Anda di halaman 1dari 2

IDENTITAS KESENIAN

Nama Kesenian : Teater Banyu

Asal Kesenian : Universitas Sains Al-Quran

Alamat Kesenian : Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo

Pimpinan Kesenian : Sigit Brahmanto (Pimpro: Muhammad Ilyas)

Nomer telpon (WA) : 0822-1334-7071 / 0822-6452-7241

Durasi kesenian : 30 Menit

Jumlah Anggota :15 orang yang main,

Pemain (Sebagai) : Muhammad Iqbal Amar (sebagai ayah), Diana Wulandari (sebagai ibu), Muhammad

Landung (sebagai anak), Milatul Umroh dan Budi Al-Baghdadi (sebagai penghasut), Adin Al-fath dan

Muhammad munir (sebagai pembujuk), Arief Dermawan dan Nur Chamid (sebagai guru)

Ayo mondok nak

Orang tua yang mana yang tidak ingin anaknya menjadi berguna dunia dan akhirat, pintar dan bisa

mengamalkan ilmu umum dan agama baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Nak, Ayo mondok nak,

Pemusik (Sebagai) : Muhammad Adib dan Setiawan Andi (sebagai pemegang gamelan), Andika Respeti
(sebagai pemegang Kendang) Ari Kurniawan (sebagai pemegang gitar) Muhammad Nasrul Faizun ( sebagai
pemegang gong)
Diskripsi Kesenian : Teater Banyu, sebuah lembaga badan otonom PMII Wonosobo, yang diinisiasi oleh tiga
orang yaitu, Muhammad Amin, Ibnu Ngakil, Abas Zahrotin. Melalui diskusi panjang, yang kemudian di
resmikan pada tanggal 12 Agustus 2012. Bertujuan sebagai wadah untuk kader-kader PMII Wonosobo
yang memiliki keterkaitan dan kecenderungan di ruang seni budaya dan sebagai jalan untuk
mengekspresikan gagasan-gagasan serta ide yang sesuai dengan medan perjuangan gerakan PMII yaitu
membentuk nalar, pikir, kritis, dan transformatif.

Perjalanan Teater Banyu sampai tahun 2017 ini sudah mengalami pergantian lurah selama beberapa kali,
yaitu dari Muhammad Amin sebagai lurah pertama yang kemudian di gantikan ke saudara Asep sebagai
urah kedua , Fahrudin Ahmad sebagai lurah ketiga, Mahmud Nawawi sebagai lurah keempat, Taufiq
Hidayatullah sebagai lurah kelima, saudara Muhammad Fakhruri ke enam, dan sekarang saudara Sigit
Brahmanto. Proses berkarya Teater Banyu pada periode awal, sering pntas di luar kota. Seperti
Temanggung, Kebumen, Pekalongan, Pati, Magelang, Cilacap, Jogja, Purworejo dan Surabaya serta kota lain
yang ada relasi teaternya. Selain itu juga sering melakukan pementasan di dalam kota, pementasan lebih
banyak menerima undangan dari pemerintah ataupun masyarakat dan juga pentas ke pelosok-pelosaok
desa untuk menghibur masyarakat pinggiran yang jauh dari pusat kota. Selain melakukan pementasan,
teater banyu juga aktif melakukan pendampingan pada sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA di
Wonosobo.