Anda di halaman 1dari 18
TIK : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan hubungan karakteristik lalu lintas (Volume, speed dan density)
TIK : Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian dan hubungan karakteristik
lalu lintas (Volume, speed dan density)
Traffic, berarti perpindahan dan bisa dipakai pada manusia,
binatang, kendaraan atau angkutan, seperti perpindahan pejalan
kaki, lalu lintas udara dan lalu lintas angkutan laut. Lalu lintas
dapat diukur sebagai perpindahan melewati beberapa titik pada
sistem transportasi atau perpindahan antara dua titik di suatu
sistem, seperti arus lalu lintas pada beberapa titik di jalan
Sudirman, atau lalu lintas penumpang antara London dan
Jakarta.
• Kendaraan bermotor menjadi subjek untuk banyak peraturan meliputi : Kelakuan pemakai jalan lain, kontruksi
• Kendaraan bermotor menjadi subjek untuk banyak
peraturan meliputi : Kelakuan pemakai jalan lain,
kontruksi dan penggunaan kendaraan, kecepatan
maksimum di beberapa area dsb.
• Suatu bagian jalan dibuat disamping untuk pejalan
yaitu trotoar atau jalur pejalan. Pejalan kaki
mengambil bagian penting pada lain lintas di
Indonesia, tetapi tersedia fasilitas yang minim.
Teknik lalu lintas harus disesuaikan dengan desain
dan operasi dari seluruh bagian jalan yang dipakai
untuk perpindahan.
• Di Indonesia 40% dari lalu lintas adalah pejalan kaki.
smp/emp/pcu ?
smp/emp/pcu ?
Lalu lintas kendaraan terdiri dari medium yang berbeda-beda dan memperlihatkan stabilitas komposisi yang rendah karena
Lalu lintas kendaraan terdiri dari medium yang berbeda-beda dan memperlihatkan
stabilitas komposisi yang rendah karena dipengaruhi oleh perubahan waktu.
Untuk mengatasi akibat dari perbedaan "sifat operasional lalu lintas (percepatan,
pengereman, ukuran)" dari tipe kendaraan dikenalkan :
• Satuan Mobil Penumpang (SMP)
• Passenger Car Unit (pcu)
• Passenger Car Equivalen (pee)
SMP adalah suatu kendaraan standard dan kendaraan lain diukur pengaruhnya
terhadap kendaraan tersebut. Di Amerika 1987 dikeluarkan pernyataan bahwa
pembuatan SMP dasarnya tidak seragam dan dalam menganalisa SMP harus
dilihat segi waktu dan tempat. Sebagai contoh di Indonesia dan Amerika mobilnya
tidak sama sehingga 1 SMP Indonesia tidak sama dengan 1 SMP Amerika.
Tabel 3.1 jenis kendaraan, dimensi dan pcu ekivalen, di UK untuk penggunaan di
persimpangan berlampu:
Tipe Kendaraan
Lebar (m)
Panjang (m)
Kec Maks (km/h)
Nilai pcu
Car
1.5
3.9
130
1.0
Trucks
2.4
7.2
80
1.75
Bus
2.5
10.2
80
2.25
Motorcycle
0.8
1.9
80
0.33
Bycycle
0.6
1.8
30
0.22
Dalam penyajian data kendaraan sebaiknya dalam kendaraan dan diberikan komposisinya, karena nilai SMP tergantung juga
Dalam penyajian data kendaraan sebaiknya dalam kendaraan dan diberikan
komposisinya, karena nilai SMP tergantung juga pada kondisi lapangan sebagai
contoh pada MKJI untuk jalan luar kota sbb :
Tabel :emp Kendaraan berat menengah & Truk Besar
(Kendaraan khusus mendaki)
Panjang (KM)
eMP
Gradient (%)
3
4 5
6
7
MHV
LT
MHV
LT
MHV
LT
MHV
LT
MHV
LT
0,5
2,0
4,0
3,0
5,0
3,8
6,4
4,5
7,3
5,0
8,0
0,8
2,5
4,6
3,3
6,0
4,2
7,5
4,8
8,6
5,3
9,3
1,0
2,8
5,0
3,5
6,2
4,4
7,6
5,0
8,6
5,4
9,3
1,5
2,8
5,0
3,6
6,2
4,4
7,6
5,0
8,5
5,4
9,1
2,0
2,8
5,0
3,6
6,2
4,4
7,5
4,9
8,3
5,2
8,9
3,0
2,8
5,0
3,6
6,2
4,2
7,5
4,6
8,3
5,0
8,9
4,0
2,8
5,0
3,6
6,2
4,2
7,5
4,6
8,3
5,0
8,9
5,0
2,8
5,0
3,6
6,2
4,2
7,5
4,6
8,3
5,0
8,9
Note : MHV = Kendaraan Berat Menengah
LT
= Truk Besar
Cepatnya perkembangan lalu lintas merupakan masalah dibanyak negara terutama negara berkembang. Setiap negara berada
Cepatnya perkembangan lalu lintas merupakan masalah dibanyak negara
terutama negara berkembang.
Setiap negara berada pada tingkat evolusi perkembangan lalu-lintas yang
berbeda. Di Eropah dan Amerika perkembangan yang cepat disertai oleh
perkembangan bentuk baru lalu lintas yaitu kereta api. Tingkat akhir dari
perkembangan lalu lintas adalah dengan ciri terdapatnya kendaraan yang lebar
dan kuat untuk kendaraan pribadi, yang dapat mengakibatkan meningkatnya
jumlah perjalanan.
