Anda di halaman 1dari 4

15

PEDOMAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN JIWA

Petunjuk:
1. Diagnosis keperawatan adalah pernyataan tunggal problem keperawatan.
2. Untuk merumuskan diagnosis keperawatan maka menggunakan data mayor dan
data minor.
3. Data mayor adalah data yang harus ada untuk merumuskan diagnosa keperawatan
(minimal 1 datum)
4. Data minor adalah data yang boleh ada, boleh tidak ada untuk merumuskan
diagnosa keperawatan.

No Diagnosa Deskripsi Data Mayor Data Minor


Keperawatan
1 Perilaku Kekerasan Kemarahan yang Subyektif: Subyektif:
diekspresikan o Mengancam o Mengatakan ada
secara berlebihan o Mengumpat yang mengejek,
dan tidak o Bicara keras dan mengancam
terkendali baik kasar o Mendengar suara
secara verbal Obyektif: yang menjelekkan
maupun tindakan o Agitasi o Merasa orang lain
dengan o Meninju mengancam
mencederai o Membanting dirinya
orang lain dan Obyektif:
o Melempar
atau merusak o Menjauh dari
lingkungan orang lain
o Katatonia
2 Risiko Perilaku Adanya Subyektif: Subyektif:
Kekerasan kemungkinan o Mengatakan o Mendengar suara-
mencederai pernah suara
orang lain dan melakukan o Merasa orang lain
merusak tindak kekerasan mengancam
lingkungan o Informasi dari o Menganggap
akibat keluarga tindak orang lain jahat
ketidakmampuan kekerasan yang Obyektif:
mengendalikan dilakukan oleh o Tampak tegang
marah secara pasien saat bercerita
konstruktif Obyektif: o Pembicaraan
o Ada tanda/jejas kasar jika
perilaku menceritakan
kekerasan pada marahnya
anggota tubuh
3 Gangguan sensori Gangguan Subyektif: Subyektif:
persepsi: halusinasi persepsi di mana o Mengatakan o Menyatakan kesal
individu mendengar suara o Menyatakan
mersakan adanya bisikan/melihat senang dengan
16

stimulus melalui bayangan suara-suara


panca indera Obyektif: Obyektif:
tanpa adanya o Bicara sendiri o Menyendiri
rangsang nyata o Tertawa sendiri o Melamun
o Marah tanpa
sebab
4 Isolasi Sosial Ketidakmampuan Subyektif: Subyektif:
untuk membina o Mengatakan o Curiga dengan
hubungan yang malas orang lain
intim, hangat, berinteraksi o Mendengar suara-
terbuka, dan o Mengatakan suara / melihat
interdependen orang lain tidak bayangan
dengan orang mau menerima o Merasa tak
lain. dirinya berguna
o Merasa orang Obyektif:
lain tidak selevel o Mematung
Obyektif: o Mondar-mandir
o Menyendiri tanpa arah
o Mengurung diri o Tidak berinisiatif
o Tidak mau berhubungan
bercakap-cakap dengan orang lain
dengan orang
lain
5 Gangguan Konsep Ide, pikiran Subyektif: Subyektif:
Diri:Harga Diri Rendah perasaan yang o Mengeluh hidup o Mengatakan
negatif tentang tidak bermakna malas
diri o Tidak memiliki o Putus asa
kelebihan o Ingin mati
apapun Obyektif:
o Merasa jelek o Tampak malas-
Obyektif: malasan
o Kontak mata o Produktivitas
kurang menurun
o Tidak
berinisiatif
berinteraksi
dengan orang
lain

6 Gangguan proses pikir: Gangguan proses Subyektif: Subyektif:


waham piker yang o Merasa curiga o Merasa orang lain
ditandai dengan o Merasa cemburu menjauh
keyakinan o Merasa diancam o Merasa tidak ada
tentang diri dan / diguna-guna yang mau
lingkungan yang o Merasa sebagai mengerti
17

menyimpang, orang hebat Obyektif:


dipertahankan o Merasa memiliki o Marah-marah
secara kuat. kekuatan luar karena alasan
biasa sepele.
o Merasa sakit / o Menyendiri
rusak organ
tubuh
o Merasa sudah
mati
Obyektif:
o Marah-marah
tanpa sebab
o Banyak kata
(logorrhoe)
o Menyendiri
o Sirkumstansial
o Inkoheren
7 Defisit Perawatan diri Ketidakmampuan Subyektif: Subyektif:
dalam menjaga o Menyatakan o Merasa tak
kesehatan diri, malas mandi berguna
termasuk o Tidak tahu cara o Merasa tak perlu
menjaga makan yang mengubah
kebersihan diri, baik penampilan
makan-minum o Tidak tahu cara o Merasa tidak ada
sehat, berdandan, dandan yang yang peduli
mengatur tidur baik Obyektif:
dan bekerja, dan o Tidak tahu cara o Tidak tersedia alat
toileting. eliminasi yang kebersihan
baik o Tidak tersedia alat
Obyektif: makan
o Badan kotor o Tidak tersedia alat
o Dandanan tidak toileting
rapi
o Makan
berantakan
o Bab/bak
sembarang
tempat
8 Risiko bunuh diri Adanya Subyektif: Subyektif:
kemungkinan o Mengatakan o Mengatakan ada
melakukan hidupnya tak yang menyuruh
tindakan berguna lagi bunuh diri
mencederai diri o Ingin mati o Mengatakan lebih
untuk tujuan o Menyatakan baik mati saja
kematian. pernah mencoba o Mengatakan
18

bunuh diri sudah bosan hidup


o Mengancam Obyektif:
bunuh diri o Perubahan
Obyektif: kebiasaan hidup
o Ekspresi murung o Perubahan
o Tak bergairah perangai
o Ada bekas
percobaan
bunuh diri
9 Kerusakan komunikasi Ketidakmampuan Subyektif: Subyektif:
verbal menyampaikan, o Merasa kesal tak o Merasa rendah
menerima, dimengerti diri
mengolah pesan, o Merasa orang o Merasa bingung
dan memberikan lain tidak peduli Obyektif:
umpan balik Obyektif: o Kata-kata tak bisa
yang sesuai o Sirkumstansial dimengerti
terhadap pesan o Tangensial o Orang lain merasa
yang diterima o Inkoherensia tak bisa
o Blocking menangkap
o Asosiasi longgar maksud klien
o Neologisme
10 Penatalaksanaan Ketidakmampuan Subyektif: Subyektif:
regimen terapeutik mematuhi o Mengatakan o Tidak yakin obat
tidak efektif program terapi tidak ada bisa
yang telah perubahan menyembuhkan
ditentukan baik o Mengatakan o Mempercayai
kualitas maupun bosan minum Pengobatan
kuantitasnya obat alternatif
o Mengatakan Obyektif:
takut keracunan o Ada obat yang
Obyektif: seharusnya
o Membuang obat diminum
o Perilaku tidak o Kemajuan klien
berubah kurang
o Waktu
menunggu efek
obat lama