Anda di halaman 1dari 10

1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya untuk menutup aurat agar tidak
memancing hawa nafsu terutama terhadap lawan jenis. Untuk laki-laki batas aurat
adalah antara pusar sampai lutut sedangkan perempuan adalah seluruh tubuh kecuali
wajah dan telapak tangan Jika membicarakan aurat, tentu pihak perempuan lah yang
lebih sensitif mengingat perempuan sangat rentan menggairahkan hawa nafsu lelaki.
Maka dari itu wanita muslimah diwajibkan untuk mengenakan jilbab sesuai syariat
islam.
Arti asal jilbab menutupi kepala dengan kain sehingga kain menjulur hingga
dada. Sedangkan dalam arti luas adalah berpakaian sesuai dengan aturan islam, yakni
menutup aurat (dari perempuan yang boleh nampak kepada umum adalah wajah, dan
tangan, selebihnya aurat), pakaian tidak tipis, pakaian tidak ketat, pakaian tidak
minim, pakaian tidak transparan,pakaian tidak membentuk badan. Ketentuan tersebut
berlaku sekaligus, tidak bisa dipisah-pisahkan. Saat ini jilbab sering dikenal dengan
sebutan hijab.
Dimasa ini, banyak perempuan tidak menggunakan hijab bahkan
keluar rumah dengan berpakaian seksn mini d sehingga tidak terherankan banyak
sekali kasus pelecehan terhadap perempuan. Terutama mahasiswi yang umunya
merupakan perantauan. Bahkan, meskipun tidak mendapat perilaku pelecehan tetapi
perbuatan mereka mengumbar aurat tersebut telah menyiptakan dosa untuk diri
mereka sendiri.
Dengan berhijab, tentu akan menjaga diri para wanita muslimah. Seperti
seorang laki-laki akan sungkan untuk menggoda wanita berhijab dan tidak
menimbulkan hasrat seperti wanita yang tidak berhijab karena bentuk lekukan tubuh
tidak akan terlihat. Dengan berhijab akan menambah pahala bagi wanita tersebut
karena telah menutupi auratnya.

Berangkat dari permasalahan diatas, maka kami memiliki ide untuk


menggerakkan “Hijab Every Friday for Moslem in State University of Malang”,
dengan harapan mahasiswi Universitas Negri Malang akan terbiasa menutup aurat
2

dan menggunakan hijab dan mencetak pahala dihari jum’at yang dianggap sebagai
hari baik untuk umat Islam.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa manfaat dari berhijab bagi seorang muslimah?
2. Bagaimana sistem dari “Hijab Every Friday for Moslem in State University of
Malang to Keep the Collage Moslem”?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk menjelaskan manfaat dari “Hijab Every Friday for Moslem in State
University of Malang to Keep the Collage Moslem”.
2. Untuk menjelaskan sistem dari “Hijab Every Friday for Moslem in State
University of Malang to Keep the Collage Moslem”.

D. MANFAAT
1. Memberikan pelatihan pembiasaan berhijab bagi mahasiswi universitas negeri
malang khususnya bagi mahasiswi yang belum terbiasa berhijab.
2. Menambah pahala dan mengurangi dosa karena tidak berhijab.
3. Mencetak alumni perguruan tinggi yang mampu menjaga dirinya dengan
menutup auratnya.
4. Menambah tingkat keimanan mahasiswi.
E. LUARAN PROGRAM
Luaran yang diharapkan dari karya tulis ini adalah :
1. Semakin berkurangnya tindak pelecehan seksual terutama terhadap
mahasiswi.
2. Budaya berhijab dijadikan sebagai kebiasaan sehari-hari.
3. Tercipta mahasiswi muslim yang bertaqwa dan taat pada ajaran agama islam.
4. Menambah kecintaan terhadap agama Islam.

GAGASAN
Kondisi Kekinian Pemcetus Gagasan
Pandangan Islam Mengenai Berhijab

Allah SAW dengan tegas telah menyerukan umatnya untuk menutup auratnya.
Terutama wanita muslim karena sangat rentan menimbulkan hawa nafsu lawan
jenisnya. Seyogyanya sebagai wanita muslim wajib hukumnya untuk menutup aurat
sesuai dengan firman Allah. Berikut beberapa ayat Al-Qur’an tentang seruan untuk
berjilbab (menutup aurat) adalah sbb:
3

QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan
kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk
perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah
sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
QS. Al-Ahzab: 59

‫ك أنيدننىَ أنين يييعنريفنن فننل يييؤنذيينن نونكاَنن‬


‫ك نونلنساَلء ايليميؤلملنيِنن يييدلنيِنن نعلنييِلهنن لمين نجنللبيِبللهنن نذلل ن‬ ‫نياَ أنيينهاَ الننبليي قييل للنيزنوالج ن‬
‫ك نوبننناَتل ن‬
َ‫اي نغيفوُمرا نرلحيِمما‬‫ن‬

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-


isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh
wanita muslimah.

