Anda di halaman 1dari 17

TUGAS BESAR

METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN PELAT LANTAI 2
AS X2-X7/Y2-Y5
PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN 88 AVENUE, SURABAYA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Metode Pelaksanaan dan Kegagalan Konstruksi

Disusun oleh :
Nurin Shabrina Zata Lini Haidi
NIM. 1441320034
4MRK5

PROGRAM STUDI DIV-MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2018
1.1 Flowchart Pekerjaan Pelat Lantai As X2-X7/Y2-Y5

Mulai

Perencanaan
Site Plan

Perhitungan
Volume
Pekerjaan

Perhitungan
Durasi dan
Kebutuhan
Sumber Daya

Pekerjaan
Persiapan

Pekerjaan
Bekisting

Pekerjaan
Pembesian

Pemeriksaan
Pembesian
dan Bekisting
N Y
Perbaikan Pemesanan
Pembesian Beton
dan Bekisting Readymix

Pekerjaan
Pengecoran

Perawatan
Beton

Bongkar
Bekisting

SELESAI
1.1 Perencanaan Site Plan dan Gambar Denah
1.2 Perhitungan Volume Pekerjaan
Tabel 1. Tabel Perhitungan Volume Pekerjaan
RASIO PER M2 VOLUME TOTAL
LUAS TOT. PLAT TEBAL
NO AREA TYPE PLAT KODE Bekisting Beton Besi Bekisting Beton Besi
m2 m' m2 m3 Kg m2 m3 Kg

1 X6-X7 / Y4-Y5 S1 S7A 18.70 0.12 1.00 0.12 13.62 18.70 2.24 254.84
S1 S7B 19.07 0.12 1.00 0.12 13.62 19.07 2.29 259.86
2 X6-X7 / Y3-Y4 S1 S8A 22.28 0.12 1.00 0.12 13.62 22.28 2.67 303.56
S7 S8B 8.26 0.12 1.00 0.12 11.30 8.26 0.99 93.37
3 X6-X7 / Y2-Y3 S1 S9A 21.00 0.12 1.00 0.12 13.62 21.00 2.52 286.17
S1 S9B 23.89 0.12 1.00 0.12 13.62 23.89 2.87 325.44
4 X5-X6 / Y4-Y5 S1 S17A 15.82 0.12 1.00 0.12 13.62 15.82 1.90 215.49
S1 S17B 16.77 0.12 1.00 0.12 13.62 16.77 2.01 228.43
5 X5-X6 / Y2-Y3 S1 S18A 16.46 0.12 1.00 0.12 13.62 16.46 1.98 224.32
S1 S18B 17.18 0.12 1.00 0.12 13.62 17.18 2.06 234.13
6 X4-X5 / Y4-Y5 S1 S27A 16.93 0.12 1.00 0.12 13.62 16.93 2.03 230.60
S1 S27B 16.94 0.12 1.00 0.12 13.62 16.94 2.03 230.85
7 X4-X5 / Y3-Y4 S1 S28 23.48 0.12 1.00 0.12 13.62 23.48 2.82 319.94
8 X4-X5 / Y2-Y3 S1 S29A 17.32 0.12 1.00 0.12 13.62 17.32 2.08 235.96
S1 S29B 17.35 0.12 1.00 0.12 13.62 17.35 2.08 236.41
9 X3-X4 / Y4-Y5 S1 S38A 17.59 0.12 1.00 0.12 13.62 17.59 2.11 239.59
S1 S38B 17.59 0.12 1.00 0.12 13.62 17.59 2.11 239.69
10 X3-X4 / Y3-Y4 S1 S39A 19.19 0.12 1.00 0.12 13.62 19.19 2.30 261.41
S1 S39B 19.19 0.12 1.00 0.12 13.62 19.19 2.30 261.51
11 X3-X4 / Y2-Y3 S1 S40A 18.01 0.12 1.00 0.12 13.62 18.01 2.16 245.43
S1 S40B 18.02 0.12 1.00 0.12 13.62 18.02 2.16 245.58
12 X2-X3 / Y4-Y5 S1 S49A 14.32 0.12 1.00 0.12 13.62 14.32 1.72 195.14
S1 S49B 15.19 0.12 1.00 0.12 13.62 15.19 1.82 206.95
13 X2-X3 / Y3-Y4 S1 S50A 15.62 0.12 1.00 0.12 13.62 15.62 1.87 212.88
S1 S50B 16.01 0.12 1.00 0.12 13.62 16.01 1.92 218.14
14 X2-X3 / Y2-Y3 S1 S51A 14.68 0.12 1.00 0.12 13.62 14.68 1.76 200.02
S1 S51B 15.12 0.12 1.00 0.12 13.62 15.12 1.81 206.07
15 X5-X6 / Y8-Y9 S1 ASW21 17.71 0.12 1.00 0.12 13.62 17.71 2.13 241.32
S2 ASW22 5.80 0.12 1.00 0.12 10.28 5.80 0.70 59.56
S2 ASW23 0.55 0.12 1.00 0.12 10.28 0.55 0.07 5.61
S2 ASW24 4.24 0.12 1.00 0.12 10.28 4.24 0.51 43.56
16 X5-X6 / Y3-Y4 S1 ASW11 17.71 0.12 1.00 0.12 13.62 17.71 2.13 241.34
S2 ASW12 2.55 0.12 1.00 0.12 10.28 2.55 0.31 26.20
S2 ASW13 4.24 0.12 1.00 0.12 10.28 4.24 0.51 43.55
S2 ASW14 6.98 0.12 1.00 0.12 10.28 6.98 0.84 71.72
S2 ASW15 3.23 0.12 1.00 0.12 10.28 3.23 0.39 33.20

