Anda di halaman 1dari 33

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami sehingga tugas makalah
mengenai “Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode Psikologi” ini
dapat kami selesaikan dengan tepat waktu. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih
kepada Ibu Ayunda Ramadhani, S.Pd., M.Psi selaku dosen Psikologi Umum yang
telah memberikan kami kesempatan untuk mengerjakan tugas ini sehingga kami
mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang pengertian, kedudukan,
ruang lingkup, dan metode psikologi.

Melalui kata pengantar ini kami lebih dulu meminta maaf seandainya di
dalam makalah ini terdapat kekurangan ataupun penulisan yang kurang tepat.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih
dan semoga Allah Swt. memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan
manfaat bagi kita semua. Amin.

Penulis

Kelompok 1

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................1

BAB I PENDAHULUAN............................................................................3

1.Latar Belakang Masalah.............................................................................3

2.Rumusan Masalah.....................................................................................3

3.Tujuan …………......................................................................................3

BAB II ISI………………………..…............................................................4

A.Pengertian dan Definisi Psikologi ..……………………..……..………...…...4

B.Kedudukan Psikologi dalam Sistematika Ilmu Pengetahuan…..….……...…..7

C.Ruang Lingkup Psikologi………………………………………………………9

D.Metode-metode dalam Psikologi…………………………………………..….10

E.Hubungan Psikologi dengan Ilmu-Ilmu Lain…………………………...……..13

F.Tujuan Mempelajari Psikologi…………………………………………………17

G.Sejarah Psikologi……………………………………………….………...……20

BAB III PENUTUP

1.Kesimpulan..............................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..…………….33

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 2


BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Makalah berjudul “Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode
Psikologi” ini ditulis guna memenuhi tugas praktek dari dosen Psikologi
Umum. Makalah ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada
pembaca tentang Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode
Psikologi.
Dari proses pembuatan makalah ini, diketahui bahwa psikologi umum
mempunyai banyak cabang pembelajaran dari pengertian sampai dengan
sejarah.

2. Rumusan Masalah :
1. Apakah pengertian dan definisi psikologi?
2. Bagaimana kedudukan Psikologi dalam Sistematika Ilmu Pengetahuan
dan Ruang Lingkup Psikologi?
3. Apa saja metode Psikologi?

3. Tujuan
Memahami Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode
Psikologi

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 3


BAB II

ISI

A. Pengertian dan Definisi Psikologi

1. Pengertian

“Psikologi” berasal dari perkataan Yunani “psyche” yang artinya jiwa, dan
“logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi (menurut arti kata)
psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-
macam segalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut
ilmu jiwa.

Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan antara
nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang keberadaannya
tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah organic
behavior, yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Misalkan :
insting, refleks, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati, maka mati pulalah
nyawanya.

Sedang jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi
penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan pribadi (personal behavior).
Perbuatan pribadi ialah perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan
oleh keadaan jasmani, rohaniah, sosial, dan lingkungan. Proses belajar ialah
proses untuk meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha
mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia
dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam
hidup. Jadi, jiwa mengandung pengertian-pengertian, nilai- nilai kebudayaan, dan
kecakapan.

Bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain seperti : ilmu pasti, ilmu alam, dan
lain-lain maka ilmu jiwa dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang serba
kurang tegas, sebab ilmu ini mengalami perubahan, tumbuh, berkembang untuk

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 4


mencapai kesempurnaan. Namun demikian ilmu ini sudah merupakan cabang
ilmu pengetahuan.

Karena sifatnya yang abstrak maka kita tidak dapat mengetahui jiwa secara
wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal melalui gejalanya saja. Manusia
dapat mengetahui jiwa seseorang hanya dengan tingkah lakunya. Jadi dari tingkah
laku itulah orang dapat mengetahui jiwa seseorang. Tingkah laku itu merupakan
kenyataan jiwa yang dapat kita hayati dari luar.

Pernyataan jiwa itu dapat namakan gejala jiwa, di antaranya mengamati,


menanggapi, mengingat, memikir, dan sebagainya. Dari situlah kemudian orang
membuat definisi: Ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga mempunyai sifat-sifat yang di miliki


oleh ilmu pengetahuan pada umumnya. Karena itu, psikologi mempunyai:

a. objek tertentu;

b. metode penyelidikan tertentu;

c. Sistematik yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap objeknya.

Objek yang tertentu merupakan syarat mutlak dalam suatu ilmu, karena
justru objek inilah yang akan menentukan langkah-langkah yang lebih lanjut di
dalam pengupasan lapangan ilmu pengetahuan itu. Tanpa adanya objek tertentu
dapat diyakinkan tidak akan adanya pembahasan yang mapan.

Metode merupakan hal yang penting dalam lapangan ilmu pengetahuan


setelah penentuan objek yang ingin di pelajari. Tanpa adanya metode yang teratur,
penyelidikan atau pembahasan akan kurang dapat dipertanggungjawabkan dari
segi keilmuan. Justru dari segi metode inilah akan terlihat ilmiah tidaknya suatu
penyelidikan dan pembahasan itu.

Hasil penyelidikan terhadap objek itu kemudian disistematisasikan


merupakan suatu sistematika yang teratur yang menggambarkan hasil pendekatan
terhadap objek tersebut.
Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 5
Oleh karena itu, yang mengadakan pendekatan dalam penyelidikan itu
manusia, yang di samping mempunyai sifat-sifat kesamaan juga mempunyai sifat-
sifat perbedaan maka para ahli dalam mengadakan peninjauan terhadap objek
atau masalah besar kemungkinannya akan terdapat perbedaan pula. Perbedaan
dalam segi orientasi terhadap masalah yang dihadapi. Inilah yang menyebabkan
adanya perbedaan dalam segi pandangan dari seorang ahli dengan para ahli yang
lainnya.

2. Definisi

Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku


manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. Karena
para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda maka definisi yang
dikemukakan juga berbeda-beda.

Di antara pengertian yang di rumuskan oleh para ahli itu antara lain sebagai
berikut:

1. Menurut Dr. Singgih Dirgagunarsa:

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

2. Plato dan Aristoteles, berpendapat: psikologi ialah ilmu pengetahuan yang


mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

3. John Broadus Watson, memandang psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang


mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah) dengan menggunakan metode
observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (repons).

4. Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi


merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang
timbul dalam diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, merasa (feeling),
dan kehendak.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 6


5. Woodworth dan Marquis berpendapat: psikologi ialah ilmu pengetahuan yang
mempelajari aktivitas individu sejak dari dalam kandungan sampai meninggal
dunia dalam hubungan dengan alam sekitar.

6. Knight dan Knight: “Psychology may be defined as the systemtic study of


experience and behavior human and animal, normal and abnormal, individual and
social.” Artinya Psikologi dapat didefinisikan sebagai studi sistematis tentang
pengalaman dan perilaku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individual
dan sosial.

7. Hilgert: “Psychology may be defined at the science that studies the behavior of
men and other animals.” Artinya Psikologi dapat didefinisikan pada sains yang
mempelajari perilaku pria dan hewan lainnya.

8. Ruch: “Psychology is sometime defined as the study man, but this definition is
too broad. The truth is that Psychology is partly biological science and partly a
social science, overlapping these two major areas and relating them each other.”
Artinya Psikologi kadang didefinisikan sebagai orang yang belajar, tapi definisi
ini terlalu luas. Yang benar adalah bahwa Psikologi adalah sebagian ilmu biologi
dan sebagian merupakan ilmu sosial, saling tumpang tindih dengan dua bidang
utama ini dan saling menghubungkan satu sama lain.

