Anda di halaman 1dari 2

No 1

Metode hidrograf satuan sintetis adalah metoda yang populer digunakan dan memainkan
peranan penting dalam banyak perencanaan di bidang sumber daya air khususnya dalam
analisis debit banjir DAS yang tidak terukur. Metode ini sederhana, karena hanya membutuhkan
data-data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa kasus
dapat juga mencakup karakteristik lahan digunakan. Oleh karena itu, metode ini merupakan
alat berguna untuk mensimulasikan aliran dari DAS tidak terukur dan daerah aliran sungai
mengalami perubahan penggunaan lahan. Untuk mengembangkan hidrograf satuan sintetis,
beberapa metoda telah tersedia. Beberapa metoda hidrograf satuan sinteteis seperti cara
Nakayasu, Snyder-Alexeyev, SCS, dan GAMA-1 sangat populer dan umum digunakan di
Indonesia untuk menghitung debit puncak dan bentuk hidrograf banjir.
No 2
Untuk menganalisis hidrograph satuan sintetis dengan metoda hidrograph satuan perlu
diketahui atau diberikan beberapa komponen penting pembentuk hidrograph satuan sintetis
berikut
1) Tinggi Dan Durasi Hujan Satuan.
2) Waktu Puncak (Tp) dan Waktu Dasar (Tb),
3) Bentuk Dasar Hidrograph Satuan dan
4) Debit Puncak Hidrograph Satuan
Tinggi Dan Durasi Hujan Satuan Tinggi hujan satuan yang umum digunakan adalah 1 inchi atau
1 mm. Durasi hujan satuan umumnya diambil Tr=1 jam, namun dapat dipilih durasi lainnya
asalkan dinyatakan dalam satuan jam (missal 0.5 jam , 10 menit = 1/6 jam). Jika misal durasi
data hujan dinyatakan dalam 1 jam, jika diinginkan melakukan perhitungan dalam interval 0.5
jam, maka tinggi hujan harus dibagi 2dan didistribusikan dalam interval 0.5 jam berturut-turut.
Dari karakteristik fisik DAS dapat dihitung dua elemen-elemen penting yang akan menentukan
bentuk dari hidrograph satuan itu yaitu 1) Waktu puncak (Tp) dan waktu dasar, 2) debit puncak
(Qp). Selain parameter fisik terdapat pula parameter non- fisik yang digunakan untuk proses
kalibrasi.

GAMA 1
Hidrograf satuan sintetis Gama I dikembangkan oleh Sri Harto (1993) berdasar perilaku hidrlogis
30 DAS di Pulau Jawa. Meskipun diturunkan dari dataDAS di Pulau Jawa, ternyata hidrograf
satuan sintetis Gama I berfungsi baikuntuk berbagai daerah lain di Indonesia. HSS Gama I terdiri
dari tiga bagian pokok yaitu sisi naik (rising limb), puncak (crest ) dan sisi turun/resesi (recession
limb .Gambar di atas menunjukkan HSS Gama I. Dalam gambar tersebut tampak ada patahan
dalam sisi resesi. Halini disebabkan sisi resesi mengikuti persamaan eksponensial yang
tidakmemungkinkan debit sama dengan nol. Meskipun pengaruhnya sangat kecilnamun harus
diperhitungkan mengingat bahwa volume hidrograf satuan harustetap satu.
NAKAYASU
Hidrograf satuan sintetis Nakayasu dikembangkan berdasarkan beberapasungai di Jepang
(Soemarto, 1987). Penggunaan metode ini memerlukan beberapakarakteristik parameter
daerah alirannya, seperti :
a)Tenggang waktu dari permukaan hujan sampai puncak hidrograf (time of peak )
b)Tenggang waktu dari titik berat hujan sampai titik berat hidrograf (time lag )
c)Tenggang waktu hidrograf (time base of hydrograph)
d) Luas daerah aliran sungai. Panjang alur sungai utama terpanjang (length of the longest
channel )Bentuk persamaan HSS Nakayasu adalah