535.02 64.20 7,177.87

Tabel 2. Tabel Jumlah Tulangan per Meter


jumlah jumlah
Diameter jarak x jarak y layer berat/m1 berat/m2
Type Plat tulangan x tulangan y
mm mm mm lps bh bh kg kg

S1 13.62
S2 10 240 240 2 4.17 4.17 0.62 10.28
S3 15.42
S4 10 150 200 2 6.67 5.00 0.617 14.39
S5 10 150 150 2 6.67 6.67 0.62 16.44
S6 10 150 150 2 6.67 6.67 0.62 16.44
S7 10 200 240 2 5.00 4.17 0.62 11.30
SK 13 150 150 2 6.67 6.67 1.04 27.78
jumlah jumlah
Diameter jarak x jarak y layer berat/m1 berat/m2
Type Plat tulangan x tulangan y
mm mm mm lps bh bh kg kg
s1 bwh 8 200 200 1 5.00 5.00 0.39 3.95

Atas 8 200 200 1 2.50 2.50 0.39 1.97


10 200 200 1 2.50 2.50 0.62 3.08

bwh 10 400 400 1 1.25 1.25 0.62 1.54

Atas 10 400 400 1 2.50 2.50 0.62 3.08

s3 bwh 8 200 200 1 5.00 5.00 0.39 3.95

Atas 8 200 200 1 2.50 2.50 0.39 1.97


10 150 150 1 3.33 3.33 0.62 4.11

bwh 10 300 400 1 1.67 1.25 0.62 1.80

Atas 10 300 400 1 3.33 2.50 0.62 3.60

1.3 Durasi Pelaksanaan Dan Jumlah Tenaga Kerja


a) Pekerjaan Bekisting Pelat Lantai
Luasan bekisting = 535.02 m2
Jumlah orang / shift = 10 orang
Kapasitas produksi rata-rata / orang / shift = 2,5 m2/shift
Jumlah Shift / hari = 2 shift
Maka waktu pelaksanaan bekisting balok dan plat adalah :
535.02 m2 / ( 10 x 2,5 x 2 ) = 10 hari

b) Pekerjaan Pembesian Pelat Lantai


Volume Pembesian = 7,177.87 kg
kapasitas produksi tukang besi / orang = 140 kg / shift
jumlah tukang besi = 15 orang
maka waktu pelaksanaan pembesian = 7,177.87/( 140 x 15 )
= 4 hari
c) Pekerjaan Pengecoran Pelat Lantai
Pekerjaan Pengecoran / zone
- Volume beton rata-rata / zone = 64.20 m3
- Kapasitas Concrete Pump = 20 m3/jam
- Jumlah Concrete Pump = 1 unit
- Durasi waktu pengecoran per zone = 64.20/20x 2
= 3 jam
Jumlah Tenaga kerja saat pengecoran plat dan balok
- Operator Pompa = 1 orang / shift
- Operator Mixer = 1 orang / shift
- Pengukuran = 2 orang / shift
- Bagian Pegang Pipa = 3 orang / shift
- Bagian Perataan Beton = 6 orang / shift
- Bagian Finish Beton = 3 orang / shift
Total Tenaga Kerja = 16 orang

