Anda di halaman 1dari 197

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SMK MUHAMMADIYAH 1 KALIREJO LAMPUNG TENGAH TAHUN 2017

Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Skripsi
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Oleh
FITRIA FADLILA
NPM : 1111010023
Jurusan : Pendidikan Agama Islam

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 1438 H / 2017 M

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SMK MUHAMMADIYAH 1 KALIREJO LAMPUNG TENGAH TAHUN 2017

Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Skripsi
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Oleh
FITRIA FADLILA
NPM : 1111010023
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Pembimbing I
: Dr. Imam Syafe’i, M.Ag
Pembimbing II : Drs. Risgiyanto, M.Pd

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 1438 H / 2017 M

ABSTRAK

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SMK MUHAMMADIYAH 1 KALIREJO LAMPUNG TENGAH

Oleh:

FITRIA FADLILA
FITRIA FADLILA

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran fiqih yang saat ini masih menggunakan media pembelajaran yang kurang sesuai, monoton dan belum mengikuti perkembangan tekhnologi. Padahal media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah salah satu faktor penunjang dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk mewujudkan timbulnya motivasi belajar tersebut, maka penggunaan media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting, yang dalam hal ini media tersebut merupakan media power point yang telah diterapkan di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan penggunaan media power point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi, dan peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat pengumpul data yang penulis gunakan adalah angket sebagai metode utama untuk mengumpulkan data tentang penggunaan media power point dan motivasi belajar siswa, disamping interview dan dokumentasi sebagai metode penunjang atau pelengkap. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 siswa dari jumlah populasi 108 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah. Dari hasil penelitian tentang penggunaan media power point dan motivasi belajar siswa dapat dikemukakan bahwa analisa korelasi dengan menggunakan Product Moment (r xy ) diperoleh r = 0,68. Hal ini menunjukkan bahwa antara penggunaan media power point (variabel X) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y) terdapat korelasi yang kuat/tinggi. Adapun kontribusi penggunaan media power point (variabel X) terhadap motivasi belajar siswa (variabel Y) diketahui 46,24% hubungan penggunaan media power point terhadap motivasi belajar siswa. Atau dengan pengertian bahwa pengaruh penggunaan media power point terhadap motivasi belajar siswa sebesar 46,24%, sedangkan sisanya 53,76% dipengaruhi oleh faktor lain.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat menjadi masukan atau saran terhadap sekolah, khususnya kepada guru mata pelajaran fiqih untuk meningkatkan penggunaan media power point sebagai salah satu media pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar di kelas maupun di luar kelas.

ii

M O T T O

   

manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq: 4 – 5).
manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq: 4 – 5).

Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada

v

PERSEMBAHAN

Skripsi ini ku persembahkan kepada kedua orang tuaku Bapak Drs. Hamzah

dan Ibu Siti Asiyah, S.Pd.I, mertuaku Bapak Samsudin dan Ibu Saminah, suamiku

tercinta Muhammad Yusuf, S.Pd.I, kakak kandungku Ramadhani Fadly, S.Kom, adik

Yusuf, S.Pd.I, kakak kandungku Ramadhani Fadly, S.Kom, adik kandungku Ahmad Fadlil Faruqi dan Fadlan Azmy Hamzah,

kandungku Ahmad Fadlil Faruqi dan Fadlan Azmy Hamzah, kakak kakak iparku

Siti Hadijah, Indra Jaya, S.E, Suhani, Ahmad Rifa’i, Siti Rohana, Dody Viktor Joan

dan adik iparku Nur Syamsiah, S.Sy, keponakan-keponakanku Ibnu Habil Mubarok,

Arif Maulana, Nabila Qanita Ramadhani dan Alifah Nadila Humairah yang telah

memberikan dukungan, semangat, motivasi, kasih sayang yang tulus yang tiada henti-

hentinya serta ikut membantu dalam pembuatan skripsi ini dari awal hingga akhir.

vi

RIWAYAT HIDUP

Fitria Fadlila dilahirkan di Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi

Lampung pada tanggal 18 Maret 1993. Anak ke dua dari empat bersaudara dari

18 Maret 1993. Anak ke dua dari empat bersaudara dari pasangan bapak Drs. Hamzah dan Ibu

pasangan bapak Drs. Hamzah dan Ibu Siti Asiyah, S.Pd.

Pendidikan sekolah dasar ditempuh di SD Negeri 1 Kalirejo Kecamatan

Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah yang diselesaikan pada tahun 2005. Kemudian

melanjutkan ke sekolah menengah pertama di tempuh di MTs Al-Muhsin Metro

Kota Metro yang diselesaikan pada tahun 2008. Sedangkan pendidikan sekolah

menengah atas di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo dan diselesaikan pada tahun

2011.

Kemudian pada tahun 2011 meneruskan pendidikan S1 ke Perguruan Tinggi

Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut

Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung di Provinsi lampung. Penulis

juga aktif di organisasi Tapak Suci IAIN Raden Intan Lampung pada periode 2011-

2015 di IAIN Raden Intan Lampung.

Kalirejo, 24 Desember 2016 Penulis

Fitria Fadlila

vii

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena

Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih kepada : 1. Keguruan IAIN Raden Intan Lampung.
Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih kepada :
1.
Keguruan IAIN Raden Intan Lampung.
2.
dalam penyusunan skripsi ini.
3.
skripsi ini.
4.

walaupun mungkin masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan.

berkat taufik, hidayah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini,

Bapak Dr. H. Chairul Anwar, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Bapak Dr. Imam Syafe’i, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama

Islam IAIN Raden Intan Lampung, sekaligus sebagai pembimbing 1

Bapak Drs. Risgiyanto, M.Pd. sebagai pembimbing II dalam penyusunan

Bapak Ismail, S.E.,M.M selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah I

Kalirejo Lampung Tengah, yang telah memberi izin kepada penulis untuk

mengadakan penelitian dan membantu dalam pengumpulan data yang

diperlukan untuk penyusunan skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen IAIN Raden Intan Lampung yang telah memberi

bekal pengetahuan, kemampuan dan pengalaman yang berguna sebagai

penunjang dalam penyusunan skripsi ini.

viii

6. Keluarga

Besar

(Almarhum).

K.H

Syaifuddin

(Almarhum)

dan

Ummi

Kulsum

7. Sahabat kecilku hingga sekarang Maziyyatun Niswah dan Via Carollina.

8. Almamater Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung.

setimpal disisi Allah SWT. Fitria Fadlila
setimpal disisi Allah SWT.
Fitria Fadlila

Semoga amal baik yang telah diberikan itu mendapat balasan yang

Kalirejo, 24 Desember 2016 Penulis

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ABSTRAK

HALAMAN

PERSETUJUAN

PENGESAHAN ISI TABEL GAMBAR LAMPIRAN I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul B. Latar Belakang Masalah C.
PENGESAHAN
ISI
TABEL
GAMBAR
LAMPIRAN
I
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
B. Latar Belakang Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
2. Manfaat Penelitian

HALAMAN

MOTTO PERSEMBAHAN RIWAYAT HIDUP

KATA PENGANTAR

DAFTAR

DAFTAR

DAFTAR

DAFTAR

BAB

BAB

II

LANDASAN TEORI

A. Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Pembelajaran

2. Fungsi Media Dalam Proses Belajar Mengajar

3. Jenis Dan Karakteristik Media Pembelajaran

x

i

ii

iii

iv

v

vi

vii

viii

x

xiii

xiv

xv

1

2

11

11

11

11

12

13

15

20

B. Media Pembelajaran Power Point

1. Mengenal Menu menu Power Point

2. Mengaktifkan Dan Menjalankan Power Point

C. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi

2. Fungsi Motivasi 3. Pengertian Belajar 4. Tujuan Belajar 5. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi
2. Fungsi Motivasi
3. Pengertian Belajar
4. Tujuan Belajar
5. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Belajar
6. Pentingnya Motivasi Dalam Belajar
D. Karakteristik Mata Pelajaran Fiqih
E. Kerangka Berfikir
F. Hipotesis Penelitian
III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
1. Populasi Dan Teknik Pengambilan Sampel
2. Definisi Operasional Variabel
B. Metode Pengumpulan Data
C. Instrumen Penelitian
D. Teknik Analisis Data
1. Rumus Uji
Validitas
2. Uji
Rumus
Reliabilitas
3. Product Moment
Rumus

BAB

BAB

IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Tentang Lokasi Penelitian

27

28

31

33

34

36

37

41

45

47

49

51

55

57

58

59

60

62

62

62

63

64

66

1. Sejarah Singkat Berdirinya SMK Muhammadiyah

1 Kalirejo Lampung Tengah

2. Identitas Sekolah

3. Tujuan Sekolah

xi

66

68

69

4. Visi Dan Misi Sekolah

5. Ciri Khas Yang Menjadi Unggulan

6. Keadaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan

7.

8. Sarana Dan Prasarana

Keadaan Siswa

Data Variabel Penelitian B. Validitas C. Reliabilitas 9. Uji Uji D. Pengujian Hipotesis E. Pembahasan
Data Variabel Penelitian
B. Validitas
C. Reliabilitas
9.
Uji
Uji
D. Pengujian Hipotesis
E. Pembahasan
V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

BAB

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN - LAMPIRAN

xii

70

70

71

73

73

74

79

85

91

94

98

98

DAFTAR TABEL

Tabel

1

Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Akuntansi Di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah Jumlah Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Tahun

2 2016 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
2
2016
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel

Tabel 15

16

Tabel 17

Tabel

18

Tabel

Tabel

19

Interprestasi Nialai Koefisien Korelasi “r” Product Moment Data Pendidik (Guru) Data Tenaga Kependidikan Data Siswa Data Sarana Dan Prasarana Data Skor Angket Tentang Penggunaan Media Power Point Distribusi Skor Penggunaan Media Power Point Data Skor Angket Tentang Motivasi Belajar Siswa Distribusi Skor Motivasi Belajar Siswa Uji Validitas Instrumen Angket Variabel X (Penggunaan Media Power Point) 15 Sampel Korelasi Uji Validitas Soal Nomor 1 Uji Validitas Instrumen Angket Variabel Y (Motivasi Belajar Siswa) 15 Sampel Korelasi Uji Validitas Nomor 1 Uji Reliabilitas Angket Penggunaan Media Power Point Uji Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Siswa Tabel Kerja Untuk Mencari Korelasi Antara Variabel X Dan Variabel Y Interprestasi Nialai Koefisien Korelasi “r” Product Moment

xiii

8

58

65

71

72

73

73

75

76

77

78

79

79

82

82

85

88

91

94

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1

Skema Kerangka Pemikiran

54

DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Skema Kerangka Pemikiran 54 xiv

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Sampel Penelitian 103 Lampiran 2 Uji Validitas Instrumen Angket 104 Lampiran 3
Lampiran 1
Daftar Sampel Penelitian
103
Lampiran 2
Uji Validitas Instrumen Angket
104
Lampiran 3
Kisi – Kisi Angket
132
Lampiran 4
Lembar Angket
133
Lampiran 5
Pedoman Interview
137
Lampiran 6
Pengesahan Proposal
138
Lampiran 7
Pengesahan Skripsi
139
Lampiran 8
Permohonan Mengadakan Penelitian
140
Lampiran 9
Surat Keterangan Melaksanakan Penelitian
141
Lampiran 10
Materi Pelajaran Fiqih
142
Lampiran 11
Nilai-Nilai Kritis Koefisien Korelasi (r) Product Moment
150

xv

BAB I PENDAHULUAN Penegasan Judul a. Media siswa. 1 b. Power Point 2 komunikasi. c.

