Anda di halaman 1dari 3

KELAINAN-KELAINAN

A. Pipi

Tumor pada Pipi dan Dasar Mulut


Berbagai jenis gumpalan yang abnormal, dapat kita temukan di dalam
substansi pipi ataupun di dasar mulut, atau bahkan muncul dari permukaannya.
Beberapa merupakan neoplasma jinak, beberapa adalah hamartoma, dan yang
lainnya merupakan hyperplasia karena inflamasi. Berikut ini merupakan contoh yang
sering terjadi:
 Polip Fibro-epithelial. Jika pipi mengalami trauma berulang-ulang pada suatu
tempat, maka akan terbentuk jaringan parut submukosa, di mana tangkai
jaringan tersebut dapat terambil saat penghisapan dalam proses penelanan.
Hasilnya adalah didapatkannya pembengkakan fibrosa yang berupa jaringan
halus, berbentuk bulat, serta menonjol. Polip ini diambill dari dasar pediculus.
 Granuloma karena gigi tiruan. Massa fibrosa berbentuk fusiform yang berasal
dari pediculus linear ini, dapat terbentuk pada individu yang tidak bergigi, yaitu
pada daerah sulcus lingual maupun buccal. Massa ini dapat terlihat sendiri atau
terkadang dapat pula tergabung secara parallel satu dengan yang lainnya.
Massa granulomatosa ini muncul sebagai hasil dari iritasi kronik dan ulserasi
akibat pinggiran gigi tiruan, jika tidak dikenakan dengan benar.
 Papilloma. Papilloma dapat terjadi pada pipi, mukosa alveolar, palatum, maupun
dasar mulut. Papiloma ini dapat ditemukan soliter atau berganda. Beberapa
merupakan massa yang kecil, terletak berdekatan, berupa tonjolan menyerupai
jari, dan beberapa mempunyai permukaan menonjol seperti bunga kol. Papilloma
ini ditutupi oleh epitel berkeratin yang akan berwarna putih jika berada dalam
lingkungan lembab mulut. Beberapa pasien mempunyai banyak papilloma di
mulutnya dan dapat pula ditambah dengan kutil akibat virus di mana-mana. Pada
anak-anak, kutil lain seperti itu bisa terdapat pada lutut. Pada orang dewasa, lesi
papilloma dapat berupa kutil pada genital mereka.
 Haemangioma. Dapat terjadi pada pipi dan dasar mulut. Haemangioma caverne
kecil yang berdiameter hingga 0,5 cm dapat ditemukan di dalam pipi,
berseberangan dengan daerah occlusal, dan muncul sebagai hasil gigitan yang
merusak saluran submukosa. Haemangioma yang lebih besar mengelilingi
buccal pad lemak pada daerah buccal.
 Lipoma. Menghasilkan pembengkakan submukosa berwarna kekuningan pada
pipi dan dasar mulut.
 Neurofibromas. Paling sering menghasilkan penebalan gusi yang menyebar ke
pipi atau dasar mulut. Terkadang berupa massa fibrosa tunggal halus yang
berbentuk fusiform dan ditemukan di sepanjang garis saraf, seperti saraf lingual.
Yang lainnya dapat menghasilkan pembengkakan yang menonjol.
 Lymphangiomas. Cenderung terdapat pada posterior pipi di atas proc
coronoideus dan terlihat seperti telur kodok berwarna kecoklatan.
 Tumor pada Kelenjar Saliva. Adenoma pleomorfik, adenoidkista carcinoma,
serta neoplasma kelenjar saliva lain yang lebih jarang, dapat muncul pada
buccal, retromolar, labial dan sublingual kelenjar saliva.
 Nodulus Lymphaticus Fasial. Beberapa orang mempunyai nodulus lymphaticus
yang merupakan bagian luar dari nodulus submandibular. Nodulus ini berada di
atas corpus mandibula, sepanjang jalur arteri fasial yang menuju sudut mulut.
Saat nodulus ini membesar, dapat menghasilkan gumpalan yang jelas pada pipi
atau sulcus buccalis bawah.

Carcinoma pada Pipi


Adenocarcinoma yang muncul pada kelenjar saliva minor merupakan hal
yang jarang terjadi. Mayoritas carcinoma yang terjadi pada daerah mukosa pipi
adalah sel squamosa alami. Pada penduduk Barat yang merupakan perokok dan
peminum berat, carcinoma ini muncul sebagai infeksi candida leucoplacia.
Carcinoma bias juga terjadi sebagai komplikasi dari fibrosis submukosa. Tumor
berpapilla yang tumbuh subur dapat dihasilkan oleh carcinoma verruca.
Perawatan Carcinoma pada Pipi.. Hasil yang terbaik dalam hal fungsi dan
penampilan untuk perawatan adalah dengan menggunakan radioterapi. Radiasi
interstitial dihantarkan oleh jarum Caesium atau oleh kawat
137 Iridium. Perawatan
192

cahaya eksternal alternatif dengan mesin megavoltage dapat pula digunakan.


Pembedahan sangat dibutuhkan jika terdapat tumor sisa atau tumor rekurens,
ataupun jika radioterapi tidak tersedia. Pembedahan post-irradiasi disarankan pula
untuk tumor besar yang menyertakan rahang yang bersebelahan. Tumor kecil atau
superfisial dapat dipotong. Luka yang dihasilkannya lalu diberikan busa polyurethane
pada daerah yang mengalami suture selama 10 hari.