1.4 Penjadwalan Tenaga Kerja


1.5 Penjadwalan Material
1.6 Penjadwalan Alat

A. ALAT DAN BAHAN


ALAT JUMLAH
a. Gergaji kayu 5 Buah
b. Roll Meter 7 Buah
c. Paku dan Palu
d. Lakban
e. Pengaku bekisting
f. Bar Bending/Pembengkok besi tulangan 2 Unit
g. Suri-Suri/Bekisting Girder/hollow
h. Scaffolding Four-way
i. Concrete Pump
j. Vibrator 1 Unit
BAHAN JUMLAH
a. Plywood 3144 M2
b. Polifilem 3145 M2
c. Besi Ø8
d. Besi Ø10
e. Kawat Bendrat
f. Beton Segar 235 M3
g. Curing

B. LANGKAH KERJA
a. Pekerjaan Persiapan
a) Perencanaan Site Plan.

Gambar 1. Site Plan Pengerjaan

b) Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan seperti bar bending dll.
c) Untuk pekerjaan pelat lantai pada lantai atas, gunakan scaffolding/four-way sebagai
pijakan, cara memasang scaffolding/four-way adalah sebagai berikut:
 Pasang jack base scaffolding pada permukaan yang rata, dan berdekatan (mudah
dijangkau) dengan daerah yang akan dikerjakan. Apabila permukaan tidak rata,
dapat ditopang dengan menggunakan papan kayu.
 Masukkan vertikal prop kedalam jack base, kemudian pasangkan horizontal
prop kedalam connecting yang sudah terpasang pada verikal prop.
Gambar 2. Cara Pemasangan Horizontal Prop ke Connecting

d) Setelah scaffolding terpasang, pasang U-head pada bagian atas scaffolding sebagai
tempat untuk meletakkan suri-suri/bekisting girder yang berfungsi sebagai balok
penahan pada bekisting pelat lantai. Atur ketinggian U-head sesuai dengan elevasi
lantai yang telah direncanakan.

Gambar 3. Pemasangan U-Head


e) Letakkan suri-suri/bekisting girder pada U-head yang telah terpasang.

PPM
Hollow
50×50

Balok
(Suri-suri)

Standar
Fourway

Ledger
Fourway

Gambar 4. Peletakan Suri-Suri

b. Pekerjaan Bekisting
a) Lapisi plywood dengan menggunakan plastik polifilem agar kayu tidak menyerap air
beton pada saat pekerjaan pengecoran.
b) Buat pola pada plywood sesuai dengan bentang pelat lantai yang akan dibuat dan
menyesuaikan ukuran plywood yakni 122 cm x 244 cm.
Gambar 5. Pola Bekisting Pelat Lantai

c) Potong plywood sesuai dengan pola yang telah dibuat dengan menggunakan gergaji
kayu.
d) Pasang plywood yang telah dipotong dan paku pada suri-suri yang telah dipasang.
Pastikan tidak ada celah pada perpotongan plywood. Apabila terdapat celah,
penanganan pertama yaitu rekatkan lakban pada perpotongan bekisting.
e) Buat bekisting samping yang akan dipasang pada pinggiran bekisting alas dengan
tinggi bekisting sesuai dengan ketebalan pelat.
Tipe Pelat Tebal (mm)
S1 120
S2 120
S3 140
S4 140
S7 120
Gambar 6. Bekisting Pelat Lantai

f) Paku bekisting samping dengan bekisting alas kemudian pasang tembereng/brace


pada bekisting samping agar lebih kuat.
c. Pekerjaan Pembesian
a) Potong besi Ø8 dan Ø10 sesuai dengan kebutuhan (panjang besi dapat dilihat dari
detail tulangan pelat lantai, terlampir).
b) Bengkokkan besi pada fabrikasi pembesian menggunakan alat bar bending.
c) Tulangan yang telah dibengkokkan kemudian diangkat dengan menggunakan tower
crane ke tempat pekerjaan.
d) Rangkai tulangan sesuai dengan tipe pelat lantai dan ikat tulangan dengan
menggunakan kawat bendrat.