BAB I

PENDAHULUAN

Penegasan Judul a. Media siswa. 1 b. Power Point 2 komunikasi. c. Motivasi
Penegasan Judul
a. Media
siswa. 1
b. Power Point
2
komunikasi.
c. Motivasi

pengertian :

A.

Sebelum diuraikan lebih lanjut, terlebih dahulu penulis kemukakan tentang

Media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan pembelajaran dari

pengirim ke penerima pesan. Pengirim pesan dalam proses pembelajaran biasa

dikenal dengan sebutan guru dan penerima pesannya disebut dengan murid atau

Power point merupakan program aplikasi untuk merancang slide aplikasi. Saat

ini hasil perancangan tersebut dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk media

Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang

yang ditandai

dengan

munculnya

terhadap adanya tujuan. 3

feeling dan

didahului

dengan

tanggapan

1 Hidayatullah, Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Thariqi Press, 2012),h. 19

2 Osdirwan Osman, Microsoft Power Point Untuk Pemula, (Jakarta: Kriya Pustaka, 2011), h.1

3 Sardiman, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 73

1

2

d.

Belajar

Belajar

adalah

suatu

aktivitas

atau

suatu

proses

untuk

memperoleh

pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan

mengokohkan kepribadian. 4

e. Mata Pelajaran Fiqih berarti fiqih sama dengan pengertian syari’ah islamiyah. 5 Latar Belakang Masalah
e. Mata Pelajaran Fiqih
berarti fiqih sama dengan pengertian syari’ah islamiyah. 5
Latar Belakang Masalah

memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Fiqih merupakan pengetahuan tentang keagamaan yang mencakup seluruh

ajaran agama, baik berupa akidah (ushuliah) maupun amaliah (furu’iah). Ini

B.

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif

mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang

bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan

untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan.

Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan

Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kondisi yang dengan sengaja

diciptakan. Gurulah yang menciptakannya guna membelajarkan anak didik. Guru

yang mengajar dan anak didik yang belajar. Perpaduan dari kedua unsur manusiawi

ini maka lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan sebagai mediumnya.

4 Suyono dan Hariyanto, Belajar Dan Pembelajaran Teori Dan Konsep Dasar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), h. 9

5 Rachmat Syafe’i, Ilmu Ushul Fiqih, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), h. 19

3

Di sana semua komponen pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai

tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.

Sebagian

para

ahli

mengatakan

bahwa

mengajar

merupakan

kegiatan

menanamkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam diri anak didik. Yang mana

sebanyak-banyaknya dalam diri anak didik. Yang mana termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran. dalam hal ini

termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran.

dalam hal ini guru memegang peranan utama, sedangkan siswa tinggal menerima,

bersifat pasif. 6 Sehingga jelas bahwa yang harus mengaktifkan kegiatan belajar

mengajar di kelas adalah guru, dengan metode dan media yang tepat agar siswa

Sebagai seorang guru, sudah sepatutnya menyadari apa yang sebaiknya

dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan

anak didik ke tujuan. Di sini tentu saja tugas guru berusaha menciptakan suasana

belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik. Suasana

belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih

banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis. Anak didik

merasa gelisah ketika duduk berlama-lama di kursi mereka masing-masing. Kondisi

seperti ini tentu menjadi kendala yang serius bagi tercapainya tujuan pengajaran.

Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana

bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas.

Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu

dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya,

6 Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), h. 39.

4

tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berlainan.

Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik yang satu dengan yang

lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis. 7

Di samping itu juga dari pengalaman menunjukkan bahwa tidak semua

manusia. 8 Alternatif pemecahan masalah itulah yang nanti
manusia. 8
Alternatif
pemecahan
masalah
itulah
yang
nanti

yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

manusia baik potensi jasmani maupun potensi rohaninya (pikir, karsa, dan rasa)

berkembang sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu lahirlah pemikiran

manusia untuk memberikan alternatif pemecahan masalah terhadap perkembangan

potensi

seharusnya

diidentifikasi oleh guru sehingga menemukan titik terang dalam pemecahan masalah

Setiap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tentu memiliki tingkat

kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan

alat bantu, tetapi di lain pihak ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat

bantu berupa media pengajaran seperti globe, grafik, gambar, video, suara, dan

sebagainya. Bahan pelajaran dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar

diproses oleh anak didik. Apalagi bagi anak didik yang kurang menyukai bahan

pelajaran yang disampaikan itu.

Terlebih lagi jika para peserta didik dihadapkan dengan pendidikan agama,

seperti halnya mata pelajaran fiqih pada sekolah-sekolah. Tidak sedikit para siswa

7 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain , Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 1. 8 Prasetya, Filsafat Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 186.

5

akan merasa jenuh ketika cara penyampaian yang diberikan oleh guru terasa hambar

tanpa adanya variasi metode dan media yang digunakan.

Padahal sekarang ini kita hidup di zaman teknologi yang semakin maju

dengan

pesatnya,

dan

setiap

aktifitas

tak

pernah

terlepas

dari

yang

namanya

positif dari kemajuan teknologi sampai kini adalah bersifat itu dapat memudahkan sekaligus memfasilitasi
positif
dari
kemajuan
teknologi
sampai
kini
adalah
bersifat
itu
dapat
memudahkan
sekaligus
memfasilitasi
dalam
secara
optimal
di
sekolah-sekolah.
Padahal
salah
satu
cara

dipenetrasi. 9

teknologi, begitupun dalam dunia pendidikan. Sebagaimana kita ketahui bahwa

dampak

fasilitatif

(memudahkan). Memudahkan kehidupan manusia yang sehari-hari sibuk dengan

berbagai problema yang semakin rumit. Teknologi menawarkan berbagai macam

kesantaian dan kesenangan yang semakin luas, memasuki ruang-ruang dan celah-

celah kehidupan kita sampai yang remang-remang dan bahkan yang gelap pun dapat

Media power point yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa selama

ini dirasa belumditerapkan dengan optimal. Padahal media power point yang berbasis

teknologi

kegiatan

pembelajaran. Hal itu bisa dilihat ketika penggunaan media Power Point belum

untuk

diterapkan

meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu dengan pemilihan dan penggunaan media

pembelajaran yang tepat. Media power point dirasa sangat tepat untuk mengatasi

pembelajaran yang dirasa cukup membosankan bagi para siswa di dalam kelas,

karena media ini memberikan informasi secara audio visual sehingga siswa dapat

menyerap informasi dengan melihat, mendengar, dan merespon secara langsung

6

karena objek yang ditampilkan terlihat konkret (nyata). Ditambah lagi dengan

penyajian/presentasi power point yang variatif karena terdapat aplikasi gambar,

animasi,

sound,

dan

video

sehingga

membuat

proses

pembelajaran

tidak

menjenuhkan.

kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau
kekuatan,
dorongan,
kebutuhan,
semangat,
tekanan,
atau

sebagai

psikologis

prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.

Motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang-kadang diartikan

sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat) yang mengarahkan perilaku seseorang

untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan. Motivasi juga diartikan

mekanisme

yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai

Berdasarkan pengertian motivasi di atas dapat disimpulkan bahwa, motivasi

merupakan suatu dorongan yang timbul oleh adanya rangsangan dari dalam maupun

dari luar seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah laku/aktivitas

tertentu lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Menurut Sardiman di dalam bukunya yang berjudul interaksi motivasi belajar

mengajar bahwa indikator motivasi itu ada pada diri siswa sendiri, diantaranya ialah

sebagai berikut:

1. Tekun menghadapi tugas

2. Ulet dalam menghadapi kesulitan

3. Lebih senang bekerja sendiri

7

4. Menunjukkan minat dalam belajar 10

Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar

yang di tunjukkan oleh para siswa pada saat melasanakan kegiatan belajar mengajar.

