Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL JURNAL

DAMPAK KEBAKARAN HUTAN GAMBUT TERHADAP SUBSIDENSI


DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI

Judul : Dampak Kebakaran Hutan Gambut Terhadap Subsidensi di Hutan


Tanaman Industri.

Penulis : Ambar Tri Ratnaningsih,Sri Rahayu Prastyningsih

Publikasi : Wahana Forestra : Jurnal Kehutanan Januari 2017

Penelaah : Rahmadhania Nim.1613201138

Tanggal Telaah : 30 Januari 2018

I. Deskripsi Jurnal :
1. Tujuan Utama Penelitian
Penelitian itu bertujuan : Untuk mengukur pengaruh kebakaran hutan
terhadap subsidensi gambut dan tinggi muka air tanah ( water table level)
2. Hasil Penelitian
Bahwa hutan gambut bekas kebakaran memiliki titik kedalaman turunnya
muka air (water table) sebesar 12,21 cm/bulan dari permukaan gambut
sedangkan pada area tidak terbakar sebesar 10 cm/bulan. Semakin dalam
titik turunnya permukaan air menyebabkan kadar air yang terkandung
pada permukaan lahan gambut semakin berkurang, sehingga gambut
permukaan menjadi kering.
3. Kesimpulan Peneliti
a. Hutan gambut bekas kebakaran memiliki titik kedalaman turunnya
muka air (water table) sebesar 12,21 cm/bulan dari permukaan gambut
sedangkan pada area tidak terbakar sebesar 10 cm/bulan.
b. Semakin dalam titik turunnya permukaan air menyebabkan kadar air
yang terkandung pada permukaan lahan gambut semakin berkurang,
sehingga gambut permukaan menjadi kering.
c. Pada areal bekas kebakaran laju penurun permukaan gambut sebesa r
0,159 cm/bulan sedangkan pada areal tidak terbakar sebesar 0,119
cm/bulan
II. Telaah Jurnal
A. Fokus Utama Penelitian :
Lahan gambut yang terlantar akibat kebakaran sehingga tidak bisa
ditanami .Topografi lahan juga dipengaruhi oleh besarnya penurunan
muka tanah dari gambut akibat kebakaran dan intensifikasi
pengelola.Drajat et al (1986) di acu dalam rina et.al(2008) melaporkan
laju penurunan muka tanah dalam 1 bulan mencapai 0,36 cm selama 12-
21 bulan setelah dekramasi di Barambai. Sedangkan untuk gambut saprik
di Talio (Kalimantan Tenggah) laju subsiden setiap bulan mencapai 0,178
dan gambut Hemik 0,9 cm/bulan. Penurunan muka tanah terjadi akibat
pengeringan yang berlebihan,kebakaran atau pembakaran,intensifikasi
pemanfaatan dan upaya konservasi yang kurang memedai. Oleh karena itu
untuk pemanfaatan lahan gambut perlu disesuaikan dengan Tipe hidrologi
lahan gambut.
Sifat interen gambut yang penting adalah sangat sensitive terhadap
perubahan lingkungan. Apabila mengalami kekeringan yang berlebihan
koloid gambut menjadi rusak sehingga terjadi gejala kering tidak baik dan
gambut berubah sifat menjadi arang sehingga tidak mampu lagi menyerap
hara dan menyerap air sehingga membuatnya peka tererosi. Tanah gambut
juga memiliki sifat penurunan permukaan tanah yang besar setelah
dilakukan drainase.
B. Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian
1. Gaya Penulisan :
- Sistematika penulisan telah tersusun dengan rapi,namun rumusan
masalah belum tercantum dan tujuan penelitian masih tergabung
dengan pendahuluan yang seharusnya terpisah agar lebih jelas
dengan adanya tujuan penelitian akan dapat diketahui arah dari
penyusunan jurnal tersebut.
- Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini mudah
dipahami dan penulisan sudah sesuai dengan kaidah.
2. Penulis
- Penulis dalam penelitian ini berasal dari Fakultas Kehutanan
Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Riau. Satatus peneliti
merupakan seorang Staff pengajar.
- Gelar Akademi dari penulis adalah
3. Judul :
DAMPAK KEBAKARAN HUTAN GAMBUT TERHADAP
SUBSIDENSI DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI”
- Judul tersebut cukup jelas dan tidak ambigu. Judul adalah wajah
yang dilihat terlebih dahulu sebelum melihat isi penelitian, dengan
melihat judul saja pembaca sudah dapat membuat konsep pikiran
apa saja yang di bahas dalam jurnal tersebut.
- Namun kekurangannya
Dalam Jurnal ini pada judul belum dicantumkan tempat dan tahun
penelitian.
4. Abstrak
Kelebihan :
a. Abstak merupakan ringkasan atau ulasan singkat mengenai isi
jurnal,tampa tambahan penafsiran, kritik, maupun tanggapan
penulis. Abstrak penelitian ini sudah mencakup masalah utama
yang diteliti dan ruang lingkupnya, metode yang digunakan,hasil
yang diperoleh dan kesimpulan utama serta saran yang diajukan
sudah cukup baik.
Kekurangan :
a. Kata-kata yang ada dalam abstrak kurang dari 200 kata. Jurnal ini
tidak mengasih saran untuk peneliti selanjutnya.
C. Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian
1. Tujuan/Masalah penelitian :
Masalah dan tujuan penelitian sudah jelas dalam jurnal ini.
2. Konsistensi logis
Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya
3. Literatur review :
a. Penulisan jurnal sudah mengunakan analitis kritis berdasarkan
literature yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada
penelitian sebelumnya dengan hasil yang didapat oleh penulis.
Terdapat jurnal yang digunakan sebagai reperensi dalam penelitian
ini.
4. Theoritical kerangka :
Sudah adanya hubungan antara variable yang di teliti

