Anda di halaman 1dari 6

RESUME MATERI

SEJARAH PERADABAN ISLAM


PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI UMAYYAH I

Dosen Pengampu :
Riris Lutfi Ni’matul Laila, M.Pd.I

Penyusun :
Nadhifatun Nahdhia (17930001)
FARMASI A

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2017
PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI UMAYYAH I
(661-750 M)

Nama : Nadhifatun Nahdhia


NIM : 17930001
Sumber Referensi :
1. Judul Buku : Sejarah Peradaban Islam
Penulis : Dedi Supriyadi, M.Ag.
Kota Terbit : Bandung
Penerbit : Pustaka Setia
Tahun Terbit : 2008
2. Judul Buku : Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam dari Masa
Klasik, Tengah, Hingga Modern
Penulis : Kuni Adibah
Kota Terbit : Yogyakarta
Penerbit : Qoulan Pustaka
Tahun Terbit : 2014
3. Judul Jurnal : Modus Ekspansi Islam: Dari Periode Awal sampai
Dinasti Umayah
Penulis : Febri Kusuma
Penerbit : Media Akademika
Volume : Vol. 28, No. 1
Tahun Terbit : 2013
RESUME MATERI

A. Sejarah Berdirimya Dinasti Umayyah


Dinasti Umayyah berasal dari nama Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul
Manaf yaitu salah seorang kabilah terpandang dari suku Quraisy. Pendiri
sekaligus khalifah pertamanya adalah Muawiyah bin Abi Sofyan (cicit dari
Umayyah).
Setelah khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh, umat Islam di wilayah Iraq
mengangkat Ali bin Hasan sebagai khalifah selanjutnya. Namun, Muawiyah bin
Abi Sofyan yang menjabat sebagai gubernur di Suriah (Damaskus) juga
menobatkan dirinya sebagai khalifah
Karena terus mendapatkan desakan dari Muawiyah, akhirnya Hasan bin Ali
menyerahkan pemerintahannya kepada Muawiyah bin Abi Sofyan dengan
beberapa perjanjian yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perjanjian itu disebut
dengan Ammul Jama’ah (tahun persatuan umat Islam). Sejak saat itu maka secara
resmi tampuk pemerintahan Islam berpindah ke tangan Muawiyah bin Abi Sofyan
denagn sistem monakhi.

B. Para Khalifah Dinasti Umayyah


Dinasti Umayah berkuasa selama 90 tahun (41H/661M – 132H/750M) dan
dipimpim oleh 14 orang khalifah dengan ibu kotanya yaitu di Damaskus. Keempat
belas khalifah tersebut adalah Muawiyah (661-680), Yazid I (680-683),
Muawiyah II (683), Marwan (683-685), Abdul Malik (685-705), al-Walid I (705-
715), Sulaiman (715-717), Umar II (717-720), Yazid II (720-724), Hisyam (724-
743), al-Walid II (743-744), Yazid III (744), Ibrahim (744) tidak dibai’at oleh
rakyat, dan Marwan II (744-750).
Adapun nama-nama khalifah Bani Umayah yang menonjol karena
prestasinya adalah:
1. Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan
2. Khalifah Abdul Malik bin Marwan
3. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik
4. Khalifah Umar bin Abdul Aziz
5. Khalifah Hisyam bin Abdul Malik

