Anda di halaman 1dari 12

Standar Kompetensi 1 :

Mengaplikasikan Cara-Cara Pembudidayaan Tanaman dan Hewan

I. Pembudidayaan Tanaman dan Hewan


1.1. Cara Pembudidayaan Tanaman dan Hewan
Membudidayakan berarti memperbanyak jumlah hewan dan tumbuhan
dengan pembiakan. Contohnya dengan penangkaran hewan dan pembibitan
tumbuhan. Selain mencegah kepunahan hewan, penangkaran hewan juga
membawa keuntungan ekonomi bagi manusia.
Budidaya adalah Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil, suatu sistem
yang digunakan untuk memproduksi sesuatu dibawah kondisi buatan. Budidaya
dapat dilakukan di segala bidang seperti di bawah ini :
1. Dalam Pertanian, budidaya merupakan kegiatan terencana
pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu
areal lahan untuk diambil manfaat/hasil panennya. Kegiatan budi daya
dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, budi daya adalah "usaha yg bermanfaat dan memberi hasil".
Usaha budi daya tanaman mengandalkan penggunaan tanah atau
media lainnya di suatu lahan untuk membesarkan tanaman dan lalu
memanen bagiannya yang bernilai ekonomi seperti Hortikultura. Bagian ini
dapat berupa biji, buah/bulir, daun, bunga, batang, tunas, serta semua
bagian lain yang bernilai ekonomi. Kegiatan budidaya tanaman yang
dilakukan dengan media tanah dikenal pula sebagai bercocok
tanam (bahasa Belanda: akkerbouw). Termasuk dalam "tanaman" di sini
adalah gulma laut serta sejumlah fungi penghasil jamur pangan.
2. Dalam Perikanan, Budidaya Perikanan adalah usaha pemeliharaan dan
pengembang biakan ikan atau organisme air lainnya. Budidaya perikanan
disebut juga sebagai Budidaya Perairan atau akuakultur mengingat
organisme air yang dibudidayakan bukan hanya dari jenis ikan saja tetapi
juga organisme air lain seperti kerang, udang maupun tumbuhan air. Istilah
akuakultur yang diambil dari istilah dalam Bahasa Inggris Aquaculture.
Pembudidayaan ikan menurut Undang-Undang Republik Indonesia
No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan adalah "kegiatan untuk memelihara,
membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam
lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal
untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani,
mengolah, dan/ atau mengawetkannya."
3. Dalam Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan
membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari
kegiatan tersebut.
Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja,
memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang
ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan
penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang
telah dikombinasikan secara optimal.
Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu
peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok
kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.
Budi daya hewan (husbandry) melibatkan usaha pembesaran
bakalan (hewan muda) atau
bibit/benih (termasuk benur dan nener pada budi daya perikanan) pada
suatu lahan tertentu selama beberapa waktu untuk kemudian dijual,
disembelih untuk dimanfaatkan daging serta bagian tubuh lainnya,
diambil telurnya, atau diperah susunya (pada peternakan susu). Proses
pengolahan produk budi daya ini biasanya bukan bagian dari budi daya
sendiri tetapi masih dianggap sebagai mata rantai usaha tani ternak itu.
Budi daya hewan dikategorikan ke dalam peternakan dan budi daya
perikanan.

1.2. Jenis Tanaman dan Hewan di Lingkungan yang dapat dibudidayakan


Pembudidayaan tanaman dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian antara
lain :
Budidaya tanaman pangan adalah proses budidaya berbagai tanaman
yang menjadi kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi
berbagai nutrisi seperti karbohidrat, mineral, protein, vitamin dan sebagainya.
Tanaman pangan ini dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yakni tanaman umbi-
umbian (contoh tanaman budidaya : talas, singkong, ubi jalar dan kentang),

