Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”

KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG


KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

Takalar, 2012

Nomor : 018/KT. EA BAJENG/TKLR/XII/2012


Lampiran : 1 ( satu ) Rangkap
Perihal : Permohonan Bantuan Program Kebun Bibit ( KBR ) Tahun 2013

Kepada,
Yth. Kepala Balai Pengolahan
DAS jeneberang Walanae
Di –
Makassar

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Dengan Hormat,

Salam sejahtera kami sampaikan semoga segala aktifitas keseharian kita senantiasa sukses dengan
mendapatkan ridho dari Allah SWT, Amin.

Sehubungan dengan adanya Program Pemerintah berupa Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang
dilaksanakan oleh Kementrian Kehutanan RI untuk tahun 2013, maka kami atas nama Kelompok Pemuda
Tani Ero’akkareso, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Propinsi Sulawesi
Selatan, bermaksud untuk mendukung Program tersebut dalam bentuk pembuatan Kebun Bibit Rakyat,
dengan jenis tanaman Mahoni, Suren dan Jati Putih disekitar Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang,
rencana anggaran terlampir.

Demikian permohonan ini kami sampaikan, besar harapan kami agar Bapak dapat mengabulkan
permohonan kami,. Atas perhatian dan kerjasamanya kami hanturkan banyak terimakasih.

PENGURUS

KELOMPOK TANI ERO’AKKARESO

Ketua Sekertaris

Syafaruddin Amir Dg Kulle

Mengetahui :

Kepala Kelurahan Bajeng

HJ. Sitti Nurliah, S.Pd, M.M


KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hutan adalah sumber daya yang tidak terhingga, sebagai salahsatu penyangga kehidupan
sekaligus sebagai model pembangunan nasional. Hutan merupakan kekayaan milik bangsa yang
tidak ternilai, sehingga hak-hak negara atas hutan dan hasil hutannya perlu dijaga dan dipertahankan
agar memiliki manfaat yang nyata dari aspek ekologi, sosial budaya, dan ekonomi secara seimbang
dan dinamis. Selain harus dipelihara dan dikelola dengan baik generasi sekarang maupun yang akan
datang.
Agar fungsi hutan lindung, konservasi, dan produksi dari hutan dapat tercapai secara
maksimal dan lestari perlu dilakukan pengamanan hutan yang merupakan usaha untuk mencegah
dan mengurangi kerusakan hutan dari segala bentuk gangguan, serta usaha mempertahankan dan
menjaga hak-hak negara dan masyarakat hutan, kawasan hutan serta perangkat yang berhubungan
dengan pengelolaan hutan.
Gangguan keamanan hutan disebabkan beberapa faktor diantaranya :
1. Pertambahan penduduk yang sangat pesat dan penyebaran yang tidak merata
2. Kepemilikan lahan pertanian yang semakin sempit
3. Krisis ekonomi yang kemudian menjadi multi krisis pangan
4. Semakin meningkatnya pengangguran yang akhirnya penduduk tidak segan menjarah
hutan
5. Lemahnya supremasi hukum terutama menyangkut proses hukum terhadap pelaku
penjarahan hutan

Sebagian mata pencaharian penduduk adalah Petani. Adapun hasil-hasil perrtanian daerah
bajeng adalah sayur-sayuran, padi, dan lain-lain. Kelurahan Bajeng memiliki tanah yang cukup subur,
namun disisi lain masih banyak lahan-lahan yang tidak produktif, selama ini lahan tersebut tidak
dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk setempat , dikhawatirkan suatu saat mengalami erosi
sehingga membahayakan penduduk dan dapat menghambat akses jalan raya.

Berdasarkan hal tersebut kami kelompok pemuda tani “Ero’akkareso” bermaksud ingin
mendirikan sebuah kebun bibit rakyat (KBR), yang mana kegiatan utamanya adalah melakukan
persamaian bibit kayu-kayuan, yang nantinya setelah cukup usia bibit kayu-kayuan tersebut akan
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

ditanam pada lahan yang tidak produktif dan gundul. Dengan demikian tindakan tersebut merupakan
tindakan preventif sebelum terjadi sesuatu yang dapat merugikan orang banyak.

