Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KELOMPOK

AKUNTANSI SYARIAH

Disusun Oleh:
Indira Marsha 01031381621121
M.Fadly Assiddiqie 01031381621234
Nadra Karmeylia 01031381621146
Rentika Damara 01031381621232
Tiara Aulia Melinda 0103138161195
Yolanda Febiola 01031381621238
Yuzi Amelia Rizani 01031381621237

Universitas Sriwijaya
Fakultas Ekonomi
Akuntansi
2017/2018
Bab 1
Tinjauan Umum tentang Sistem Hukum Ekonomi Islam
A. Pengertian sistem hukum ekonomi islam
Menurut CFG.Sunaryati, hokum ekonomi adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan
keputusan-keputusan hukum yang secara khusus mengatur kegiatan-kegiatan ekonomi.
Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa pengertian hukum ekonomi yaitu
keseluruhan asas, kaidah, pranata,dan lembaga baik yang bersifat perdata maupun yang
bersifat publik yang mengatur dan mengarahkan tata perekonomian suatu Negara.

B. Fungsi hukum terhadap pembangunan ekonomi


Adapun sebagai berikut:
1. Pembangunan hukum yang merupakan bagian dari pembangunan kehidupan social
masyarakat secara keseluruhan tidak terlepas dari hubungan dengan permasalahan
hukum.
2. Hukum berfungsi untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum
dalam pembangunan ekonomi.
3. Ketentuan-ketentuan hukum berfungsi untuk mengatur dan membatasi berbagi
kegiatan ekonomi dengan harapan pembangunan ekonomi tidak mengabaikan hak-
hak dan kepentingan masyarakat.

C. Posisi sistem hukum ekonomi islam


Hukum muamalah dalam literature keislaman terinci kepada:
1. Hukum muamalah, yaitu ketentuan yang mengatur hubungan manusia mengenai
harta benda dan segala hak milik yang berupa materi termasuk bentuk-bentuk hak
dan kewajiban masing-masing hubungan tersebut.
2. Hukum munakahat, yaitu peraturan yang mengatur hubungan sesame manusia yang
berhubungan dengan kebutuhan biologis,hak dan kewajiban suami istri,
keharmonisan keluarga, perceraian, dan sebagainya.
3. Hukum al-mirats, yaitu yang berkaitan dengan harta benda yang disebabkan
kematian.
4. Hukum jinayat, yaitu hukum yang berhubungan dengan jiwa akal dan kehormatan
manusia.
5. Hukum politik, yaitu hukum yang berhubungan dengan kenegaraan dan
pengaturannya.

D. Ruang lingkup hukum ekonomi islam


Menurut UU No.3 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No.7 tahun 1989 tentang
peradiln agama, ruang lingkup hukum ekonomi islam meliputi:
1. Bank syariah
2. Lembaga keuangan mikro syariah
3. Asuransi syariah
4. Reasuransi syariah
5. Reksadana syariah
6. Obligasi syariah dan surat berjangka menengah syariah
7. Sekuritas syariah
8. Pembiayaan syariah
9. Pegadaian syariah
10. Dana pensiun lembaga keuangan syariah
11. Bisnis syariah
Bila diperhatikan, ruang lingkup hukum ekonomi islam yang terdapat dalam
kompilasi hukum ekonomi syariah meliputi:
1. Subjek hukum dan amwal
2. Tentang akad, meliputi:
a. Asas akad
b. Rukun,syarat,kategori hukum,’aib,akibat, dan manfaat akad
c. Ba’i
d. Akibat ba’i
e. Syirkah
f. Mudharabah
g. Muzara’ah dan musaqah
h. Khiyar
i. Ijarah
j. Kafalah
k. Hawalah
l. Rahn
m. Wadi’ah
n. Goshb dan itlaf
o. Wakalah
p. Shulhu
q. Pelepasan hak
r. Ta’min
s. Obligasi syariah mudharabah
t. Pasar modal
u. Reksadana syariah
v. Sertifikat bank Indonesia syariah (SBI Syariah)
w. Obligasi syariah
x. Pembiayaan multi jasa
y. Qardh
z. Pembiayaan rekening Koran syariah
aa. Pembiayaan rekening korban syariah
3. Zakat
4. Hibah
5. Akuntasi syariah.
Bab 2
Sistem Ekonomi Islam
A. Pengertian sistem ekonomi islam
Menurut pakar ekonomi islam yang dimaksud dengan ekonomi islam adalah kegiatan
ekonomi yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunah. Adapun menurut M.Ismail
Yusanto dan M.Arif Yunus, yaitu yang Pertama, ekonomi islam adalah ekonomi yang
berdasarkan nilai-nilai ajaran islam. Kedua, ekonomi islam adalah sistem ekonomi yang
menyangkut peraturan kegiatan ekonomi dalam masyarakat berdasarkan cara atau
metode islam. Ketiga, ekonomi islam adalah “Perekonomi Islm” atau mungkin lebih
tepat “Perekonomian Dunia Islam”.