QS. AL-Ahzab: 33, “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias
serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.”

QS. An Nur: 30-31

‫( نوقييل‬30) ‫صننيعوُنن‬ ‫ك أنيزنكىَ لنهييم إلنن ن‬


‫ان نخلبيِرر بلنماَ ين ي‬ ‫ضوُا لمين أنيب ن‬
‫صاَلرلهيم نوينيحفن ي‬
‫ظوُا فييرونجهييم نذلل ن‬ ‫قييل لليليميؤلملنيِنن ينيغ ي‬
َ‫ضلريبنن بليخيملرلهنن نعنلى‬ ‫صاَلرلهنن نوينيحفن ي‬
‫ظنن فييرونجهينن نونل يييبلدينن لزيننتنهينن إلنل نماَ ظنهننر لميننهاَ نويليِن ي‬ ‫ضنن لمين أنيب ن‬
‫ض ي‬ ‫لليليميؤلمنناَ ل‬
‫ت ينيغ ي‬
‫يجييِوُبللهنن نونل يييبلدينن لزيننتنهينن إلنل للبييعوُلنتللهنن أنيو آننباَئللهنن أنيو آننباَلء بييعوُلنتللهنن أنيو أنيبنناَئللهنن أنيو أنيبنناَلء بييعوُلنتللهنن أنيو إليخنوُانللهنن أنيو بنلني‬
‫ت أنيينماَنيهينن أنلو النتاَبللعيِنن نغييِلر يأوللي ا ي لليربنلة لمنن الطرنجاَلل أنلو ال ط‬
‫طيفلل النلذينن‬ ‫إليخنوُانللهنن أنيو بنلني أننخنوُاتللهنن أنيو نلنساَئللهنن أنيو نماَ نملننك ي‬
َ‫ال نجلميِمعاَ أنيينها‬
‫ضلريبنن بلأ نيريجلللهنن لليِييعلننم نماَ يييخلفيِنن لمين لزيننتللهنن نويتوُيبوُا إلنلىَ ن‬ ‫ظهنيروا نعنلىَ نعيوُنرا ل‬
‫ت النطنساَلء نونل ين ي‬ ‫لنيم ين ي‬
(31) ‫ايليميؤلمينوُنن لننعلنيكيم تييفلليحوُنن‬

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan


pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
4

mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-
saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-
putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak
yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur: 30-31).

Meskipun demikian ada juga golongan wanita yang boleh melepas hijabnya. Yaitu
wanita yang sudah tua (manopause) dan sudah tidak berhasrat untuk menikah lagi.
Namun, tidak boleh dengan niatan yang salah, misalnya ingin memamerkan tubuhnya
agar diliat orang lain maka yang seperti ini tetaplah hukum haramnya melepas
hijabnya. Seperti firman Allah SAW dalam QS. An-Nur 24 : 60.

‫ت بللزيننةة نونأن‬ ‫س نعلنييِهـ لنن يجننـاَرح نأن ين ن‬


‫ضيعنن ثلنيِاَبنهينن نغييِنر يمتـ نبنطرجنج ت ل‬ ‫قنجنوُلعيد لمنن ٱلنـ طنسآَلء ٱلـ ـلتي ل ينيريجوُنن لنكنـاَمحاَ فنلنييِ ن‬
( ٦٠ :‫ينيسـتنيعـفليفنن نخييِـرر لـ نهيننن نو اي نسلميِرع نعلليِرم )النوُر‬

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid) yang biasanya tidak
berhasrat lagi menikah, maka tidaklah ada dosa atas mereka untuk menanggalkan
pakaian (luar) mereka (yang biasa pakai di atas pakaian yang lain yang menutupi
aurat mereka) dengan (tidak bermaksud) menampakkan perhiasan (angota tubuh
yang diperintahkan Allah untuk ditutup) dan memelihara (diri mereka) sungguh-
sungguh dengan menjaga kesucian adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. an-Nur [24]: 60)

Maka dari itu, tentu sudah jelas bahwa hukum dari menutup aurat adalah wajib bagi
setiap perempuan muslim terutama bagi mereka yang masih belum memasuki usia
manopause . Selain untuk menaati ajaran Islam untuk menutup aurat, berhijab juga
memiliki banyak manfaat bagi para muslimah yang mengenakannya.