1.2. Maksud dan Tujuan


Maksud dari pembuatan Kebun Bibit Rakyat ini adalah :
a. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya hutan
b. Menumbuhkan rasa saling percaya antara masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan
sumberdaya hutan
c. Meningkatkan penghidupan masyarakat
d. Pemanfaatan hutan secara maksimal

Adapun tujuan Kebun Bibit Rakyat ini adalah dengan adanya kebun Bibit Rakyat (KBR) serta
pengelolaan hutan bersama masyarakat yaitu terciptanya sebuah sinergitas antara masyarakat dan
pemerintah sehingga kelestarian hutan bisa tetap terjaga dan dapat dirasakan manfaatnya oleh
semua kalangan masyarakat. Dengan harapan hutan dapat menjadi sumber devisa negara yang
tinggi.

1.3. Sasaran program

Sasaran lokasi kebun bibit rakyat ini adalah :

1. Mengutamakan yang berada dalam DAS perbatasan antara kabupaten Gowa dan Kabupaten
Takalar
2. Petani yang memiliki lahan kritis, lahan kosong atau lahan produktif
3. Dan mengutamakan hutan rakyat
1.4. Lingkup Program
Komponen kegiatan kebun Rakyat ini adalah :
1. Penyusunan rencana usulan kegiatan kelompok
2. Pembuatan dan penyediaan sarana dan prasarana persemaian
3. Pengadaan benih
4. Produksi pemeliharaan bibit

Sedangkan, lingkup kegiatan pembuatan kebun bibit yang akan dilaksanakan dalam program ini
adalah :

1. Persiapan lahan
2. Pembuatan bedeng sapi
3. Pemagaran
4. Pembuatan bedeng pengecambahan
5. Seleksi benih
6. Perlakuan benih
7. Persiapan media semai ( komposisi media sapih, sterilisasi media sapih dan lain sebagainya )
8. Penyemaian ( penaburan benih )
9. Penyapihan bibit
10. Pemeliharaan bibit ( penyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantasan
hama penyakit dan lain-lain )
11. Pemamenan dan leleksi bibit
1.5. Keluaran program
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

Beberapa hasil yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini antara lain :
1. Tersedianya bibit yang berkualitas, baik secara fisiologis dan genetik dalam jumlah yang
memadai
2. Tertanaminya lahan kosong dan lahan kritis dengan tanaman yang bernilai ekonomi dan
berfungsi lindung
3. Penguatan kelompok pemuda tani Ero’akkareso yang berfungsi sebagai kelompok pengelola
program Kebun Bibit Rakyat Kelurahan Bajeng kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar.
1.6. Pola Pengembangan Program
Pola yang akan dijalankan dalam pengembangan program ini adalah pola kemitraan
pertisipatif, yakni terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan, konstruktif dan dinamis antara
pihak supporting program ( Instansi dan lembaga terkait ) dengan masyarakat kelurahan Bajeng
kecamatan Pattallassang.
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

METODE PELAKSANAAN

2.1 Sosialisasi Program


Sosialisasi program dilakukan kepada pihak terkait, seperti lembaga pemerintah daerah dan
masyarakat penerima program, hal ini bertujuan untuk :
1. Memberikan informasi kepada msyarakat mengenai program yang akan dilaksanakan
2. Mendapatkan dukungan secara positif dari semua pihak, khususnya pihak-pihak yang terkait dan
berpengaruh dalam masyarakat agar seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara
optimal
2.2 Pelatihan Pengadaan Bibit
Beberapa materi yang akan disajikan pada kegiatan pelatihan ini meliputi :
a. Pengenalan benih tanaman hutan dan jenis tanaman serba guna (MPTS)
b. Treatmen benih tanaman
c. Metode penyiapan media tabur dan penaburan benih
d. Penyiapan media sapih dan penyapihan
e. Metode pemeliharaan bibit
f. Pemanenan dan seleksi bibit
g. Distribusi bibit
2.3 Pengadaan Bibit
Jenis bibit yang akan dikembangkan dalam program ini keselurahannya tergolong jenis tanaman
cepat tumbuh ( fast growing species ) yakni jenis Mahoni, Suren, dan Jati Putih. Sedangkan jumlah bibit
yang akan kami buat dalam unit KBR ini adalah sebanyak 25.000 (Dua Puluh Lima Ribu batang bibit)
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1. Sosialisasi Program