B. Sumber hukum sistem ekonomi islam


1. Al-Quran
Adalah sumber pertama dan utama ekonomi islam didalamnya terdapat hal ihwal
yang berkaitan dengan ekonomi dan juga hukum-hukum yang berkaitan tentang
ekonomi, meliputi:
a. Ayat tentang haramnya riba dan halalnya jual beli
b. Perintah mencatat atau pembuktian yang baik masalah utang-piutang
c. Perintah memenuhi akad
d. Dan lain sebaginya.
2. As-Sunah
Adalah sumber dana kedua dalam perundang-undangan islam didalamnya terdapat
khazanah aturan perekonomian isla.
a. Hadis yang memerintah untuk menjaga dan melindungi harta
b. Hadis yang menjelaskan jenis-jenis harta yang menjadi milik umum dan
kepentingan umum
c. Hadis yang menerangkan larangan menipu
d. Dan lain-lain.
3. Ijtihad
a. Kitab-kidab fikih,baik bersifat umum
b. Fatwa tentang ekonomi islam
c. Putusan pengadilan agama
d. Taqnin
e. Peraturan
f. PERMA
g. Dan lain-lain.

C. Ekonomi islam antara sistem dan ilmu pengetahuan


Dalam definisi umum, sistem merupakan keseluruhan yang kompleks,yakni suatu
susunan hal atau bagian yang saling berhubungan sedangkan ilmu adalah pengetahuan
yang dirumuskan secara sistematis. Dengan demikian, sistem ekonomi merupakan
bagian dari sistem penataan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan cara pandang
atau ideology tertentu.
D. Sistem ekonomi islam antara suatu ilmu pengetahuan yang normatif dan
postif
Menurut pengertian umum, ilmu ekonomi positif mempelajari problem-problem
ekonomi seperti apa adanya. Sedangkan ilmu ekonomi normative mempersoalkan
berbagaimana seterusnya sesuatu itu. Menurut MA.Manan aspek-aspek normative dan
positif dalam ekonomi islam slaing berkaitan erat, Sehingga setiap usaha untuk
memisahkan akan berakibat menyesatkan dan tidak produktif.

E. Pardigma sistem ekonomi islam


Menurut Thomas Khun sebagaimana dikutif oelh Ahmad Ridwan adalah kerangka
referensi atau pandangan dunia yang menjadi dasar keyakinan atau pijakan suatu teori.
Dengan pengertian ini, Paradigma sistem ekonomi islam yaitu sebagi berikut:
1. Prinsip (al mabda’)
2. Dasar (al-asas)
a. Kepemilikan sesuai syariah
b. Pemanfataan kepemilikan sesuai syariah
c. Distribusi kekayaan kepada msyarakat melalui mekanisme syariah

F. Prinsip-prinsip ekonomi islam


Secara garis besas sebagai berikut:
1. Dalam ekonomi islam berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian
atau titipan Tuhan kepada manusia.
2. Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam bats-batas ketentuan, termasuk
kepemilikan alat produksi dan fakta produksi.
3. Kekuatan penggerak utama ekonomi islam adalah kerja sma seorang muslim.
4. Pemilikan kekayaan pribadi harus berperan sebagai capital produksi yang akan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5. Islam menjamin kepemilikan pribadi masyarakat dan penggunaannya direncanakan
untuk kepentingan orang banyak
6. Orang muslim harus beriman kepada Allah dan hari akhir.
7. Orang musim yang kekayaannya melebihi tingkat tertentu diwajibkan membayar
zakat.
8. Islam melarang setiap pembayaran Bunga atas berbagai bentuk pinjaman.
Menurut Sjaechul Hadi Poernomo dikutip oleh Abd. Shomad beberapa prinsip ekonomi
islam yaitu:
1. Prinsip keadilan
2. Prinsip al-ihsan
3. Prinsip al-mas’uliyah
4. Prinsip al-kifayah
5. Prinsip keseimbangan
6. Prinsip kejujuran dan kebenaran.

