Anda di halaman 1dari 12

PETA TOPOGRAFI DAN BENTANG ALAM

A. Definisi Peta Topografi


Peta topografi merupakan suatu peta yang memberikan informasi tentang
permukaan bumi. Baik unsure alamiah maupun unsure buatan manusia dimana
bidang lengkung harus di gambarkan ke bidang datar. Dimana peta topografi
terdiri dari elevasi dan kemiringan sehingga pada peta topografi dilakukan
berdasarkan penarikan kontur pada elevasi yang sama. Garis kontura dalah
suatu garis yang menghubungkan elevasi yang sama atau yang menunjukkan
tinggi rendahnya suatu permukaan di suatu daerah. Peta topografi merupakan
slah satu jenis dari peta induk.

Sumber: wekipedia.com
Foto 1
Peta Topografi

B. Sifat-Sifat Garis Kontur


Garis kontur memiliki sifat-sifat tertentu yaitu:
 Garis kontur memiliki sifat tidak akan berpotongan antara garis kontur
satu dengan garis yang lainya.
 Garis-garis kontur tidak akan mengalami garis bercabang
 Suatu lereng curam di tunjukkan dengan keadaan suatu kontur yang
rapat
 Suatu bidang landai ditunjukkan dengan keadaan suatu kontur yang
renggang.
 Apabila garis kontur ada yang melintang dalam peta , maka hat tersebut
menunjukkan keadaan bukit atau gunung.
 Suatu daerah depresi ditunjukkan dengan keadaan garis kontur yang
bergigi.

Sumber: wekipedia.com
Foto 2
Garis Kontur

C. Unsur-Unsur PetaTopografi
Dalam pembuatan suatu peta, ada beberapa unsur yang harus di
cantumkan dalam peta, hal – hal tersebut harus diketahui dan di pehami,
sebagaimana halnya di bawah ini :
 Judul Peta
Judul peta adalah suatu identitas yang menggambarkan secara
keseluruhan dari isi peta.
 Keterangan Pembuatan Peta
Keterangan pembuatan peta merupakan suatu informasi yang di sajikan
oleh pembuat peta, supaya orang yang membaca peta tersebut dapat
memahami lambing yang ada di dalam isi
 Nomor Peta
Nomor peta adalah suatu identitas peta yang di tunjukkan berupa bentuk
angka yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai nomor
keberapa peta tersebut di buat.
 Sistem Koordinat
Sistem koordinat adalah Suatu titik yang terjadi akibat adanya suatu
perpotongan antara dua garis yaitu antara sumbu x dengan sumbu y
sehingga membentuk sumbu kordinat.
 Skala Peta
Skala peta adalah suatu informasi mengenai perbandingan jarak di peta
dengan jarak sebenarnya di lapangan sehingga pembaca peta dapat
membayangkan atau membandingkan dengan keadaan sebenarnya.
 Orientasi Arah Utara
 Orientasi Peta
Orientasi peta adalah Suatu hal yang harus dilakukan , dimana peta yang
dibuat harus menyamakan kedudukan peta tersebut dengan medan yang
sebenarnya.
 Garis Kontur
Garis kontura dalah suatu garis yang menggambarkan tinggi rendahnya
permukaan suatu daerah.
 Legenda Peta
Legenda peta adalah suatu lambing beserta keterangan sebagai
informasi tambahan bagi pembaca peta , dan untuk memudahkan
interprestasi peta.

D. Definisi Bentang Alam


Bentang alam adalah Suatu bentuk geomorfologis yang di kelompokkan
berdasarkan cirri – cirri atau karakteristik seperti hanya elevasi, kelandaian,
orientasi, stratifikasi, paparan batuan dan jenis tanah tersebut.
Ada beberapa hal yang menyebabkan terbentuknya suatu bentang alam.
Diantaranya, adalah :

 Faktor dari lempeng tektonik


Aktivitas dari lempeng tektonik sangat berpengaruh tehadap bentuk suatu
bentang alam. Terjadinya suatu bentang alam akibat adanya suatu
pergeseran lempeng tektonik ( lempeng samudera atau lempeng benua)
sehingga terjadi lipatan atau perbedaan tinggi di suatu wilayah, sehingga
keadaan dari permukaan daerah tersebut tidak rata. Begitu juga halnya
dengan erosi dan deposisi, yang akan menyebabkan suatu wilayah
memiliki bentuk bentang alam yang berbeda. Dimana erosi akan
menghasilkan bukit atau gunung dan sisanya adalah berupa aliran
sungai.
 Faktor biologi
Kalau berbicara tentang faktor, faktor biologi juga sangat berpengaruh
terhadap keterbentukan bentang alam di permukaan bumi. Misalnya
terdapat pada peranan suatu tumbuhan dan ganggang dalam hal proses
pembentukan rawa dan sungai.