B. Kedudukan Psikologi dalam Sistematika Ilmu Pengetahuan

Bagaimana letak psikologi dalam sistematika ilmu pengetahuan? Untuk


menjawab pertanyaan ini kita dapat lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan
pada umumnya. Untuk meninjau ini secara mendalam dapat dipelajari dalam
sejarah psikologi. Tetapi dalam kesempatan ini bukanlah maksud penulis
mengemukakan tentang sejarah psikologi, namun hanya untuk sekedar
memberikan gambaran sekilas tentang perkembangan psikologi.

Ditinjau secara historis, dapat dikemukakan bahwa ilmu yang tertua adalah
ilmu filsafat. Ilmu-ilmu yang lain tergantung pada filsafat, dan filsafat merupakan
satu-satunya ilmu pada saat itu. Karena itu, ilmu yang tergabung pada filsafat

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 7


akan dipengaruhi oleh sifat-sifat dari filsafat. Demikian pula halnya dengan
psikologi.

Tetapi lama kelamaan disadari bahwa filsafat sebagai satu-satunya ilmu


kurang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Disadari bahwa hal-hal yang
berhubungan dengan kehidupan tidak cukup lagi hanya diterangkan dengan
filsafat. Maka, ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dari filsafat, berdiri
sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Ini disebabkan karena ilmu pengetahuan alam
membutuhkan hal-hal yang bersifat objektif, yang bersifat positif, dan tidak dapat
dicapai dengan menggunakan filsafat. Langkah tersebut diikuti ilmu-ilmu yang
lain yang juga memisahkan diri dari filsafat, termasuk pula psikologi.

Psikologi mula-mula bergabung dalam filsafat, akhirnya memisahkan diri


dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini adalah jasa dari Wilhelm
Wundt yang mendirikan laboratorium psikologi pertama pada tahun 1879 untuk
menyelidiki peristiwa-peristiwa jiwa secara eksperimental.

Wundt sebenarnya bukan seorang ahli dari bidang psikologi, melainkan


seorang fisiolog, akan tetapi belau mempunya pendapat bahwa fisiologi dapat
dipandang sebagai ilmu pembantu dari psikologi, dan psikologi haruslah berdiri
sendiri sebagai suatu ilmu pengetahuan yang tidak bergabung atau tergantung
pada ilmu-ilmu yang lain. Di laboratoriumnya, Wundt mengadakan eksperimen-
eksperimen dalam rangka penyelidikannya sehingga beliau dapat dipandang
sebagai bapak dari psikologi eksperimental. Tetapi ini tidak berarti bahwa Wundt
pelopor dimulainya eksperimen-eksperimen tersebut, sebab telah ada ahli-ahli lain
yang merintisnya, antara lain Fechner dan Helm Holtz. Namun demikian, baru
oleh Wundt penyelidikan dilakukan secara laboratorium eksperimental yang lebih
intensif dan sistematis. Laboratorium Wundt kemudian menjadi pusat
penyelidikan bagi banyak ahli untuk mengadakan eksperimen-eksperimen, antara
lain Kreeplin, Kulpen, Meumann, Marbbe. Dengan perkembangan ini maka
berubahlah psikologi yang tadinya bersifat filosofis menjadi psikologi yang
bersifat empirik. Kalau mula-mula psikologi berdasarkan diri atas renungan-

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 8


renungan, atas spekulasi maka psikologi mendasarkan atas hal-hal yang objektif,
hal-hal yang positif. Kemudian makin berkembanglah psikologi empirik itu.
Dengan uraian singkat ini dapatlah dijawab pertanyaan di atas, yaitu psikologi
sebagai satu ilmu yang telah berdiri sendiri, tidak lagi menjadi bagian dari ilmu-
ilmu lain lagi.

C. Ruang Lingkup Psikologi

Ditinjau dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan
besar, yaitu ;

a. Psikologi yang memepelajari dan mempelajari manusia

b. Psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan/psikologi hewan

Dalam hal ini yang akan bicarakan adalah psikologi yang berobjekan
manusia, yang akan dibedakan menjadi dua yaitu; psikologi yang bersifat umum
dan psikologi yang bersifat khusus.

Psikologi umum ialah Psikologi meneliti dan memepelajari kegiatan-


kegiatan psikis manusia yang tercermin dalam perilaku pada umumnya, yang
dewasa, yang normal dan yang beradap (berkultur). Psikologi umum berusaha
mencari dalil-dalil yang bersifat umum daripada kegiatan-kegiatan atau aktivitas
psikis. Psikologis umum memandang manusia seakan-akan terlepas dari manusia
yang lain.

Psikologi khusus ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-


segi kekhususan dari aktivitas psikis manusia.

Psikolgi khusus ada beberapa mancam, antara lain:

1. Psikologis perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan tentang


perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang mencakup:
a. Psikolgi anak (mencakup masa bayi)
b. Psikologi puber dan adolesensi (psikologi pemuda)
c. Psikologi orang dewasa
Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 9
d. Psikologi orang tua
2. Psikologi sosial, yaitu psikologi khusus membicarakan tentang tingkah laku
atau aktivitas manusia dalam hubunganya dengan situasi sosial
3. Psikologi pendidikan, yaitu psikologi yang khusus menguraikan kegiatan atau
aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan, misalnya
bagaimana menarik perhatian dengan situasi pendidikan, misalnya bagaiman
cara menarik perhatian agar pelajaran dapat dengan mudah diterima,
bagaimana cara belajar dan sebagainya.
4. Psikologi kepribadian dan topologi, yaitu psikologi yang khusus menguraikan
tentang struktur pribadi manusia, mengenai tipe-tipe kepribadian manusia.
5. Psikopatologi, yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaan
psikis yang tidak normal (abnormal)
6. Psikologi kriminal, yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal
kejahatan atau kriminalitas.
7. Psikologi perusahaan, yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal-
soal perusahaan.

Psikologi khusus masih berkembang terus sesuai dengan bidan-bidang


berperannya psikologi. Pada umumnya psikologi khusus merupakan psikologi
praktis, yang diaplikasikan sesuai dengan bidangnya.

D. Metode-Metode dalam Psikologi

Ada dua metode yaitu metode yang bersifat filosofis dan metode yang bersifat
empiris yang di bagi menjadi beberapa bagian sebgai berikut:

1. Metode yang bersifat filosofis

a. Metode intuitif

Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu


penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 10


b. Metode Kontemplatif
Metode ini dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan
diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita. Alat utama
yang digunakan adalah pikiran yang benar-benar sudah dalam keadaan
objektif. Dalam arti murni, tidak bercampur dengan alat-alat yang lain
serta tidak bercampur pula dengan pengaruh dariluar yang bersifat
lahiriyah dan biologis.
c. Metode Filosofis Religius
Metode ini digunakan dengan menggunakan materi agama, sebagai alat
utama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang terdapat dalam
agama itu merupakan kebenaran absolut dan pasti. Dengan perkataan lain,
kita menyelidiki jiwa manusia beserta segala seginya dengan
menggunakan materi yang tertera dalam kitab suci sebagai norma standar
penilaian.

2. Metode yang bersifat empiris

A. Metode observasi
Observasi berarti meneliti atau mengamati. Penelitian mengadakan
pengindraan terhadap obyek yang diselidiki sambil melakukan pencatatan-
pencatatan terhadap gejala-gejala jiwa yang dibutuhkan dalam
penyelidikan itu. Untuk memperoleh data-data tentang gejala-gejala
tersebut, peneliti dapat melakukan intropeksi, eksperimen, dan
ekstropeksi.
a. Inropeksi
Intropeksi ialah melihat kedalam (intro berarti kedalam dan speksi
artinya melihat. Yang dimaksud dengan intropeksi ialah suatu cara
menyelidiki keadaan atau pristiwa jiwwa yang sedang terjadi dalam
dirinya.
b. Ekstropeksi
Ekstropeksi berarti melihat keluar, ekstopeksi juga mempelajari
dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa orang lain dan mecoba

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 11


mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang di
tunjukan dari mimik dan pantominik orang lain.
c. Eksperimen
Eksperimen berarti percobaan, metode ini merupakan suatu
percobaan-percobaan untuk mengetahui kejiwaan seseorang. Metode
ini biasanya dilakukan di dalam laboraturium.