Sosialisasi program dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait seperti lembaga pemerintah
daerah dan masyarakat penerima program. Hal ini untuk :
1. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program yang akan terkait dan
berpengaruh
2. Mendapat dukungan secara positif dari semua pihak khususnya pihak yang terkait dan
berpengaruh dalam masyarakat agar seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara
optimal.
3.2. Pelatihan Pengadaan Bibit
Beberapa materi yang akan disajikan pada kegiatan ini meliputi :
a. Pengenalan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MTSP)
b. Treatmen benih tanaman
c. Metode penyiapan media tabur dan penaburan benih
d. Penyiapan media sapih dan penyapihan
e. Metode pemeliharaan bibit
f. Pemanenan dan seleksi bibit
g. Distribusi bibit
3.3. Pengadaan Bibit
Jenis bibit yang akan dikembangkan dalam program ini keselurahannya tergolong jenis
tanaman cepat tumbuh ( fast growing species ) yakni jenis Mahoni, Suren, dan Jati Putih. Sedangkan
jumlah bibit yang akan kami buat dalam unit KBR ini adalah sebanyak 60.000 (Enam Puluh Lima
Ribu batang bibit)
Adapun beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pengadaan bibit meliputi :
a. Seleksi Benih
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh benih yang berkualitas tinggi, yakni dengan
karakteristik sebagai berikut :
1. Berdaya kecambah tinggi (diatas 70%)
2. Persen kemurnian tinggi
3. Sertifikat (teruji dan diketahui asal benih tersebut)
b. Perlakuan Benih
Kegiatan ini dilakukan untuk mengacau agar mampu berkecambah dalam waktu cepat tanpa
merusak dan menurunkan kualitas bibit, serta terbebas dari hama dan penyakit. Jenis perlakuan
yang akan diaplikasikan untuk jenis ini secara serdahana adalah menyiram benih dengan air
panas kemudian dibiarkan terendam selama 24 jam.
c. Persiapan Media Semai
Media semai merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam
perkecambahan benih, karena keberadaan media ini berperan dalam menentukan tingkat
kelembahan dan besarnya suplai oksigen disekitar benih, dan mempercepat proses pecahnya
kulit biji yang selanjutnya diikuti oleh terjadinya pengecambahan.
Selain itu, media juga merupakan faktor eksternal yang berperan sebagai penentu kesehatan
bibit, sehingga melalui treatmen media yang baik, seperti pelakuan sterilisasi yang tepat terhadap
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

media semai sebelum digunakan, akan mampu mencegah dan menekan munculnya jamur
perusak/ pembusuk akar (Damping Off)
Adapun jenis media yang akan digunakan dalam tahap penyepihan ini adalah pasir atau
campuran tanah, sekam dan kompos (perbandingan 2:1:2 yang telah diistrikan)
d. Kegiatan penyemaian dilakukan segera setelah benih mendapatkan perlakuan yang tepat pada
media semai yang telah disiapkan. Untuk mempercepat proses perkecambahan benih beberapa
perlakuan yang harus diaplikasikan, antara lain :
1. Penyiraman yang cukup dan terkontrol, agar kelembapan disekitar benih dapat
dipertahankan.
2. Memberikan cahaya yang cukup, agar proses etiolasi dihindari
3. Aerasi cukup agar suplai oksigen disekitar benih tersedia dengan baik
e. Persiapan media sapih
Media sapih merupakan salah satu faktor yang memperngaruhi terhadap keberhasilan dalam
pengadaan bibit, karena peran media ini disamping sebagai penopang tegaknya bibit, juga
sebagai penentu tingkat kelembapan, supali oksigen dan ketersediaan nutrisi ( unsur hara )
disekitar perakaran bibit. Adapun oksigen dan ketersediaan nutrisi ( unsur hara ) disekitar
perakaran bibit ini, antara lain : tanah topsil, kompos, sekam padi ( 2:1:1)
f. Penyapiha Bibit
Kegiatan penyapihan dilakukan segera setelah benih berkecambah kelopak biji telah terlepas dan
telah keluar akar leteralnya ( umur bibit kurang lebih telah 2-3 minggu setelah kecambah).
g. Pembuatan bedeng sapih
Bedeng sapih adalah areal khusus yang dipergunakan sebagai tempat untuk menaruh dan
menyimpan bibit setelah disapih. Pada umumnya ukuran bedeng sapih 5 meter persegi ( lebar 1
meter panjang 5 meter ). Beberapa perlakuan yang harus diberikan terhadap bibit selama berada
dalam bedeng sapih, antara lain : penyiraman, pemupukan, dan pemberantasan hama penyakit.
h. Pemeliharaan
Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemeliharaan, antara lain : penyiraman,
pemupukan, penyiangan atau penggulman, pemberantsan hama penyakit dan lain-lain.
i. Pemanenan dan seleksi bibit
Bentuk treatment yang digunakan sebelum bibit dipanen dan dikirim kelapangan adalah stressing
melalui pengurangi. Kondisi ini dimaksudkan agar bibit memiliki daya adaptasi yang tinggi setelah
ditanam dilapangan sebelum bibit di distribusikan kelapangan terlebih dahulu dilakukan
penyeleksian untuk bibit yang baik secara fisik fisiologis, dengan memperhatikan ; ( 1). Tinggi
minimal 25 cm,(2) media kompak, (3) batang berkayu dan tunggal, (4) tajuk sehat, dan lain-lain
3.4. Waktu Pelaksanaan Program
Waktu pelaksanaan program ini di desain selama kurang lebih 6 bulan, di mulai sebelum
musim penghujan hingga bibit siap tanam ketika musim penghujan tiba. Adapun rician alokasi
tersebut adalah sebagai berikut :
1. 0,5 bulan sosialisasi dan pelatihan
2. 0,5 bulan untuk persiapan lahan persemaian
3. 4 bulan penyiapan bibit
4. 1 bulan stressing bibit sebelum ditanam di lapangan agar bibit memiliki daya adaptasi setelah di
tanam dilapangan
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