Sumber: wekipedia.com
Foto 3
Bentang Alam

E. Bentang Alam Karst


Bentang alam karst adalah bentuk dari topografi yang terbentuk pada
suatu area atau daerah yang memiliki litologi berupa batuan yang sifatnya
mudah larut, dan selaulu menunjukan suatu bentuk atau relief yang khas, dan
bentuk penyaluran yang bersifat tidak teratur, suatu sunga yang memiliki aliran
yang tiba – tiba masuk kedalam permukaan tanah dan selalu meninggalkan
daerah lembah yang bersifat kering untuk kemudian keluar pada tempat lain
berupa mata air yang besar. Bentang alam karst dapat juga di temukan di daerah
Indonesia terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Irian Jaya.
Sumber: Wapress.com
Foto 4
Bentang Alam Karst

F. Bentang Alam Fluvial


Bentang alam fluvial merupakan bentuk satuan dari geomorfologi yang
berhubungan erat dengan proses fluviatil. Sebelum lebih jauh berbicara atau
membahas tentang suatu bentang alam fluviatil. Alangkah lebih baiknya
berbicara tentang pengertian proses fluviatil yang terjadi pada suatu daerah .
Proses fluviatil merupakan suatu aktivitas berupa proses baik berupa secaara
fisik maupun secara kimia sehingga mengakibatkan adanya suatu perubahan
dari bentuk – bentuk permukaan bumi yang di akibatkan adanya aksi dari air
permukaan di daerah tersebut.

Hal yang paling dominan adalah sungai yang merupak bentuk dari air
yang mengalir secara terpadu dan air yang mengalir secara tidak
konsentrasi.Tetapi pada dasarnya alur-alur dari air tesebut aa iyang berada di
lereng, bukit atau gunung dan apabila terisidengan air saat terjadi hujan di
daerah tersebut bukan termasuk salah satu bagian dari bentang alam fluviatil,
Karena alur-alur tersebut hanya terisi air pada saat terjadinya hujan (ephemeral
stream) di suatu daerah tersebut.
Sumber: wekipedia.com
Foto 5
BentangAlam Fluvial

G. Bentang Alam Vulkanik


Bentang alam vulkanik adalah suatu bentang alam yang proses
pembentukannya di pengaruhi oleh proses vulkanisme, yaitu proses keluarnya
magma dari dalam bumi akibat suhu dan tekan yang sangat tinggi atau besar.
Bentang alam vulkanik selalu di kaitkan dengan pergerakan lempeng tektonik.

Sumber:Blogspot.com
Foto 6
Bentang Alam Vulkanik

H. Bentang Alam Glasial


Bentang alam glacial adalah suatu bentuk bentang alam yang proses
pembentukannya di pengaruhi akibat adanya gletser. Dimana gletser merupakan
massaes yang bisa atau mampu bertahan lama dan mampu melakukan
pergerakan karena adanya pengaruh dari gravitasi. Gletser terbentuk karena
adanya proses pengompakan atau kompaksi suatu salju dan rekristalisasi.
Gletser akan berkembang di suatu daerah apaabila melewati suatu periode yang
lama dimana es terakumulasi dan tidak mengalami peleburan ataupu hilang.. Ada
dua tipe bentang alam glasial, yaitu :
 Alpine Glaciation
Tipe ini akan terbentuk di suatu daerah pegunungan
 Continental Glaciation
Suatu tipe ini terbentuk apabila suatu wilayah yang memiliki luas yang
sangat luas dan tertutup oleh gletser.

Sumber: Google.com
Foto 7
Bentang Alam Glasial

I. Bentang Alam Struktral


Bentang alam structural adalah bentang alam yang proses
pembentukannya di atur oleh struktur geologi yang berada di daerah tersebut.
Dimana struktur geologi yang paling berpengaruh dalam pembentukannya
adalah jenis struktur sekunder yaitu suatu struktur yang terbentuk setelah
batuan tersebut terbentuk. Struktur geologi terbentuk akibat adanya aktivitas dari
tenaga atau gaya endogen dimana yang bekerja adalah proses tektonik
Sumber: wekipedia.com
Foto 8
Bentang Alam Struktural

J. Proses – Proses Geomorfologi


Geomorfologi berasal dari bahasa geo merupakan bumi, morfo
merupakan bentuk dan logos adalh ilmu. Jadi geomorfologi merupakan suatu
ilmu yang membahas tentang bentuk – bentuk dari permukaan bumi.
 Erosi
Merupakan suatu proses pengikisan oleh air, angin, dll. Yang
menyebabkan bagian dari suatu permukaan bumi hilang sehingga
menghasilkan bukit atau gunung dan sisanya berupa sungai. Sungai
merupakan gambaran dari bentuk erosi yang terjaadi di daerah tersebut.