Hal ini dapat dilihat dalam hal:

1. Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran 2. Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas berjalan 3.
1.
Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran
2.
Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas berjalan
3.
Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajar
4.
Reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru
5.
Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan 11

pelajaran fiqih mengatakan bahwa :

Berdasarkan hasil pra survey dengan Bapak Muttaqin, S.Pd.I guru mata

Proses belajar mengajar yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah selama ini masih terpusat kepada penggunaan media pembelajaran yang monoton dan tradisional, serta belum mengikuti perkembangan teknologi elektronik yang ada, sehingga pembelajaran terkesan monoton dan berakibat motivasi belajar siswa rendah. Gejala yang tampak seperti siswa malas mengerjakan tugas, mudah putus asa dalam mengerjakan tugas, kurangnya antusias siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, bolos dalam kegiatan belajar mengajar, dan siswa cenderung acuh, tidak memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan guru. 12

Berdasarkan wawancara tersebut jelas bahwa motivasi belajar siswa pada

mata pelajaran Fiqih masih rendah.Untuk menjelaskan tentang motivasi belajar siswa

pada pelajaran Fiqih yang diajarkan,maka objek penelitianya itu kelas XI Akuntansi

10 Sardiman, op.cit.,h. 83 11 Nana Sudjana, PenelitianHasil Proses BelajarMengajar, (Bandung: PT RemajaRosdakarya, 2009), h. 61 12 Muttaqin, Hasil Wawancara Pra Survey, Tanggal 5 Januari 2016

8

dengan jumlah 29 siswa. Berdasarkan obeservasi pra survey dengan jumlah 29 siswa

tersebut, maka penulis paparkan dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 1 Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Fiqih kelas XI Akuntansi di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah

NO Nama 1 2 3 4 1 ADEK LINDA NOVITA SARI √ √ 2 AMELIA
NO
Nama
1
2
3
4
1
ADEK LINDA NOVITA SARI
2
AMELIA NADIA PUTRI
3
ANGGUN RESTU SAPUTRI
4
AYU OKTAVIANI
5
BENI MULYO RAHARJO
6
DESI ANDRA WATI
7
DESI NOVITASARI
8
DIMAS SANDI ELVANDA
9
DINAR MAYLINDA
10
ENGGI PERMATASARI
11
FITRIANI
12
HIBZON MUDATON
13
IDA PURNAMI RAHAYU
14
INDAH SEPTIANA SARI
15
KHOFIFAH INDAR
PARAWANGSA
16
KOMARIYAH

9

17 MERIANA NUR SYAFITRI √ 18 NILA KURNIA RAHAYU √ √ 19 NOVI USRIATIN √
17
MERIANA NUR SYAFITRI
18
NILA KURNIA RAHAYU
19
NOVI USRIATIN
20
RIA MELANI
21
RIO RICANDRA
22
SAYU EVASANTI
23
SILVI AULIA
24
TRI HANDAYANI
25
VIVI NURTIANA
26
WIDIA AGUSTINA
27
YULIANTI
28
YUSTIKARANI CITRA SUCI
29
ZAENAL ARIFIN
10
8
9
11
JUMLAH
(34,48%)
(27,59%)
(31,03%)
(37,93%)
Sumber hasil observasi pada tanggal 5 Januari 2016 di SMK Muhammadiyah
1 Kalirejo
Keterangan:

1. Tekun menghadapi tugas

2. Ulet dalam menghadapi kesulitan

3. Lebih senang bekerja sendiri

4. Menunjukkan minat dalam belajar

10

Dari data obeservasi pra survey tersebut terlihat bahwa motivasi siswa kelas

XI Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah dalam mengikuti

pelajaran Fiqih tergolong rendah, terlihat dari siswa yang tekun menghadapi tugas

hanya 34,48%atau 10 siswa, ulet dalam menghadapi kesulitan hanya 27,59% atau 8

siswa, ulet dalam menghadapi kesulitan hanya 27,59% atau 8 siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

siswa, lebih senang bekerja sendiri hanya 31,03% atau 9 siswa, dan menunjukkan

minat dalam belajar hanya37,93%atau 11 siswa. Sehingga, keseluruhan peserta didik

belum termotivasi.

Dalam hal ini, yang menjadi faktor rendahnya motivasi belajar siswa pada

mata pelajaran Fiqih kelas XI Akuntansi di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo

Lampung Tengah adalah faktor media pembelajaran. Media Pembelajaran yang

digunakan selama ini adalah media pembelajaran yang tradisional, sehingga membuat

Terkait dengan permasalahan yang telah penulis paparkan di atas, melihat

berbagai kelebihan pada proses pembelajaran dengan menggunakan media power

point melalui pra survey dengan guru mata pelajaran fiqih, maka mendorong penulis

untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Penggunaan Media Power

Point Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih di SMK

Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah Tahun 2017. Dan obyek penelitian

ini penulis lakukan di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah.

11

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan, maka dapat

dirumuskan masalahnya sebagai berikut:“Apakah terdapat hubungan penggunaan

media power point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di SMK

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah. 2.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
di SMK Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah.
2. Manfaat Penelitian
a.
dan dapat meningkatkan sumber daya manusia.
b.
baik untuk meningkatkan usaha motivasi belajar siswa.

Muhammadiyah 1 Kalirejo Lampung Tengah?

D.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan

media power point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih

Bagi sekolah, penelitian ini dapat memberikan solusi alternatif dari

masalah pembelajaran yang ada, guna meningkatkan hasil pembelajaran

Bagi guru,agar dapat menggunakan media power point dengan tepat dan

c. Bagi siswa, untuk memberikan inovasi media pembelajaran kepada para

siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa.

d. Bagi peneliti, untuk mengetahui hubungan penggunaan media power

point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih, dan

diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Media Pembelajaran Mengingat adanya keberagaman karakteristik sasaran pendidikan yang dalam karakteristik harus
Media Pembelajaran
Mengingat adanya keberagaman karakteristik sasaran pendidikan yang dalam
karakteristik
harus
dibangun
menjadi
satu
kesatuan
yang
utuh
untuk
Dalam
konteks
pembelajaran
sebagai
komunikasi,
kedudukan
media
Bahkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,

A.

hal ini adalah siswa dan juga proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru, maka

semua

memenuhi kebutuhan siswa. Guru bertanggung jawab terhadap pengaturan proses

belajar mengajar yang bertujuan untuk mengarahkan penguasaan siswa terhadap

kompetensi yang diharapkan.

pembelajaran sebagai salah satu kawasan teknologi pembelajaran menjadi penting

sebagai perantara dan sumber untuk memberikan kemudahan belajar bagi para siswa.

Media pembelajaran yang baik adalah media yang perancangan, pemilihan, dan

pemanfaatannya sesuai dengan karakteristik tujuan, karakteristik peserta didik dan

karakteristik materi ajar yang dibelajarkan.

disebutkan bahwa guru sebagai agen pembelajaran dituntut memiliki seperangkat

kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi

12

13

profesional. 1 Kemampuan memahami, merancang, memilih dan menggunakan media

pembelajaran sebagai subsistem pembelajaran dan subsistem kompetensi pedagogik

merupakan keniscayaan bagi seorang guru sehingga terwujud proses pembelajaran

yang interaktif, inspiratif, menantang, menyenangkan, memotivasi siswa berperan

siswa terhadap kompetensi adalah penerapan teknologi 1. Pengertian Media Pembelajaran
siswa
terhadap
kompetensi
adalah
penerapan
teknologi
1. Pengertian Media Pembelajaran

diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

aktif, membangun kreativitas dan kemandirian belajar.

Salah satu lingkungan belajar yang sangat berperan dalam memudahkan

dalam

penguasaan

penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran sebenarnya merupakan alat

bantu yang dapat digunakan oleh guru dalam membantu tugas kependidikannya.

Media pembelajaran juga dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap kompetensi

yang harus dikuasai terhadap materi yang harus dipelajari, yang pada akhirnya

Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Beberapa hambatan yang dirasakan oleh para guru berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran, salah satunya adanya keterbatasan dalam merancang dan menyusun media pembelajaran serta belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membuat sebuah media. 2

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari

kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media

1 Rangkuman Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Guru dan Dosen Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005. h. 7. 2 Mulyanta dan Marlon Leong, Tutorial Membangun Multimedia Interaktif Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2009), h. 2.

14

adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. 3

Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau

penyalur pesan.

Bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat

diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. 4
diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang memungkinkan
siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. 4
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang
cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang
disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada siswa dapat disederhanakan
dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru
ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan
dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian, siswa lebih
mudah dalam mencerna bahan daripada tanpa bantuan media pembelajaran.
Banyak
batasan
yang
diberikan
orang
tentang
media.
Asosiasi
Teknologi
dan
Komunikasi
Pendidikan
(Association
of
Education
and
Communication Technology/AECT) di Amerika, membatasi media sebagai

segala

bentuk

dan

saluran

yang

digunakan

orang

untuk

menyalurkan

pesan/informasi. Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis

komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangya untuk belajar.

3 Arief S. Sadiman, et al., Media Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 6.

4 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 136.

15

Sementara itu Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang

dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya

yaitu buku, film, kaset, film bingkai dan lain-lain.

Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Apa pun batasan yang diberikan, ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. 5

sehingga mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. pengajaran. 2. Fungsi Media Dalam Proses Belajar
sehingga mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
pengajaran.
2. Fungsi Media Dalam Proses Belajar Mengajar

Dari beberapa definisi di atas, secara luas media pembelajaran dapat

diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan

pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa

Akhirnya, dapat dipahami bahwa media pembelajaran adalah alat

bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan berupa materi

pembelajaran dari guru kepada siswa dengan harapan materi pembelajaran

tersebut dapat dicerna oleh siswa dengan mudah guna mencapai tujuan

Belajar adalah suatu proses yang kompleks. Setiap orang memiliki

karakteristik yang berbeda dan mempunyai ciri-ciri tersendiri yang unik untuk

belajar. Upaya dalam kegiatan pembelajaran adalah bagaimana mendorong

16

setiap siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Aktivitas tersebut tidak akan

terjadi apabila siswa tidak memiliki motivasi untuk belajar. Dalam upaya

membangkitkan motivasi belajar, media mempunyai peranan yang besar. Rasa

ingin tahu, rasa ingin memahami dan berhasil yang ada dalam diri siswa dapat

dimunculkan apabila guru menggunakan media dalam penyajian pembelajarannya. Setiap materi pelajaran yang
dimunculkan
apabila
guru
menggunakan
media
dalam
penyajian
pembelajarannya.
Setiap
materi
pelajaran
yang
disampaikan
oleh
guru

tentu

materi

Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan tersebut berupa isi atau materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun non verbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. Dalam proses penafsiran tersebut, ada kalanya berhasil, ada kalanya tidak. Kegagalan atau ketidak berhasilan dalam memahami apa yang didengar, dibaca, dilihat atau diamati dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noice. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. 6

saja

memiliki kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pelajaran yang

tidak memerlukan alat bantu berupa media, tetapi di lain pihak ada bahan

pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran.

Bahan pelajaran dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar di proses

oleh siswa. Apalagi bagi siswa yang kurang menyukai bahan pelajaran yang

disampaikan oleh guru.

Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan- pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa. Guru sadar

17

bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap siswa, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks. 7

Sebagai alat bantu, media pembelajaran mempunyai fungsi melicinkan

jalan

menuju

tercapainya

tujuan

pengajaran.

Hal

ini

dilandasi

dengan

keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada
keyakinan
bahwa
proses
belajar
mengajar
dengan
bantuan
proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.

media

mempertinggi kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama.

Itu berarti kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan menghasilkan

Media pembelajaran juga sebagai salah satu sumber belajar ikut

membantu guru dalam memperkaya wawasan siswa. Dengan beraneka macam

bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru, maka itu

akan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa. Dalam menerangkan

suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung ke hadapan

siswa di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan

mengenai benda tersebut, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar.