1
tanaman kacang-kacangan (contoh tanaman budidaya : kacant tanah, kacang
hijau dan kedelai) dan tanaman serelia atau biji-bijian (contoh tanaman
budidaya : padi, jagung, gandum dan sorgum).
Budidaya tanaman sayuran adalah serangkaian kegiatan budidaya
tanaman yang digunakan untuk sayur dan lalapan. Tanaman sayuran dapat
dikelompokkan menjadi sayuran daun (contoh tanaman budidaya : sawi,
kangkung, bayam, kubis), sayuran batang (contoh : rebung, kailan, asparagus),
sayuran akar (wortel dan lobak), sayuran umbi (kentang, bawang merah),
sayuran bunga (bunga kol, brokoli), sayuran buah (tomat, cabe, labu) dan
sayuran biji (kacang merah, ercis).
Budidaya tanaman hias adalah proses budidaya berbagai tanaman
yang banyak digunakan sebagai dekorasi baik untuk indoor ataupun outdoor.
Contoh tanaman hias seperti pakis haji, mawar, melati, palem kipas, cemara dan
lain-lain.
Budidaya tanaman obat adalah suatu kegiatan budidaya berbagai
tanaman yang memiliki khasiat obat atau tanaman yang seringkali digunakan
sebagai obat untuk mencegah penyakit maupun mengobati penyakit. Contoh
tanaman obat seperti pepaya (mengobati malaria), jintan hitam, blustru,
pegagan, urang aring dan sebagainya.

Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan, peternakan dapat dibedakan


menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan
peternakan hewan unggas.
1. Peternakan Hewan Besar
Peternakan jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar
seperti sapi, kuda, dan kerbau. Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil
manfaatnya dalam bentuk susu, daging, kulit, dan tenaganya sebagai alat
transportasi.
Selain itu, kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk alamiah yang
diperlukan dalam usaha pertanian dan perkebunan.
2. Peternakan Hewan Kecil
Peternakan hewan kecil membudidayakan hewan-hewan bertubuh
kecil, seperti babi, kambing, domba, kelinci, dan lainnya. Manfaat beternak
hewan-hewan kecil adalah untuk diambil susu, daging, dan kulitnya.
3. Peternakan Hewan Unggas
Ayam, bebek, angsa, itik, dan puyuh merupakan beberapa contoh
hewan unggas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Manfaat
beternak hewan-hewan unggas adalah untuk diambil daging, telur, bulu, atau
sebagai penghibur untuk dinikmati suara atau keindahannya.

II. Kebutuhan Tanaman dan Hewan Peliharaan


2.1. Unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman dan hewan agar tumbuh sehat
Tumbuhan sangat memerlukan hara yang tersedia bebas dalam tanah
untuk pertumbuhannya. Unsur hara tersebut terbentuk dari beberapa unsur lain
yang kadang tidak selalu tersedia dalam tanah, maka perlu dillakukan
pemupukan. Berikut unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman.

Unsur Yang sudah tersedia bebas di alam :


1. Sinar Matahari (Memiliki Fungsi dalam proses fotosintesis)
2. Kandungan air dalam udara (H2O)
3. Karbon Monooksida (CO2)
4. Oksigen (O2)

Unsur-unsur dalam Hara Tanah yang dibutuhkan Tanaman :


1. Unsur Nitrogen; berfungsi untuk Pertumbuhan vegetatif (tinggi, anakan, dan
hijau daun) dan sebagi pembentuk klorofil dan daun
2. Unsur Pospor (P); memiliki fungsi untuk Pertumbuhan akar, proses
Pembungaan dan pemasakan buah dan biji serta Penyusunan inti sel, lemak
dan protein.
3. Unsur Kalium (K); Berfungsi untuk membantu Fotosintesis, membentuk
protein dan karbohidrat, mempengaruhi katalisator (warna dan rasa), bunga
dan buah, serta sebagai perlindungan terhadap hama penyakit dan
kekeringan
4. Unsur Clorine (Cl); Berfungsi dalam proses Pertumbuhan akar tanaman, dan
merupakan bahan yang diperlukan dalam prosses fotosintesis.
5. Unsur Cobalt (Co); Memiliki fungsi untuk Memperlancar aliran air dalam
fotosintesis serta membantu meningkatkan ketahanan tanaman

