Anda di halaman 1dari 6

10 MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL DAN PENGENDALIANNYA

  • A. Penyimpangan Sosial

    • 1. Pengertian penyimpangan sosial

      • a. Menurut G. Kartasaputra, perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik yang dilakukan secara sadar ataupun tidak.

      • b. Menurut Soerjono Soekanto, menyatakan bahwa penyimpangan (deviasi) mungkin berwujud sebagai pengecualian atau dengan istilah lain penyelewengan.

      • c. Menurut James van der Zenden, penyimpangan ialah perilaku yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.

      • d. Menurut Robert M.Z Lawang, perilaku menyimpang merupakan semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang.

  • B. Penyakit Sosial Dalam Masyarakat

    • 1. Minuman keras

  • 10 MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL DAN PENGENDALIANNYA A. Penyimpangan Sosial 1. Pengertian penyimpangan sosial a. Menurut G.

    Minum Minuman Keras/

    Penyakit masyarakat yang ini sulit diberantas dihampir lapisan masyarakat. Minuman keras dikategorikan sebagai penyakit masyarakat karena dapat mengganggu sistem syaraf manusia. Sehingga tidak dapat mengendalikan diri secara secara psikologis, fisik, maupun sosial. Hal ini dapat merugikan orang lain yang lebih parah lagi dapat merusak mental para penerus bangsa.

    • 2. Penyalahgunaan narkoba

    10 MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL DAN PENGENDALIANNYA A. Penyimpangan Sosial 1. Pengertian penyimpangan sosial a. Menurut G.

    Penyalahgunaan Narkoba

    Narkoba sebenarnya memiliki segi positif dalam bidang medis, karena obat-obatan ini sangat dibutuhkan seperti untuk keperluan operasi, untuk penghilang sakit sementara dan sebagainya. Hal tersebut digunakan sesuai dengan kadarnya sehingga tidak menimbulkan dampak ketergantungan pada obat. Penyalahgunaan dari obat-obatan ini dampak negatifnya sangat banyak, yang paling berat yaitu dapat merusak generasi muda dan menyebabkan kematian. Cara pemakaiannya dapat dengan cara dimakan, diminum, dihisap, atau disuntik. Jenis-jenis dari narkotika diantaranya heroin, kokain, ganja, sabu-sabu, ekstasi, putauw dan sebagainya. Akibat zat-zat tersebut dapat memengaruhi pikiran, perilaku, suasana hati, berhalusinasi, kecanduan sehingga dapat menghilangkan kesadaran atau akal sehat pemakainya selain itu dapat menimbulkan kriminalitas.

    • 3. Perilaku seks di luar nikah

    Narkoba sebenarnya memiliki segi positif dalam bidang medis, karena obat-obatan ini sangat dibutuhkan seperti untuk keperluan

    Seks Bebas

    Perilaku ini bertentangan dengan nilai agama dan nilai sosial yang berlaku di

    masyarakat. Dampak negatif dari perilaku seks di luar nikah diantaranya munculnya PMS (penyakit menular seksual) seperti syphilis dan HIV/AIDS serta turunnya moral para pelaku.

    • 4. Perkelahian antarpelajar/ Tawuran

    Narkoba sebenarnya memiliki segi positif dalam bidang medis, karena obat-obatan ini sangat dibutuhkan seperti untuk keperluan

    Perkelahian Seks Bebas

    Remaja memiliki sifat tempramental dan solidaritas yang tinggi antarteman. Perkelahian atau tawuran antarpelajar biasanya terjadi karena hal-hal yang sepele.

    Kondisi ini jelas sangat mengganggu dan membawa dampak psikis dan traumatis bagi masyarakat, pelajar sendiri. Pada umumnya mereka menjadi was-was, sehingga kreativitas mereka menjadi terhambat. Oleh sebab itu pihak sekolah maupun pihak yang berwajib harus selalu melakukan operasi terhadap pelajar yang membolos sekolah, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang buruk seperti tawuran antarpelajar.

    • 5. Perjudian

    Kondisi ini jelas sangat mengganggu dan membawa dampak psikis dan traumatis bagi masyarakat, pelajar sendiri. Pada

    Perjudian

    Berjudi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat termasuk juga norma hukum. Karena judi, seseorang bisa menjadi malas karena berangan-angan memperoleh uang banyak dalam waktu singkat. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka sanksinya berupa dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap

    KUHP yang harus dipertanggungjawabkan di pengadilan.