Akan tetapi, dalam penggunaan media pembelajaran hendaknya kita

tidak menyimpang dari ajaran Islam dan senantiasa berada di bawah kendali

(kontrol)

iman

dan

taqwa

kepada

Allah,

sehingga

benar-benar

dapat

merealisasikan tujuan misi Islam diturunkan di dunia yakni dapat memberi

rahmat kepada sekalian makhluk-Nya, baik manusia, binatang dan tumbuh-

18

tumbuhan atau benda-benda mati yang terdapat di alam, di planet dan ruang

angkasa planet bumi.

Rahmat

Lil’Alamin,

berarti

ilmu-ilmu

yang

dikuasai

dan

dikembangkan

oleh

manusia

tidak

diterapkan

untuk

merusak

makhluk-

makhluk Allah di bumi, melainkan untuk melestarikan Firman Allah sebagai berikut:
makhluk
Allah
di
bumi,
melainkan
untuk
melestarikan
Firman Allah sebagai berikut:

hidup

dan

eksistensinya demi kesejahteraan hidup bersama. 8 Pedoman dasarnya yaitu



 

  

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Q.S. Al-Qhashas: 77) 9

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Brown menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat merangsang minat dan perhatian siswa, gambar-gambar yang dipilih dan diadaptasi secara tepat dapat membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya. Demikian juga hasil penelitian Wilbur Schramm menunjukkan bahwa siswa yang telah bermotivasi dapat belajar dari medium apa saja, jika

8 Eneng Muslihah, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Diadit Media, 2010), h. 121.

9 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Surabaya: Duta Ilmu, 2005), h. 394.

19

media

kebutuhannya. 10

itu

dipakai

menurut

kemampuannya

dan

disesuaikan

dengan

Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-keguanaan

sebagai berikut:

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan
1)
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalis (dalam
bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
2)
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
a.
Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita, gambar, film
bingkai, film atau model.
b.
Objek yang terlalu kecil, bisa dibantu dengan proyektor mikro, film
bingkai, film atau gambar.
c.
Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan
timelapse atau high-speed photography.
d.
Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi
lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
e.
Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan
dengan model, diagram dan lain-lain.
f.
Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-

lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan

lain-lain.

10 Hidayatullah, loc.cit.

20

3)

Penggunaan

media

pembelajaran

secara

tepat

dan

bervariasi

dapat

mengatasi sikap pasif siswa. Dalam hal ini media pembelajaran berguna

untuk:

a. Menimbulkan kegairahan belajar.

b. lingkungan dan kenyataan. c. minatnya. 4) ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak
b.
lingkungan dan kenyataan.
c.
minatnya.
4)
ditentukan
sama
untuk
setiap
siswa,
maka
guru
banyak
kemampuannya dalam:
a. Memberikan perangsang yang sama.
b. Mempersamakan pengalaman.

Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan

Memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan

Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan

dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pelajaran

mengalami

kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih

sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda.

Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran, yaitu dengan

c. Menimbulkan persepsi yang sama. 11

3. Jenis Dan Karakteristik Media Pembelajaran

Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pendidikan,

seperti ilmu cetak mencetak, tingkah laku (behaviorisme), komunikasi dan

21

laju

perkembangan

teknologi

elektronik,

sehingga

media

dalam

perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film,

televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, komputer dan sebagainya)

masing-masing yang memiliki ciri-ciri dan kemampuannya sendiri.

serta karakteristik sasaran (siswa). Karena media pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
serta
karakteristik
sasaran
(siswa).
Karena
media
pembelajaran
memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
sebagai berikut:
1)
Media Audio
Beberapa contoh dari jenis media ini adalah:
a. Media Kaset Audio

Berdasarkan perkembangan jenis media pembelajaran yang beraneka

ragam dan variatif yang dapat berbentuk media visual, audio, audio visual,

multimedia, atau juga media realita yang lainnya, maka karakteristik dan

kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh pendidik atau guru

agar dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan

tersebut

Jenis dan karakteristik dari masing-masing media dapat dijelaskan

Media audio yaitu jenis media yang memiliki basis pendengaran.

Kelebihan dari media kaset audio adalah:

a) Materi tak akan berubah, siap direproduksi.

b) Biaya produksi dan penggandaannya relatif murah.

c) Peralatannya juga paling murah dibanding dengan media audio

visual lainnya.

22

d) Program kaset dapat menyajikan kegiatan di luar sekolah (hasil

wawancara, rekaman kegiatan, dll)

e) Rekaman

dapat

dipakai ulang.

dihapus

secara

otomatis

dan

kasetnya

dapat

f) Penyajian sepenuhnya dikontrol oleh penyaji. Adapun kelemahan media audio adalah: a) Daya jangkaunya yang
f)
Penyajian sepenuhnya dikontrol oleh penyaji.
Adapun kelemahan media audio adalah:
a)
Daya jangkaunya yang terbatas (berbeda dengan radio).
b)
Penggandaan dan distribusinya bisa mahal bila sasarannya sedikit.
b.
Radio
Radio
merupakan
media
audio
elektronik
yang
dapat
menangkap
suara
dan
gelombang
tertentu,
sehingga
informasi
komunikasi dapat terjangkau oleh masyarakat dan mempunyai nilai
praktis edukatif, secara formal maupun nonformal.
Kelebihan media radio yaitu:
a)
Siaran dapat menjangkau pendengar dalam waktu singkat.
b)
Pendengar yang tidak aktif dapat dipersiapkan (partisipasi aktif).
c)
Menambah
ilmu
pengetahuan,
pengalaman,
keterampilan
dan

sebagainya.

d) Terjangkau harganya, bersifat ekonomis, praktis (dibawa).

e) Operasinya mudah, dimana saja, kemana pergi dapat informasi dan

sudah memasyarakat.

f) Langsung dan up to date.

23

g) Mengatasi ruang dan waktu.

h) Dapat mengembangkan daya imajinasi yang baik bagi peserta

didik.

i) Dapat merangsang partisipasi aktif peserta didik (pendengar).

j) Dapat menyajikan pengalaman dunia luar ke dalam kelas. Sedangkan kelemahan atau kekurangan media radio
j)
Dapat menyajikan pengalaman dunia luar ke dalam kelas.
Sedangkan kelemahan atau kekurangan media radio adalah:
a)
Tidak mampu menciptakan interaksi secara spontan.
b)
Siaran mudah terganggu oleh cuaca atau gelombang lainnya.
c)
Feedback dari pendengar tidak ada.
d)
Rendahnya kemampuan memindahkan pesan yang sifatnya rumit,
sebab daya tangkap pendengaran manusia lebih rendah dibanding
daya penglihatannya.
2)
Media Visual
Media visual yaitu jenis media yang memiliki basis penglihatan.
Diantara jenis media ini adalah:
a.
Media Foto
Media foto memiliki beberapa kelebihan seperti berikut:

a) Sifatnya konkrit.

b) Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu

c) Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan.

d) Dapat memperjelas suatu masalah.

e) Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan.

24

Sementara kelemahannya adalah:

a) Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata.

b) Gambar/foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan

pembelajaran.

c) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. b. Media Sketsa Sketsa adalah gambar sederhana atau
c) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
b. Media Sketsa
Sketsa
adalah
gambar
sederhana
atau
draft
melukiskan
bagian-bagian
pokoknya
tanpa
detail.
c. Media Poster
berwarna,
slogannya
ringkas,
tulisannya
jitu,
motif
dan
bervariasi.
d. Media Kartun

kasar

yang

Kelebihannya

adalah dapat menarik perhatian, menghindari verbalisme dan harga

dapat disesuaikan, karena media ini dapat dibuat oleh guru sendiri.

Poster adalah suatu gambar untuk menyampaikan kesan-kesan

tertentu dan untuk mempengaruhi serta memotivasi tingkah laku orang

yang melihatnya. Syaratnya yaitu sederhana, menyajikan satu ide,

desain

Kartun adalah suatu gambar interpretative yang menggunakan

simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan

ringkas terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian.

25

e. Media Grafik

Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik, garis

atau gambar dan simbol-simbol.

f. Media Diagram

Diagram adalah sebagai suatu gambar sederhana struktur dari objek. 12 3) Media Audio Visual Media
Diagram
adalah
sebagai
suatu
gambar
sederhana
struktur dari objek. 12
3)
Media Audio Visual
Media
audio
visual
yaitu
jenis
media
yang
memiliki
kedua. Media audio visual ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu:
a.
cetak suara.
b.
suara
dan
gambar
yang
bergerak
seperti
film
suara
dan

yang

menggunakan garis-garis dan simbol-simbol untuk menggambarkan

basis

pendengaran dan penglihatan. Jenis media ini mempunyai kemampuan

yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan

Audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar

diam, seperti film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara,

Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur unsur

video-

cassette. 13

12 Hidayatullah, op.cit., h. 38-41.

13 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, op.cit., h. 141.

26

4)

Media Berbasis Komputer

Pada dasarnya komputer tidak mengandung nilai dalam dirinya

sendiri,

semua

sangat

tergantung

bagaimana

manusia

merancang,

memanfaatkan,

dan

menerimanya.

Kenyataannya

komputer

dapat

berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam bidang pendidikan, penggunaan teknologi dengan menggunakan sumber-sumber
berbagai aspek kehidupan manusia.
Dalam
bidang
pendidikan,
penggunaan
teknologi
dengan
menggunakan
sumber-sumber
yang
berbasis
permainan, simulasi, penemuan dan pemecahan masalah.
Kemajuan
media
komputer
juga
telah
memberikan
kelebihan
untuk
kegiatan
produksi
audio
visual.
Pada

memperingan dan telah memberikan manfaat yang luar biasa dalam

berbasis

komputer merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi

mikroprosesor.

Informasi atau materi yang akan disampaikan disimpan dalam bentuk

digital, bukan dalam bentuk cetakan. Selain itu, teknologi ini selalu terkait

dengan penggunaan layar kaca untuk menyajikan informasi atau materi

kepada siswa. Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan melalui media

berbasis komputer adalah dalam kegiatan praktek dan latihan, tutorial,

beberapa

tahun-tahun

belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya

yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah

dengan

teknologi

jaringan

dan

internet,

primadona dalam kegiatan pembelajaran.

komputer

seakan

menjadi

27

Sebagai contoh pemakaian komputer dalam kegiatan pembelajaran

dalam mencapai tujuan kognitif yaitu ketika guru akan mengajarkan

tentang

konsep-konsep,

aturan,

prinsip,

langkah-langkah,

proses

dan

kalkulasi yang kompleks. Komputer dapat menjelaskan konsep tersebut

secara sederhana dengan penggabungan audio dan visual dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan dunia kerja.
secara
sederhana
dengan
penggabungan
audio
dan
visual
dianimasikan.
Sehingga
cocok
untuk
kegiatan
dunia kerja.
Media Pembelajaran Power Point

B.

yang

pembelajaran mandiri.

