Anda di halaman 1dari 14

BAB I

KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHAN


DASAR MANUSIA

1.1 Konsep Manusia


Manusia dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu manusia sebagai
makhluk holistik dan manusia sebagai sistem.
1.1.1 Manusia Sebagai Makhluk Holistik
Manusia sebagai makhluk holistik merupakan makhluk yang utuh atau
paduan dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spiritual.
Sebagai makhluk biologis manusia tersusun atas sistem organ tubuh yang
digunakan untuk mempertahankan hidupnya mulai dari lahir, tumbuh kembang
hingga meninggal.
Sebagai makhluk psikologis manusia memiliki struktur kepribadian,
tingkah laku sebagai manifestasi kejiwaan dan kemampuan berpikir serta
kecerdasan.
Sebagai makhluk sosial manusia perlu hidup bersama orang lain, saling
bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, mudah dipengaruhi
kebudayaan serta dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma
yang ada.
Sebagai makhluk spiritual manusia memiliki keyakinan, pandangan hidup
dan dorongan hidup yang sejalan dengan keyakinan yang dituntunya.

1.1.2 Manusia Sebagai Sistem


Manusia sebagai sistem terdiri atas sistem adaptif yang merupakan proses
perubahan individu sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang dapat
mempengaruhi integritas atatu keutuhan.
Sebagai sistem personal, manusia memiliki proses persepsi dan bertumbuh
kembang.
Sebagai sistem interpersonal, manusia dapat berinteraksi, berperan dan
berkomunikasi terhadap orang lain.
Sedangkan sebagai sistem sosial, manusia memiliki kekuatan dan
wewenang dalam pengambilan keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga,
masyarakat maupun lingkungan pekerjaan.

1.2 Pengertian Kebutuhan Dasar Manusia


Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh
manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang
tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

1.3 Hal-Hal Yang Mendasari Pemahaman Kebutuhan Dasar Manusia


Manusia sebagai bagian integral yang berintegrasi satu sama lainnya dalam
motivasinya memenuhi kebutuhan dasar (fisiologis,keamanan, kasih sayang,harga
diri dan aktualisasi diri). Setiap kebutuhan manusia merupakan suatu tegangan
integral sebagai akibat dari perubahan dari setiap komponen sistem.Tekanan
tersebut dimanifestasikan dalam perilakunya untuk memenuhi kebutuhan atau
tujuan sampai terpenuhinya tingkat kepuasan klien.
Dasar kebutuhan manusia adalah terpenuhinya tingkat kepuasan agar manusia
bisa mempertahankan hidupnya. Peran perawat yang utama adalah memenuhi
kebutuhan dasar manusia dan tercapainya suatu kepuasan bagi diri sendiri serta
kliennya, meskipun dalam kenyataannya dapat memenuhi salah satu dari kebutuhan
membawa dampak terhadap perubahan sistem dalam individu (biologis, intelektual,
emosional, social, spiritual, ekonomi, lingkungan, patologi dan psikopatologi).
Hal ini menggambarkan suatu bagian di mana penerapan proses keperawatan
selalu difokuskan pada kebutuhan individu yang unik dan sebagai suatu bagian
integral dari keluarga dan masyarakat. Keseimbangan antar kebutuhan tersebut
menjadi tanggungjawab dari setiap orang.Misalnya tanggung jawab orangtua
terhadap anaknya, demikian juga tanggung jawab perawat untuk membantu
memenuhi kebutuhan dasar klien. Peran tersebut dapat dilaksanakan secara optimal
melalui pendekatan proses keperawatan.
1.4 Ciri Kebutuhan Dasar Manusia
Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang
pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka
kebutuhan tersebutpun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia
menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada.Lalu jika gagal memenuhi
kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergerak untuk
berusaha mendapatkannya.

