Anda di halaman 1dari 5

9.

Pendinginan radiasi (radiative cooling)

Gambar 4. 21 Bentuk atap mempengaruhi Pendingin Radiasi


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Pada Bangunan The Layar Villa ini, pendingin radiasi (radiative cooling)
diperoleh dari penggunaan bentuk atap yang disesuaikan dengan arah sirkulasi angina
sehingga panas dari permukaan yang lebih hangat akan ke permukaan sekitarnya atau
ruang luar yang lebih dingin. Beberapa ruangan seperti dapur dan ruangan yang
memiliki suhu relative hangat bahkan panas karena permukaan lantai yang terbuat dari
kayu yang menyerap panas atau bahkan orang yang memiliki suhu kulit/tubuh pans
akan dipancarkan panasnya ke langit pada malam hari karena bentuk atap bangunan
tersebut.

Adanya kolam di area depan bangunan dan ruang atap bangunan yang lebar dan
tinggi juga dapat memancarkan perpindahan panas dengan langit malam. Atap yang
terbuat dari kayu menyerap panas dari luar sehingga kehangatan dalam bangunan
menjadi stabil. Ruang tidur diletakan dekat dengan bagian atap yang terbuka untuk
memancarkan panas yang ada di dalam ruang tidur agar langsung keluar ruangan
;menuju langit. Sementara siang hari menggunakan ketebalan bangunan untuk
menghindari panas yang tinggi, pada malam hari yang hangat dapat digunakan ruang
luar untuk proses pedinginan.

10. Pendinginan evaporatif (evaporative cooling)


Pendinginan evaporatif (evaporative cooling)
 pada bangunan The Layar Villa

ini diperoleh dari adanya kolam renang di bagian depan bangunan. Intensitas udara
yang panas di lokasi bangunan ini dan orientasi banguanan yang cenderung lebih
mengarah ke arah matahari membuat udara panas mudah masuk ke dalam bangunan,
akan tetapi adanya kolam di bagian depan meredus suhu panas. Udara panas yang lewat
di sekitaran hamparan air akan menguapkan air kolam tersebut. Air yang menguap ini
akan menurunkan suhu udara di sekitar area bangunan villa ini. Dalam iklim yang
sangat kering, pendinginan udara ini memiliki manfaat tambahan dengan lebih banyak
melepas uap air ke udara yang kering untuk kenyamanan penghuni bangunan.
Gambar 4. 22 Pendingin Evaporatif pada The Layar Villa
Sumber : Dokumentasi Pribadi

11. Media bumi (earth coupling)

Pada Bangunan The Layar Villa ini, media bumi tidak sepenuhnya diterapkan
pada desain bentuk bangunan. Pemanfaatan suhu bumi ini hanya dialirkan melalui
tanah sekitar bangunan dan lantai yang menyentuh langsung ke tanah. Hal ini
menyebabkan udara dingin yang dipancarkan oleh tanah/bumi diserap langsung oleh
penggunaan lantai marmer pada bangunan sehingga suhu udara dalam bangunan ini
menjadi stabil.

Gambar 4. 23 Penggunaan lantai marmer pada The Layar Villa


Sumber : Dokumentasi Pribadi
LANTAI MARMER

Gambar 4. 24 Area penggunaan lantai marmer pada The Layar


Villa
Sumber : Hasil Analisis Pribadi

12. Pemilihan sifat material


Pada bangunan The Layar Villa ini, sifat material yang dipilih cenderung lebih
kepada material yang dapat menyerap dan mengalirkan panas/dingin. Seperti material
batu alam pada dinding bangunan yang bertujuan untuk menyerap udara panas pada
siang hari dan melepas udara hangat pada malam hari. Ada juga penggunaan material
kayu pada beberapa bagian bangunan seperti dinding dan atap juga memiliki tujuan
yang sama. Sedangkan pada lantai yang menggunakan marmer dapat mengalirkan suhu
dingin yang berasal dari tanah pada siang hari sehingga menciptakan hawa sejuk. Pada
villa ini kebanyakan menggunakan material alami demi menciptakan kenyamanan
termal pada bangunan ini.

Gambar 4. 24 Penggunaan Material lantai marmer dan kayu pada The Layar Villa
Sumber : Dokumentasi Pribadi
LANTAI MARMER

LANTAI KAYU

DINDING BATU ALAM