B. Metode pengumpulan data


Metode ini dilakukan dengan mengolah data-data atau bahan-bahan
diperoleh dari kumpulan prtanyaan, bahan-bahan riwat hidup dan bahan-
bahan yang berhubungan dengan apa yang sedang di selidiki. Bahan-bahan
yang telah diperoleh kemudiun dikelarifikasikan untuk ditarik suatu
kesimpulan yang bersifat umum.
a. Metode angket
Metode angket ialah cara penyelidikan kejiwaan dengan
mengajukan pertanyaan baik lisan mauapum tertulisdan dari jawaban
itu dapat ditarik kesimpulan tentang kesan kejiwaan. Ditinjau dari dua
macam angket yaitu:
1) Angket langsung, yaitu bila mana pertanyaan itu di jawab lansung
oleh orang diselidiki.
2) Angket tidak langsung ialah pertanyaan yang dijawab oleh orang
lain.
b. Metode Autobiografi
Metode Autobiografi (riwayat hidup) metode ini digunakan untuk
mempelajari riwayat hidup seseorang yang sedang diteliti, baik yang
ditulis oleh orang itu sendiri(Autobiografi) maupun ditulis orang lain
(biografi)
c. Pengumpulan hasil kerja
Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang berupa
gambar-gambar, karangan-karangan, pekerjaan tangan, permainan-
permainan, termasuk buku buku harian seseoarang dan sebagainya.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 12


d. Metode studi kasus
Studi kasus dalam kajian psikologi merupakan metode penelitian yang
digunakan untuk memperoleh gambaran yang rinci mengenai aspek-aspek
psikologis seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu.
e. Metode klinis
Metode ini hanya digunakan oleh para ahli psikologi klinis atau
psikiater, dalam metode ini terdapat prosedur diagnosis dan penggolongan
penyakit kelainan jiwa serta cara-cara memberi perlakuan
pemulihan(psycological treatment) terhadap kelainana jiwa tersebut.
Umumnya metode ini digunakan di rumah sakit jiwa.
f. Metode observasi naturalistic
Metode ini lebih banyak digunakan oleh para ilmu hewan untuk
mempelajari prilaku hewan tertentu. Metode ini juga digunakan oleh para
psikolog kognitif dan psikolog pendidikan.

E. Hubungan Psikologi dengan Ilmu Ilmu Lain

Psikologi sebagai ilmu yang meneropong atau mempelajari keadaan manusia ,


sudah barang tentu mempunyai hubungan dengan ilmu ilmu lain yang sama sama
mempelajari tentang keadaan manusia. Dalam kesempatan ini akan ditinjau
hubungan psikologi dengan beberapa ilmu pengetahuan.

1. Hubungan Psikologi dengan Biologi


Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua
benda yang hidup menjadi objek dari biologi.Oleh karena itu, baik biologi
maupun psikologi sama sama membicarakan tentang manusia. Sekalipun
masing masing ilmu itu meninjau dari sudut yang berlainan, namun pada segi
segi tertentu kadang kadang kedua ilmu tersebut terdapat titik titik pertemuan.
Biologi, khususnya antropologi tidak mempelajari tentang proses kejiwaan
tetapi psikologi mempelajarinya. Adapun hal yang sama sama dipelajari oleh
biologi dan psikologi yaitu, keturunan. Soal keturunan ditinjau dari segi biologi

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 13


ialah hal hal yang berhubungan dengan aspek aspek kehidupan yang turun
temurun dari suatu generasi ke generasi lain; mengenai ini, yang terkenal
adalah hukum Mendel (Hukum mengenai pewarisan sifat). Soal keturunan
yang dipelajari oleh psikologi yaitu, sifat, inteligensi, dan bakat. Itu mengapa
kurang sempurna jika mempelajari psikologi tanpa mempelajari biologi.

2. Hubungan Psikologi dengan Sosiologi


Manusia sebagai mahluk sosial juga menjadi oblek dari sosiologi.
Sosiologi sebagai ilmu yang berhubungan dengan manusia, serta hubungannya
dalam masyarakat. Titik temu antara psikologi dengan sosiologi yaitu misalnya
soal tingkah laku. Tinjauan sosiologi yang penting yaitu hidup bermasyarakat,
sedangkan tinjauan psikologi yaitu tingkah laku sebagai manifestasi kejiwaan
yang di dorong oleh motif tertentu hingga manusia itu bertingkah laku atau
berbuat. Seperti yang diungkapkan oleh Bouman :
“Sosiologi mempelajari hubungan-hubungan antara sesama manusia. Dalam
hal ini yang terutama menarik perhatian kita ialah bentuk-bentukpergaulan
hidup, di mana perhubungan-perhubungan ini menunjukkan sifat yang kurang
ata lebih kekal: pertama-tama golongan-golongan dan penggolongan-
penggolongan (bangsa, keluarga, perhimpunan, tingkatan, kelas, dan
sebagainya). Bagi ahli sosiologi tinggalah satu persoalan yang tidak dapat
dimasukkan dalam ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, yakni menyelami hakekat
kerjasama dan kehidupan bersama dalam segala macam bentuk yang timbul
dari perhubungan antara manusia dengan manusia. Jadi yang dipersoalkan di
sini ialah kehidupan bergolong-golongan yang sebenarnya” (Bouman, 1953).
Karena titik persamaan tersebut timbulah bidang ilmu psikologi sosial yang
mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan situasi situasi
sosial.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 14


Menurut Gerungan, pertemuan antara psikologi dan sosiologi itulah yang
merupakan daerah dari psikologi sosial.

Makin lama orang akan makin menyadari bahwa perilaku manusia tidak dapat
terlepas dari keadaan sekitarnya. Karena itu, tidaklah sempurna meninjau
manusia itu berdiri sendiri terlepas dari masyarakat yang melatarbelakanginya.

3. Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam


Dengan memisahkan diri dari filsafat, ilmu pengetahuan alam mengalami
kemajuan yang cukup cepat, hingga ilmu pengetahuan alam menjadi contoh
bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang lain termasuk psikologi, khususnya
metode ilmu pengetahuan alam mempengaruhi perkembangan metode
psikologi. Apa yang ditempuh oleh Fencher, Weber, Wundt, sangat
dipengaruhi metode yang digunakan ilmu pengetahuan alam yakni dengan
menggunakan metode psikofisik, yaitu metode yang tertua dalam lapangan
psikologi eksperimental, yang banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam
(wood Worth, 1951). Kenyataan bahwa karena pengaruh ilmu pengetahuan
alam psikologi mendapatkan kemajuan yang cukup cepat, sehingga akhirnya
psikologi dapat diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri terlepas dari filsafat.
Walaupun pada akhirnya metode ilmu pengetahuan alam ini tidak seluruhnya
digunakan dalam lapangan psikologi, oleh karena perbedaan dalam objeknya.
Sebab ilmu pengetahuan alam berobjekan manusia yang hidup, sebagai
makhluk yang dinamik, berkebudayaan, tumbuh berkembang dan dapat
berubah pada setiap saat.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 15


4. Hubungan Psikologi dengan Filsafat
Manusia sebagai mahluk hidup juga merupakan objek dari filsafat yang
antara lain membicarakan soal hakikat kodrat manusia, tujuan hidup manusia
dan sebagainya. Meskipun psikologi memisahkan diri dari filsafat , namau
psikologi masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat , karena kedua
ilmu ini memiliki ilmu obyek yang sama yaitu manusia sebagai makhluk hidup
. Namun berbeda dalam pengkajiannya . Dalam ilmu psikologi , yang dipelajari
dari manusia adalah mengenai jiwa / mental , tetapi tidak dipelajari scr
langsung karena bersifat abstrak dan membatasi pd manifestasi dan ekspresi
dari jiwa / mental tsb , yakni berupa tingkah laku dan proses kegiatannya .
Sedangkan dalam ilmu filsafat yang dibicarakan adl mengenai hakikat dan
kodrat manusia serta tujuan hidup manusia . Sehingga ilmu psikologi dan
filsafat terdapat suatu hubungan yang timbal balik dan saling melengkapi
antara keduanya.