5. Tujuan/sasaran/pertanyaan penelitian/hipotesis
Hipotesis belum dicantumkan dalam penelitian ini.
6. Sampel :
Prosedur Penelitian
a. Pengambilan Sampel
Pengukuran subsidensi dan tinggi muka air tanah dilakukan pada area
bekas kebakaran dan tidak terbakar. Pengambilan data pada masing-
masing dilakukan dalam stu transek yang dibuat tegak lurus dengan
saluran drainase. Pada area yang terbakar di buat beberapa titik
pengamatan mengunakan system transek yaitu terrain technique
berdasarkan keadaan fisiografi lahan yang memberikan pola
perubahan sifat lahan . Jarak antara satu titik dengan titik lain dalam
setiap transek adalah 300 meter, sedangkan jarak antara transek adalah
1000 meter. Pada area bekas kebakaran dibuat dua transek yaitu A dan
B. Sedangkan pada area yang tidak terbakar dua transek yaitu 2C dan
D pada setiap transek dibuat 3 titik pengamatan.
Pada masing-masing titik pengamatan dilapangan diamati subsidensi
dan tinggi subsidensi dan tinggi muka air tanah.
b. Prosedur Penetapan Sampel
Pada area yang terbakar di buat beberapa titik pengamatan
mengunakan system transek yaitu terrain technique berdasarkan
keadaan fisiografi lahan yang memberikan pola perubahan sifat lahan

7. Definisi Operasional
Hutan Gambut adalah suatu ekosistem multifungsi sebagai pelindung
fungsi hidrologi,sumber keanekaragaman hayati,pangan dan energy dan
pengendali iklim global.
Subsidensi adalah penurunan
8. Metodologi :
- Jenis Penelitian adalah eksperimen yaitu percobaa yag berupaya
mengisolasi serta control di masing-masing situasi dengan situasi
yang hendak diteliti lalu mengamati pada efek maupun pengaruh.
- Variable bebas adalah hutan gambut yang terbakar
- Hipotesis dalam penelitian adalah terjadinya penurunan muka
tanah akibat pengeringan yang berlebihan,kebakaran atau
pembakaran intensivikasi yang kurang pemanfaatan dan upaya
konservasi yang kurang memadai.
- Pengujian reliability dan validitas intrumen
Pengujian dilakukan di area yang terbakar dan area yang tidak
terbakar.
9. Data analisis/hasil
Bahwa hutan gambut bekas kebakaran memiliki titik kedalaman turunnya
muka air (water table) sebesar 12,21 cm/bulan dari permukaan gambut
sedangkan pada area tidak terbakar sebesar 10 cm/bulan. Semakin dalam
titik turunnya permukaan air menyebabkan kadar air yang terkandung
pada permukaan lahan gambut semakin berkurang, sehingga gambut
permukaan menjadi kering. Pada area bekas kebakaran laju penurunan
permukaan gambut sebesar 0.159 cm/bulan sedangkan pada area tidak
terbakar sebesar 0.119 cm/bulan
10. Pembahasan temuan hasil penelitian
Kelebihan :
Hasil penelitian sudah mengambarkar dampak kebakaran hutan terhadap
subsidensi di lahan gambut.
Kekurangan :
Dari hasil penelitian tidak tampak tindak lanjut yang dilakukan oleh
peneliti terhadap baik itu pemerintah maupun pihak pengelola lahan
gambut.
11. Referensi :
a. Penulisan jurnal sudah mengunakan analitis kritis berdasarkan
literature yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada
penelitian sebelumnya dengan hasil yang didapat oleh penulis.
Terdapat jurnal yang digunakan sebagai reperensi dalam penelitian
ini.
12. Kesimpulan dan Saran
Kelebihan : kesimpulan sudah di jelaskan dalam penelitian ini, sehingga
pembaca sudah tau apa tujuan dari penelitian ini.
Kekurangan :
Saran oleh peneliti ke peneliti selanjutnya tidak ada