G. Karakteristik sistem ekonim islam


Menurut Yusuf Qardhawi, karakeristik sistem ekonomi islam yaitu:
1. Ekonomi ilayah : bertujuan mencari rida Allah
2. Ekonomi akhlak : antara ekonomi dan akhlak tidak pernah terpisah
3. Ekonomi kemanusiaan : bertujuan merealisasikan “kehidupan yang baik”
4. Ekonomi pertengahan : pertengahan yang adil merupakan roh ekonomi islam.
Menurut Veithzal Rivai dan Andi bukhari yaitu:
1. Harta kepunyaan Allah dan manusia merupakan khalifah atas harta
2. kesimbangan antara kerohanian dan kebenaran
3. ekonomi terikat dengan akidah,syinah,dan moral
4. kebebasan individu dijamin dalam islam
5. Negara diberi wewenang turut campur dalam perekonomian
6. Bimbingan konsumsi
7. Pertunjukan investasi
8. Zakat
9. Larangan riba.

H. Konsep ekonomi islam


1. Konsep tauhid
Menjelaskan tentang keesaan Allah, yaitu bagaiman hubungan manusia dengan
Allah serta hubungan manusia dengan sesamanya dan alam sekitarnya, semua mesti
sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetakan Allah.
2. Konsep Rububiyyah
Menjelaskan bahwa peraturan yang telah ditetapkan Allha bertujuan untuk
memelihara dan menjaga kehidupan manusia kearah kesempurnaan dan
kemakmuran.
3. Konsep Khalifah
a. Menjaga hak masyarakat yang berhubungan dengan kepemimpinan pribadi
b. Memberikan sebagian hak milik kepada hak yang berhak
4. Konsep Tazkiyah
Merupakan konsep yang membentuk kesucian jiwa dan ketinggian akhlak.

I. Nilai-nilai perekonomian islam


1. Perekonomian masyarakat luas bukan hanya masyarakat muslim
2. Kedilan dan persaudaraan menyeluruh
Keadilan dalam sistem hukum islam memiliki implikasi sebagi berikut:
a. Keadilan social
b. keadilan ekonomi
c. keadilan distribusi pendapatan
d. kebebasan individu dalam konteks kesejahteraan social.

J. Nilai instrumen ekonomi islam


Menurut AM.Saefuddin, ada 5 instrumen:
1. Zakat
2. Pelarangan riba
3. Kerja sama ekonomi
a. Akad musyarakah
b. Akad mudharabah
4. Jaminan social
a. Dana non sumbangan
b. Dana sumbangan
5. Peranan Negara

K. Ciri-ciri ekonomi islam


Menurut MA.Muanan, yaitu:
1. Kerangka kerja social islam berpad antara pemerintah,masyarat,dan individu.
2. Kepemilikan perorangan bersifat relatif sedangkan kepemilikan sah hanya kepada
Allah.
3. Impelementasi zakat dan penghapusan riba.

L. Dasar-dasar ekonomi islam


1. Mengatur hak milik (baik secara umum dan individu).
2. Kebebasan ekonomi bersyarat.
3. At-tafakur Al-ijtima’I (kebebasan dalam menanggung suatu kebaikan).

M. Manfaat ekonomi islam


1. Mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah,sehingga islamnya tak lagi
parsial.
2. Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah,asuransi syariah,reksadana
syariah,pengadaian syariah, dan atau baitul maal wat tamul mendapatkan
keuntungan didunia dan diakhir.
3. Praktik ekonomi sorang muslim yang berdasarkan syariah islam bernilai ibadah
karena telah mengamalkan syariat Allah SWT.
4. Mengamalkan ekonomi syariah memalui lembaga keuangan syariah.
5. Mengamalkan ekonomi syariah dengan menjadi nasabah bank syariah.
6. Mengamalkan ekonomi syariah berarti mendukung grakan amar ma’ruf nahi
munkar, sebab dana yang terkumpul tersebut hanya boleh dimanfaatkan umum
usaha-usaha atau proyek-proyek halal.

N. Filsafat ekonomi islam


3 asas pokok sebagai berikut:
1. Asas yang menjelaskan bahwa dunis dengan seluruh isinya termasuk alam semesta
adalah milik Allah SWT dan berjalan menurut kehendaknya.
2. Asas yang menjelaskan bahwa Allah SWT menurupakan pencipta semua makhluk
hidup yang ada didalam semesta ini.
3. Asas yang menjelaskan bahwa iman kepada hari kiamat akan memengaruhi pola
pikir dan tingkah laku ekonomi menurut horizontal waktu.