Analisis terhadap “Hijab Every Friday for Moslem in State University of Malang
to Keep the Collage Moslem”
5

Di era globalisasi ini, banyak sekali budaya luar yang keluar masuk Indonesia
tanpa filter. Sehingga menimbulkan perubahan gaya hidup, gaya berpakaian terutama
dikalangan anak muda. Banyak yang mengenakan pakaian mini dan seksi dengan alas
an tak ingin ketinggalan jaman. Bahkan tak sedikit mahasiswi yang mengenakan baju
seksi dan tipis di area universitas yang tentu akan bertemu banyak lawan jenisnya.

Tanpa disadari hal yang mereka anggap sepele dapat berdampak buruk bagi
diri mereka sendiri. Dengan sering mengumbar tubuh mereka akan banyak lelaki
yang memandang bahkan berhasrat dengan mereka. Tentu sebagian besar dari
mahasiswi tersebut adalah perantau sehingga akan jauh dari pantauan keluarga
mereka. Sehingga yang mampu menjaga diri mereka ialah mereka sendiri.

Mengumbar aurat, akan menyebabkan seseorang merugi di dunia maupun di


akhirat. Di dunia hidupnya tidak akan aman karena banyak lelaki yang menggoda dan
tidak menutup kemungkinan wanita tersebut juga tergoda akhirnya terjerumus pada
kemaksiatan. Jika kemaksiatan tersebut mencapai hubungan yang tidak diinginkan
nasib pendidikan wanita tersebut bisa saja hancur, akan terkucilkan dari lingkungan
sosial. Sedangkan di akhirat akan mendapat ganjaran atas dosa mengumbar aurat
semasa di dunia.

Dengan membiasakan diri menggunakan hijab, para lelaki hidung belang akan
sungkan untuk menggoda seorang wanita. Jangankan menggoda memandang terlalu
lamapun akan merasa sungkan pada sang wanita. Sebaliknya, biasanya mereka
mengucapkan salam yang artinya mendoakan untuk keselamatan wanita berhijab.

Pada awalnya, mungkin mereka yang tidak terbiasa berhijab akan merasa
keberatan jika diberlakukan peraturan ini. Namun, berawal dari keterpaksaan tersebut
bisa saja mereka akan merasa nyaman mengenakan hijab, merasa cocok dan cantik
mengenakan hijab. Dan akhirnya memutuskan untuk berhijab.
6

Gagasan ini dijadwalkan pada hari jum’at karena seperti yang kita ketahui
hari jum’at merupakan hari yang mulia bagi umat Islam dan memiliki banyak
keutamaan. Ibadah yang dilakukan dihari jum’at lebih utama dibanding hari-hari
lainnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari
itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta
diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut
terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah
mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR.
Muslim)

Sesungguhnya segala ketentuan Allah adalah memiliki berbagi manfaat untuk


kebaikan umatNya. Semua berdampak positif bagi umatnya dan tidak ada
madharatnya untuk umat manusia. Maka, sudah selayaknya kita sebagai umat Islam
menjalankan ketentuan-ketentuan yang sudah tertulis dalam firman-firman Allah.

Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya

Sebelumnya, belum pernah ada solusi yang ditawarkan untuk mengatasi


permasalahan yang ada. Mahasiswi yang berpakaian seksi dan terbuka di lingkungan
universitas negri malang masih dibebaskan. Maka dari itu, ide ini dicetuskan untuk
mengatasi permasalahan yang sangat rentan dimasa ini agar tidak lagi bertambah
mahasiswi yang menjadi korban lelaki hidung belang.

Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Gagasan dapat Diperbaiki Melalui Gagasan


yang Diajukan

Langkah preventif sangat disarankan sebagai pendekatan terpenting


kemungkinan terjadinya kerugian mahasiswi atas dasar mengumbar auratnya.
Selama ini, masih ada mahasiswi yang gagal dalam pendidikannya gara-gara
hubungan yang salah dengan lelaki. Pihak universitas mungkin belum menyadari
7

bermula dari hal yang menurutnya kebebasan bagi para mahasiswi tersebut dapat
berdampak buruk bagi mahasiswinya.

