambahkan 4 tetes larutan Pb-asetat 5 %, kemudian terjadi perubahan
warna yaitu larutan menjadi berwarna hitam yang menandakan
terbentuknya PbS.
4. Menambahkan 4 tetes HCl pekat dengan hati-hati melalui dinding tabung,
kemudian memperhatikan bau khas belerang dari belerang yang
teroksidasi.
5. Mengulangi percobaan diatas dengan mengganti albumin menggunakan
serbuk gelatin.

Gambar prosedur kerja

A. Uji Adanya unsur C,H, dan O


 Pada Albumin Telur

2
Memasukkan 1 ml Albumin telur ke dalam tabung reaksi

Kaca
obyek

Menaruh kaca obyek di atas tabung , kemudian


memanaskan Albumin telur diatas lampu bunsen

Embun

Memperhatikan adanya pengembunan


pada gelas obyek

3
Mengambil gelas obyek, lalu mengamati bau yang terjadi

Terjadi pengarangan
 Pada Gelatin pada albumin telur

Memasukkan 1 ml larutan gelatin ke dalam tabung reaksi

4
Menaruh kaca obyek di atas tabung , kemudian
memanaskan gelatin diatas lampu bunsen

Embun

Memperhatikan adanya
pengembunan pada gelas obyek

Mengambil gelas obyek, lalu mengamati bau yang terjadi

5
B. Uji adanya atom N Tidak terjadi
pengarangan pada
larutan gelatin

(2) Memasukkan 1 mL albumin telur


(1) Albumin telur
ke dalam tabung reaksi

(3) Menambahkan 1 mL NaOH ke (4) Memanaskan tabung reaksi


dalam tabung reaksi

6
(5) Menguji uap dengan kertas lakmus

VI. Hasil Percobaan

A. Uji adanya unsure C,H, dan O

Hasil pengamatan (±)


No. Zat uji Pengarangan Bau rambut Pengembunan
(H & O)
(C) terbakar (N)
1. Albumin

+ +
+
2. Gelatin

- - +

B. Uji adanya atom N

No. Perlakuan Hasil Pengamatan (+/-)


Bau amoniak (N) Kertas lakmus
merah (N)

7
1 Albumin + 1ml NaOH 10% + Basa
+ dipanaskan
2 Gelatin + 1ml NaOH 10% + + Basa
dipanaskan

Albumin pH 13 Gelatin pH 12
C. Uji adanya atom S

NO PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN GAMBAR HASIL

PbS Belerang PENGAMATAN

(S)

1 Albumin + 1 mL NaOH + +
10% + dipanaskan + 4
tetes PbAc + 4 tetes HCl
pekat

8
2 Gelatin + 1 mL NaOH - -
10% + dipanaskan + 4
tetes PbAc + 4 tetes HCl
pekat

VII. Pembahasan

A. Uji Adanya Unsur C,H, dan O.

Pada uji adanya unsur C, H dan O yang mendapatkan hasil positif adalah
pada albumin karena terjadi pengarangan, menimbulkan bau rambut terbakar
serta terjadinya pengembunan. Sedangkan pada gelatin hanya terjadi
pengembunan saja, tidak terjadi pengarangan dan tidak tercium bau rambut
terbakar pada gelatin.

B. Uji adanya atom N

Pada percobaan kedua yaitu uji atom N, baik larutan albumin dan gelatin
menunjukkan hasil yang sama, di mana kedua larutan tersebut positif
mengandung atom N yang ditunjukkan dengan adanya bau amoniak dan
sama-sama bersifat basa.

C. Uji adanya atom S

Pada uji susunan elementer untuk mengetahui adanya atom S (sulfur) pada
bahan uji yakni albumin dan gelatin, terjadi hasil berbeda untuk setiap bahan
uji. Untuk albumin, saat dipanaskan bersama NaOH tidak terjadi perubahan
warna. Ketika larutan dicampur dengan Pb-Asetat terjadi perubahan warna
hitam yang mengindikasikan terbentuk PbS. Adanya sulfur pada albumin

9
semakin diperkuat saat direaksikan dengan HCl pekat karena adanya asap
dengan bau khas belerang dari belerang yang teroksidasi. Berbeda saat gelatin
diujicobakan tidak ada perubahan warna hitam yang menandakan tidak
terbentuknya PbS dan tidak terciumnya bau khas belerang.