2
6. Unsur Cupper (Cu); Unsur ini merupakan sebuah Enzim sebagai activator
dalam pembentukan pigment tanaman.
7. Unsur Silicon (Si); Berfungsi untuk membantu proses Vegetative sehingga
jumlah biji yang dihasilkan akan semakin banyak.
8. Unsur Sulfur (S); berfungsi meningkatkan kandungan protein dan vitamin
untuk tanaman serta memperkuat akar dan membantu pigmen daun
9. Unsur Kalsium (Ca); merupakan Bahan penyusun klorofil, serta bahan yang
dibutuhkan untuk enzim pada metabolism
10. Unsur Magnesium (Mg); berfungsi untuk pembentukan bulu-bulu akar dan
biji bijian
11. Unsur Ferrum (Fe); Berfungsi untuk Pembentukan klorofil
12. Unsur Zinc (Zn); Berperan dalam Pengaturan sistem enzim dan zat pengatur
tumbuh
13. Unsur Borron (B); Digunakan untuk Meningkatkan kualitas dan hasil sayur
dan buah serta Meningkatkan hasil produksi biji kacang kacangan
14. Unsur Natrium (Na); unsur ini berperan dalam pembentukan stomata dan
dapat menggantikan unsur K serta berfungsi membentuk umbi dalam
mencegah busuk.

Selain tumbuhan, hewan juga memerlukan unsur atau nutrisi agar dapat
tumbuh dan berkembang. Nutrisi ini diperoleh dari makanan yang dimakan.
Jenis makanan yang dibutuhkan oleh hewan berbeda-beda tergantung dengan
jenis hewan tersebut. Contoh : Hewan herbivora seperti sapi akan membutuhkan
tumbuhan seperti rumput untuk melangsungkan kehidupannya sebab sapi
memang tergolong hewan pemakan tumbuhan. Hewan karnivora membutuhkan
daging untuk melangsungkan kehidupannya contohnya adalah singa, harimau
dan masih banyak lagi lainnya. Untuk hewan omnivora membutuhkan tumbuhan
dan juga daging untuk melangsungkan kehidupannya. Nutrisi yang di butuhkan
oleh hewan antara lain:
1. Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari
organ-organ, serta menghasilkan energi.
2. Protein
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling
utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan
satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein
berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan
virus.
3. Vitamin
Pengertian Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina yang
sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi
untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh (vitamin
mempunyai peran sangat penting dalam metabolisme tubuh), karena vitamin
tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jika manusia, hewan dan ataupun
makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat melakukan
aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh mudah
terkena penyakit.

2.2. Cara melindungi hewan dan tanaman peliharaan


Kegiatan memelihara binatang atau memelihara tanaman dalam
kehidupan sehari - hari tentunya dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan yang
positif. Kegiatan positif ini semisalnya saja dapat dijadikan sebagai suatu hobi,
hiburan, untuk memanfaatkan waktu luang dan masih banyak kegitan positif
lainnya. Dalam melakukan kegiatan pemeliharaan binatang atau tanaman ini
tentunya tidak asal memelihara untuk mendapatkan manfaatnya. Akan tetapi
dalam melakukan kegiatan ini harus memperlakukan binatang atau tumbuhan
yang dipelihara sebagai mana mestinya. Bilamana binatang atau tanaman yang
dipelihara diperlakukan dengan baik tentunya akan memberikan manfaat yang
baik. Oleh karena itulah dalam catatan kali ini akan berusaha untuk mengetahui
mengenai perlakuan yang diperlakukan pada binatang peliharaan dan tanaman
yang dipelihara agar memperoleh manfaat yang baik tentunya.