 Sedimentasi
Merupakan suatu proses pengendapan material sehingga lama kelamaan
akan menjadi suatu bentuk dari geomorfologi, misalnya terbentunya
danau di akibatkan adanya proses sedimentasi di dukung dengan proses
uplift.

K. Keadaan Hidrologi
 Detail Lereng
Persen lereng dapat di artikan sebagai beda tinggi antara dua titik
terhadap suatu jarak datar.
 Lereng Bukit
Dapat di kelompokkan suatu lereng berdasarkan panjangnya, diantaranya
adalah
a. Lereng yang mempunyai panjang 5 m di namakan lereng yang sangat
pendek.
b. Lereng yang memiliki panjang 15 m - 20 m di sebut dengan lereng yang
pendek.
c. Lereng yang memiliki panjang 50 m - 250 m di sebut dengan nama lereng
sedang.
d. Lereng yang memiliki panjang 250 m - 500 m di sebut dengan yang
panjang.
e. Lereng yang memiliki panjang diatas 500 m disebut dengan lereng yang
sangat panjang.
KESIMPULAN

 Peta topografi merupakan suatu peta yang memberikan informasi tentang


permukaan bumi. Baik unsure alamiah maupun unsure buatan manusia
dimana bidang lengkung harus di gambarkan ke bidang datar. Dimana
peta topografi terdiri dari elevasi dan kemiringan sehingga pada peta
topografi dilakukan berdasarkan penarikan kontur pada elevasi yang
sama
 Sifat – sifat kontur ada beberapa di antaranya adalah tidak berpotongan,
tidak bercabang, apabila konturnya rapat menunjukkan daerah yang
curam, apabila konturnya renggang menunjukkan daerah yang landai,
apabila melewati gedung kontur harus mengelilingi bangunan tersebut,
apabila melewati sungai akan berbentuk v, dll
 Ada beberapa unsur peta yang harus diketahui diantaranya adalah, judul,
skala, arah mata angin, legenda, sumber, titik koordinat, garis kontur, dll.
 Bentang alam adalah Suatu bentuk geomorfologis yang di kelompokkan
berdasarkan cirri – cirri atau karakteristik seperti hanya elevasi,
kelandaian, orientasi, stratifikasi, paparan batuan dan jenis tanah
tersebut.
 Faktor – faktor keterbentukan bentang alam adalah faktor dari lempeng
tektonik dan biologi.
 Jenis – jenis bentang alam adalh bentang alam karst, fluvial, vulkanik,
glacial, dan bentang alam structural.
 Bentang alam karst adalah bentuk dari topografi yang terbentuk pada
suatu area atau daerah yang memiliki litologi berupa batuan yang
sifatnya mudah larut, dan selaulu menunjukan suatu bentuk atau relief
yang khas, dan bentuk penyaluran yang bersifat tidak teratur, suatu sunga
yang memiliki aliran yang tiba – tiba masuk kedalam permukaan tanah.
 Bentang alam fluvial merupakan bentuk satuan dari geomorfologi yang
berhubungan erat dengan proses fluviatil.
 Bentang alam vulkanik adalah suatu bentang alam yang proses
pembentukannya di pengaruhi oleh proses vulkanisme, yaitu proses
keluarnya magma dari dalam bumi akibat suhu dan tekan yang sangat
tinggi atau besar.
 Bentang alam glacial adalah suatu bentuk bentang alam yang proses
pembentukannya di pengaruhi akibat adanya gletser.
 Proses – proses geomorfologi adalah erosi dan sedimentasi.
 Keadaan hidrologi adalah detail lereng dan lereng bukit.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, “Bentang Alam”, info-pertambangan.blogspot.com. Diakses pada


tanggal 26 Mei 2016 Pukul 10.00 wib.
Ihsan, Muhammad, 2011, “PENGERTIAN PETA TOPOGRAFI” ilmu seumu
rhidup. blogspot.com. Diakses pada tanggal 27 Mei 2016 pukul 10.50
wib.
Prasetyaningsih, Ratih Dwi, 2010, ”Preses – Prose Geologi”, pustaka-
ts.blogspot.com. Diakses pada tanggal 27 Mei 2016 pukul 10.50 wib.