Sementara contoh penggunaan komputer untuk tujuan pembelajaran yang

bersifat psikomotorik yaitu proses pembelajaran yang dikemas dalam

bentuk games dan simulasi dengan tujuan untuk menciptakan kondisi

Beberapa contoh program ini antara lain yaitu simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya. Sedangkan proses pembelajaran dengan menggunakan komputer untuk tujuan afektif yaitu pada program komputer yang didesain secara tepat dengan memberikan potongan klip suara atau video yang isinya menggugah perasaan. Sehingga dengan model pembelajaran media komputer melalui video klip tersebut dapat meningkatkan sikap dan prilaku siswa. 14

Microsoft power point merupakan program aplikasi untuk merancang slide

presentasi. Dimana

saat ini hasil perancangan tersebut dapat ditampilkan dalam

berbagai bentuk media komunikasi, seperti layar monitor, layar lebar melalui infocus,

head proyektor, LCD, dan internet. 15 Program aplikasi microsoft power point ini juga

14 Hidayatullah, op.cit., h. 46 48.

15 Osdirwan Osman, Microsoft PowerPoint Untuk Pemula, (Jakarta: Kriya Pustaka, 2009), h. 1.

28

merupakan

aplikasi

yang

paling

populer

dan

paling

banyak

digunakan

untuk

merancang presentasi yang menarik dan profesional.

 

Dengan

menggunakan

fasilitas-fasilitas

yang terdapat

pada

power

point

seperti animation effect, slide transition, sound effect dan fasilitas lainnya yang

1. Mengenal Menu-Menu Power Point point: 1) Ribbon yaitu:
1. Mengenal Menu-Menu Power Point
point:
1)
Ribbon
yaitu:

digunakan sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar.

tersedia, maka slide presentasi akan tersaji dengan indah dan menarik. Selain dapat

digunakan untuk membuat dan mempresentasikan rencana kerja, laporan kerja,

makalah, seminar, maupun promosi hasil produk, ternyata power point juga dapat

Microsoft power point merupakan program aplikasi presentasi yang

paling populer untuk membuat dan merancang presentasi yang menarik dan

profesional. Berikut ini menu-menu yang terdapat pada microsoft power

Ribbon merupakan tampilan user interface (UI) yang dirancang

untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan presentasi, diantaranya

a. Tab (jendela yang berisi tombol-tombol perintah tertentu) didesain

untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

b. Grup yang berada pada masing-masing tab digunakan untuk sub-

sub tugas tertentu.

29

c.

Tombol perintah (command button) pada setiap grup digunakan

untuk sebuah perintah atau menampilkan menu dari perintah-

perintah yang ada.

2)

Office Button

Publish dan Close. 3) Fasilitas Quick Access Toolbar ribbon). 4) Theme dan Quick Style
Publish dan Close.
3)
Fasilitas Quick Access Toolbar
ribbon).
4)
Theme dan Quick Style

Ketika melakukan klik pada office button, maka akan muncul

perintah-perintah dasar seperti New, Open, Save, Print, Prepare, Send,

Quick Access Toolbar berisi sekumpulan perintah yang berada di

luar tampilan tab. Pengguna dapat menambah tombol-tombol perintah

pada quick access toolbar. Selain itu juga dapat memindahkan quick

access toolbar dari satu lokasi yang ada (di pojok kiri atas atau di bawah

Theme merupakan kombinasi dari bentuk-bentuk warna, teks, dan

efek. Theme dapat diaplikasikan ke beberapa slide yang dipilih atau ke

semua slide yang ada. Quick Style merupakan koleksi dari pilihan format

yang digunakan untuk memudahkan pengguna dalam memformat objek.

5)

Layout Slide

Dengan menggunakan microsoft power point, pengguna lebih

leluasa dalam mengatur layout slide. Pengguna dapat membuat kreasi dan

mengembangkan layout yang mungkin berisi banyak placeholder, seperti

30

kotak judul, sub judul, dan teks atau objek seperti grafik, tabel, dan

gambar. Dapat pula berbentuk elemen, seperti SmartArt, audio, video,

termasuk di dalamnya ukuran, posisi, desain latar belakang, dan skema

warna.

6) Grafik SmartArt Dengan grafik SmartArt, pengguna dapat membuat kreasi ilustrasi yang dapat diedit dengan
6)
Grafik SmartArt
Dengan grafik SmartArt, pengguna dapat membuat kreasi ilustrasi
yang
dapat
diedit
dengan
mudah
tanpa
bantuan
seorang
desainer
profesional. Pengguna juga dapat menambah daya tarik dengan fasilitas
efek visual ke dalam grafik SmartArt, Shape, WordArt, dan grafik,
termasuk di dalamnya efek tiga dimensi, shading, reflection, glow, dan
lainnya.
7)
Efek
Dengan menggunakan microsoft power point, pengguna dapat
menambahkan efek-efek seperti shadow, reflection, glow, soft edges,
bevel, 3-D rotation to shapes, grafik SmartArt, tabel, teks, dan WordArt
dalam dokumen. Pengguna lebih leluasa membuat kreasi efek pada
dokumen. Selain itu, dapat membuat dokumen dengan lebih profesional

dan mudah untuk memodifikasinya secara langsung dalam power point.

8)

Tampilan Teks

Pengguna dapat membuat kreasi

presentasi secara profesional

dengan banyaknya tampilan teks, termasuk text wrapping, teks dalam

banyak kolom, ataupun menjalankan slide secara vertikal ke bawah.

31

Pilihan tampilan teks mempersilahkan kepada pengguna untuk memilih

berbagai tampilan teks, juga dapat memilih semua huruf kapital atau huruf

kecil,

huruf

bergaris

tengah,

ataupun

huruf

bergaris

tengah

ganda.

Pengguna juga dapat menambahkan garis-garis, bayangan, maupun cahaya

(glow). 9) Fasilitas Tabel Dan Grafik 2. Mengaktifkan Dan Menjalankan Power Point mengaktifkan dan menjalankan
(glow).
9)
Fasilitas Tabel Dan Grafik
2. Mengaktifkan Dan Menjalankan Power Point
mengaktifkan dan menjalankan microsoft power point:
1)
Mengaktifkan Power Point
a.
b.

Dalam microsoft power point, tabel dan grafik sudah didesain

ulang menjadi lebih mudah untuk diedit dan dikembangkan dengan

ribbon. Selain itu, pengolahan tabel dan grafik presentasi pada power

point sama dengan pengolahan tabel dan grafik pada microsoft excel. 16

Sebelum mengaktifkan power point, pastikan bahwa komputer/laptop

sudah terinstal microsoft office yang memuat power point. Berikut ini cara

Klik tombol Start yang terdapat pada pojok kiri bawah layar monitor.

Klik All Programs Microsoft Office Microsoft Office Power Point.

c. Akan tampil slide presentasi baru dengan nama Presentation1 sebagai

nama defaultnya (nama standarnya). Selanjutnya power point siap

untuk digunakan.

32

2)

Membuat Dokumen Baru

Dengan mengaktifkan power point, maka secara otomatis pengguna telah

membuat dokumen baru dengan nama Presentation1. Selanjutnya, untuk

membuat dokumen baru lagi, lakukan langkah-langkah berikut:

a. Klik Office Button yang terdapat pada pojok kiri atas. Klik menu New. b. Klik
a.
Klik Office Button yang terdapat pada pojok kiri atas. Klik menu
New.
b.
Klik tombol Create, maka akan muncul slide presentasi dengan nama
Presentation2.
c.
Klik pada teks Click to add title dan ketik kalimat yang diinginkan.
d.
Untuk menulis di slide selanjutnya, klik tab Home, klik tombol New
Slide.
3)
Menyimpan Dokumen
Langkah-langkah menyimpan dokumen yang baru dibuat adalah sebagai
berikut:
a. Klik Office Button, klik Save As – Power Point Presentation.
b. Maka
akan
muncul
kotak
dialog
Save
As,
tentukan
lokasi
penyimpanan pada kotak pilihan Save in dan ketik nama file pada

kotak File Name, lalu klik tombol Save.

4)

Membuka Dokumen

Berikut

ini

cara

sebelumnya:

membuka

kembali

dokumen

a. Klik Office Button, lalu klik Open.

yang

pernah

dibuat

33

b. Muncul kotak dialog Open. Klik nama dokumen yang diinginkan dan

klik tombol Open, akan muncul dokumen yang diinginkan.

5)

Menutup Dokumen

Berikut ini langkah-langkah menutup dokumen yang sedang aktif:

a. Klik Office Button. b. Klik menu Close. 6) Keluar Dari Power Point a. Klik
a. Klik Office Button.
b. Klik menu Close.
6)
Keluar Dari Power Point
a. Klik Office Button
b. Klik tombol Exit Power Point. 17
Motivasi Belajar

pedoman umum untuk menentukan tujuan dan hasil akhir.

C.

Pendidikan dan pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Maksudnya

tidak lain bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan suatu peristiwa yang terikat,

terarah pada tujuan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. 18 Dalam kehidupan

masyarakat modern, setiap lembaga pendidikan dan pengajaran senantiasa memiliki

Belajar yang merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku si

subjek belajar, ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya. Dari sekian banyak

faktor yang berpengaruh itu, secara garis besar dapat dibagi dalam klasifikasi faktor

intern (dari dalam) diri si subjek belajar dan faktor ekstern (dari luar) diri si subjek

17 Ibid., h. 11-17.

18 Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 57.

34

belajar. Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar mengajar yang lebih

menitikberatkan pada soal motivasi, maka pembicaraan mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi dalam motivasi belajar siswa ini pun perlu untuk ditingkatkan.

