Anda di halaman 1dari 6

16.

T : Seperti apakah Kemu’jizatan Al-Qur’an terhadap


perkembangan ilmu pengetahuan?

J : Rasul adalah seorang yang ummi, orang yang tidak bisa baca dan tulis.
Rasul juga belum pernah berguru kepada seorang pakarpun, sebelumnya.
Tetapi Rasul, telah berbicara tentang astronomi, geografi, klimatologi,
biologi, yang ilmu-ilmu itu beratus-ratus tahun kemudian orang baru
berbicara tentangnya.
Ironisnya kaum muslimin kini, terbelakang di bidang ilmu pengetahuan. Di
mana salahnya ? Karena kaum muslimin jauh dari Al-Qur’am.

1. Seperti apa Al-Qur’an bicara tentang astronomi ?

a. Tentang gravitasi
Newton, penemu teori gravitasi, konon, estela ia melihat apel jatuh dari pohon
di rumahnya, lalu berkata : “Apel itu jatuh, karena ditarik oleh bumi, atau
karena gravitasi bumi”.
Gerakan dari matahari dan planet-planetnya, dengan keseimbangan gaya tarik
menariknya, dan tetap berada dalam lintasannya masing-masing, serta tidak
melenceng ke tempat lain, akibat dari grafitasi ini. Dalam bahasa Al-Qur’an
disebut “Langit tak bertiang, tetapi dapat berdiri kokoh”.

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,
kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan
bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur
urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya
kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS. 13 : 2).

b. Bintang dan planet, beredar pada lintasannya masing-masing. Matahari beredar


pada orbitnya sendiri. Perjalanan benda-benda angkasa itu begitu teraturnya.
Kalau bukan Allah Robbal ’alamin yang mengaturnya pastilah akan sering
terjadi tabrakan satu sama lain. Padahal matahari yang menurut bahasa
astronomi disebut bintang itu, bermilyar-milyar banyaknya, dan bila dihitung
dengan planet-planet yang mengelilinginya, jumlah itu akan jauh lebih banyak
lagi.
Kalau bukan Allah Yang Maha Pemelihara alam jagad raya ini, yang mengatur,
pastilah sudah banyak sekali terjadi tabrakan. Tetapi masing-masing benda
langit, dari matahari, bumi, dan planet-planet yang lain, berjalan dengan

170
teraturnya. Beribu polisi pengatur lalu lintas di Jakarta, namun berapa kali
dalam sehari terjadi tabrakan. Allah Maha Besar.

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang


Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan
manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir)
kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi
matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang.
Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36 : 38, 39, 40).

c. Langit (atmosfer) sebagai atap


Bila sinar matahari seluruhnya sampai ke bumi, bumi akan terbakar, dan
satupun makhluk hidup tinggal di bumi. Muka bumi dilindungi oleh atmosfer
(as-samaa, langit), sehingga nyaman untuk tempat tinggal. Al-Qur’an telah
bicara soal itu, sekalipun Rasul, belum pernah belajar kepada orang lain.

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang
mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat
padanya. (QS. 21 : 32).

d. Oceanografi
Juga baru beratus-ratus tahun kemudian orang bicara tentang Oceanografi.
Bahwa ada arus laut, bahwa laut itu mengalir. Al-Qur’an telah berbicara
sebelumnya.
Kita lihat ada arus panas, Arus Teluk (Gulf Stream), dan Arus Kurosyiwo. Ada
arus dingin Labrador dan Qyasyiwo, yang di pertemuan antara 2 arus laut yang
berbeda itu, hidup ikan-ikan yang sangat melimpah.

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,


antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (QS. 55
: 19, 20).

171
2. Seperti apa Al-Qur’an berbicara tentang geografi ?

Al-Qur’an telah beratus-ratus tahun lebih dulu berbicara tentang asal-asul tata
surya kita ini, sebelum para geogral berbicara
a. Seperti teori tentang terjadinya tata surya, yang kebanyakan mereka memilih
teori Bintang Kembanr. Bahwa tata surya kita ini, Tata Surya Bima Sakti ini
terjadi karena tabrakan antara 2 bintang, tabrakan antara 2 matahari. Matahari
yang satu hancur berkeping, dan pecahan itu menjadi planet-planet yang
berputar mengelilingi matahari kita ini. Dan di antara planet-planet itu bumi
kita. Bintang atau matahari yang menang, ya matahari yang ada sekarang ini.