Gambar 7. Contoh Kebutuhan Besi Pelat Lantai AS X7-X9/Y22-Y24

Tabel Bar Bending Untuk Pembesian AS X7-X10/Y22-Y24


TIPE DIAMETER
GAMBAR JUMLAH
PELAT (mm)
S1 10 14 buah

10 14 buah

10 14 buah

8 28 buah
8 28 buah

8 28 buah

8 28 buah

10 55 buah

10 55 buah

10 18 buah

10 18 buah

8 37 buah
8 37 buah

10 37 buah

d. Pekerjaan Pengecoran
a) Untuk menghindari terjadinya cold joint sewaktu pengecoran harus perhatikan hal-
hal waktu sebagai berikut:
 Balok dan pelat menggunakan concrete pump dengan waktu penuangan beton 1
mobil mixer 15-30 menit dan didalam concrete pump harus selalu tersedia beton,
sehingga waktu pendatangan mobil mixer dapat lebih cepat dan harus kontinyu,
biasanya sekali pengiriman 3 mobil mixer, pemesanan berikutnya pada
penuangan 2 mixer terakhir.
 Kolom/dinding beton/core wall menggunakan tower crane dengan waktu
penuangan beton 1 mobil mixer 1-1,5 jam, sehingga pendatangan mobil mixer
hanya satu-satu, disesuaikan dengan pelaksanaan pengecoran, namun harus
kontinyu.
 Kepadatan lalu lintas sangat mempengaruhi supply beton dan slump dan harus
diperhatikan juga waktu tempuh dari batching plan ke proyek sehingga dapat
diprediksi berapa lama lagi beton akan setting.
b) Dalam pelaksanakan pengecoran harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
 Ketebalan/level horisontal baik untuk pelat, balok, kolom, dinding harus sesuai
dengan gambar yang disetujui, untuk pengecoran lantai dan balok atas agar
diperhitungkan lendutan yang terjadi selama proses pengecoran dan
dikoordinasikan dengan pengerjaan bekisting, guna mendapatkan level yang
sesuai dan menghindari terjadinya kelebihan volume beton.
 Selama proses pengecoran dilarang menambahkan air ke dalam beton baik pada
mobil mixer, concrete pump, ataupun pada beton di area pengecoran karena akan
mengurangi kuat tekan beton.
 Jumlah vibrator haruslah memadai dengan jumlah volume beton yang dituang
dan disediakan 1 unit untuk cadangan.
 Karena jumlah volume pengecoran yang besar haruslah desesuaikan jumlah
concrete pump dan supply beton yang seimbang.

c) Pengecoran Pelat Lantai


 Pasang batas pengecoran dengan menggunakan kawat ayam, biasanya untuk
membatasi area pengecoran kolom dan pelat lantai.
 Pengecoran menggunakan concrete pump dan padatkan dengan vibrator agar
beton dapat mengisi sela-sela tulangan sehingga tidak terdapat rongga-rongga.
 Kemudian beton diratakan dengan penggaruk dan cangkul.

Gambar 8. Zona Pengecoran Pelat Lantai


Gambar 9. Arah Pengecoran Pelat Lantai Menggunakan Concrete Pump Truck

e. Pekerjaan Perawatan Beton


Perawatan (curing) beton dilakukan setelah pengecoran, dengan memperhatikan:
 Untuk balok dan lantai, karena area yang dicor cukup luas, dan permukaan yang
terbuka, setelah didapat area yang cukup luas dan beton sudah mengeras (setting
time terpenuhi) curing sudah harus dilakukan dengan menyemprotkan dengan
alat penyemprot air langsung kepermukaan beton.