5. Hubungan psikologi dengan Pedagogis


Pedagogis sebagai ilmu yang bertujuan untuk memberikan bimbingan
hidup manusia sejak lahir sampai mati tidak akan sukses, bilamana tidak
mendasarkan diri kepada psikologi, yang tugasnya memang menunjukkan
perkembangan hidup manusia sepanjang masa, bahkan ciri, watak dan
kepribadian juga ditunjukkan oleh psikologi. Dengan demikian, pendagodis
baru akan tepat mengenai sasaran apabila dapat memahami langkah langkah
sesuai dengan petunjuk petunjuk psikologi. Oleh karena itu, muncullah
“educational psychology” (Ilmu Jiwa Pendidikan).

6. Hubungan Psikologi dengan Agama


Psikologi dan agama merupakan dua hal yang sangat erat hubungannya,
mengingat agama sejak turunya kepada rasul diajarkan kepada manusia dengan
dasar-dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi psikologi pula. Contoh
bahwa psikologi dan agama mempunyai hubungan yang erat dalam
memberikan bimbingan manusia adalah terhadap manusia yang berdosa pada

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 16


manusia yang melanggar norma tersebut dapat mengakibatkan perasaan
nestapa dalam dirinya meskipun hukuman lahirnya tidak diberikan
terhadapnya. Psikologi memandang bahwa orang berdosa itu berarti telah
menghukum dirinya sendiri, karena dengan perbuatan pelanggaran tersebut,
jiwa mereka menjadi tertekan dan gelap yang apabila yang bersangkutan tidak
dapat mensublimasikan (mengalihkan kepada perbuatan yang lebih baik)
perasaannya akan mengakibatkan semacam penyakit jiwa (psichistania) yang
merugikan dirinya sendiri. Dalam hal demikian itulah pendidik agama sangat
diperlukan untuk memberikan jalan sublimatif serta katarsis (pembersihan
jiwa) orang yang menderita dosa. Mengingat eratnya hubungan antara
keduanya, akhirnya lahirlah psikologi Agama (psychology of Religion), yang
objek pembahasannya antara lain: bagaimana perkembangan kepercayaan
kepada tuhan masa kanak-kanak sampai dewasa dan kapan terjadi kemantapan
hidup keagamaan seseorang, bagaimana perbedaan tingkah laku orang yang
beragama dengan yang tidak beragama dan lain sebagainya. Tokohnya antara
lain : Prof. Rimke, Straton dan William James.

F. Tujuan Mempelajari Psikologi

Tujuan Psikologi Perkembangan Peserta Didik

Psikologi perkembangan peserta didik bertujuan untuk:

a. Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta


kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat usia dan yang
mempunyai ciri-ciri universal, dalam artian yang berlaku bagi anak-anak di mana
saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.

b. Mempelajari karakteristik umum perkembangan peserta didik, baik secara fisik,


kognitif, maupun psikososial.

c. Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau


masa perkembangan tertentu.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 17


d.Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan
reaksi yang berbeda.

e.Mempelajari penyimpangan tingkah laku yang dialami seseorang, seperti


kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-
lain.[6]

Tujuan kain mempelajari psikologi adalah :

1. Untuk memeperoleh faham tentang gejala-gejala jiwa dan pengertian yang lebih
sempurna adalah tentang tingkah laku manusia.

2. Untuk mengetahui perbuatan-perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai


sarana untuk mengenal tingkah laku manusia.

3. Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan lebih baik.

4. Supaya tidak ragu-ragu lagi mengubah cara hidup, tingkah laku, dan pergaulan
dalam masyarakat.

5. Menjadikan kehidupan yang lebih baik, bahagia dan sempurna.

Menurut Plotnik (2005;4) seorang ahli psikologi, mendeskripsikan tujuan dari


psikologi adalah:

Tujuan pertama psikologi adalah Mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku


organism. (the first goal of psychology is to describe the different ways that
organisms behave). Sebagai contoh para ahli psikologi mendeskrepsikan perilaku
dan proses mental anak autis (austistic children) seperti memahami bagaimana
perilaku anak autis dengan mempelajari bahasanya. Lalu para ahli psikologi
mencoba menjelaskan tentang perilaku anak autis tersebut.

Tujuan kedua psikologi adalah menjelaskan sebab-sebab dari perilaku (the second
goal of psychology is to explain the cause of behavior). Penjelasan tentang autism
berubah sesuai dengan kompleksitas permasalahan yang terjadi. Pada tahun 1990
penelitian-penelitian menemukan bahwa autism disebabkn oleh faktor genetik dan

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 18


biologi yang berdampak pada perkembangan otak yang menyimpang.
(courrchesne et al 2003 dalam Plotnik, 2005;4).

Tujuan ketiga psikologi adalah memprediksikan bagaimana organisme akan


berperilaku dalam suatu situasi tertentu. (the third goal of psychology is to predict
how organism will behave in certain situations). Sebelum memprediksikan
perilaku anak-anak autis, para ahli psikologi lebih dulu mendeskripsikan dan
menjelaskan perilaku anak autis, berdasarkan informasi tersebut para ahli
psikologi dapat memprediksikan bahwa anak autis akan mengalami kesulitan
belajar dalam lingkungan sekolah karena disana ada banyak aktivitas dan stimulus
yang terjadi di ruang kelas (Gresham et al, 1999 dalam Plotnik, 2005;4). Jika para
ahli psikologi dapat memprediksikan perilaku, mereka dapat sering melakukan
kontrol perilaku.

Tujuan keempat psikologi adalah mengontrol perilaku makhluk hidup (for some
psychologists, the fourth goal of psychology is to control an organism’s behavior).
Konsepsi atau idea kontrol memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah
bahwa para ahli psikologi dapat membantu seseorang untuk belajar mengontrol
perilaku-perilaku yang tidak diinginkan. Caranya adalah dengan menggunakan
metode self-control yang lebih baik, atau menggajarkan cara mengendalikan
situasi, dan membina hubungan (Howlin, 1997 dalam Plotnik, 2005;4). Sisi
negatifnya adalah bahwa terdapat kemungkinan para ahli psikologi mengontrol
perilaku seseorang tanpa ada pemahaman atau perhatian yang cukup. Dalam
menghadapi perilaku-perilaku yang sangat kompleks seperti autism, para ahli
psikologi menggunakan kombinasi dari pendekatan-pendekatan yang berbeda
untuk mencapai keempat tujuan tersebut.

Untuk mencapai tujuan itu maka dengan mempelajari Psikologi diharapkan


mahasisiwa memiliki tiga kemampuan dasar yang diperlukan,3 yaitu:

1. Understanding : memiliki pengetahuan/pengertian mengenai konsep-konsep


dan prinsip-prinsip psikilogi yang umumnya mendasari tingkah laku.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 19


2. Predicting : berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, diharapkan mampu
mendeteksi/mendekati permasalahan-permasalahan psikologis yang terjadi di
lapangan pendidikan.