    • 6. Kejahatan

    Kondisi ini jelas sangat mengganggu dan membawa dampak psikis dan traumatis bagi masyarakat, pelajar sendiri. Pada

    Kejahatan

    Kejahatan merupakan perilaku yang melanggar hukum dan melanggar norma sosial dalam masyarakat. Dalam yuridis formal, kejahatan adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merugikan masyarakat, sifatnya asosiatif dan melanggar hukum serta undang-undang pidana. Tindak kejahatan pada umumnya terjadi pada masyarakat yang mengalami perubahan kebudayaan yang cepat yang tidak dapat diikuti oleh semua anggota masyarakat,

    sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental atau adanya kepincangan sosial. Oleh karena itu tindak kejahatan sering terjadi pada masyarakat yang dinamis seperti di perkotaan. Tindak kejahatan misalnya adalah pembunuhan, perampokan, korupsi, dan lain-lain.

    • 7. Membulli

    sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental

    Bully adalah perilaku yang menghancurkan harga diri seseorang dengan cara mengejek, mencaci, atau melakukan kekerasan fisik untuk membuat seseorang menjadi lemah dan kehilangan mental positif dalam dirinya, biasanya membulli dilakukan terhadap seseorang yang lemah oleh banyak orang.

    • 8. Menyebarkan Berita Hoax

    sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental

    Penyebaran Berita Palsu atau hoax merupakan salah satu penyimpangan sosial karena merugikan berbagai pihak, baik yang terpengaruh karena membaca berita ini, atau sekadar membuang waktu karena membaca berita hoax itu sendiri.

    • 9. Mengangkat isu sara

    sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental

    Berita SARA (Suku agama ras antar golongan ) juga merupakan berita yan paling laris di media sosial, karena sangat mudah untuk mendatangkan uang inilah, banyak orang beramai ramai mengangkat berita isu sara sebagai salah satu cara untuk

    mendapatkan uang, hal ini tentu saj salah dan merupakan beentuk penyimpangan sosial 10. Ribut di Kelas saat guru menjelaskan

    mendapatkan uang, hal ini tentu saj salah dan merupakan beentuk penyimpangan sosial 10. Ribut di Kelas

    Ribut di kelas merupakan salah satu penyimpangan sosial yang sering kita lakukan, tak jarang kita ribut di kelas bahkan saat guru menjelaskan, perilaku ini bisa saja disebut penyimpangan sosial karena ini juga termasuk perbuatan tercela. Karena kita disekolah untuk belajar dari guru kita.

    • C. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga dan Masyarakat

      • 1. Cara pengendalian sosial

        • a. Persuasif (tanpa kekerasan) yaitu menekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Contohnya seorang guru membina siswanya yang kedapatan menyontek saat ulangan.

        • b. Koersif (dengan kekerasan) yaitu menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik.Contohnya supaya pencopet jera atas perbuatannya, maka saat tertangkap basah masyarakat langsung mengeroyok habis-habisan.

        • c. Compulsion and pervasion Compulsion merupakan bentuk pengendalian dengan cara menciptakan situasi sehingga seseorang mengubah sifatnya. Sedang pervasion adalah pengendalian yang dilakukan dengan cara diciptakan norma, nilai atau aturan secara diulang- ulang penyampaiannya.

  • 2. Bentuk pengendalian sosial

    • a. Bersifat preventif yaitu bentuk pengendalian sebelum penyimpangan itu sendiri terjadi. Contohnya guru pembimbing bekerja sama dengan petugas penyuluh hukum dari kepolisian memberi ceramah dan tanya jawab dengan sejumlah siswa

      • di sekolah tentang akibat perkelahian kelompok (tawuran) antarpelajar.

    • b. Bersifat represif yaitu bentuk pengendalian dengan cara menekan/menghambat penyimpangan sosial pada saat penyimpangan itu terjadi. Contohnya polisi menangkap sejumlah anak yang terlibat perkelahian kelompok pelajar, kemudian digelandang ke kantor polisi untuk diperiksa.

    • c. Bersifat kuratif yaitu bentuk pengendalian setelah terjadinya penyimpangan sosial. Contohnya polisi menghubungi guru atau orang tua agar menjemput para pelaku tawuran pelajar yang tertangkap dan ditahan di kantor polisi untuk dididik

      • di keluarga atau di sekolah.

  • 3. Lembaga pengendalian sosial

  • a. Kepolisian merupakan bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan, ketentraman, ketertiban masyarakat dan wajib
    • a. Kepolisian merupakan bagian dari lembaga pemerintah yang bertugas memelihara keamanan, ketentraman, ketertiban masyarakat dan wajib mengambil tindakan terhadap orang yang melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku. Dengan demikian orang yang melanggar keamanan, melanggar ketertiban, meresahkan ketentraman, melanggar aturan akan diambil tindakan oleh kepolisian. Selanjutnya yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

    • b. Pengadilan merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani, menyelesaikan dan mengadili dan memberikan sanksi hukuman terhadap para pelanggar aturan. Siapapun yang melanggar aturan mestinya akan berhadapan dengan lembaga pengadilan dan mendapatkan hukuman.

    • c. Adat istidat merupakan aturan atau kebiasaan yang tumbuh dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan harus dijunjung tinggi dan dipatuhi anggota masyarakatnya.