3
1. Hal yang perlu dilakukan dalam memelihara tanaman
Memelihara tanaman, juga merupakan suatu bentuk kegiatan yang
bermanfaat bagi kita yang senang dalam memelihara tanaman. Bilamana kita
senang dalam hal memelihara tanaman tentunya kita juga akan
mempelakukan tanaman sebagaimana seharusnya atau semestinya.
Tanaman itu juga merupakan makhluk hidup yang tidak jauh berbeda
dengan makhluk hidup lainnya yang ada di alam bebas ini. Makhluk hidup
memerlukanan tanaman atau tumbuhan juga memerlukan makanan. Dengan
demikian bilamana kita memelihara tanaman tentunya juga memberikan
makanan yang sesuai atau cukup pada tanaman yang kita pelihara. Dengan
tersedianya persediaan makanan yang cukup dan sesuai tentunya akan
memberikan dampak pada tanaman atau tumbuhan yang dipelihara memiliki
kondisi yang baik dan berkembang dengan normal.
Makanan yang dimanfaatkan oleh tanaman berasal dari dalam tanah.
Sehingga tanah tempat tanaman tumbuh tersebut harus menyediakan
makanan yang sesuai dan cukup untuk dipergunakan oleh tanaman yang
tumbuh di tanah tersebut. Makanan yang dibutuhan tanaman dari tanah
berupa unsur hara dan air. Dalam memelihara tanaman, semestinya kita
menempatkan tanaman tersebut pada tanah yang mengandung unsur hara
dan air yang cukup.
Selain harus tercukupi zat hara dan air, tanaman yang dipelihara juga
harus dalam keadaan atau kondisi terbebas dari hama dan penyakit
tanaman. Hama dan penyakit tanaman dapat mengganggu pertumbuhan dari
tanaman yang dipelihara. Mengatasi hama dan penyakita pada tanaman
dapat dilakukan dengan memberikan obat - obat tanaman secara teratur.
Akan tetapi dalam pemberian obat - obatan tanaman harus sesuai dengan
dosis yang dianjurkan. Bilamana pemberian dosis yang berlebihan dapat
mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Selain itu bila dosis yang
diberikan pada tanaman tidak sesuai akan berakibat hama tanaman tersebut
menjadi kebal dan sulit untuk dilakukan pemberantasan.
2. Hal yang dilakukan dalam memelihara binatang
Memelihara binatang tidak jauh berbeda dengan memelihara
tanaman, dikarenakan binatang atau hewan juga merupakan makhluk hidup.
Dalam memelihara binatang membutuhkan perawatan dan perlakuan yang
sesuai. Perlakuan yang diberikan pada binatang ini tentunya dimaksudkan
agar binatang yang dipelihara selalu dalam keadaan yang sehat dan normal.
Bilamana perawatan dan perlakuan yang diberikan pada binatang yang
dipelihara sesuai dan dalam kondisi yang teratur maka binatang tersebut
akan tumbuh secara normal. Perlakuan dan perawatan yang diberikan pada
binatang juga tidak boleh asal - asalan.
Binatang yang kita pelihara tersebut juga memerlukan makanan agar
dapat dalam kondisi yang normal. Makanan yang didapatkan oleh binatang
ini paling tidak harus sesuai cukup dan dalam kondisi yang teratur. Selain
makanan tentunya binatang juga memerlukan minuman dalam jumlah yang
cukup dan teratur. Bilamana binatang mendapatkan makanan dan minuman
dalam jumlah cukup dan teratur maka binatang yang kita pelihara akan
cepat tumbuh besar dan dalam kondisi yang normal.
Setiap binatang yang dijadikan peliharaan tentunya berbeda jenis
atau macamnya sehingga dari masing - masing binatang tersebut memiliki
kebutuhan makanan yang berbeda - beda atau tidak sama. Perbedaan
kebutuhan makanan yang diperlukan ini tergantung pada jenis dan umur dari
binatang yang dipelihara. Pada umum binatang yang memiliki usia lebih
muda memerlukan makanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan hewan
atau binatang yang sudah dewasa. Dengan kondisi yang demikian ini maka
jangan memberikan makanan dan minuman dalam jumlah yang banyak pada
hewan yang masih muda atau masih kecil. Atau mungkin malah sebaliknya
memerikan makanan dalam jumlah yang sedikit pada hewan atau binatang
yang sudah dewasa. Sebaiknya memberikan makanan pada binatang
peliharaan sesuai dengan porsinya. Apabila binatang mendapatkan makanan
dan minuman yang cukup maka binatang tersebut akan tumbuh dengan
baik.
Perlakuan pada binatang peliharaan tentunya tidak hanya sebatas
pada memberikan makanan dan minuman yang cukup saja. Binatangn
peliharaan juga diperhatikan mengenai tempat tinggal dari binatang
peliharaan tersebut. Bilamana binatang yang dipelihara ditempatkan pada
sangkar atau kandang maka sebaiknya juga perlu memperhatikan mengenai
kebersihan dari kandang atau sangkar yang ditempati oleh binatang