3. Controlling : mampu menguasai diri pribadinya dan terampil dalam mengatasi


permasalahan-permasalahan kependidikan yang dihadapi sesuai dengan konsep
dan prinsip psikologi.

Adapun tujuan pokok mempelajari Psikologi adalah memahami seluk beluk


kehidupan rohaniyah yang merupakan kekuatan penggerak bagi segala kegiatan
hidup lahiriah dalam alam sekitar.

G. Sejarah Psikologi

Di Indonesia sendiri, psikologi mulai berkembang pada tahun 1952. Psikologi


diperkenalkan oleh seorang profesor psikiater dari Universitas Indonesia yang
bernama Slamet Imam Santoso. Ditahun tersebut, Slamet Imam Santoso dijuluk
sebagai ketua jurusan psikologi di Universitas Indonesia,sebagai jurusan psikologi
pertama di Indonesia. Lulusan pertama dari jurusan psikologi adalah Bapak Fuad
Hassan pada tahun 1958. Pada tahun 1960,jurusan psikologi berdiri sendiri
sebagai sebuah fakultas dengan Selamet Imam Santoso sebagai dekan
pertama,yang kemudian digantikan oleh Bapak Fuad Hassan.

Pada tahun 1961 berdiri Fakultas psikologi di Universitas


padjajaran,Bandung.Universitas ketiga yang memiliki jurusan psikologi adalah
Universitas Gajah Mada,jogjakarta. Pada awalnya jurusan psikologi terdapat
dalam fakultas pendidikan . Pada tahun 1964,Fakultas pendidikan berdiri sendiri
sebagai sebuah institute,namun jurusan psikologi tetap berada dibawah naungan
Universitas Gajah Mada dan kemudian berdiri sebagai fakultas. Universitas
keempat adalah Universitas Airlangga,surabaya di Universitas ini pada awalnya
psikologi tergabung dalam Fakultas Ilmu Sosial. Namun pada tahun 1992,menjadi
fakultas psikologi dengan para stafnya sebagian besar adalah alumni psikologi

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 20


Universitas Gajah Mada. Setelahh itu jurusan dan Fakultas psikologi semakin
banyak bermunculan hingga saat ini.

Sejarah Perkembangan Psikologi Sebagai Ilmu Mandiri dan Perkembangannya di


Indonesia
A. Sejarah Singkat Psikologi

Jiwa manusia sejak zaman yunani telah menjadi topik pembahasan para filosof,
namun psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri baru dimulai pada tahun 1879
ketika Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama
dikota Leipzig, Jerman. Secaragaris besarnya sejarah psikologi dapat dibagi dalam
dua tahap utama, yaitu masa sebelum dan masa sesudah yang menjadi ilmu yang
berdiri sendiri. Sebelum tahun 1879, jiwa dipelajari oleh para ahli filsafat dan para
ahli ilmu fasaf (phisologi, sehingga psikologi dianggap sebagai bagian dari kedua
ilmu tersebu. Para ahli ilmu filsafat kuno, seperti Plato (427-347 SM), Aristoteles
(384-322 SM) dan Socrates (469-399 SM), telah memikirkan hakikat jiwa dan
gejal-gejalanya. Fisafat sebagai induk menciptakan pertanyaan dan jawaban
secara terus menerus sehingga mencapai pengertian yang hakiki tentang sesuatu.
Pada waktu itu belum ada pembuktian – pembuktian empiris, melainkan berbagai
teori dikemukakan berdasarkan argumentasi logika belaka.psikologi benar – benar
masih merupakan bagian dari filsafat dalam arti semurni – murninya.
Pada abad pertengahan, psikologi masih merupakan bagian dari filsafat sehingga
objeknya tetap hakikat jiwa dan metodenya masih menggunakan argumentasi
logika. Tokoh – tokohnya antara lain: Rene Descrates (1596 – 1650) yang terkenal
dengan teori tentang kesadaran, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 – 1716 ) yang
mengutarakan teori kesejahteraan psikofhisik ( psychophycial paralellism ), John
Locke( 1623- 1704 ) dengan teori tabula rasa mengemukakan, yang belum ditulis.
Pada masa sebelumnya masalah kejiwaan dibahas pula oleh para ulama islam
seperti Imam Gazali ( Wafat 505 H ). Imam Fachrudin Ar-Raazi ( wafat 606 H ),
Al Junaidi Bagdadi ( wafat 298 H ), Al ’Asyari ( wafat 324 H. Pembahasan
masalah psikologis merupakan bagian dari ilmu usuluddin dan ilmu tasawwuf.[1]
Di samping para filsafat yang merupakan logika, para ahli ilmu faal juga mulai

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 21


menyelidiki gejala kejiwaan melalui exsperimen-exsperimen. Walaupun mereka
menggunakan metode ilmiah (empiri),namun yang mereka selidiki terutama
tentang urat syaraf pengindraan (sensoris), syaraf motoris (penggerk), pusat
sensoris dan motoris diotak, serta hukum-hukum yang mengatur bekerjanya
syaraf-syaraf tersebut. Dengan demikian , gejala kejiwaan yang mereka selidiki
hanya merupakan bagian dari objek ilmu faal dengan metode yang lazim
digunakan. Diantara para tokohnya adalah : C. Bell (1774-1842), F. Magendie
(1758-1855), J. P. Muller (1801-1858), P. Broca (1824-1880) dan I. P. Pavlov
(1889-1936).
Masa sesudah psikologi menjadi ilmu yang mnjadi ilmu yang berdiri sendiri
merupakan masa di mana gejala kejiwaan dipelajari secara tersendiri dengan
metode ilmmiah, terlepas dari filsafat dan ilmu faal.gejala kejiwan dipelajari
secara lebih sistemati dan objektif. Selain metode eksperimen digunakan pula
metode instrospeksi oleh W. Wundt. Gelar kesarjanaan W. Wundt adalah bidang
kedokteran dan hukum. Iadikenal sebagai sisiolog dan filosof dan orang pertama
yang menguku dirinya sebagai psikolog. Ia dianggap sebagai bapak psikolog.
Sejak itu psikologi berkembang pesat dengan bertambahnya sarjan psikologi,
menyusun teori-teori psikologi dan keragaman pemikiran-pemikiran baru.
Pisikologi mulai bercabang ke dalam berbagai aliran.
Psikologi sebagai suatu ilmu, tidak lepas dari perkembangan psikologi itu sendiri,
serta ilmu-ilmu yang lain. Dari waktu ke waktu psikologi sebagai suatu ilmu
mengalami perkembangan, sesuai dengan perkembangan keadaan. Oleh karena itu
psikologi sebagai suatu ilmu mempunyai sejarah tersendiri,hingga merupakan
psikologi dalam bentuk yang sekarang ini. Dari pemikiran para ahli yang mungkin
saling mempunyai pandangan yang berbeda akan mengacu perkembangan
psikologi.
1. PSIKOLOGI DIPENGARUHI OLEH FILSAFAT

Para ahli psikologi dahulu adalah juga ahli filsafat. Dapat dimengerti kalau
pemikiran tentang kejiwaan dipengaruhi oleh pemikiran filsafat. Bahkan pada
zaman Plato dan Aristoteles, psikologi masih menyatu dengan filsafat sebagai

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 22


induk segala ilmu. Pengaruh filsafat terhadap psikologi berlangsung sejak Zaman
Baru (1800 M). Dua orang filsuf itu adalah Plato dan Aristoteles.
a. Psikologi Plato

