Anda di halaman 1dari 4

ANALISA JURNAL

KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA


AIR DI KAMPUNG KUTA

TUGAS
MATA KULIAH

SUMBER DAYA AIR

DISUSUN OLEH

RAHMADHANIA :1613201138

STIKes FOR DE KOCK

BUKITTINGGI

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

2017
NAMA : RAHMADHANIA

NIM.1613201138

ANALISA JURNAL

KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI KAMPUNG KUTA

A. Nama Peneliti :
Tio Oktaviani Sumarna Aulia dan Arya Hadi Dharmawan
B. Tempat dan waktu penelitian :
Kampung Kuta Desa Karang panigal,Kecamatan Tambak sari Kabupaten Ciames Jawa
Barat/Mai-Juli 2010
C. Tujuan Penelitian :
a. Tujuan Umum :
Mengetahui bentuk kearifan local sebagai upaya penyelamat sumberdaya Air yang terdapat
dikampung kuta
b. Tujuan Khusus
Menganalisa Inflementasi kearifan local dalam menjaga kelestarian Sumberdaya Air
D. Metode Penelitian :
a. Metode penelitian ini : penelitian,Penelitian kualitatif yang mengambil fakta berdasarkan
pemahaman subyek penelitian,mengetengahkan hasil pengamatan.
b. Populasi dalam penelitian :kepala adat,kuncen dan kepala dusun (pemimpin formal dan
peminpin informal)
c. Uji statistic yang digunakan adalah : reduksi data adalah bentuk anasis data yang
menjamkan,menggolongkan,mengarahkan,membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi
data dengan cara sedemikian rupa.
E. Hasil Penelitian :
1. Kampung Kuta adalah salah satu kampung adat yang diakui keberadaannya yang
terletak di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Provinsi
Jawa Barat. Bentuk kearifan lokal yang berkembang pada masyarakat Kampung Kuta
adalah dalam bentuk budaya pamaliyang sudah dikenal dan merupakan
amanahdilakukan secara turuntemurun sejak ratusan tahun yang lalu. Kearifan lokal
ini merupakan suatu keyakinan masyarakat Kampung Kuta mengenai kepercayaan
spiritual terhadap leluhur mereka dan berkembang menjadi norma yang mengatur
perilaku masyarakat loka
2. Tabu atau pamali terungkap dalam ungkapan-ungkapan yang merupakan prinsip-
prinsip utama yang dikemukakan ketua adat atau Kuncen sebagai aturan adat yang
harus dipatuhi dan diyakini kebenarannya. Berdasarkan prinsip prinsip kearifan lokal
yangada, terdapat empat hal yang sangat diutamakan dalam budaya pamali yang
terbukti masih dipertahankan, dijaga, dan dilaksanakan oleh masyarakat Kampung
Kuta. Keempat hal tersebut adalah pelestarian rumah adat, pelarangan penguburan
mayat di Kampung Kuta, pelarangan pembuatan sumur, dan pelestarian Hutan
Keramat berdasarkan aturanaturan pamali tersebut. Keempat hal tersebut menjadi
norma adat yang mengikat masyarakat karena bersumber dari kepercayaan spiritual
masyarakat Kampung Kuta
3. Budaya Pamali di Kampung Kuta tidak mengalami perubahan dan peluruhan kearifan
lokal secara nyata. Sekalipun demikian terdapat indikasi awal adanya modifikasi
terhadap nilai nilai baru yang masuk, seperti penggunaan teknologi mesim pompa air,
modifikasi bentuk rumah dan gaya modern, dan penerimaan masyarakat terhadap
gagasan pariwisata.Namun, hingga saat ini masyarakat masih memegang teguh
amanah yang disampaikan oleh leluhur mereka dan budaya pamali sudah menjadi
landasan bagi kehidupan masyarakat Kampung Kuta. Pergeseran memang terlihat dari
ditemukannya dua bangunan rumah tembok di Kampung Kuta. Namun hal ini tidak