4
tersebut. Memperhatikan tempat tinggal dari binatang peliharaan ini dapat
dilakukan dengan menyiram atau mencuci tempat tinggal dari binatang
peliharaan. Selain dengan mencuci dapat pula menyapu kandang tempat
tinggal binatang peliharaan.
Disamping memperhatikan kebersihan dari tempat tinggal binatang
peliharaan yang dipelihara, sebaiknya juga memperhatikan kebersihan dari
binatang yang dipelihara tersebut. Cara memperhatikan kebersihan dari
binatang peliharaan ini dapat dilakukan dengan cara memandikan binatang
peliharaan. Selain itu ketika binatang peliharaan memiliki kesehatan yang
terganggu maka dapat memberikannya obat yang sesuai. Bilamana binatang
peliharaan dalam kondisi yang terawat maka binatang peliharaan ini akan
berkembang dengan baik.

2.3. Fungsi Pembudidayaan Tanaman dan Hewan Peliharaan


Fungsi pembudidayaan tanaman :
1. Sebagai bahan makanan
2. Sebagai bahan sandang
3. Sebagai bahan bangunan
4. Sebagai bahan untuk obat-obatan
5. Sebagai bahan baku industri
6. Bahan penyedap makanan

Fungsi pembudidayaan hewan peliharaan :


1. Sebagai penghasil bahan pangan
2. Sebagai penghasil bahan sandang
3. Sebagai bahan untuk obat-obatan
4. Dapat digunakan tenaganya dalam membantu manusia
5. Digunakan sebagai bahan kerajinan