Plato (427 s/d 347 SM) menganggap manusia memiliki 3 kekuatan rohaniah yang
disebut “Trichotom.” Kekuatan itu terdiri dari kekuatan pikiran yang berada
dikepala, kemauan yang berada di dada, dan keinginan yang berada diperut. Lebih
dalam Plato berpendapat bahwa suaatu kebenaran yang hakiki tidak dapat dicapai
dengan suatu yang tampak oleh indra, karena segala sesuatu yang tampak oleh
indra adalah bayangan dari hakikat, itu adalah pendapat dari Plato.
b. Psikologi Aristoteles

Aristoteles (384 s.d 322 SM), murid Plato, memutuskan pandangan bahwa
makhluk berjiwa dialam ini adalah tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia.
Masing-masing memiliki jiwa yang berurutan rendah tingginya. Tumbuh-
tumbuhan mengandung jiwa terendah yang disebut “Animavegatativ”, fungsinya
hanya terbatas pada makan dan berkembangbiak. Hewan mempunyai jiwa yang
agak tinggi yang disebut “Animasansitive”, fungsinya mengindra menggunakan
nafsunya untuk bergerak dan berbuat. Manusia memilki jiwa tertinggi disebut
”Animaintelektive”, fungsinya sangat penting, yaitu antara lain yang pokok adalah
berfikir dan berkehendak. Aristoteles membagi fungsi jiwa manusia atas dua,
yaitu berpikir dan berkehendak dalam melakukan sesuatu,
c. Psikologi Abad Tengah

Psikologi mulai difikirkan secara deduktif. Tokohnya, diantaranya Thomas


Aquine, yang berpendapat bahwa badan dan jiwa merupakan satu ke satuan yang
tidak dapat dipisahkan. Karena badan dan jiwa tidak dapat dipisahkan.
d. Rasionalisme

Tokohnya adalah Descartes, dengan pandangannya yang terkenal: “cogeto ergo


sun ( berfikir saya ada). Objek psikologi ialah gejala-gejala kesadaran yang
membagi tingkah laku menjadi dua bagian: yaitu tingkah laku raional dan

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 23


mekanisme.
e. Empirisme

Pengetahuan hanya dapat dicapai dengan pengamatan dan pengalaman,. Tokoh-


tokohnya diantaranya : Francis Bacon dan John locke

2. PSIKOLOGI DIPENGARUHI OLEH ILMU PENGETAHUAN ALAM


Lebih lanjut, perkembangan psikologi berangsur-asur melepaskan diri dari corak
pemikiran filsafat dan mengalami perkembangan pesat. Metode yang digunakan
yaitu penyelidikan dan pandangan. Hal ini akan lebih tampak jelas dalam bahasan
sebagian psikologi yang muncul pada zaman itu:
a. Psikologi Asosiasi
Sejak awal abad ke-17, psikologi asosiasi merupakan salah satu aliran psikologi
yang dipengaruhi secara tidak langsung, oleh ilmu pengetahuan alam (khususnya
fisika). Metode yang digunakan oleh aliran ini dalam usaha mempelajari jiwa
adalah metode analitis sintetis. Tanggapan-tanggapan, ingatan-ingatan, dan
pengindraan merupakan unsur-unsur jiwa yang diutamakan oleh aliran ini salah
seorang tokoh aliran asosiasi dalam psikologi ini adalah John Stuart Mill (inggris).
Dia mempelajari psikologi secara ilmu kimia.
b. Psikologi unsur (elemen)
Psikologi unsur sesungguhnya dapat dianggap sebagai nama lain dari psikologi
asosiasi, karena dalam bentuk pendapat-pendapatnya masih bercorak asosiatif.
Meskipun demikian, karena titik tekan psikologi unsur ini padaanggapan bahwa
jiwa merupakan kumpulan dari unsur-unsur kejiwaan yang berdiri sendiri, maka
beberapa ahli menggolongkannya sebagai psikologi unsuryang berdiri sendiri.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah Fredrische Harbert dan Herbart Spencer.

3. PSIKOLOGI DARI ROMA KE ABAD PERTENGAHAN


Kebudayaan Romawi mengadopsi filsafat yunani Klasik, namun mengembangkan
perspektif Romawi yang unik, sebagaimana tercermin pada kaum stoik dan
Epikurean. Kaum stoik memiliki pandangan konservatif tentang kemanusiaan
yang ditentukan oleh takdir alam. Penyesuaian bagi manusia mencakup kerja

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 24


sama dengan desain universal. Berlawanan dengan itu, bagi kaum Epikurean
kebahagiaan hanya mencakup pencarian kenikmatan dan menghindari rasa sakit.
Berbagai ajaran plato dihidupkan kembali oleh plotinus, dan mendominasi filsafat
Romawi pada tahun-tahun awal kristenitas. Antuisiasme misionari para penganut
kristen dan efisiensi perdamaian pemerintahan Romawi berperan dalam cepatnya
penyebaran kristenitas. Ajaran-ajaran Yesus dalam berbagai interpretasi pesan
kristen berkembang dari basis Yahudi ke fondasi dalam filsafat Yunani. Selain
para pendeta gereja terdahulu, Agustinus berhasil memasukan ajaran platonik
dalam teologi Kristen. Dengan jatuhnya kekaisaran Barat, kehidupan intelektual di
Barat, kehidupan intelektual di Barat mengalami kemandekan , dan hanya gerakan
monastik yang dapat menyelamatkan sedikit wujud peradaban Yunani dan
Romawi. Kepausan memiliki peran utama tidak hanya dalam bidang spiritual,
namun juga dalam pemerintahan sipil, yang mencapai puncaknya dalam seruan
untuk melakukan perang salib. Meskipun demikian, pada masa perang salib,
Eropa relatif dalam kedamaian dan kehidupan intelektual mulai berputar.
Keterpaparan dengan warisan kebudayaan islam menghidupkan kembali minat
Eropa terhadap karya-karya besarperadaban kuno, dan kebangkitan intelektual
besar-besaran segera menggoncang Eropa keluardai titik nadir intelektual dari
feodalisme.

4. PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MANDIRI


Psikologi, dilakukan sebagai ilmu yang berdiri sendiri oleh Wilhelm Wundt
dengan didirikannya Laboratorium Psikologi pertama di dunia, di Leifzig, pada
tahun 1879. Sebelumnya, bibit-bibit psikologi sosial mulai tumbuh, yaitu ketika
Lazarus dan Steindhal pada tahun 1860 mempelajari bahasa, tradisi, dan institusi
masyarakat untuk menemukan “ jiwa umat manusia” (human mind) yang berbeda
dari ”jiwa individual”. Usaha Lazarus dan Steindhal, yang sangat dipengaruhi
oleh ilmu antropologi tersebut, kemudian dikembangkan oleh Wundt sendiri, yang
pada tahun 1880, mulai mempelajari “Psikologi Rakyat” (Folk Psychology) dan
menyejajarkannya dengan psikologi individual dalam eksperimen-eksperimennya.
Eksperimen Wundt dalam bidang psikologi rakyat itu, antara lain, untuk

