Anda di halaman 1dari 5

HIPOGLIKEMIA PADA NEONATUS

A. PENGERTIAN
Hipoglikemia pada neonatus didefinisikan sebagai kondisi dimanaglukosa plasma di
bawah 30 mg/dL (1.65 mmol/L) dalam 24 jam pertamakehidupan dan kurang dari 45
mg/dL (2.5 mmol/L) setelahnya (Cranmer,2013)
Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa serum secara signifikan lebih rendah
daripada rentang pada bayi normal dengan usia postnatal yang sesuai. Walaupun
hipoglikemia dapat terjadi dengan gejala neurologis, seperti letargi, koma, apnea,
seizure atau simpatomimetik, seperti pucat, palpitasi, diaforesis, yang merupakan
manifestasi dari respon terhadap glukosa, banyak neonatus dengan serum glukosa
rendah menunjukkan tanda hipoglikemia nonspesifik (Kliegman et al, 2011)
B. ETIOLOGI
Penyebab Hipoglikemi pada Neonatus :
a. Menurunnya pembentukan glukosa pada bayi kecil masa kehamilan (KKMK),
b. Hiperinsulinemia,
c. Defisiensi Glukagon,
d. Peningkatan kecepatan pemakaian glukosa,
e. Pemantauan dan terapi hipoglikemia pada neonatus
C. MANIFESTASI KLINIS

Neonatus Anak-anak
Gemetar Pusing
Brisk Moro Reflex Keringat Berlebih
Letargi Kelaparan
Kesulitan Makan Gelisah
Iritabilitas Bingung
Hipotermia Letargi
Respiratory Distress Kesulitan Makan
Apnea Iritabilitas
Bradikardi Kejang
Kejang Koma
Koma Sudden Death
Sudden Death
Asimptomatik
D. PATHWAYS

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a) Hasil Lab : Pemeriksaan glukosa darah
b) Pemeriksaan yang lain adalah: Beta hidroksi butirat, asam laktat, asam lemak
bebas, asam amino (kuantitatif) dan elektrolit (untuk melihat anion gap).
c) Pemeriksaan hormonal: insulin, kortisol, hormon pertumbuhan.
d) Pemeriksaan faal hepar.
e) Pemeriksaan urin: keton dan asam amino (kuantitatif).
F. PENGKAJIAN
Data dasar yang perlu dikaji adalah :
1) Keluhan utama : sering tidak jelas tetapi bisanya simptomatis, dan lebih sering
hipoglikemi merupakan diagnose sekunder yang menyertai keluhan lain
sebelumnya seperti asfiksia, kejang, sepsis.
2) Riwayat :
- ANC
- Perinatal
- Post natal
- Imunisasi
- Diabetes melitus pada orang tua/ keluarga
- Pemakaian parenteral nutrition
- Sepsis
- Enteral feeding
- Pemakaian Corticosteroid therapi
- Ibu yang memakai atau ketergantungan narkotika
- Kanker
3) Data fokus
Data Subyektif:
- Sering masuk dengan keluhan yang tidak jelas
- Keluarga mengeluh bayinya keluar banyaj keringat dingin
- Rasa lapar (bayi sering nangis)
- Nyeri kepala
- Sering menguap
- Irritabel
Data obyektif:
- Parestisia pada bibir dan jari, gelisah, gugup, tremor, kejang, kaku,
- Hight—pitched cry, lemas, apatis, bingung, cyanosis, apnea, nafas cepat
irreguler, keringat dingin, mata berputar-putar, menolak makan dan koma
- Plasma glukosa < 50 gr/%
G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Resiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang rendah
seperti, gangguan mental, gangguan perkembangan otak, gangguan fungsi saraf
otonom, koma hipoglikemi
b. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh
c. Resiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan
peningkatan pengeluaran keringat
d. Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan hipoglikemi pada otot.
H. INTERVENSI KEPERAWATAN
a. Resiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang rendah
seperti, gangguan mental, gangguan perkembangan otak, gangguan fungsi saraf
otonom, koma hipoglikemi
Rencana tindakan:
1. Cek serum glukosa sebelum dan setelah makan
2. Monitor : kadar glukosa, pucat, keringat dingin, kulit yang lembab
3. Monitor vital sign
4. Monitor kesadaran
5. Monitor tanda gugup, irritabilitas
6. Lakukan pemberian susu manis peroral 20 cc X 12
7. Analisis kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan hipoglikemi.
8. Cek BB setiap hari
9. Cek tanda-tanda infeksi
10. Hindari terjadinya hipotermi
11. Lakukan kolaborasi pemberian Dex 15 % IV
12. Lakukan kolaborasi pemberian O2 1 lt – 2 lt /menit
b. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh
Rencana tindakan
1. Lakukan prosedur perawatan tangan sebelum dan setelah tindakan
2. Pastikan setiap benda yang dipakai kontak dengan bayi dalam keadaan
bersih atau steril
3. Cegah kontak dengan petugas atau pihak lain yang menderita infeksi
saluran nafas.

4. Perhatikan kondisi feces bayi


5. Anjurkan keluarga agar mengikuti prosedur septik aseptik.
6. Berikan antibiotik sebagai profolaksis sesuai dengan order.
7. Lakukan pemeriksaan DL, UL, FL secara teratur.
c. Resiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan
peningkatan pengeluaran keringat
Rencana Keperawatan :
1. Cek intake dan output
2. Berikan cairan sesuai dengan kebutuhan bayi /kg BB/24 jam
3. Cek turgor kulit bayi
4. Kaji intoleransi minum bayi
5. Jika mengisap sudah baik anjurkan pemberian ASI
d. Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan hipoglikemi pada otot.
Rencana keperawatan :
1. Bantu pemenihan kebutuhan sehari-hari
2. Lakukan fisiotherapi
3. Ganti pakaian bayi secara teratur dan atau jika kotor dan basah.

DAFTAR PUSTAKA

Rudolph AM, Hoffman JIE, Rudolph CD. 1996. Rudolph's Pediatrics.hypoglycemia in infant
and children. Edisi ke-20. California : Prentice Hall International Inc.
Susanto, Rudy. 2007. Hipoglikemia Pada Bayi dan Anak. Semarang : Bagian IKA FK
Universitas Diponegoro. RS.Kariadi.. PKB Palembang.
USAID Indonesia. 2000. Hipoglikemia Pada Neonatus. Asuhan Neonatus Esensial. Edisi
Pertama. Jakarta : DepKes.
Cranmer,H. 2013. Neonatal Hypoglycemia. Emedicine Medscape
Kliegman, Robert M, et al. 2011. Nelson Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : EGC Kedokteran
Lucille Packard Children’s Hospital at Stanford. 2013. Hypoglycemia in the Newborn