1)

Pengertian Motivasi

tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasakan/mendesak. Kata Mc. Donald, motivasi adalah
tertentu,
terutama
bila
kebutuhan
untuk
mencapai
tujuan
dirasakan/mendesak.
Kata
Mc.
Donald,
motivasi
adalah
perubahan
energi

Banyak sekali, bahkan sudah umum orang menyebut dengan “motif” untuk menunjuk mengapa seseorang itu berbuat sesuatu. Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan). 19

Jadi, motif bukanlah hal yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang

dapat disimpulkan adanya karena sesuatu yang dapat kita saksikan. Tiap

aktivitas yang dilakukan oleh seseorang itu didorong oleh sesuatu kekuatan

dari dalam diri orang itu, kekuatan pendorong inilah yang kita sebut motif. 20

Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai

daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat

sangat

dalam

diri

seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan

tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc.

Donald ini mengandung tiga elemen penting.

19 Ibid., h. 73.

20 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2001), h. 70.

35

1)

Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri

setiap

individu

manusia.

Perkembangan

motivasi

akan

membawa

beberapa perubahan energi di dalam sistem “neurophysiological” yang ada

pada organisme manusia. Karena menyangkut perubahan energi manusia

(walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri penampakkannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia. 2) Motivasi
(walaupun
motivasi
itu
muncul
dari
dalam
diri
penampakkannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
2)
Motivasi
ditandai
dengan
munculnya
rasa/feeling,
afeksi
afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
3)
Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

manusia),

seseorang.

Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan,

Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal

ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi, yakni yujuan. Motivasi

memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena

terangsang/terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan.

Dengan ketiga elemen di atas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan. 21

Sementara M. Ngalim Purwanto di dalam bukunya yang berjudul

Psikologi

Pendidikan

mengatakan,

bahwa

menurut

kebanyakan

definisi,

36

motivasi

mengandung

tiga

komponen

pokok,

yaitu

menggerakkan,

mengarahkan, dan menopang tingkah laku manusia.

Menggerakkan berarti menimbulkan kekuatan pada individu, memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu. Misalnya kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif, dan kecenderungan mendapat kesenangan. Mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku, dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan, sehingga tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu. Menjaga dan menopang tingkah laku, karena lingkungan sekitar juga harus menguatkan (reinforce) intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu. 22

sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. 23 2) Fungsi Motivasi
sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. 23
2)
Fungsi Motivasi

Sejalan dengan apa yang telah diuraikan di atas, Hoy dan Miskel

dalam buku Educational Administration, mengemukakan bahwa motivasi

dapat didefinisikan sebagai kekuatan-kekuatan yang kompleks, dorongan-

dorongan, kebutuhan-kebutuhan, pernyataan-pernyataan ketegangan (tension

states), atau mekanisme-mekanisme lainnya yang memulai dan menjaga

kegiatan-kegiatan yang diinginkan ke arah pencapaian tujuan-tujuan personal.

Sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa motivasi itu sendiri

yaitu suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan

menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan

Dari uraian-uraian di atas, jelaslah kiranya bahwa setiap motivasi itu

bertalian erat dengan suatu tujuan dan suatu cita-cita. Makin berharga tujuan

itu bagi yang bersangkutan, maka makin kuat pula motivasinya. Sehingga

22 M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), h. 72.

23 Ibid., h. 73.

37

motivasi itu sangat berguna bagi tindakan/perbuatan seseorang. Fungsi dari

motivasi itu diantaranya yaitu:

a.

Motivasi mendorong manusia untuk berbuat/bertindak. Motivasi itu berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor yang memberikan energi (kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas. Motivasi menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah perwujudan suatu tujuan atau cita-cita. Motivasi mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu. Makin jelas tujuan itu, makin jelas pula terbentang jalan yang harus ditempuh.

b. c. 3) Pengertian Belajar pribadi siswa.
b.
c.
3)
Pengertian Belajar
pribadi siswa.

Motivasi menyeleksi perbuatan perbuatan kita, artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan itu. 24

Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi lainnya. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. 25

Siapa pun tidak akan pernah menyangkal bahwa kegiatan belajar

mengajar tidak berproses dalam kehampaan, tetapi dengan penuh makna. Di

dalamnya terdapat sejumlah norma untuk ditanamkan ke dalam diri setiap

Belajar merupakan kegiatan sehari-hari bagi siswa sekolah. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, perpustakaan, kebun binatang, sawah, sungai atau hutan. Belajar pula merupakan hal yang kompleks, kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari guru dan siswa. Ditinjau dari segi

24 Ibid., h. 70-71.

25 Sardiman, op.cit., h. 85-86.

38

guru, kegiatan belajar siswa tersebut ada yang tergolong dirancang dalam desain instruksional. Kegiatan belajar yang termasuk rancangan guru, bila siswa belajar di tempat-tempat tersebut untuk mengerjakan tugas-tugas belajar sekolah. Disamping itu ada juga kegiatan belajar yang tidak termasuk rancangan guru, artinya siswa belajar karena keinginannya sendiri. 26

Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan

para ahli. bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku dan sebagainya).
para ahli.
bahwa
belajar
berhubungan
dengan
perubahan
tingkah
laku
dan sebagainya).

belajar, maka terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi belajar dari

Hilgard dan Bower, dalam buku Theories of Learning mengemukakan

seseorang

terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang

berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak

dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan,

atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat,

Gagne, dalam buku The Conditions of Learning mengatakan bahwa

belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan

mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari

waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami

situasi tadi.

Morgan,

dalam

buku

Introduction

to Psychology

mengemukakan

bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah

laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

39

Witherington, dalam buku Educational Psychology mengemukakan

bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan

diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap,

kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. 27

diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. Relevan
diartikan
sebagai
kegiatan
psiko-fisik
menuju
ke
perkembangan
menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.
Relevan
dengan
hal
ini,
ada
pengertian
bahwa
belajar
sebanyak-banyaknya
dan
siswa
giat
untuk
menghafal.
Hal
ini
terbukti
ketika
siswa
itu
akan
ujian,

mereka

Disamping definisi-definisi tersebut, ada beberapa pengertian lain dan

cukup banyak, baik yang dilihat secara mikro maupun secara makro, dilihat

dalam arti luas maupun terbatas/khusus. Dalam pengertian luas, belajar dapat

pribadi

seutuhnya. Kemudian dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha

penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan

adalah

penambahan pengetahuan. Definisi atau konsep ini dalam praktiknya banyak

dianut di sekolah-sekolah. Para guru berusaha memberikan ilmu pengetahuan

mengumpulkan/menerimanya.

Kemudian muncul banyak pendapat yang mengatakan bahwa belajar itu

akan

menghafal terlebih dahulu. Sudah barang tentu pengertian seperti ini secara

esensial belum memadai.

Selanjutnya ada yang mendefinisikan bahwa belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang

40

belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. 28

proses

Secara umum, belajar boleh dikatakan juga sebagi suatu bahwa proses interaksi itu adalah: a. Proses
Secara
umum,
belajar
boleh
dikatakan juga
sebagi
suatu
bahwa proses interaksi itu adalah:
a. Proses internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar.
b. Dilakukan secara aktif, dengan segenap panca indera ikut berperan.

interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya, yang mungkin berwujud

pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Dalam hal ini terkandung suatu maksud

Proses internalisasi dan dilakukan secara aktif dengan segenap panca

indera perlu ada follow up-nya yakni proses “sosialisasi”. Proses sosialisasi

dalam hal ini dimaksudkan mensosialisasikan atau menginteraksikan atau

menularkan kepada pihak lain. Dalam proses sosialisasi, karena berinteraksi

dengan pihak lain sudah barang tentu melahirkan suatu pengalaman. Dari

pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain, akan menyebabkan proses

perubahan pada diri seseorang. Sudah dikatakan sebelumnya bahwa belajar

adalah perubahan tingkah laku. Orang yang tadinya tidak tahu setelah belajar

menjadi

tahu.

Jelasnya,

proses

belajar

senantiasa

merupakan

perubahan

tingkah laku, dan terjadi karena hasil pengalaman. Oleh karena itu, dapat

41

dikatakan terjadi proses belajar apabila seseorang menunjukkan “tingkah laku

yang berbeda”. Sebagai contoh, misalnya orang yang belajar itu dapat

membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau dapat melakukan

sesuatu

yang

sebelumnya

ia

tidak

dapat

melakukannya.

Jadi

belajar

ranah/matra, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. 4) Tujuan Belajar
ranah/matra, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
4)
Tujuan Belajar

belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik.

menempatkan seseorang dari status abilitas yang satu ke tingkat abilitas yang

lain. Mengenai perubahan status abilitas itu, menurut Bloom meliputi tiga

Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas, dapat dikemukakan

adanya beberapa elemen yang penting yang mencirikan pengertian tentang

belajar dan kesimpulan tentang definisi belajar itu sendiri. Yaitu bahwa

belajar itu merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan

serangkaian kegiatan, misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan,

meniru dan lain sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik jika si subjek

Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem

lingkungan (kondisi) belajar yang lebih kondusif. Hal ini akan berkaitan

dengan mengajar. Mengajar diartikan sebagai suatu usaha penciptaan sistem

lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan

belajar ini sendiri terdiri atau dipengaruhi oleh berbagai komponen yang

masing-masing

akan

saling

mempengaruhi.

Komponen-komponen

itu

misalnya tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, materi yang ingin diajarkan,

42

guru dan

siswa

yang memainkan peranan serta dalam hubungan sosial

tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan serta sarana prasarana belajar mengajar

yang tersedia.