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan
antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. 21 : 30).

b. Di samping teori Bintang Kembar, dikemukakan pula oleh para pakar geografi,
tentang Teori Kabut. Bahwa sebelum memadat, planet-planet itu dalam
keadaan kabut. Beratus-ratus tahun sebelumnya pula Al-Qur’an juga telah
berbicara tentang masalah itu.

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia
berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut
perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami
datang dengan suka hati". (QS. 41 : 11).

c. Tentang rotasi bumi


Al-Qur’an, sebelum para ahli bicara, bahwa bumi beredar pada sumbunya,
telah jauh lebih dulu bicara.

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,
padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 27 : 88).

172
Ketika kita berfikir, bila statu benda dijatuhkan dari angkasa, benda itu akan
jatuh tidak menurut arah tegak lupus, tetapi akan jatuh di tempat estela bumi
berjalan. Kenyataannya tidak. Kenapa ? Masya Allah, Al-Qur’an telah
memberikan penjelasan bahwa atmosfera itu hádala bagian dari bumi, jadi ia
berputar bersama rotasi bumi. Bacalao kembali QS. 27 : 88 tadi.

3. Seperti apa Al-Qur’an bicara tentang Klimatologi ?

a. Pergerakan angin
Sebelum Buys Ballot menemukan hukum tentang pergerakan angina, yang
bertiup dari daerah yang bertekanan maximum ke daerah yang bertekanan
minimum, Al-Qur’an telah beratus-ratus tahun sebelumnya telah mengatakan.

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum
kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa
awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan
hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai
macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang
telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. 7 : 57).

b. Atmosfera
Makin ke atas udara makin tipis. Makin ke atas kadar oksigen makin
berkurang, sehingga makin tinggi kita berada di atmosfera, makin terasa sesak
bernafas. Al-Qur’an juga telah berbicara tentang itu, yang beratus-ratus tahun
kemudian orang baru berbicara tentangnya.

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk,


niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan
barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan
dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah
Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. 6 :
125).

173
4. Seperti apa Al-Qur’an berbicara tentang biologi.

a. Juga baru beratus-ratus tahun kemudian, orang baru tahu, bahwa angin
menolong penyerbukan. Angin menerbangkan benangsari dari statu tanaman,
ke kepala putik tanaman lain.
Padahal jauh sebelumnya Al-Qur’an telah berbicara tentang itu.

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)


dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air
itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. 15 : 22).

b. Prinsip, bahwa air adalah kehidupan, sudah diperingatkan oleh Allah, bersama
lahirnya Islam itu sendiri. 90 % dari tubuh manusia terdiri dari air.
Bila masalah air terganggu, maka kehidupanpun akan terusik. Banyak sekali
ayat-ayat yang berbicara masalah itu. Setelah orang banyak melakukan
kerusakan di muka bumi, penebangan hutan tanpa perhitungan, perkembangan
industri asal dapat keuntungan yang besar, sehingga limbahnya merusak
lingkungan, yang semuanya itu membuat tercemarnya air, hutan gundul
musibah banjirpun banyak melanda, sehingga kehidupan manusia menjadi
sengsara.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam


dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi
manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air
itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi
itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan
antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan
kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 2 : 164).

Memang suatu hal yang sangat menyedihkan, bahwa sebenarnya Islam sangat
akrab dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tetapi kini, keadaan umat
Islam sangat terbelakang dibandingkan dengan umat lain. Terbelakang dalam

174
ilmu pengetahuan. Kenapa dan kenapa ? Ini sangat jelas disebabkan karena
umat Islam, sudah tidak lagi menempatkan Al-Qur’an, sebagai imam dalam
hidupnya. Dari mana hal itu dapat kita baca ?
Pertama : Barisan umat Islam berantakan.
Seharusnya kaum muslimin merupakan umat yang satu.

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua,


agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah
kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu)
menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa
pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang
ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka
dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (QS. 23 : 52, 53, 54).

Kedua : Perangai individu muslim, maupun masyarakat muslimin, bukan


terbentuk oleh warna celupan Allah (Sibghatallah, tetapi terbentuk
oleh system di luar Al-Qur’an).

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang


lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-
jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu
dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
agar kamu bertakwa. (QS. 6 : 153).

***** nvs ***** ‘15

175