1.5 Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia


1. Penyakit
Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan
kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ
tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya.
2. Hubungan keluarga
Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan
dasar karena adanya saling percaya merasakan kesenangan hidup tidak ada rasa
curiga
3. Konsep Diri
Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Konsep diri yang positif akan memberikan makna dan keutuhan bagi seseorang.
Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali
kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi
kebutuhannya.
4. Tahap Perkembangan
Sejalan dengan meningkatnya umur, manusia mengalami perkembangan
dan pada setiap tahap perkembangan tersebut memilikikebutuhan yang berbeda,
baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial, maupun spiritual.
1.6 Model – Model Kebutuhan Dasar Manusia
1. Abraham Maslow
Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Maslow meliputi lima kategori
kebutuhan dasar, yakni sebagai berikut :
a. Kebutuhan Fisiologis (Physiologic Needs)
Kebutuhan fisiologis memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow.
Seorang yang beberapa kebutuhannya tidak terpenuhi secara umum akan
melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih
dahulu.
Misalnya, seorang yang kekurangan makanan, keselamatan, dan cinta
biasanya akan mencari makanan terlebih dahulu daripada mencari cinta.
Kebutuhan fisiologis hal yang penting untuk bertahan hidup. Manusia
memiliki delapan macam kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan oksigen dan
pertukaran gas, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan nutrisi, kebutuhan
eliminasi urin dan fekal, kebutuhan istirahat dan tidur, kebutuhan tempat tinggal,
kebutuhan temperatur, serta kebutuhan seksual. Penting untuk mempertahankan
kebutuhan tersebut guna kelangsungan umat manusia.
b. Kebutuhan Keselamatan dan Rasa Aman (Safety and Security Needs)
Kebutuhan keselamatan dan rasa aman yang dimaksud adalah keselamatan
dan rasa aman dari berbagai aspek, baik fisiologis maupun psikologis.Kebutuhan
ini meliputi kebutuhan perlindungan diri dari udara dingin, panas, kecelakaan dan
infeksi, bebas dari rasa takut dan cemas, serta bebas dari ancaman keselamatan dan
psikologi pada pengalaman yang baru atau tidak dikenal.
c. Kebutuhan Rasa Cinta, Memiliki, dan Dimiliki (Love and Belonging
Needs)
Kebutuhan ini meliputi memberi dan menerima kasih sayang, perasaan
dimiliki dan hubungan yang berarti dengan orang lain, kehangatan, persahabatan,
serta mendapat tempat atau diakui dalam keluarga, kelompok dan lingkungan
sosialnya.
d. Kebutuhan Harga Diri (Self Esteen Need)
Kebutuhan ini meliputi perasaan tidak bergantung pada orang lain,
kompeten, serta penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Need for Self Actualization)
Kebutuhan ini meliputi kemampuan untuk dapat mengenal diri dengan baik
(mengenal dan memahami potensi diri), belajar memenuhi kebutuhan sendiri –
sendiri, tidak emosional, mempunyai dedikasi yang tinggi, kreatif, serta mempunyai
kepercayaan diri yang tinggi dan sebagainya.
Dengan mengetahui konsep kebutuhan dasar menurut Maslow, kita perlu
memahami bahwa :
1) Manusia senantiasa berkembang, sehingga dapat mencapai potensi diri yang
maksimal.
2) Kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi tidak akan terpenuhi dengan baik
sampai kebutuhan di bawahnya penuhi.
3) Jika kebutuhan dasar pada tiap tingkatan tidak terpenuhi, pada akhirnya
akan muncul sesuatu kondisi patologis.
4) Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama dan setiap kebutuhan
tersebut dimodifikasi sesuai dengan budaya masing.
5) Setiap orang memenuhi kebutuhan dasarnya menurut prioritas
6) Walaupun kebutuhan pada umumnya harus dipenuhi, tetapi beberapa
kebutuhan sifatnya dapat ditunda
7) Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menyebabkan ketidakseimbangan
homeostasis. Lebih lanjut kondisi ini dapat menimbulkan penyakit.
8) Kebutuhan dapat menyebabkan seseorang berpikir dan bergerak
memenuhinya. Ini disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari faktor
eksternal dan internal
9) Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan sehingga dapat berespon
melalui berbagai cara
10) Kebutuhan dasar sifatnya saling berkaitan, beberapa kebutuhan yang tidak
terpenuhi akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.