menjadi alasan dikatakannya perubahan kearifan lokal. Bentuk kearifan lokal dalam
budaya pamali ini tetap dipertahankan dan tetap efektif dalam mengatur kehidupan
masyarakat dan alam. Adanya pergeseran aturan pembuatan rumah muncul akibat
oleh faktor perpindahan atau masuknya penduduk lain ke Kampung Kuta dan
kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Adanya
pergeseran aturan pembuatan rumah merupakan salah satu ancaman terhadap
kelestarian kearifan lokal budaya pamali
4. Proses pelanggengan kearifan lokal budaya Pamalidilakukan dengan penurunandari
generasi ke generasi, yaitu dari generasi tua ke generasi muda sejak mereka kecil.
Moda transfer of knowledge dilakukan dengan lisan/oral melalui cerita cerita yang
disampaikan melalui dongeng. Pendekatan melalui keluarga menjadi bentuk
sosialisasi yang efektif untuk kelanggengan kearifan lokal pamali Kearifan lokal
budaya Pamali berdampak bagi kelestarian sumberdaya alam di Kampung Kuta. Hal
ini dibuktikan dengan diterimanya penghargaan Kalpataru dalam hal pelestarian
lingkungan pada tahun 2002. Kearifan local pamali ini diimplementasikan dalam
pengelolaan sumberdaya air demi terciptanya kelestarian sumberdaya alam. Dengan
adanya pelarangan pembuatan sumur di Kampung Kuta maka sumberdaya air
termanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat Kampung
Kuta. Pelarangan penggalian sumur ini untuk menjaga kondisi air bawah tanah agar
selalu baik, bersih dan untuk menjaga tanah yang kondisinya sangat labil.Sumberdaya
air yang terdapat di Kampung Kuta digunakan dalam dua fungsi yaitu untuk
memenuhi kebutuhan sehari hari dan untuk ritual adat nyipuh di dalam Hutan
Keramat. Sumberdaya air ini diambil dari sumber air bersih yang berasal dari empat
mata air, yaitu Cibungur, Ciasihan, Cinangka dan Cipanyipuhan. Masyarakat hanya
memanfaatkan sumber mata air ini untuk semua kebutuhan hidup sehari hari dan
dilarang untuk menggali sumur sendiri Sementara untuk ritual adat, digunakan
sumber air dari Ciasihan dan Pamarakan yang ada di dalam Hutan Keramat.
F. Hubungan Hasil Penelitian dengan kondisi riil atau di laporkan :
Sumberdaya air yang terdapat di Kampung Kuta digunakan dalam dua fungsi yaitu untuk
memenuhi kebutuhan sehari hari dan untuk ritual adat nyipuh di dalam Hutan Keramat.
Sumberdaya air ini diambil dari sumber air bersih yang berasal dari empat mata air, yaitu
Cibungur, Ciasihan, Cinangka dan Cipanyipuhan. Masyarakat hanya memanfaatkan
sumber mata air ini untuk semua kebutuhan hidup sehari hari dan dilarang untuk
menggali sumur sendiri Sementara untuk ritual adat, digunakan sumber air dari Ciasihan
dan Pamarakan yang ada di dalam Hutan Keramat.
G. Kelebihan Jurnal
1. Penelitian memberikan intervensi pada responden dan hasil penelitian menunjukkan
bahwa adanya hubungan yang bermakna antara Budaya Pamali dengan pengelolaan
sumber daya air di kampong kuta
2. Metode penelitian di uraikan cukup jelas yaitu sampel,tempat penelitian
3. Tujuan penelitian diuraikan dengan jelas yaitu tujuan umum dan khusus
H. Kekurangan Jurnal
1. Penelitian tidak mencantumkan intrumen yang jelas untuk mengukur pengaruh
pamali terhadap pengelolaan sumber daya air di kampong kuta.
2. Penelitian ini tidak menjelaskan berapa jumlah sampel