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 25


menemukan “ proses mental yang lebih tinggi” (higher mental process) dari
kelompok atau rakyat, yang berbeda dari proses mental individual. Yang diteliti
dalam laboratorium psikologi tersebut, terutama mengenai gejala pengamatan dan
tanggapan manusia, seperti persepsi, reproduksi, ingatan, asosiasi dan fantasi.
Tampak bener bahwa tokoh-tokoh psikologi eksperimental ini terutama meneliti
gejala-gejala yang masuk Bewuszteseinpsychologie, atau gejala-gejala psikis yang
berlangsung didalam jiwa yang sadar bagi diri manusia itu, sesuai dengan
rumusan Descartes mengenai jiwa, yaitu bahwa ilmu jiwa (psikologi) adalah ilmu
pengetahuan mengenai gejala-gejala kesadaran manusia. Gejala-gejala jiwa
“bawah sadar” belum diperhatikannya. Sebenarnya, Gustav Theodor Fechner
(1807-1887) merupakan pemula dari psikologi eksperimental. Ia sudah melakukan
eksperimen-eksperimennya belasan tahun sebelum Wundt mendirikan
laboratorium psikologi. Namun, karena pada zaman Fechner, psikologi belum
diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri, ia lebih dienal sebagi seorang
Psychopyscian (dokter jiwa) ketimbang sebagai ahli psikologi. Tokoh lain pada
awal dijadikannya psikologi sebagai ilmu yang mandiri, selain Fechner, adalah
Herman Ludwig Ferdinand von Helmholtz (1821-1894). Helmholtz digkenal
sebagai seorang empiriskus dengan keahlian ilmu faal, fisika, dan psikologi. Ia
dilahirkan di tempat Berlin di Potesdam. Ayahnya adalag seorang tentara yang
kemudian menjadi guru dalam mata pelajaran filsafat dan bahasa (filologi).
Sebagai empirikus, Helmholetz menentang apa yang disebut stahuan yang ebagai
mentalesem, dan menurutnya psikologi, merupakan pengetahuan yang eksak dan
banyak bergantung pada matematika. Meskipun begitu, ia mengakui adanya
naluri (instinct), walaupun sudah dianggapnya sebagai misteri yang belum
terpecahkan. Ia pun mengakui bahwa hewan mempunyai kepandaian khusus yang
tidak dipengaruhi oleh pengalaman. Sejak psikologi berdiri sendiri dengan
menggunakan metode-metodenya sendiri dalam pembuktian dan penelidikannya,
timbullah berbagai aliran psikologi yang bercorak khusus. Adapun ciri-ciri khusus
sebelum abad ke 18, antara lain:
1.Bersifat elementer, berdasarkan hukum-hukum sebab akibat
2.Bersifat Mekanis.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 26


3. Bersifat sensualistis (mementingkan pengetahuan dan daya pikir)
4. Mementingkan Kuantitas.
5. Hanya mencari hukum-hukum.
6. Gejala-gejala jiwa dipisahkan dari subjeknya.
7. Jiwa dipandang pasif, dan
8. Terlepas dari materi-materi. Dengan mengetahui ciri-ciri kehas dari psikologi
kuno (berdasarkan filsafat dan ilmu alam), kita dapat mengetahui ciri-ciri khas
dari psikologi modern yang antara lain, tampak sebagai berikut:
1. Bersifat totalitas
2. Bersifat teologis (bertujuan)
3. Vitalistris biologis (jiwa dipandang aktif dan bergerak dalam hidup manusia)
4. Melakukan pendalaman dan penyelamanan terhadap jiwa (verstehend)
5. Berdasarkan nilai-nilai
6. Gejala-gejala jiwa dihubungkan dengan subjeknya
7. Memandang jiwa aktif dinamis
8. Mementingkan fungsi jiwa
9. Mementingkan mutu atau kualitas
10. Lebih mementingkan perasaan. Dalam uraian yang lebih simpel, perbedaan
antara psikologi lama (kuno) dan psikologi modern, adalah sebagai berikut :
a) Psikologi lama (kuno)
1. Psikologinya adalah psikologi unsur, yaitu mendasarkan pandangan pada
elemen dan unsur-unsur yang berdiri sendiri dan diselidiki sendiri-sendiri
2. Dalam peninjauannya, mencari hukum sebab-akibat, hukum kausal,dan bersifat
mekanis
3. Meninjau kehidupan kejiwaan secara terpisah dari subjeknya, yaitu manusia.
Oleh karena itu, disebut kehidupan jiwa yang pasif
b) Psikologi Modern
1. Mendasarkan peninjauannya pada psikologi totalitas, yaitu berpangkal pada
Psychophysis.
2. Dalam meninjau kehidupan kejiwaan, melihat hubungan kejiwaan sebagai dari
kehidupan kejiwaan dari manusia sebagai makhluk hidup yang mempunyai tujuan

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 27


tertentu.
3. Psikologi dalam peninjauannya, selalu berdasarkan pada peninjauan kehidupan
kejiwaan dalam hubungannya dengan subjeknya, yaitu manusia. Jadi, kehidupan
kejiwaan yang aktif. Psikologi lama diwakili, antara lain, oleh aliran-aliran
psikologi fisiologis, psikologi unsur, dan psikologi asosiasi, sedangkan psikologi
modern, dengan otonominya sebagai ilmu pengetahuan itu, antara lain diwakili
oleh ilmu jiwa dalam (depthpshychology), psikologi pikir, psikologi individual
(personalistis), behaviorisme, psikologi Gestalt (Gestalt psychology), psikologi
kepribadian, dan lain-lain. Sementara itu, sebelum sampai psikologi pada
psikologi eksperimental oleh Wilhem Wundt, terdapat dua teori yang mulai
mengarahkan berdirinya psikologi sebagai ilmu. Kedua teori itu adalah sebagai
berikut:
a. Psikologi Navitistik atau Psikologi Pembawaan
Teori ini mengatakan bahwa jiwa terdiri atas beberapa faktor yang dibawa sejak
lahir, yang diebut pembawaan atau bakat. Pembawaan yang terpenting adalah
pikiran, perasaan, kehendak, yang masing-masing terbagi lagi kedalam beberapa
jenis pembawaan yang lebih kecil. Tingkah laku atau aktivitas jiwa ditentukan
pembawaanya.
b. Psikologi Asosiasi atau Psikologi Empirik
Di sini, tidak diketahui adanya faktor-faktor kejiwaan yang dibawa sejak lahir.
Jiwa, menurut teori ini, berisi ide-ide yang didapatkan melalui pa.ncaindra dan
saling diasosiasikan satu sama lain, melalui prinsip-prinsip: kesamaan, kontras
dan kelangsungan. Tingkah laku diterangkan oleh teori ini melalui prinsip asosiasi
ide-ide, misalnya: seorang bayi yang lapar diberi makan oleh ibunya, melalui
pancaindranya, bayi itu mengetahui bahwa rasa lapar selalu diikuti oleh makanan
(prinsip kelangsungan) dan makanan itu menghilangkan rasa laparnya. Lama-lama
rasa lapar diasosiasikan dengan makanan, dan setiap kali ia lapar mencari makan.

5. PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
Sejak zaman purbakala jiwa telah menjadi objek pertanyaan dan penyn
penyelidikan telah mencoba menyingkap tabir rahasia jiwa yang gaib itu dengan

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 28


tinjauan berdasarkan falsafah masing-masing. Pada zaman itu psikologi belum
merupakan ilmu yang berdiri-sendiri tetapi termasuk suatu cabang dari induk
ilmu, yakni filsafat. Segala sesuatu bersumber pada filsafa dan diuraikan
berdasarkan filosofi. Penyelidikan atau percobaan belum dilakukan dengan
sempurna. Metode yang dipakai ialah metode deduktif dan psikologinya disebut
psikologi filosofis. Yang menjadi objek ialah hal-hal mengenai asal usul jiwa,
wujud jiwa, akhir jadinya dan sebagainya. Objek-objek ini adalah soal diluar alam
nyata, dan tidak berwujud dengan nyata, penyelidikanpun tidak dengen ilmu alam
biasa/fisika. Oleh karena itu psikologi itu disebut psikologi metafisis.[6]
Di Asia seperti India, ahli-ahli mengutamakan psikologi batin atau parapsikologi,
yaitu mengenai peristiwa dan kodrat jiwa umpamanya mengenai hubungan batin
antara orang yang berjauhan, hubungan dengan roh-roh, hubungan dengan
pengaruh-pengaruh gaib dan sebagainya. Di Eropa sampai abad pertengahan
(1500-1789) psikologi filosofis dan matematis itulah yang menjadi pegangan. Di
samping itu, timbul pula aliran skolatis yang dipelopori oleh Thomas Aquino,
seorang ulama katolik. Ia mengatakan bahwa tubuh dan jiwa merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipasah-pisahkan keyakinan dan faham agama menjadi
dasar utama dari metode serta uraian-uraiannya. Manusia mempunyai
kesanggupan berpikir dan berkemauan, dan juga kesanggupan luhur, yakni
kesanggupan yang memungkinan adanya hubungan antara manusia dengan
Tuhannya.
Tetapi dalam abad-abad selanjutnya, para ahli dan pujangga mengutamakan rasio
(akal),misalnya Descartes (1625). Ia mengatakan bahwa ilmu yang benar hanya
dapat diperoleh dengan berfikir bukan dengan pengalaman atau percobaan.
Berbeda dengan aliran rationalisme, timbul pula aliran empirisme, yang dipelopori
oleh Bacon (1600) dan John Locke (1675). Menurut ahli-ahli empiris, psikologi
tidak dapat didasarkan dan diuraikan dengan falsafah atau teologi, melainkan
harus berdasarkan pengalaman-pengalaman. Dalam abad 17 sampai abad 19,
psikologi dipengaruhi oleh ilmu alam. Mereka menganggap bahwa jiwa pun
tunduk kepada hukum alam biasa. Maka mereka menyelidiki dan menguraikan
proses dan pernyataan psikis menurut ketentuan dan hukum alam, yaitu hukum

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 29


sebab akibat (kausal). Gejala psikis adalah akibat perangsang dari luar serta
perubahan otak dan syaraf. Terpengaruh oleh perkembangan ilmu kimia, yang
menyatakan bahwa sesuatu itu terjadi dari zat terkecil dari unsur pokok, maka
dalam psikologi dicari pula unsur terkecil yang menjadi elemen pokok bagi jiwa.
Ahli-ahli itu berpendapat, bahwa jumlah atau kumpulan unsur mewujudkan
keseluruhan atau kebulatan yang berarti. Dengan demikian jiwa dianggap sebagai
bendamati dan mesin saja, yang memperosesnya berlangsung mekanis dan tunduk
hukum-hukum yang pasti. Karena unsur-unsur/elemen-elemen yang berdiri
sendiri itu kemudian menjadi satu kebulatan, yang berarti merupakan suatu
mozaik (suatu yang tersusun dari bagian-bagian lepas), maka psikologi itu
kemudian dinamakan psikologi mozaik atau psikologi keelemenan.
Kemudian pada tahun 1832-1920 datanglah Wundt yang berpendirian berbeda
dengan psikologi asosiasi atau psikologi mozaik itu. Menurutnya asosiasi memang
ada jika jiwa (kesadaran) dalam keadaan pasif. Dalam keadaan aktif psikis
berlangsung karena appersepsi, yang memberi arah dan mengatur proses
pernyataan jiwa. Tegasnya ia berpendapat bahwa aku atau pribadi manusia adalah
aktif, dapat mempengaruhi proses pernyataan jiwa serta memberi corak
kepadanya. Karena itu, Wundt disebut pelopor psikologi modern. Seperti
psikologi gestalt, psikologi struktur, dan sebagainya, paham dan eksperimennya
sangat bermanfaat ilmu seterusnya, yaitu sejak tahun 1900 sampai sekarang.
Psikologi adalah ilmu yang masih muda. Ia terpisah menjadi ilmu yang berdiri
sendiri sejak 1879 pada waktu didirikannya laboratorium psikologi yang pertama
oleh Wilhelm Wundt (1832-1920) di Leipzig, Jerman. Meskipun demikian,
sebagaimana dikatakan diatas, yaitu sejak zaman Yunani kuno, gejala-gejala
psikologi banyak menarik perhatian para sarjana. Ahli-ahli filsafat diantaranya
Plato dan Aristoteles banyak sekali mengemukaan pikiran-pikiran mengenai
gejala-gejala psikologis. Kemudian , Descartes (1496-1650) datang dengan
semboyannya: CogitoErgo Sun (saya berfikir maka saya ada) dan sejak itu timbul
aliran mementingkan kesadaran dalam psikologi. Setelah itu, berbagai ilmu
lainnya memberi pengaruhnya terhadap pertumbuhan psikologi, antara lain
biologi, ilmu alam, dan ilmu kimia. Hal ini terjadi karena para ahli dari ilmu-ilmu

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 30


itu juga mulai memperhatikan gejala-gejala psikologi. Nyatalah disini, bahwa
meskipun pada saat itu psikologi tidak lagi mempunyai hubungan yang erat
dengan ilmu-ilmu alam dan biologi, tetapi dahulu ilmu-ilmu itu ikut memberikan
sumbangan bagi lahirnya psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 31


BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Setelah memahami Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Metode


Psikologi kami dapat menyimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu jiwa
yang dapat dilihat dari perilaku suatu individu. Kedudukan psikologi sebagai ilmu
pengetahuan telah berdiri sendiri dan tidak lagi menjadi bagian dari ilmu ilmu
yang lain. Dilihat dari segi objeknya, ruang lingkup psikologi dibedakan menjadi
dua golongan besar yaitu Psikologi yang memepelajari dan mempelajari manusia
& Psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan/psikologi hewan. Metode
metode dalam psikologi sendiri ada dua metode yaitu metode yang bersifat
filosofis dan metode yang bersifat empiris.

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 32


DAFTAR PUSTAKA

Afriyandi, Aditya. 2017. Hubungan Psikologi dan Ilmu-Ilmu Lain,


http://www.sangkoeno.com/2013/11/hubungan-psikologi-dan-ilmu-ilmu-
lain.html,
(diakses Minggu, 24 September 2017, pukul 19:56)

Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum. Jakarta : Penerbit RINEKA CIPTA

Anisa, Nezla. 2016. Sejarah Psikologi, Wilhelm Wundt Sebagai Bapak Psikologi
Modern, http://malahayati.ac.id/?p=23959,
(diakses tanggal 23 September 2017 pukul 20:40)

Fiqh, Ushul. 2015. Pengertian, Tujuan dan Manfaat Psikologi Perkembangan


Peserta Didik, http://rahmatululum.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-
tujuan-dan-manfaat-psikologi.html, (diakses tanggal 26 September 2017
pukul 01:54)

Heru Basuki, A.M. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Nangoi, Priscilla.2015.Sejarah Psikologi Indonesia,


https://psychology.binus.ac.id/2015/04/29/sejarah-psikologi-indonesia/,
(diakses tanggal 24 September 2017 pukul 17:39)

Uriyah, Siti. 2015. Sejarah Perkembangan Psikologi Sebagai Ilmu Mandiri Dan
Perkembangannya Di Indonesia,
https://plus.google.com/107346834507368375250/posts/7Bmd7DtpdAS,
(diakses Senin, 25 September 2017, pukul 11:50)

Mandai, Aat. 2012. Pengertian, Objek, Manfaat dan Tujuan Ilmu Psikologi (Ilmu

Jiwa), http://aatmandai.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-objek-manfaat-
dan-tujuan.html, (diakses tanggal 26 September 2017 pukul 14:56)

Pengertian, Kedudukan, Ruang Lingkup dan Metode Psikologi Page 33