C. Kemajuan Pada Masa Dinasti Umayyah


1. Di bidang adminitrasi Negara :
Membentuk Lembaga Pemerintahan, yaitu:
1) An-Nizam al-Siyasi : lembaga politik
2) An-Nizam al-Mali : lembaga keuangan
3) An-Nizam al-Idari : lembaga tata usaha negara
4) An-Nizam al-Qada’i : lembaga kehakiman
5) An-Nizam al-Harbi : lembaga ketentaraan
6) Diwan al-Kitabah : lembaga sekretaris negara, meliputi :
a. Katib al-Rasail : sekretaris administrasi
b. Katib al-Kharraj : sekretaris keuangan
c. Katib al-Jundi : sekretaris tentara
d. Katib as-Syurthah : sekretaris kepolisian
e. Katib al-Qadhi : sekretaris kehakiman
2. Di bidang politik dan militer
Pada masa awal pemerintahan, banyak sekali pemberontakan
yang berasal baik dari kaum Syiah, maupun dari kelompok Mawali.
Dinasti Umayyah mampu meredam para pemberontak tersebut untuk
tetap menjaga keutuhan wilayah.
Dinasti Umayyah juga telah berhasil merebut menyebarkan
ajaran Islam hingga sampai ke Spanyol, Afrika hingga Asia Timur
dengan kekuatan militer yang tangguh.
3. Di bidang ekonomi
Dibentuknya Baitul Maal untuk mengatur kas Negara.
Pemasukan kas Negara berasal dari pajak tanah, peroprangan bagi non
muslim. Nantinya, kas Negara tersebut digunakan untuk kepentingan
Negara, misalnya menggaji para pegawai, mengembangkan ilmu
pengetahuan, dan ekspedsi wilayah.
Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dilakukan
percetakan mata uang untuk mengatur system ekonomi yang lebih
teratur.
4. Di bidang seni dan ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan berkembang pesat, baik bersumber Al-Qur’an
maupun yang bersumber dari akal manusia, seperti ilmu Al-Quran,
hadits, filsafat, tata bahasa, kedokteran, arsitektur, sejarah, seni dan
lain sebagainya, sehingga banyak sekali ulama dan sastrawan yang
lahir. Khalifah Walid bin Abdul Malik mampu mendirikan sekolah
kedokteran pada masanya.
Dinasti Umayyah juga sangat berjasa dalam proses
pengumpulan dan pembukuan hadits-hadits shahih Nabi Muhammad.
Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul
Aziz.

D. Perkembangan Ilmu Kesehatan Masa Umayah I


Dinasti Umayyah sangat memperdulikan kesejahteraan rakyatnya di
segala bidang. Baik bidang ekonomi maupun social. Di bidang social,
seorang khalifah mendirikan rumah sakit sebagai tempat merawat dan
mengobati orang sakit, sebagai tempat mendidik tenaga kesehatan, seperti
dokter dan apoteker sehingga ilmu kedokteran dan ilmu tentang obat-obatan
atau farmasi mengalami perkembangan.
Cucu Muawiyah Khalid bin Yazid sangat tertarik pada ilmu kimia dan
kedokteran. Ia menyuruh para sarjana Yunani untuk menerjemahkan buku
bidang kedokteran ke dalam Bahasa Arab.
Khalifah Walid bin Abdul Malik juga sangat memperhatikan bidang
kesehatan. Beliau mendirikan sekolah kedokteran, ia melarang para
penderita kusta meminta-minta di jalan, bahkan khalifah menyediakan dana
khusus bagi para penderita kusta tersebut.
Pada masa ini, banyak melahirkan pakar seperti Zahrawi (kedokteran)
yang menemukan pengobatan lemah syahwat, pembedahan, dan lain-lain.
5. Masa Kemundurun dan Berakhirnya Dinasti Ummayah.
Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dan kehancuran Bani
Umayyah diklasifikasi menjadi dua bagian
1. Faktor internal
a. adanya perselisihan dan perebutan kekuasaan di pihak keluarga
istana, hal ini disebabkan system pemerintahan yang diterapkan
menggunakan system monarkhi
b. Figure khalifah yang lemah dan jauh dari ajaran Islam
c. Pemerintahan yang tidak demokratis dan korup
2. Faktor eksternal. Adanya perlawanan dan kecaman dari:
a. Golongan Syi`ah
b. Golongan Mawali yang memprotes kedudukan mereka sebagai
warga kelas dua di bawah muslim Arab
c. Kelompok muslim non Arab di Mekah, Madinah dan Irak yang
merasa sakit hati atas status istimewa penduduk Suriah
d. Kelompok muslim yang saleh, baik Arab maupun non-Arab yang
memandang keluarga Dinasti Umayyah telah bergaya hidup mewah
dan jauh dari jalan hidup islami
e. Keluarga Abbasiyah
Keluarga Bani Abbasiyah ingin menggulingkan pemerintahan
Ban Umayyah. Dengan memanfaatkan situasi kacau yang ada,
keluarga Abbas mencari pendukung dengan menyebarkan isu dan
propaganda anti Bani Umayyah.
Pada masa pemerintahan khalifah terakhir Bani Umayyah,
Malik II, terjadi perlawanan dari keluarga Abbas atas pimpinan
Abdullah bin Ali. Pasukan Bani Abbas berhasil membunuh
Marwan II. Sejak saat itu maka berakhirlah masa kepemimpinan
Bani Umayyah I di Damaskus dan kepemiminan berpindah ke
Dinasti Abbasiyah.