Menanggapi permasalahan ini, dilakuka tindakan preventif untuk


menyelesaikan permasalahan yang berkembang. Langkah yang dipilih adalah dengan
“Hijab Every Friday for Moslem in State University of Malang to Keep the Collage
Moslem”. Program intervensi ini didasarkan pada dengan menutup aurat maka
insyaAllah permasalahan mengenai mahasiswi yang menjadi korban lelaki hidung
belang akan berkurang dan diharapkan tidak ada. Penulis meyakini, mengumbar
aurat adalah penyebab utama lelaki berani menggoda seorang wanita terutama
mahasiswi. Berikut model langkah-langkah preventif yang akan dilakukan.

Pola pikir terjadinya mahasiswi korban lelaki hidung belang

Konsep intervensi Hijab Every Friday for Moslem in State University of Malang to
Keep the Collage Moslem
8

Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan


Gagasan dan Uraian Peran Masing-Masing

Pihak-pihak yang dipertimbangkan bisa menjadi pendukung terselenggaranya “Hijab


Every Friday for Moslem in State University of Malang to Keep the Collage
Moslem” ialah :

1. DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa)

DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) menjadi wadah/penyalur aspirasi mahasiswa


ditingkat universitas untuk mewujudkan kehidupan kampus UM. DPM bisa
membantu untuk menyalurkan aspirasi pada tingkat yang lebih tinggi.

2. KKM III

Koordinator Kreatifitas Mahasiswa Kampus 3 FIP UM yang akan berperan untuk


menyalurkan aspirasi mahasiswa kampus III kepada DPM di kampus pusat UM.

3. BDM (Badan Dakwah Mahasiswa)

BDM berperan untuk memberikan dakwah atau petuah kepada para mahasiswa untuk
seruan dalam menggunakan hijab.

4. Keluarga
9

Keluarga menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anaknya berikut cara
berpakaian sang anak. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan memberikan
nasehat kepada anaknya jika didapati mengenakan pakaian seksi dan dapat
menggugah syahwat lawan jenisnya. Orang tua juga bisa memberikan contoh cara
berpakaian yang benar menurut syariat Islam.

Langkah strategis agar Tujuan Tercapai Melalui Gagasan yang Diajukan

Untuk menyukseskan Hijab Every Friday for Moslem in State University of


Malang to Keep the Collage Moslem, diperlukan langkah strategis untuk
memasukkannya ke dalam anjuran peraturan Universitas Negri Malang. Hal ini
merupakan tindakan preventif agar dapat diterima oleh mahasiswa Univeritas Negri
Malang.

Di Nanggroe Aceh Darussalam, terdapat peraturan bahwa perempuan harus


menggunakan hijab sebagai langkah menjaga diri para perempuannya. Program ini
juga menjadi peraturan pemerintah dan sejauh ini program ini cukup berhasil.

KESIMPULAN

Gagasan yang diajukan

Hijab Every Friday for Moslem in State University of Malang to Keep the Collage
Moslem merupakan program preventif untuk mahasiswi muslim Universitas Negri
Malang untuk membiasakan diri menggunakan hijab sehingga dirinya terjadi dari
lelaki yang suka menggoda perempuan. Dengan menggunakan hijab, akan banyak
manfaat yang diterima oleh mahasiswi tersebut.

Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan

Implementasi program ini dilakukan dengan teknis berikut :

1. KKM III memberikan pengajuan program Hijab Every Friday for Moslem in
State University of Malang to Keep the Collage Moslem kepada DPM untuk
ditindak lanjuti dan dipertimbangkan.
10

2. Memberikan pengarahan kepada Mahasiswi mengenai hijab dengan jalur


dakwah oleh BDM.

3. DPM sebagai pihak yang bertugas menyampaikan kepada mahasiswi


Universitas Negri Malang untuk menggunakan hijab khususnya pada hari
jum’at.

4. Mengundang wali murid untuk menyampaikan agar selalu mengawasi


anaknya dan menasehati serta memberikan contoh untuk berpakaian sesuai
dengan syariat Islam.

5. Melakukan evaluasi secara berkala atas aplikasi yang telah dilakukan.

Prediksi hasil yang akan diperoleh

Program ini mampu mengontrol mahasiswi agar berpakaian sesuai syariat dan
berkurangnya bahkan tidak ada lagi mahasiswi yang terjerumus pada godaan lelaki.
Dan juga diharapkan mahasiswi bisa nyaman dan menjadi terbiasa menggunakan
hijab pada kehidupan sehari-hari. Tercipta mahasiswi yang berkompeten dalam
bidang akademik maupun agama serta berakhlak mulia dan terhormat.