3.5. Lokasi Program


Program pembibitan mahoni, suren dan jati putih, ini akan dilaksanakan pada lokasi kelompok
tani. Adapun penetapan lokasi yang akan diperuntukkan sebagai areal persemaian, terlebih dahulu
akan diawali dengan melakukan survey untuk memastikan kelayakan lokasi tersebut dan ke
sesuaiannya dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai areal persemaian. Adapun
rencana lokasi program ini adalah terletak di Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang Kabupaten
Takalar.
3.6. Pelaksana Program
Pelaksana Program KBR ini adalah Kelompok Tani Ero’akkareso dengan susunan pengurus
sebagai berikut :
I. Pembina : - Kepala Kelurahan Bajeng
- Penyuluh kelurhan bajeng
- Kepala lingkungan Bajeng
II. Ketua : SYAFARUDDIN
Sekretaris : AMIR DG KULLE
Bendahara : ILHAM
Anggota :
- HERIANTO
- HATIB DG NGUNJUNG
- MUH. IKHLAS
- MUH. YUNUS
- MUH. IRFAN
- SALMAWATI
- JUMRIANI
- SATTARIA DG DINGING
- ABD. RAHMAN
- FEBRI WIBOWO
- MUHAJIR NATSIR
- ARIF SUHANDI
- ARDIYANSYAH
- DG TAYANG
- SUARDI
- NURUL AQCAN
- DG MINA
3.7. Rencana Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan walau penanggungjawab program guna
mengetahui perkembangan program secara kongkrit. Sedangkan untuk laporan monitoring dan
evaluasi kepada pihak supporting program ( pihak donatur ) dilakukan 2 bulan sekali atau sesuai
kesepakatan antara lembaga pelaksana dengan lembaga pemberi dana.
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

3.8. Biaya Program


Anggaran yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pembibitan KBR ini
adalah sebesar Rp. 50.000.000 adapun rincian paket anggaran tersebut dapat dilihat pada lampiran 1
proposal ini.