5
Standar Kompetensi 2 :
Melaksanakan Percobaan Sederhana Berkaitan Dengan
Proses Yang Terjadi Pada Tumbuhan

I. Pengaruh Faktor Luar Terhadap Tumbuhan


1.1. Faktor luar yang mempengaruhi tumbuhan
Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman meliputi air,
kelembaban, suhu, cahaya, udara, pH, dan nutrisi. Berikut penjelasan singkat
mengenai pengaruh masing-masing faktor tersebut.
1. Air
Pada masa pertumbuhan primer, hal terpenting yang dibutuhkan
tumbuhan adalah medium tumbuh yang mampu menyerap air dengan baik.
Hal itu karena pada masa pertumbuhan primer, biji membutuhkan pasokan
air yang cukup agar dapat bertunas.
Air merupakan komponen yang sangat penting. Air menjadi syarat
mutlak bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Kandungan air di dalam
media tumbuh akan memacu kerja enzim pertumbuhan dan menjaga
tekanan turgor dinding sel.
Begitulah besar pengaruh air terhadap pertumbuhan. Maka tak
heran jika tanaman di kebun terlihat layu di pagi hari jika tidak disiram
dalam waktu yang cukup lama, berbeda dengan tanaman yang mendapat
pasokan air cukup.
2. Kelembapan
Kelembapan masih berhubungan dengan air. Kelembapan
merupakan kandungan total uap air di udara. Agar tanaman dapat tumbuh
dengan baik, maka diperlukan kelembapan yang tinggi dan tidak banyak
terjadi penguapan sehingga ketersediaan air di sekitar tanaman tetap
terjaga. Jika di sekitar tanaman tersedia air yang cukup, maka tanaman
dapat menyerap air dalam jumlah yang cukup pula.
3. Nutrisi
Sama seperti air, ketersediaan nutrisi juga sangat penting bagi
pertumbuhan. Jika kebutuhan tanaman akan nutrisi tidak terpenuhi maka
pertumbuhan tanaman akan mengalami gangguan sekalipun tanaman
mendapat pasokan air yang cukup.
Nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak disebut
unsur makro. Sebaliknya, nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit
disebut unsur mikro. Unsur makro yang dibutuhkan oleh tanaman antara
lain karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, posfor,
dan magnesium. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit misalnya
besi, mangan, tembaga, seng, dan klor.
Nutrisi berupa garam mineral begitu penting bagi pertumbuhan
karena bahan baku nutrisi akan digunakan untuk melakukan semua
aktivitas. Jika tanaman kekurangan salah satu unsur atau komponen bahan
makanan yang dibutuhkannya, maka tanaman akan mengalami defisiensi
dan kelainan.
4. Cahaya
Sebagaimana yang kita tahu, fotosintesis merupakan proses dasar
pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan itulah yang
kemudian disebarkan ke seluruh tubuh untuk mendukung pertumbuhan.
Lalu mengapa cahaya begitu penting bagi pertumbuhan? Sebab cahayalah
yang sangat berpengaruh dalam menentukan proses fotosintesis tumbuhan.
Meski penting, kebutuhan tanaman akan cahaya tentu ada
batasannya. Paparan cahaya matahari langsung umumnya sangat
menghambat pertumbuhan karena intensitas cahaya yang terlalu tinggi
menyebabkan penguapan air dalam jumlah yang banyak sehingga
mengurangi pasokan air dalam tanah. Selain itu, cahaya juga menghambat
kerja hormon auksin yang penting bagi pertumbuhan.
5. Suhu
Salah satu faktor yang mempengaruhi kerja enzim pertumbuhan
adalah suhu. Seperti yang kita tahu, enzim bekerja secara spesifik dan
hanya bekerja dengan optimal pada suhu tertentu saja. Oleh karena itu,
perubahan suhu yang ekstrem akan menghambat aktivitas metabolisme
yang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Sama seperti banyaknya intensiyas cahaya, untuk pertumbuhan
primer, tanaman lebih membutuhkan suhu yang relatif rendah dengan
tingkat kelembapan yang tinggi sehingga jumlah air juga relatif cukup. Itu
sebabnya jika hendak menanam suatu tanaman maka usahakanlah

6
tanaman tersebut berada di tempat yang sejuk sebelum dipindahkan ke
tempat yang panas.
6. Udara
Oksigen merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh
tumbuhan dalam jumlah yang banyak. Gas-gas di udara terutama oksigen
sangat pening peranannya bagi pertumbuhan tanaman karena unsur
tersebut digunakan sebagai bahan tambahan dalam respirasi.
7. Derajat Keasaman
Derajat keasaman (pH) tanah juga berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman. Sebagai media untuk tumbuh, tanah yang bersifat
asam tidak bagus untu pertumbuhan tanaman. Jika tanah memiliki pH yang
bersifat asam, maka pH nya harus diturunkan dengan cara pengapuran.

1.2. Fungsi cahaya, air dan gas terhadap tumbuhan


Beberapa fungsi air yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman :
1. Sebagai pemacu proses imbibisi dan memacu aktivitas hormon giberelin.
2. Sebagai reagen pada hidrolisis cadangan makanan dalam biji
3. Sebagai salah satu penentu laju fotosontesis
4. Sebagai medium untuk mengedarkan hasil fotosintesis
5. Sebagai penentu proses transportasi garam-garam mineral yang ada di
tanah
6. Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan

Fungi cahaya bagi tumbuhan yaitu :


1. Membantu proses fotosintesis dan menghasilkan makanan.
2. Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Fungsi gas (oksigen dan karbondioksida) bagi tumbuhan yaitu :


1. Oksigen diperlukan oleh tumbuhan untuk bernapas
2. Karbondioksida diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis

II. Proses Fotosintesis


Di dalam tumbuhan, karbohidrat diubah menjadi protein, lemak, vitamin, atau
senyawa yang lain. Senyawa-senyawa organik ini selain dimanfaatkan oleh tumbuhan
itu sendiri, juga dimanfaatkan oleh manusia dan hewan herbivora sebagai bahan
makanan. Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks. Secara
sederhana, reaksi kimia yang terjadi pada proses fotosintesis dapat dituliskan sebagai
berikut.
karbon dioksida + air +cahaya matahari = glukosa + oksigen

Dari reaksi di atas, dapat diketahui syarat-syarat agar berlangsung


proses fotosintesis, yaitu sebagai berikut:
1. Karbon dioksida (CO2), diambil oleh tumbuhan dari udara bebas melalui stomata
(mulut daun).
2. Air, diambil dari dalam tanah oleh akar dan diangkut ke daun melalui pembuluh
kayu (xilem).
3. Cahaya matahari.
4. Klorofil (zat hijau daun), sebagai penerima energi dari cahaya matahari untuk
melangsungkan proses fotosintesis.

Hasil dari fotosintesis berupa glukosa akan diedarkan ke seluruh tubuh


tumbuhan melalui pembuluh tapis (floem) yang disimpan sebagai cadangan makanan,
baik disimpan di akar, batang, daun, maupun disimpan dalam bentuk buah. Serta
hasil fotosintesis berupa oksigen akan dilepaskan ke lingkungan, dan digunakan oleh
hewan dan manusia dalam proses respirasi.

Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-


faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah sebagai berikut:
1. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di udara, semakin tinggi konsentrasi CO2 di
udara, maka laju fotosintesis semakin meningkat.
2. Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses fotosintesis
berlangsung semakin cepat. Pembentukan klorofil memerlukan cahaya matahari.
Kecambah yang ditumbuhkan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil
dengan sempurna. Kecambah ini dikatakan mengalami etiolasi, yaitu tumbuh
sangat cepat (lebih tinggi/panjang dari seharusnya) dan batang dan daunnya
tampak bewarna pucat karena tidak mengandung klorofil. Umur daun juga
mempengaruhi laju fotosintesis. Semakin tua daun, kemampuan berfotosintesis

7
semakin berkurang karena adanya perombakan klorofil dan berkurangnya fungsi
kloroplas.
3. Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis berlangsung
dengan efisien.
4. Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena air merupakan bahan
baku dalam proses ini.
5. Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis akan meningkat,
demikian juga sebaliknya. Namun bila suhu terlalu tinggi, fotosintesis akan
berhenti karena enzimenzim yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena
itu tumbuhan menghendaki suhu optimum (tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi)
agar fotosintesis berjalan secara efisien.

8
Standar Kompetensi 3 :
Menerapkan Konsep Pemuaian Dalam Hubungannya Dengan
Proses-Proses Khusus Yang Terjadi Di Lingkungan

I. Suhu
1.1. Pengertian Suhu
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu
suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu
menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu
benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun
gerakan di tempat getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda,
makin tinggi suhu benda tersebut.
Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa Suhu adalah besaran
yang menyatakan derajat panas dan dingin suatu benda. Secara kuantitatif, kita
dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Kata termometer ini
diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya
mengukur (to measure).

1.2. Jenis alat pengukur suhu


Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air
raksa atau alkohol.

Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reaumur,


Fahrenheit dan Kelvin.

9
Termometer Khusus :
1) Termometer Six–Bellani: untuk mengukur suhu tertinggi dan terendah di
suatu tempat.
Ciri–ciri:
a) skala ukurnya antara –20 °C sampai 50 °C,
b) menggunakan zat muai alkohol dan raksa. Dilengkapi dua keping baja
sebagai penunjuk skala,
c) disediakan magnet tetap, untuk menarik keping baja turun melekat pada
raksa.
2) Termometer Klinis: termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh
manusia.
Ciri–ciri:
a) skala ukur hanya 35 °C – 42 °C,
b) menggunakan zat muai raksa (Hg),
c) pada pembuluh termometernya terdapat bagian yang disempitkan,
d) untuk mengembalikan raksa ke dalam tendon, termometer harus
diguncang–guncangkan terlebih dahulu,
e) hanya dapat mengukur suhu tertinggi sehingga disebut termometer
maksimum.