O. Struktur sistem ekonomi islam


1. Sector syari atau sector pemerintah
2. Sector tijari atau sector swasta
3. Sector ijtima’I atau sector kebajikan
P. Mazhab ekonomi islam
1. Mazhab iqtishaduna
2. Mazhab mainstream
3. Mazhab alternative-kritis

Q. Metedologi ekonomi islam


Menurut M.Ahmad Al-Zarqa sebagai beikut:
1. Persumtions and idea (ide dan prinsip dasar edari ekonomi islam)
2. Nature of value judgement (pendekatan nilai hukum islam)
3. Positive part of economics science (realitas ekonomi dan bagaimana kosep hukum
islam dapat diaplikasikan dalam kondisi nyata atau rill).

R. Faktor-faktor ekonomi islam


1. Factor produksi
a. Tanah
b. Tenaga kerja
c. Modal
d. Organisasi
2. Factor konsumsi
a. Prinsip keadilan
b. Prinsip kebersihan
c. Prinsip kesedehanaan
d. Prinsip murah hati
e. Prinsip moralitas
3. Factor sirkulasi
4. Factor distribusi
a. Nilai kebebasan
b. Nilai keadilan

S. Tujuan sistem ekonomi islam


1. Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok
2. Keadilan dalam peranan serta ekonomi
3. Stabilitas ekonomi dan pertumbuhan

T. Etika ekonomi islam


Etika sebagai ajaran baik buruk,benar salah, atau ajaran tentang moral khususnya dalam
perilaku dan tindakan-tindakan ekonomi bersumber utama dari ajaran agama. Itulah
sebabnya banyak ajaran dalam paham ekonomi barat menunjukan kitab injil dan etika
ekonomi yahudi banyak menunjukan kepada taurat. Dengan demikian ekonomi islam,
termuat dalam lebih dari seperlima ayat-ayat yang dimuat dalam Al-Quran.

U. Perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional


Perbedaan ekonomi konvensional dan ekonomi islam secara ringkat dapat dibaca tabel
berikut:
No. Issu Islam Konvensional
1. Sumber Al-Quran Daya pikir manusia
2. Motif Ibadah Rasioanal materialism
3. Paradigma Syariah Pasar
4. Fondasi dasar Muslim Manusia ekonomi
5. Landasan filosofi Falah Ulitiration individualsm
6. Harta Pokok kehidupan Asset
7. Investasi Bagi hasil Bunga
8. Distribusi kekayaan Zakat, infak, shadaqah, hibah, Pajak dan tunjangan
hadiah, wakaf,dan warisan
9. Konsumsi-produksi Mushlahah,kebutuhan,dan Egoism, materialism, dan
kewajiban rasionalism
10. Mekanisme pasar Bebas dan dalam pengawasan Bebas
11. Pengawasan pasar Al-Hisbah NA
12. Fungsi Negara Pinjaman kebutuhan minimal Penentu kebijakan melalui
dan pendidikan pembinaan departemen-departemen
melalui baitul mal
13. Bangunan ekonomi Bercorak perekonomian rill Dikotorisektoral yang sejajar
ekonomi rill dan moneter.
V. Perkembangan pemikiran sistem ekonomi islam
1. Pemikiran ekonomi islam pada masa rasulullah saw.
2. Pemikiran ekonomi islam pada masa khulafaur rasyidin.
3. Pemikiran ekonomi islam pada masa tabit tabi’in
a. Ekonomi islam periode awal s/d 450 H (1058 M)
b. Ekonomi islam periode kedua (1058-1446 M)
c. Ekonomi islam periode ketiga (1446-1931 M)
4. Pemikiran ekonomi islam kontemporer
a. Tahap komporasi
b. Tahap konseptualisasi
c. Tahap institusional

W. Perangkat hukum sistem ekonomi islam Indonesia


1. Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang perbankan
2. Peraturan Pemerintah No.71 tahun 1992 tentang bank berdasarkan hasil
3. Peraturan Pemerintah No.73 tahun 1992 tentang bank perkreditan rakyat
berdasarkan bagi hasil
4. UU No.10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang no.7 tahun 1992
tentang perbankan
5. UU No.21 tahun 2008 tentang perbankan syariah
6. UU No.19 tahun 2008 tentang surat berharga syariah Negara
7. Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 2 tahun 2008 tentang komplikasi
hukum ekonomi syariah.