PENGURUS KELOMPOK TANI ERO’AKKARESO

KELURAHAN BAJENG

KETUA SEKERTARIS

SYAFARUDDIN AMIR DG KULLE


KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

IDENTITAS LEMBAGA

1. Nama Lembaga : Kelompok Tani Ero’Akkareso


2. Alamat Lengkap : jl. Baki dg Leo lingkungan bajeng, kelurahan bejeng, kecamatan
pattallassang propinsi sulawesi selatan
3. Nama Ketua : Syafaruddin
No Telp / Hp : 0852 9932 8469
Sekertaris : Amir Dg Kulle
No Telp / Hp :-
Bendahara : Ilham
No Telp / Hp : 0821 8878 3870
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK (RUKK)


KEGIATAN PEMBUATAN BIBIT RAKYAT (KBR)
TAHUN 2013

Kelompok Pengelola : Kelompok Tani Ero’akkareso


Lingkungan : Bajeng
Kelurahan : Bajeng
Kecamatan : Pattallassang
Kabupaten : Takalar
Propinsi : Sulawesi Selatan
Target : 25 ribu pohon
Jenis Tanaman : Mahoni, suren dan jati Putih

Tenaga Kerja dan Kebutuhan Lainnya :

Uraian Kegiatan Kebutuhan Biaya


NO Volume Jumlah
Tenaga Kerja dan Bahan Satuan Bahan Tenaga Lain-Lain
A Tenaga Kerja
Rp Rp
25 HOK
* Upah pembersihan 35.000 875.000
* Upah pembuatan dan Rp Rp
10 HOK
pemasangan papan nama 35.000 350.000
* Upah bedeng tabor dan Rp Rp
30 HOK
bedeng sapih 35.000 1.050.000
* Upah pemasangan instalasi Rp Rp
10 HOK
listrik dan bak penampung 35.000 350.000
Rp Rp
60 HOK
* Upah pemasangan naungan 35.000 2.100.000
* Upah pembuatan / Rp Rp
40 HOK
pencampuran media 35.000 1.400.000
* Upah Pengisian kantong Rp Rp
173 HOK
plastik 25.000 4.325.000
* Upah penaburan, Rp Rp
penyapihan, penyiraman dan 300 HOK
25.000 7.500.000
penyiangan
Rp Rp
8 OB
* Upah mandor / pengawas 200.000 1.600.000
* Upah pembuatan pondok Rp Rp
25 HOK
kerja 35.000 875.000
B Bahan dan Alat
Rp Rp
1 Buah
* Papan nama kegiatan 300.000 300.000
Rp Rp
1 Unit
* Papan mutasi/rencana kerja 280.000 280.000
* Bahan bedengan tabor / Rp Rp
3 Buah
kecambah 50.000 150.000
Rp Rp
25 Bedeng
* Bahan bedengan sapih 50.000 1.250.000
Rp Rp
50 Batang
* Pengadaan tiang naungan 20.000 1.000.000
KELOMPOK TANI “ERO’AKKARESO”
KELURAHAN BAJENG KECAMATAN PATTALLASSANG
KABUPATEN TAKALAR
Alamat : Lingkungan bajeng Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang

Rp Rp
1 Paket
* Pengadaan naungan 1.750.000 1.750.000
Rp Rp
1 Paket
* Pengadaan peralatan kerja 2.475.000 2.475.000
* Pengadaan pompa air dan Rp Rp
1 Unit
instalasi pengairan 2.000.000 2.000.000
Rp Rp
1 Unit
* Bahan pondok kerja 3.500.000 3.500.000
* Pengadaan polybag/ Rp
25.000 Lembar
kantong plastic 65 1.625.000
Rp Rp
10 M3
* Pengadaan tanah topsoil 180.000 1.800.000
Rp Rp
1.000 Kg
* Pengadaan pupuk kandang 2.000 2.000.000
Rp Rp
50 Kg
* Pengadaan pupuk organik 15.000 750.000
Rp Rp
1 Paket
* Pengadaan benih 3.500.000 3.500.000
Rp Rp
5 liter
* Pengadaan obat-obatan 100.000 500.000
Rp Rp
1 Keg
* Pengadaan ATK 300.000 300.000
C Pendamping
Rp Rp
8 Kali
* Pertemuan kelompok 200.000 1.600.000
Rp Rp
8 OB
* Insentif pendamping 250.000 2.000.000
* Foto copy rancangan Rp Rp
1 Paket
pelaporan 400.000 400.000
Rp Rp
8 OB
* Pengawasan Instansi terkait 25.000 200.000
Rp
Jumlah 50.000.000

PENGURUS
KELOMPOK TANI ERO’AKKARESO
BENDAHARA

ILHAM

Mengetahui :
KEPALA KELURAHAN BAJENG

HJ. SITTI NURLIAH, S.Pd, M.M