Uji ini dilakukan untuk mengetahui adanya protein yang mengandung


asam amino dengan atom S. Pada uji ini, dalam suasana basa, Pb asetat akan
bereaksi dengan S dari asam amino membentuk garam PbS berwarna hitam
(reaksi positif ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna hitam atau
cokelat).

Pada percobaan ini, dapat terlihat bahwa pada gelatin tidak terjadi
perubahan apapun. Sedangkan pada albumin merupakan asam amino yang
mengandung atom S pada molekulnya. Reaksi Pb asetat dengan asam-asam
amino tersebut akan membentuk endapan berwarna merah kecoklatan, yaitu
garam PbS (membuktikan bahwa kedua sampel protein tersebut mengandung
atom S)

Penambahan NaOH dalam hal ini adalah untuk mendenaturasikan protein


sehingga ikatan yang menghubungkan atom S dapat terputus oleh Pb asetat
membentuk PbS. Sedangkan metionin dan triptofan tidak mengalami
perubahan warna (terbukti bahwa kedua sampel protein tersebut tidak
mengandung atom S).

VIII. Simpulan
Pada uji adanya unsur C, H dan O yang mendapatkan hasil positif adalah
pada albumin karena terjadi pengarangan, menimbulkan bau rambut terbakar
serta terjadinya pengembunan. Sedangkan pada gelatin hanya terjadi
pengembunan saja, tidak terjadi pengarangan dan bau rambut terbakar tidak
tercium pada gelatin. Pada uji atom N dapat disimpulkan bahwa protein yang
dalam hal ini memakai albumin, mengandung atom N. Pada percobaan uji
adanya atom S, maka dapat disimpulkan bahwa pada albumin mengandung
atom belerang (S).

10
IX. Pertanyaan

1. Pada percobaan, unsur apa yang membedakan albumin dan gelatin?

Jawaban pertanyaan:

Unsur yang membedakan albumin dan gelatin:

 Albumin adalah protein yang dapat larut dalam air serta dapat
terkoagulasi oleh panas. Larutan albumin dalam air dapat
diendapkan dengan penambahan amonium sulfat hingga jenuh.
Albumin antara lain terdapat pada serum darah dan bagian
putih telur.
 Gelatin berbeda dengan hidrokoloid lain, karena kebanyakan
hidrokoloid adalah polisakarida seperti karagenan dan pektin,
sedangkan gelatin merupakan protein mudah dicerna,
mengandung semua asam- asam amino essensial kecuali
triptofan
2. Sebutkan jenis asam amino yang mangandung unsur tersebut serta
tuliskan struktur kimianya

Jawaban Pertanyaan:

Jenis asam amino yang terdapat dalam unsure gelatin yaitu asam
amino non esensial (Glisin dan Prolin) dan pada Albumin, Gelatin dan
Kasein rumus bangunya lebih kompleks dan mengikat dua atau lebih
asam amino esensial , sehingga terbentuk ikatan peptida.

- Glisin adalah salah satu asam amino esenial dengan rumus bangun
:

NH2—CH2CO2H.

3. Tuliskan reaksi terbentuknya bau khas belerang pada uji adanya atom S?
Jawaban :

11
Reaksi terbentuknya bau khas belerang belerang pada uji adanya atom
S:
PbS + HCl(p)  PbCl2 + H2S
Putihh
PbCl2 + 2Cl-  [ PbCl4]2- {Ion tetrakloroplumbat (II)}

X. DAFTAR PUSTAKA

Bintang, Maria. 2010. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga


Yazid, Estien dan Nursanti, Lisda. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia
untuk Mahasiswa Analis. Yogyakarta: CV Andi Offset

12