Untuk beralih ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, kebutuhan dasar di


bawahnya harus terpenuhi dulu.Artinya, terdapat sesuatu jenjang kebutuhan yang
“lebih penting” yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lain dipenuhi.
Sebagai contoh, jika kebutuhan fisiologis seseorang seperti makan, cairan, istirahat
dan lain sebagainya belum terpenuhi, tidak mungkin baginya untuk memenuhi
kebutuhan harga diri atau aktualisasi diri dengan mengabaikan kebutuhan yang
pertama.
2. Virginia Henderson
Teori keperawatan Virginia Handerson (Hammer dan Henderson, 1955)
mengcangkup seluruh kebutuhan dasar seorang manusia. Handerson (1964)
mendefinisikan keperawatan sebagai :
Membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas
yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. Dimana
individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila ia memiliki
kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang di butuhkan. Dan hal ini dilakukan
dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.
Kebutuhan berikut ini, sering kali disebut 14 kebutuhan dasar henderson ,
memberikan kerangka kerja dalam melakukan asuhan keperawatan (Henderson,
1966):
a. Bernapas secara normal
b. Makan dan minum yang cukup
c. Eliminasi (buang air besar dan kecil)
d. Bergerak dan mempertahankan postur yang diinginkan
e. Tidur dan istirahat
f. Memilih pakaian yang tepat
g. Mempertahankan susu tubuh dalam kisaran normal dengan menyesuaikan
pakaian yang dikenakan dan modifikasi lingkungan
h. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
i. Menghindari bahaya dari lingkungan dan menghindari yang membahayakan
orang lain
j. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan,
kekhawatiran dan opini
k. Beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan
l. Bekerja sedemikian rupa sebagai modal untuk membiayai kebutuhan hidup
m. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
n. Belajar, menemukan atau memuaskan rasa ingin tahu yang mengarah pada
perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatan
yang tersedia.
3. Watson
Filosofi Watson tentang asuhan keperawatan (1979,1985,1988) berupaya
untuk mendifinisikan hasil dari aktivitas keperawatan yang berhubungan dengan
aspek humanistik dari kehidupan ( Watson 1979;marriner-Tomey,1994). Tindakan
keperawatan mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan
perilaku manusia.Keperawatan memperhatikan peningkatan dan mengembalikan
kesehatan serta pencegahan terjadinya penyakit.
Model Watson meliputi proses asuhan keperawatan, pemberian bantuan
bagi klien dalam mencapai atau mempertahankan kesehatan atau mencapai
kematian yang damai. Intervensi keperawatan berkaitan dengan proses
keperawatan manusia. Perawatan manusia membutuhkan perawat yang memahami
perilaku dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang aktual ataupun yang
potensial, kebutuhan manusia dan bagaimana merespon terhadap orang lain dan
memahami kekurangan dan kelebihan klien dan keuarganya , sekaligus
pemahaman pada dirinya sendiri. Selain itu perawat memberikan kenyamanan dan
perhatian serta empati pada klien dan keluargannya. Asuhan keperwatan tergambar
pada seluruh faktor-faktor yang digunakan oleh perawat dalam pemberian
pelayanan keperawatan pada klien ( Watson, 1987)
Jean Watson (dalam B Talento, 1995) membagi kebutuhan dasar manusia kedalam
dua perangkat utama, yaitu:
a. Kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs)
b. Kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher older needs)
Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu
upaya kompleks manusia untuk mencapai aktualisasi diri, tiap kebutuhan
dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap
penting.
4. King
Manusia merupakan individu reaktifan yang dapat bereaksi terhadap situasi,
orang dan objek tertentu. Sebagai makhluk yang berorientasi pada waktu, manusia
tidak terlepas dari kejadian masa lalu dan masa sekarang yang akan berpengaruh
terhadap masa depannya. Sebagai makhluk sosial, manusia hidup bersamaorang
lain dan berinteraksi satu sama lain. Berdasarkan hal tersebut, kebutuhan dasar
manusiadi bagi menjadi tiga yaitu:
a. Kebutuhan akan informasi kesehatan
b. Kebutuhan akan pencegahan penyakit
c. Kebutuhan akan perawat ketika sakit.
King (1987, dalam potter, 2005) mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar
manusia berfokus pada tiga sistem, yaitu:
a. Sistem personal\
b. Sistem interpersonal
c. Sistem social