II. Pemuaian
2.1. Pengertian pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu zat
tersebut. Pada umumnya, Sebagian besar zat akan memuai bila dipanaskan dan
menyusut ketika didinginkan. Bila suatu zat dipanaskan (suhunya dinaikkan)
maka molekul molekulnya akan bergetar lebih cepat dan amplitudo getaran akan
bertambah besar, akibatnya jarak antara molekul benda menjadi lebih besar dan
terjadilah pemuaian. Pemuaian dapat terjadi pada zat padat, cair, dan gas.
Besarnya pemuaian zat sangat tergantung ukuran benda semula, kenaikan suhu
dan jenis zat.
1. Pemuaian zat padat
a. Pemuaian Panjang
Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang
berbagai jenis zat padat adalah musschenbroek. Pemuaian panjang suatu
benda dipengaruhi oleh panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu,
dan tergantung dari jenis benda.

Gambar: Muschenbroek

Hubungan antara panjang benda, suhu, dan koefisien muai


panjang dinyatakan dengan persamaan:

10
b. Pemuaian Luas
Jika yang dipanaskan adalah suatu lempeng atau plat tipis maka
plat tersebut akan mengalami pemuaian pada panjang dan lebarnya.
Dengan demikian lempeng akan mengalami pemuaian luas atau
pemuaian bidang.

Gambar: muai luas

Hubungan antara luas benda, pertambahan luas suhu, dan


koefisien muai luas suatu zat adalah:

Pemuaian luas dapat kita amati pada jendela kaca rumah. Pada
saat udara dingin kaca menyusut karena koefisien muai kaca lebih besar
daripada koefisien muai kayu. Jika suhu memanas maka kaca akan
memuai lebih besar daripada kayu kusen sehingga kaca akan terlihat
terpasang dengan sangat rapat pada kusen kayu.

c. Pemuaian Volume
Jika suatu balok mula-mula memiliki panjang P, lebar L, dan tinggi
h dipanaskan hingga suhunya bertambah Δt, maka berdasarkan pada
pemikiran muai panjang dan luas diperoleh harga volume balok tersebut
sebesar

2. Pemuaian zat cair


Pada zat cair hanya terjadi pemuaian volume. khusus untuk air,
pemuaian tidak berlaku pada suhu 0°C sampai dengan 4°C karena pada
kondisi ini volume air mengalami penyusutan. Fenomena sifat air ini
dinamakan anomali air.

11
3. Pemuaian zat gas
Seperti halnya zat cair, gas juga hanya mengalami pemuaian volume.
nilai koefisien muai pada setiap gas besarnya sama, yaitu:

2.2. Manfaat pemuaian dalam kehidupan sehari-hari


Beberapa manfaat pemuaian pada kehidupan sehari-hari sebagai berikut:
1. Pemasangan roda baja : "Ban baja yang lebih kecil dari pelek roda ketika
akan dipasang harus dimuaikan lebih dahulu".
2. Pengelingan : "Pengelingan adalah proses penyambungan dua plat logam
menggunakan palu khusus". Pengelingan sering dilakukan pada pembuatan
jembatan, pabrik otomotif, pembuatan badan kapal laut, mobil dan pesawat
terbang.
3. Membuka tutup botol logam : "Botol kaca yang memiliki tutup logam sering
kali sukar untuk dibuka, untuk membukanya tutup botol dipanaskan dulu
dengan api. Ketika dipanaskan, tutup botol logam akan memuai lebih cepat
dari pada botol kaca sehingga tutup akan longgar dan mudah untuk dibuka".
4. Keping bimetal : "Keping bimetal adalah dua keping logam berbeda yang
dikeling menjadi satu. Ketika dipanaskan, keping bimetal akan melengkung
ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil (karena logam yang
berbeda akan memiliki nilai koefisien muai yang berbeda pula). Saat
didinginkan keping akan melengkung kearah logam yang memiliki koefisien
muai lebih besar".

12