Anda di halaman 1dari 2

Aplikasi yang paling umum dari dioda adalah konversi arus.

Alat ini,
mengkonversikan arus dari arus bolak-balik, Alternating Current (AC) ke arus searah, Direct
Current (DC). Aplikasi ini banyak digunakan pada berbagai peralatan listrik yang
menggunakan arus DC, seperti TV, radio, VCD, dan peralatan elektronik lainnya.
Secara umum, sistem konversi arus memiliki blok rangkaian sebagai berikut:

Pada gambar diatas, tampak bahwa sistem konversi arus terdiri dari transformator,
penyearah (rectifiers), penapis (filter) dan pengatur tegangan (voltage regulator).
Transformator befungsi menurunkan tegangan, dari tegangan yang lebih tinggi ke tegangan
yang lebih rendah. Proses penurunan tegangan menggunakan prinsip perbedaan gulungan
primer dan sekunder pada transformator. Blok berikutnya adalah penyearah. Pada bagian
inilah prinsip dan karakter dioda diaplikasikan. Susunan dioda akan mempengaruhi bentuk
tegangan DC yang dihasilkan. Namun, karena bentuk keluaran tegangan dari blok ini masih
berupa tegangan DC berpulsa, diperlukan blok lain untuk meminimalisir pulsa tersebut. Blok
yang dapat mengurangi pulsa adalah rangkaian penapis. Dengan memanfaatkan prinsip
pengisian dan pembuangan (charging and recharging) muatan pada kapasitor, akan dapat
dihasilkan tegangan DC yang lebih baik, yaitu tegangan DC berdenyut. Harga kapasitor dan
tahanan yang digunakan pada rangkaian ini akan menghasilkan konstanta waktu tertentu.
Konstanta waktu ini akan mempengaruhi lamanya proses pengisian dan pembuangan muatan
pada kapasitor dan beban. Terakhir adalah bagian pengatur tegangan, dimana blok ini
berfungsi mengendalikan agar keluaran yang dihasilkan memiliki tegangan yang konstan
walaupun terjadi perubahan pada tegangan masukan. Karakteristik dioda zener yang mampu
mengendalikan tegangan pada arus yang berubah-ubah diaplikasikan untuk mencapai fungsi
tersebut.