Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proklamasi adalah sebuah pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat.


Pemberitahuan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, menandakan
suatu ketetapan kebebasan bagi seluruh rakyat Indonesia dari belenggu
penjajahan proklamasi kemerdekaan Indonesia menunjukkan keberanian dan
sikap bangsa Indonesia menunjukan keberanian dan sikap bangsa Indonesia
untuk menentukan nasibnya sendiri.

Awalnya terdapat perbedaan sikap antara golongan tua dan gologan


muda. Golongan tua tidak mempersoalkan jika kemerdekaan adalah
pemberian Jepang, lain halnya dengan golongan muda yang mengagungkan
kemerdekaan Indonesia sebagai hasil perjuangan sendiri.

Perbedaan itu membuat para perjuangan nasionalis Indonesia bekerja


keras. Proklamasi bukan berarti perjuangan selesai, masih ada perjuangann
yang lebih berat lagi, menanti yaitu perjuangan mempertahankan
kemerdekaan itu sendiri.

B. Tujuan

Mengetahui lebih dalam tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam


memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Perumusan Teks Proklamasi


Rombongan tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 waktu Jawa.
Setelah Soekarno-Hatta singgah di rumah masing-masing. Rombongan
kemudian menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1,
Jakarta (sekarang Perpustakaan Nasional). Hal itu juga disebabkan
Laksamana Tadashi Maeda telah menyampaikan kepada Ahmad Subardjo
(sebagai salah satu pekerja di kantor Laksamana Maeda) bahwa ia menjamin
keselamatan mereka selama berada di rumahnya.

Sebelum mereka memulai merumuskan naskah proklamasi, terlebih


dahulu Soekarno dan Hatta menemui Somubuco (Kepala Pemerintahan
Umum) Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikapnya mengenai
proklamasi kemerdekaan. Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda,
Shigetada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penerjemah.
Pertemuan itu tidak mencapai kata sepakat. Nishimura menegaskan bahwa
garis kebijakan Panglima Tentara Ke-16 di Jawa adalah, “dengan
menyerahnya Jepang kepada Sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang
tidak diperbolehkan lagi merubah status quo (status politik Indonesia)”.
Berdasarkan garis kebijakan itu Nishimura melarang Soekarno-Hatta untuk
mengadakan rapat PPKI dalam rangka proklamasi kemerdekaan.

Sampailah Soekarno-Hatta pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya


lagi membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Akhirnya,
mereka hanya mengharapkan pihak Jepang tidak menghalang-halangi
pelaksanaan proklamasi yang akan dilaksanakan oleh rakyat Indonesia
sendiri. Maka mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda. Sebagai tuan
rumah Maeda mengundurkan diri ke lantai dua, sedangkan di ruang makan,

2
naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh golongan tua, yaitu : Ir.
Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Subardjo. Peristiwa ini disaksikan
oleh Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura, bersama dengan tiga
orang tokoh pemuda lainnya, yaitu : Sukarni, Mbah Diro dan B.M. Diah.
Sementara itu, tokoh-tokoh lainnya, baik dari golongan muda maupun
golongan tua menunggu di serambi depan.

Ir. Soekarno yang menuliskan konsep naskah proklamasi, sedangkan


Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Subardjo menyumbangkan pikiran secara
lisan. Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr.
Ahmad Subardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI, sedangkan kalimat
terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Moh. Hatta. Hal itu
disebabkan menurut beliau perlu adanya tambahan pernyataan pengalihan
kekuasaan (transfer of sovereignty).

Pada pukul 04.30, konsep naskah proklamasi selesai disusun.


Selanjutnya mereka menuju ke serambi muka menemui para hadirin yang
menunggu. Soekarno memulai membuka pertemuan dengan membacakan
naskah proklamsi yang masih merupakan konsep. Ia meminta kepada hadirin
untuk menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa
Indonesia. Usulan tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh pemuda. Mereka
beranggapan bahwa sebagian tokok-tokoh tua yang hadir adalah
“kepanjangan tangan” jepang. Selanjutnya, Sukarni, salah seorang tokoh
golongan muda, mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi
cukup Soekarno- Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Setelah usulan Sukarni disetujui, Soekarno meminta kepada Sajuti


Melik untuk mengetiknya. Setelah itu, timbul persoalan mengenai tempat
penyelenggaraan proklamasi. Sukarni mengusulkan agar Lapangan Ikada
(sekarang bagian tenggara lapangan Monumen Nasional) dijadikan tempat
membacakan proklamasi. Namun, Soekarno menyampaikan dugaan, jika

3
proklamasi dilakukan dilapangan tersebut akan menimbulkan bentrokan antara
rakyat dan pihak militer Jepang. Karena itu, Bung Karno mengusulkan upacara
proklamasi dilaksanakan di rumahnya, Jalan Pegangasan Timur No.56.
Usulan itu disetujui oleh para hadirin.

B. Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

1. Teks naskah Proklamasi Klad

Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri
oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan
(karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo
Djojoadisoerjo.

Berikut isi proklamasi tersebut:

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - 45
Wakil-wakil bangsa
Indonesia

2. Teks naskah Proklamasi Otentik

Teks naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal


dengan sebutan naskah "Proklamasi Otentik", adalah merupakan hasil ketikan
oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil
dalam persiapan Proklamasi),

Berikut isinya adalah sebagai berikut :

4
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 45
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

C. Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia bisa dikatakan sebagai


pernyataan untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan bangsa lain kepada
bangsa dan negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah
jambatan emas yang mengantarkan dan menghubungkan bangsa Indonesia
untuk mencapai masyarakat baru, yakni kehidupan yang bebas tanpa ikatan
dan tekanan.

Proklamasi sendiri merupakan seruan yang bersifat legal (berdasarkan


hukum) dan resmi. Dengan pernyataan proklamasi, maka bangsa Indonesia
bisa terbebas dari segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa lain.

5
BAB II

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian dari jepang melainkan


hasil perjuangan dan kerja keras bangsa Indonesia. Sepatunyalah kita sebagai
penerus bangsa Indonesia dapat terus melanjutkan kehidupan bangsa
Indonesia dengan tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

B. Saran

Kepada segenap generasi muda untuk senantiasa mempelajari ilmu-


ilmu sejarah. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga
para pembaca pada umumnya.