Komponen-komponen sistem lingkungan itu saling mempengaruhi

tertentu harus diciptakan sistem lingkungan belajar yang tertentu pula. Dan sebagai hamba Allah yang berserah
tertentu harus diciptakan sistem lingkungan belajar yang tertentu pula.
Dan
sebagai
hamba
Allah
yang berserah
diri
kepada Allah, sesuai dengan firman-Nya:

kepada-Nya,

secara bervariasi sehingga setiap peristiwa belajar memiliki tujuan-tujuan

belajar yang berbeda. Dengan kata lain, untuk mencapai tujuan belajar

yang

merupakan hamba-Nya yang berilmu pengetahuan dan beriman secara bulat,

maka sudah seharusnya tujuan belajar itu hanya untuk mendekatkan diri

   

Artinya: “Katakanlah Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(Q.S. Al- An’am: 162) 29

Mengenai tujuan-tujuan belajar itu sebenarnya sangat banyak dan bervariasi. Tujuan-tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan tindakan instruksional, lazim dinamakan dengan instructional effect, yang biasa berbentuk pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan tujuan-tujuan yang lebih merupakan hasil sampingan yang tercapai karena siswa menghidupi (to live in) suatu sistem lingkungan belajar tertentu, maka hal itu lazim diberi istilah nurturant effect. 30

29 Departemen Agama, op.cit., h. 150.

30 Sardiman, op.cit., h. 26.

43

Sementara

Abu

Ahmadi

dalam

buku Strategi Belajar

Mengajar,

mengatakan

bahwa

belajar

adalah

proses

perubahan

perilaku

berkat

pengalaman dan pelatihan, sehingga tujuan kegiatan belajar adalah perubahan

tingkah

laku,

baik

yang

menyangkut

pengetahuan,

keterampilan,

sikap,

bahkan meliputi segenap aspek pribadi. 31 tujuan belajar itu ada tiga jenis, diantaranya yaitu: 1)
bahkan meliputi segenap aspek pribadi. 31
tujuan belajar itu ada tiga jenis, diantaranya yaitu:
1)
Untuk mendapatkan pengetahuan
pengetahuan,
sebaliknya
kemampuan
berfikir
akan
sebagai pengajar lebih menonjol. Dalam firman Allah SWT :

Dari uraian di atas, kalau dirangkum dan ditinjau secara umum, maka

Hal ini ditandai dengan kemampuan berfikir. Pengetahuan dan

kemampuan berfikir sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Dengan

kata lain, tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa bahan

memperkaya

pengetahuan. Tujuan inilah yang memiliki kecenderungan lebih besar

perkembangannya di dalam kegiatan belajar. Dalam hal ini peranan guru





31 Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), h. 17.

44

Artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan

tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran,

penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. ((Q.S. Al-Nahl : 78) 32

2)

Penanaman konsep dan keterampilan

mata hanya menghafal atau meniru. 3) Pembentukan sikap
mata hanya menghafal atau meniru.
3)
Pembentukan sikap

Penanaman konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan

suatu keterampilan, baik itu soal keterampilan yang bersifat jasmani

maupun rohani. Keterampilan memang dapat dididik, yaitu dengan banyak

melatih kemampuan. Demikian juga mengungkapkan perasaan melalui

bahasa tulis atau lisan, bukan soal kosa kata atau tata bahasa, semua

memerlukan banyak latihan. Interaksi yang mengarah pada pencapaian

keterampilan itu akan menuruti kaidah-kaidah tertentu dan bukan semata-

Dalam menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak

didik, guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatannya. Untuk itu

dibutuhkan kecakapan dalam mengarahkan motivasi dan berfikir dengan

tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh atau

model.

Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik tidak akan

terlepas dari soal penanaman nilai-nilai (transfer of values). Oleh karena

itu, guru tidak sekedar pengajar, tetapi betul-betul sebagai pendidik yang

32 Departemen Agama, op.cit., h. 275.

45

akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya. Dengan dilandasi

nilai-nilai itu, maka siswa akan tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk

mempraktikkan segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.

Jadi

pada

intinya,

tujuan

belajar

itu

adalah

untuk

mendapatkan

yang diharapkan. 5) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam
yang diharapkan.
5)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
terjadinya
suatu
perubahan
atau
pembaharuan
dalam
tingkah

laku

pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap mental/nilai-nilai. Dengan

pencapaian tujuan belajar tersebut, maka akan menghasilkan hasil belajar

Tujuan belajar tersebut pun sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu membangun kualitas manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur dan berkepribadian yang kuat, cerdas, terampil, dapat mengembangkan dan menyuburkan sikap demokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan daya estetik, berkesanggupan untuk membangun diri dan masyarakat. 33

Telah dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang menimbulkan

atau

kecakapan. Sampai dimanakah perubahan itu dapat tercapai atau dengan kata

lain, berhasil baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-

macam faktor. Dari sekian banyak faktor yang berpengaruh itu, secara garis

besar dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu:

a. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri, yang disebut faktor individual.

b. Faktor yang ada di luar individu, yang disebut faktor sosial.

33 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), h. 198.

46

Yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain yaitu; faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial. 34

faktor fisiologis dan faktor psikologis. andil yang cukup penting. Faktor-faktor psikologis akan belajar.
faktor fisiologis dan faktor psikologis.
andil
yang
cukup
penting.
Faktor-faktor
psikologis
akan
belajar.

Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar mengajar yang

lebih menitik beratkan pada soal motivasi, maka pembicaraan mengenai

faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada

pada faktor intern/individual. Faktor intern ini sebenarnya menyangkut faktor-

Kehadiran faktor-faktor psikologis dalam belajar akan memberikan

senantiasa

memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar

secara optimal. Sebaliknya, tanpa kehadiran faktor-faktor psikologis, bisa jadi

memperlambat proses belajar, bahkan dapat pula menambah kesulitan dalam

Faktor-faktor psikologis yang dikatakan memiliki peranan penting itu dapat dipandang sebagai cara-cara berfungsinya fikiran siswa dalam hubungannya dengan pemahaman bahan pelajaran, sehingga penguasaan terhadap bahan yang disajikan lebih mudah dan efektif. Dengan demikian, proses belajar mengajar itu akan berhasil baik kalau didukung oleh faktor- faktor psikologis dari siswa. 35

34 M. Ngalim Purwanto, op.cit., h. 102.

35 Sardiman, op.cit., h. 39.

47

6)

Pentingnya Motivasi Dalam Belajar

Pentingnya

menjaga

motivasi

belajar

dan

kebutuhan

minat

dan

keinginan siswa pada proses belajar tak dapat dipungkiri. Karena dengan

menggerakkan motivasi yang terpendam dan menjaganya dalam kegiatan-

akan merasa lelah dan tidak cepat bosan. aslinya.
akan merasa lelah dan tidak cepat bosan.
aslinya.

kegiatan yang dilaksanakan siswa, maka akan menjadikan siswa itu lebih giat

belajar. Barang siapa yang bekerja berdasarkan motivasi yang kuat, ia tidak

Oleh karena itu, guru perlu memelihara motivasi belajar siswa dan

semua yang berkaitan dengan motivasi, seperti kebutuhan, keinginan dan lain-

lain. Metode dan cara mengajar yang digunakan harus mampu menimbulkan

sikap positif belajar dan gemar belajar. Akibatnya timbul keinginan yang

meluap-luap untuk menuntut ilmu di kalangan para pelajar, kesabaran yang

tak ada taranya dalam menghadapi rintangan dalam menuntut ilmu, sehingga

mampu melampaui jarak yang sangat jauh untuk menuntut ilmu dari sumber

Secara terperinci, Dimyati dan Mudjiono dalam buku Belajar dan

Pembelajaran tentang penringnya motivasi dalam belajar. Dijelaskan bahwa

motivasi penting bagi siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi

siswa, pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:

1)

Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.

2)

Mengiformasikan

tentang kekuatan

usaha

belajar

yang dibandingkan

dengan teman sebaya.

48

3)

Mengarahkan kegiatan belajar.

4)

Membesarkan semangat belajar.

5)

Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja

yang bersinambungan.

juga bagi guru, manfaat itu diantaranya sebagai berikut: 4) Memberi peluang guru untuk unjuk kerja
juga bagi guru, manfaat itu diantaranya sebagai berikut:
4)
Memberi peluang guru untuk unjuk kerja rekayasa pedagogis. 36
akan
membulatkan
susunan
pengajaran.
Sedangkan
bahan
oleh petukang kayu untuk membuat bangku.

Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat

1) Membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil, 2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam- macam. 3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran, seperti sebagai penasihat, fasilitator, instrukstur, teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah, atau pendidik.

Selain harus memperhatikan motivasi seperti yang diuraikan di atas,

guru perlu memperhatikan tujuan pengajaran. Karena tujuan pengajaran itu

justru akan membantu guru dalam mencari bahan yang akan diajarkan, serta

pengajaran

merupakan bahan baku yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Seperti

halnya paku, palu, gergaji, dan kayu merupakan bahan baku yang dibutuhkan

Makin jelas tujuan yang diharapkan atau akan dicapai, maka makin

jelas

pula

bagaimana

tindakan

memotivasi

itu

dilakukan.

Tindakan

memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh

yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh

49

karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan

memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian

orang yang akan dimotivasi.

Karakteristik Mata Pelajaran Fiqih Madrasah adalah sekolah yang berciri khas Agama Islam Pendidikan Agama Islam
Karakteristik Mata Pelajaran Fiqih
Madrasah
adalah
sekolah
yang
berciri
khas
Agama
Islam
Pendidikan
Agama
Islam
merupakan
pendidikan
yang

diajarkan di sekolah juga memberikan pelajaran Agama Islam lebih terperinci.

D.

yang

diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Sebagai sekolah yang berciri khas Agama

Islam, disamping melaksanakan pendidikan dan pembelajaran bidang studi yang

memberikan

keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran islam dalam kehidupan

sehari-hari baik sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara melalui materi

keimanan, bimbingan ibadah, Al-Qur’an, Hadits, Akhlak, Syariah/Fiqih/Muamalah

dan Tarikh (sejarah islam), yang bersumberkan kepada Al-Qur’an dan Hadits. 37

Sehingga ketika di dalam Madrasah, seluruh materi tersebut terangkum dalam

beberapa mata pelajaran yang terdiri dari mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, Aqidah

Akhlak, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Dari penjelasan di atas, fiqih termasuk kedalam materi pelajaran Pendidikan

Agama Islam, yang mana jika di Madrasah fiqih merupakan mata pelajaran tersendiri.

Fiqih merupakan pengetahuan tentang keagamaan yang mencakup seluruh ajaran

37 Darwyan Syah, et al., Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam, (Jakarta:

50

agama, baik berupa akidah (ushuliah) maupun amaliah (furu’iah). Ini berarti fiqih

sama dengan pengertian syari’ah islamiyah. 38

Sebagai mata pelajaran yang tujuannya harus diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari, maka para guru harus mempunyai keterampilan menyampaikan isi

mampu menanamkan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan karena pada pelajaran tersebut memikul tanggung jawab
mampu
menanamkan
kesadaran
siswa
untuk
mengaplikasikan
karena
pada
pelajaran tersebut
memikul
tanggung jawab
untuk

mengkaji setiap kegiatan pembelajaran supaya lebih bermakna.

pelajaran yang dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efesien

ilmu

sehingga

pengetahuan yang telah dipelajarinya. Untuk itulah guru perlu mengembangkan dan

Sebagai bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, maka mata

pelajaran fiqih memiliki karakteristik isi bidang studi yang hampir sama dengan

karakteristik isi bidang studi mata pelajaran Agama Islam lainnya. Mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam memiliki wawasan, karakteristik, dan penyajian yang

berbeda. Materi Pendidikan Agama Islam mengandung perintah dan larangan serta

tujuan, maka pola penyajian serta evaluasinya berbeda dengan bidang studi lainnya.