5. Martha E. Rogers
Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh serta memiliki sifat dan
karakter yang berbeda. Manusia selalu berinteraksi dengan limgkungan dan
memengaruhi satu sama lain. Dalam proses kehidupannya, manusia diciptakan
dengan karakteristik dan keunikannya masing- masing. Dengan kata lain, setiap
individu berbeda satu dengan yang lain. Konsep Martha E. Rogers ini di kenal
dengan konsep manusia manusia sebagai unit.
6. Dorothy E. Jhonson
Jhonson mengungkap pandangannya dengan menggunakan pendekatan
sistem perilaku. Dalam pendekatan ini, individu di pandang sebagai sistem prilaku
yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilita, baik dalam lingkungan
internalmaupun eksternal.Individu juga memiliki keinginan untuk mengatur dan
menyesuaikan dirinya terhadap pengaruh yang timbul.
Jhonson mengkonseptualkan manusia sebagai sistem perilaku dimana fungsi
adalah observasi perilaku yang merupakan teori system biologi, yang menyatakan
bahwa manusia merupakan system biologi yang terdiri dari bagian biologi dan
penyakit adalah hasil dari gangguan sistem biologi.
7. Sister Calista Roy
Menurut Roy, manusia sebagai individu dapat meningkatkan kesehatannya
dengan mempertahankan perilaku yang adaptif dan mengubah perilaku maladaptif.
Sebagai makhluk biopsikososial, manusia selalu berinteraksi dengan
lingkungannya.Untuk mencapai keseimbangn atau homeostasis, manusia harus
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.Adaptasi tersebut dilakukan dengan
stimulasi fokal, stimulasi konstektual dan stimulasi residual. Dalam proses
penyesuaian diri, individu harung meningkatkan energinya agar mampu mencapai
tujuan berupa kelangsungan hidup, perkembangan, reproduksi serta keunggulan.
Dengan demikian, individu memiliki tujuan untuk meningkatkan respon adaptif.
Oleh karena itu Roy secara ringkas berpendapat bahwa individu sebagai makhluk
biopsikososio-spiritual yang merupakan satu kesatuan yang utuh, memiliki
mekanisme untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi melalui
interaksi yang dilakukan terhadap perubahan lingkungan tersebut.
8. Halbert Dunn
Halbert dunn (1958) membagi Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) menjadi
dua belas (12) kebutuhan, diantaranya:
a. Adat istiadat atau kepercayaan
b. Komunikasi
c. Persahabatan
d. Kebutuhan untuk tumbuh
e. Kebutuhan berimajinasi
f. Kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang
g. Keseimbangan
h. Lingkungan fisik maupun sosial
i. Sosialisasi
j. Falsafah hidup
k. Dignity (kedudukan),
l. Kemerdekaan.
1.7 Karakteristik Seseorang Yang Kebutuhan Dasarnya Terpenuhi
Manusia dan kebutuhannya senantiasa berubah dan berkembang. Jika
seseorang sudah bisa memenuhi salah satu kebutuhannya, dia akan merasa puas dan
akan menikmati kesejahteraan serta bebas untuk berkembang menuju potensi
kebutuhan yang lebih besar. Sebaliknya, jika proses pemenuhan kebutuhan itu
terganggu, akan timbul suatu kondisi patologis. Dalam konteks homeostatis suatu
persoalan atau masalah dapat dirumuskan sebagai hal yang menghalangi
terpenuhinya kebutuhan, dan kondisi tersebut lebih lanjut dapat mengancam
homeostasis fisiologis maupun psikologis seseorang. Contoh lain apabila seseorang
telah terpenuhi kebutuhan aktualisasi dirinya, maka orang tersebut akan memiliki
kepribadian multidimensi yang lebih matang, mampu mengasumsi dan
menyelesaikan tugas dengan banyak,mencapai pemenuhan kepuasan dari pekerjaan
yg dikerjakan dgn baik, tidak bergantung secara penuh pada opini orang lain
mengenaipenampilan, kualitas kerja, serta metode penyelesaian masalah. Walau
mungkin mengalami keraguan dan kegagalan dan namun secara umum menghadapi
secara realistis
1.8 Penerapan Kebutuhan Dasar Manusia Dalam Praktek Kemanusian
Pengetahuan tentang kebutuhan manusia dapat membantu perawat dalam
berbagai hal. Pertama, membantu perawat memahami dirinya sendiri mereka dapat
mencapai kebutuhan personal diluar situasi klien. Kedua, dengan memahami
kebutuhan manusia perawat dapat memahami perilaku orang lain dengan lebih baik.
Ketiga, pengetahuan tentang kebutuhan dasar dapat memberikan kerangka kerja
untuk diaplikasikan dalam proses keperawatan pada tingkat individu dan keluarga.
Keempat, perawat dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang kebutuhan manusia
untuk mengurangi stres.Kelima, perawat dapat mengunakan pengetahuan
kebutuhan manusia untuk membantu seseorang untuk tumbuh dan berkembang.
Teori Maslow mengenai kebutuhan dasar manusia dapat memberikan dasar
untuk pemberian perawatan pada klien dari semua umur dan dalam berbagai
lingkungan pelayanan kesehatan. Namun pada saat perawat menerapkan teori ini
dalam praktek harus berfokus pada kebutuhan individu.
BABIII
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengetahuan tentang kebutuhan manusia dapat membantu perawat dalam
berbagai hal.Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal seperti makanan, air,
keamanan dan cinta yang merupakan hal yang penting untuk bertahan hidup dan
kesehatan. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang
dapat digunakan perawat untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar
manusia pada saat memberikan perawatan.
Manusia sebagai bagian integral yang berintegrasi satu sama lainnya dalam
motivasinya memenuhi kebutuhan dasar (fisiologis,keamanan,kasih sayang,harga
diri dan aktualisasi diri). Setiap kebutuhan manusia merupakan suatu tegangan
integral sebagai akibat dari perubahan dari setiap komponen sistem.Tekanan
tersebut dimanifestasikan dalam perilakunya untuk memenuhi kebutuhan atau
tujuan sampai terpenuhinya tingkat kepuasan klien.
Beberapa ahli mengemukakan teori tentang model kebutuhan dasar manusia
seperti Abraham Maslow, Virginia Henderson, Watson, King, Martha E. Rogers,
Johnson, Sister Calista Roy.
Manusia dan kebutuhannya senantiasa berubah dan berkembang. Jika
seseorang sudah bisa memenuhi salah satu kebutuhannya, dia akan merasa puas dan
akan menikmati kesejahteraan serta bebas untuk berkembang menuju potensi
kebutuhan yang lebih besar. Sebaliknya, jika proses pemenuhan kebutuhan itu
terganggu maka akan timbul suatu kondisi patologis.
B. Saran
Sebagai manusia hendaknya kita dapat berinteraksi atau berhubungan baik
dengan manusia lainnya. Dengan berinteraksi, segala kebutuhan manusia akan
mudah terpenuhi. Untuk dapat memenuhi kebutuhannya manusia harus memiliki
pengetahuan tentang manusia dan pemeliharaan atau perawatan manusia. Tanpa
adanya ilmu pengetahuan, manusia tidak dapat berinterkasi dan bersosialisasi
dengan baik di masyarakat. Tanpa adanya pemeliharaan atau perawatan diri,
manusia juga akan sakit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan.
RANGKUMAN