Dalam mengatasi tuntutan lalu lintas, dibeberapa negara diatasi dengan:
1. Membangun jalan baru untuk mengatasi permintaan. (Contoh : Kuwait)
2. Pembatasan pemilikan kendaraan dengan memperketat hukum (kewajiban
dalam Import) misalnya : Nigeria, Colombia.
Tanggapan yang lebih rasional adalah membangun jalan baru yang akan
memberikan kepentingan ekonomi yang baik dan memaksimumkan penggunaan
jalan yang ada dengan aplikasi dari Teklantas. Lebih lanjut komponen dari
tanggapan yang rasional adalah memanipulasi tuntutan lalu lintas dengan
cara lain, seperti mengurangi pengaruh jam sibuk, kontrol dari LL Perkembangan
lahan, dll.
Sebelum beberapa penyelesaian masalah dari perkembangan lalu lintas direncanakan, adalah penting untuk menyelidiki dan
Sebelum beberapa penyelesaian masalah dari perkembangan lalu lintas
direncanakan, adalah penting untuk menyelidiki dan menganalisa
karakteristik dari lalu lintas.
KARAKTERISTIK UTAMA TERDIRI DARI TIGA
KOMPONEN UTAMA yang melukiskan aliran lalu lintas yaitu
SPEED, DENSITY DAN VOLUME
VOLUME
=
DENSITY
X
SPEED
(KEND/JAM)
(KEND/KM)
(KM/JAM)
• Volume? • Speed? • Density?
• Volume?
• Speed?
• Density?
Volume (Kend/jam) Dapat digunakan untuk mengukur permintaan lalu lintas dan kemampuan jalan menampung LL Didapat
Volume (Kend/jam)
Dapat digunakan untuk mengukur permintaan lalu lintas dan kemampuan jalan
menampung LL
Didapat dengan menghitung jumlah dan jenis kendaraan yang lewat
pada suatu titik
Density (Kend/KM) Adalah pengukuran jumlah lalu lintas dalam ruas jalan Panjang
Density (Kend/KM)
Adalah pengukuran jumlah lalu lintas dalam ruas jalan
Panjang
Speed (KM/Hour) Kecepatan (Tingkat Pergerakan) Waktu dicatat Dengan stopwatch Melihat cermin/ cermin/enoskop L
Speed (KM/Hour)
Kecepatan (Tingkat Pergerakan)
Waktu dicatat Dengan
stopwatch
Melihat cermin/ cermin/enoskop
L
Hubungan Antara Speed, Volume/Flow & Density Digambarkan Sebagai Berikut: Flow q Maks C Pada Gambar
Hubungan Antara Speed, Volume/Flow & Density Digambarkan Sebagai
Berikut:
Flow
q Maks C
Pada Gambar (1)
• Aliran kecil pengemudi bebas memiliki kecepatan
dan jarak
• Jika aliran ditambah, maka kebebasan berkurang,
kecepatan berkurang, sampai kapasitas (titik jenuh)
dan mulai macet
Density
• Sehingga kecepatan berkurang dan aliran juga
mengecil
(3)
Speed
Density
Free speed
v Maks
v Maks
C
Speed
Flow
(2)
(1)
# Ada 2 titik low flow
Tutorial Highway capasity manual 1985 tabel 3 - 3 LEVEL ROLLING MOUNTAINOUS ET 1,7 4,0
Tutorial
Highway capasity manual 1985 tabel 3 - 3
LEVEL
ROLLING
MOUNTAINOUS
ET
1,7
4,0
8,0
EB
1,5
3,0
5,0
ER
1,6
3,0
4,2
• A free way passes through level and rolling terrain the peak flow is 1100 veh/hour
with a composition of 25 % buses, 15 % trucks and 60 % cars
• What is the weighted average PCu value for level and rolling terrain
• If capasity is 4000 pcu/hours (ie 2 x 2000 pcu/hours) what is level of service for
level and rolling terrain
LOS
Vd = 70 mph
Vd = 60 mph
A
B
C
D
E
F
ý/c
0
0,35
0,54
0,77
0,93
1,00
ý/c
-
-
0,49
0,64
0,84
1,00
Jawaban : Level Terrain Rolling Terrains Veh/Hours Equivalen pcu/hours Equivalen pcu/hours cars 60% = 660
Jawaban :
Level Terrain
Rolling Terrains
Veh/Hours
Equivalen
pcu/hours
Equivalen
pcu/hours
cars
60%
=
660
1
660
1
660
Buses
25%
=
275
1,5
412,5
3
825
Truck
15%
=
165
1,7
280,5
4
660
1100
1353
2145
weighted
AVE
pcu
1353
=
1,23
2145
=
1,95
1100
1100
Volume/capacity
1353
=
0,338
2145
=
0,536
4000
4000
L.O.S
V
= 70 mph
A
B
V
= 60 mph
B
C
Soal
* Tentukan Nilai Weight Average pcu pada daerah perbukitan (rolling terrain)
* Tentukan juga nilai L.O.S nya
* Jika ada kebijaksanaan bus tidak diperbolehkan lewat daerah rolling terrain,
tinjau/cari nilai L.O.S yang didapat