Selain itu pula, mata pelajaran fiqih yang merupakan bagian dari pelajaran

Agama di Madrasah mempunyai ciri khas dibandingkan dengan pelajaran yang

dapat

lainnya,

memberi

motivasi

dan

kompensasi

sebagai

manusia

yang

mampu

memahami,

melaksanakan

dan

mengamalkan

hukum

Islam

yang

berkaitan

dengan

ibadah

mahdhoh

dan

muamalah

serta

dapat

mempraktekannya

dengan

benar

dalam

kehidupan sehari-hari. Disamping mata pelajaran yang mempunyai ciri khusus juga

51

materi yang diajarkannya mencakup ruang lingkup yang sangat luas yang tidak hanya

dikembangkan di kelas. Penerapan hukum Islam yang ada di dalam mata pelajaran

fiqih pun harus sesuai dengan yang berlaku di dalam masyarakat, sehingga guru harus

dapat memilih dengan tepat media yang digunakan dalam pembelajaran fiqih, agar

Kerangka Berfikir
Kerangka Berfikir

untuk termotivasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

dalam kehidupan bermasyarakat siswa sudah dapat melaksanakannya dengan baik.

E.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen terpenting yang harus

ada dalam kegiatan pembelajaran, yang pada dasarnya media pembelajaran ini

merupakan salah satu teknik yang digunakan di dalam melakukan interaksi dengan

siswa disaat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga proses kegiatan

belajar mengajar tidak terasa hambar, yang dapat menyebabkan kurangnya siswa

Tujuan utama mempergunakan alat-alat/media pembelajaran tersebut ialah untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses kependidikan itu. Oleh karena itu media tersebut perlu diseleksi terlebih dahulu sebelum digunakan dalam proses pembelajaran, mana yang tepat guna dan aman, dan mana yang kurang tepat guna dan kurang aman dari tujuan pendidikan yang hendak dicapai dalam proses. 39 Selanjutnya, di dalam penggunaannya media harus disesuaikan dengan karakteristik individu peserta didik, karena setiap individu memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut yang mendorong kepada setiap pendidik untuk dapat menyesuaikan dengan karakter dan kemampuan peserta didiknya. 40

Berdasarkan beberapa permas alahan dalam penggunaan media pembelajaran

yang peneliti temukan di kelas, maka peneliti memilih untuk mengkaji tentang media

39 Eneng Muslihah, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Diadit Media, 2010), h. 117.

40 Hidayatullah, op.cit., h. 25.

52

pembelajaran power point dan dampaknya terhadap proses belajar mengajar di kelas.

Yang mana media power point ini memiliki kemampuan dari segi suara dan tampilan,

sehingga dapat menimbulkan efek-efek suara dan gambar bergerak.

Power point itu sendiri merupakan sebuah program aplikasi komputer untuk

itu sendiri merupakan sebuah program aplikasi komputer untuk belajar mengajar di kelas yang menampilkan presentasi berupa

belajar mengajar di kelas yang menampilkan presentasi berupa slide.

presentasi yang dikembangkan oleh microsoft di dalam paket office mereka. Aplikasi

ini memang merupakan salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam kegiatan

Sedangkan motivasi merupakan istilah yang lebih umum, yang menunjuk

kepada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang

timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan

tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuatan. 41

Islam sebagai petunjuk Ilahi mengandung implikasi kependidikan (pedagogis)

yang mampu membimbing dan mengarahkan manusia menjadi seorang mukmin,

muslim, muhsin dan muttaqin melalui proses tahap demi tahap. 42 Sebagai pembawa

misi, Islam menunjukkan secara jelas akan implikasi-implikasi kependidikan yang

bergaya imperatif, motivatif dan persuasif, sebagai sistem dan metode melaksanakan

misi kependidikan. Islam tidak memaksa manusia untuk memeluknya, melainkan

secara wajar melalui proses manusiawi, yaitu pendidikan. 43

Pendidikan

Agama

Islam

merupakan

pendidikan

yang

memberikan

keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan

41 Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka Setia, 2004), h. 60.

42 M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 30.

43 Ibid., h. 46.

53

sehari-hari baik sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara melalui materi

keimanan, bimbingan ibadah, Al-Qur’an, Hadits, Akhlak, Syariah/Fiqih/Muamalah

dan Tarikh (sejarah Islam), yang bersumberkan kepada Al-Qur’an dan Hadits. 44

Dari pengertian di atas, fiqih termasuk kedalam materi pelajaran pendidikan

Salah satu bentuk perhatian guru dalam masalah ini yaitu
Salah
satu
bentuk
perhatian
guru
dalam
masalah
ini
yaitu

sama dengan pengertian syari’ah Islamiyah. 45

agama Islam, yang mana jika di madrasah fiqih merupakan mata pelajaran tersendiri.

Fiqih merupakan pengetahuan tentang keagamaan yang mencakup seluruh ajaran

agama, baik berupa akidah (ushuliah) maupun amaliah (furu’iah). Ini berarti fiqih

Diharapkan setelah penggunaan media pembelajaran power point ini maka

dapat memotivasi siswa terhadap mata pelajaran fiqih. Karena kebosanan dan

kemalasan dalam belajar merupakan salah satu indikasi rendahnya motivasi pada diri

dengan

siswa.

menumbuhkan motivasi yang ada pada diri siswa. Karena bagi siswa motivasi itu

diibaratkan bahan bakar sebuah kendaraan, tidak akan berarti betapapun bagusnya

mesin dan halusnya penyetelan kendaraan jika tidak memiliki bahan bakar. Bahan

bakar menjadi unsur vital bagi sebuah kendaraan, begitu pula halnya dengan motivasi

bagi siswa untuk belajar, karena motivasi inilah yang menggerakkan mereka untuk

belajar.

Mengingat tentang begitu pentingnya pemahaman akan materi pelajaran fiqih,

seperti thoharoh, shalat, puasa, zakat, haji dan pelaksanaan ibadah lainnya, maka

44 Darwyan Syah, et al., op.cit., h. 28.

45 Rachmat Syafe’i, Ilmu Ushul Fiqih, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), h. 19.

54

motivasi siswa terhadap mata pelajaran fiqih harus menjadi prioritas diantara mata

pelajaran umum yang lainnya, karena fiqih menyangkut tentang hubungan ibadah

kepada sang Kholik. Maka dari itu guru harus mampu menentukan dan sekaligus

menerapkan media pembelajaran yang tepat dalam penyampaian materi pelajaran

fiqih. Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, bahwa dapat diduga kuat terdapat hubungan antara penggunaan media
fiqih.
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, bahwa dapat diduga kuat terdapat
hubungan antara penggunaan media pembelajaran power point
terhadap motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran fiqih.
Untuk lebih jelasnya hubungan dari kedua variabel, maka peneliti gambarkan
dengan skema berikut ini:
Media Pembelajaran
Variabel X
Motivasi Belajar
Variabel Y
1.
Kejelasan penyajian materi
1.
Tekun menghadapi tugas
2.
Penyajian yang menarik
2.
Ulet dalam menghadapi
3.
Keinteraktifan selama
kesulitan
HUBUNGAN
menyampaikan materi
3.
Lebih senang bekerja sendiri
4.
Penggunaan waktu dalam
4.
Menunjukkan minat dalam
penyampaian materi 46
belajar 47

46 Hidayatullah, op.cit., h. 24.

47 Sardiman, op.cit., h. 83.

55

F. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan tesis (kesimpulan) yang hipo (tarafnya rendah). Jadi,

hipotesis merupakan kesimpulan yang tarafnya rendah. Disebut demikian karena

belum diuji oleh kenyataan empirik. Jadi, hipotesis bisa bersumber dari kesimpulan

empirik. Jadi, hipotesis bisa bersumber dari kesimpulan tempat penelitian. Adapun rumusan hipotesis yang penulis

tempat penelitian. Adapun rumusan hipotesis yang penulis ajukan yaitu :

kajian terhadap teori, hasil perenungan berdasarkan informasi terbatas, atau “murni”

hasil perenungan. 48

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data. 49 Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan

pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, tidak dirumuskan hipotesis, tetapi

justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji

oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Berdasarkan pengertian di atas, maka penulis dapat menjelaskan bahwa yang

dimaksud hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari masalah yang ada dalam

penelitian, penulis harus membuktikan kebenaran dari dugaan itu di lapangan atau

48 I Made Wirartha, Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis (Yogyakarta; C.V Andi Offset, 2006), h.25.

49 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung; Alfabeta, 2006), h. 96.

56

1. Hipotesis Statistik

a) Hipotesis alternatif : H a =

0 Ada hubungan antara penggunaan media

power point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih.

b) Hipotesis nol : H 0

= 0 Tidak ada hubungan antara penggunaan media

2. penggunaan media power point dengan motivasi belajar siswa Muhammadiyah 1 Kalirejo”. 50
2.
penggunaan
media
power
point
dengan
motivasi
belajar
siswa
Muhammadiyah 1 Kalirejo”. 50

power point terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih.

Hipotesis Penelitian : “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara

SMK

50 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, cet. 20, (Bandung, Alfabeta,

BAB III

METODE PENELITIAN

A.

Desain Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono
Desain Penelitian
deskriptif
dengan
pendekatan
kuantitatif.
Menurut
Sugiyono

data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 2

Untuk mencapai keberhasilan dalam penelitian ini, penulis menggunakan

metode penelitian yang dianggap relevan dengan pokok penelitian, yaitu metode

metode

penelitian

kuantitatif adalah metode yang data penelitiannya berupa angka-angka dan analisis

menggunakan statistik. 1 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto sesuai dengan

namanya kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Dimana penelitian deskriptif adalah penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikannya dengan apa adanya. Bentuk yang diamati bisa berupa sikap dan pandangan yang menggejala saat sekarang, hubungan antara variabel (korelatif), pertentangan dua kondisi atau lebih (komparatif), pengaruh terhadap suatu kondisi, atau perbedaan-perbedaan antar fakta. Pada penelitian deskriptif ini, peneliti tidak melakukan pengontrolan keadaan saat penelitian berlangsung, seperti pemberian treatment, dan kontrol terhadap variabel. 3