Manusia dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu manusia sebagai
makhluk holistik dan manusia sebagai sistem. Kebutuhan dasar manusia merupakan
unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan
fisiologis maupun psikologis. Kebutuhan dasar manusia

SOAL
1. Dibawah ini merupakan manusia dikatakan sebagai makhluk holistik,
kecuali….
a. Sebagai makhluk sosial
b. Sebagai makhluk seksual
c. Sebagai makhluk biologis
d. Sebagai makhluk spiritual
e. Sebagai makhluk psikologis
2. Dibawah ini merupakan manusia sebagai sistem, kecuali….
a. Sebagai sistem sosial
b. Sebagai sistem biologis
c. Sebagai sistem personal
d. Sebagai sistem psikososial
e. Sebagai sistem interpersonal
3. Yang meruapakn kebutuhan dasar menurut Abraham Maslow dibawah
ini….
a. Kebutuhan fisilogi
b. Kebutuhan bernapas
c. Kebutuhan eliminasi
d. Kebutuhan mobilisasi
e. Kebutuhan istirahat dan tidur
4. Dibawah ini merupakan kebutuhan dasar manusia menurut Anderson,
kecuali….
a. Kebutuhan fisilogi
b. Kebutuhan bernapas
c. Kebutuhan eliminasi
d. Kebutuhan mobilisasi
e. Kebutuhan istirahat dan tidur
5. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi,
kebutuhan, kekhawatiran dan opini merupaka kebutuhan dasar manusia
menurut….
a. King
b. Watson
c. Martha E. Rogers
d. Abraham Maslow
e. Virginia Anderson
DAFTAR PUSTAKA

Alimun, Aziz. 2006,Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia,alih bahasa Resthil


Widyaningrum,Jakarta : Salemba Medikal, 2006.

Mubarok, Wahit Iqbal. 2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Teori dan
aplikasi dalam praktek. Jakarta: EGC.

Perry, Potter, 2005, Buku Ajar Fundamental Keperawatan, alih bahasa Yasmin
Asih, Jakarta: EGC