Anda di halaman 1dari 5

1.

Electrical Pressure Transducer

Gambar 1. Electrical Pressure transducer

a. Prinsip Operasi
Transducer adalah suatu peralatan atau alat yang dapat mengubah suatu besaran ke
besaran lain. Seperti besaran listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas).
Prinsip operasi Pressure Transducer didasarkan pada perubahan tekanan pada kantong
menyebabkan perubahan posisi inti kumparan sehingga mengakibatkan perubahan induksi
magnetik pada kumparan. Kumparan yang digunakan adalah kumparan CT ( Center Tap ).
Dengan demikian apabila inti mengalami pergeseran maka induktansi pada salah satu
kumparan bertambah sementara induktansi pada kumparan lainnya berkurang. Sinyal
converter mengubah induktansi magnetik yang timbul pada kumparan menjadi tegangan yang
sebanding. Pressure Transducer adalah alat untuk mengukur dan mengendalikan tekanan,
seperti tekanan cairan atau gas . Untuk mengubah tekanan menjadi perubahan posisi
diperlukan sebuah kantong atau diafragma.

b. Klasifikasi transduser listrik


Transduser listrik dapat dibagi dalam dua katagori yaitu transduser pasif dan transduser
aktif.
1. Transduser Pasif
Bekerja berdasarkan prinsip pengontrolan energi, transduser ini bekerjanya atas dasar
perubahan parameter listrik (resistansi, induktansi atau kapasitansi), oleh karena itu
supaya dapat bekerja diperlukan penggerak atau sumber dari luar yang berbentuk
energi listrik sekunder.
Contoh : pemakaian strain gauge digerakkan sumber listrik arus searah, LVDT
(transformator diferensial) digerakkan oleh sinyal gelombang pembawa, Contoh lain:
RTD (resistance thermal detector), Potensiometer dan NTC.
2. Transduser Aktif
Transduser aktif adalah devais yang dapat membangkitkan sendiri, bekerja menurut
hukum kekekalan energi. Tranduser aktif dapat membangkitkan sinyal output listrik
yang ekuivalen tanpa adanya sumber energi dari luar. Contoh: piezo electric,
termocouple, photovoltatic dan termistor.

Tabel 1. Klasifikasi Transduser Pasif

Parameter Listrik dan


No Prinsip Kerja dan Sifat Alat Pemakaian Alat
Kelas Transducer
Perubahan nilai tahanan karena Tekanan,
1 Potensiometer
posisi kontak bergeser. Pergeseran/Posisi.
Perubahan nilai tahanan akibat
Gaya, Torsi dan
2 Strain Gage perubahan panjang kawat oleh
Posisi.
tekanan dari luar.
Transformator Selisih Tegangan selisih dua kumparan Tekanan, Gaya
3
(LVDT) primer akibat pergeseran inti trafo. dan Pergeseran.
Perubhan induktansi kumparan Pergeseran dan
4 Gage Arus Pusar
akibat perubahan jarak plat. Ketebalan.

Tabel 2. Klasifikasi Transduser Aktif

Parameter Listrik dan


No Prinsip Kerja dan Sifat Alat Pemakaian Alat
Kelas Transducer
1 Gage Kerutan Magnetik Sifat-sifat magnetik diubah oleh Gaya, Tekanan,
(Magnet Ostriction tekanan geser (stress). Bunyi (Suara).
Gage)
2 Pengukuran Efek Hall Beda potensial dibangkitkan pada Fluks Magnet
sebuah plat semikonduktor Arus.
(germanium), bila fluksi magnet
berinteraksi dengan arus yang
dimasukkan.
3 Selfotoemisif Emisi elektron akibat radiasi yang Cahaya dan
masuk pada permukaan fotemisif. radiasi.
4 Kamar Ionisasi Aliran elektron diindusir oleh Aliran Elektron
(Ionisasi Chamber) ionisasi radioaktif. diindusir oleh
ioniasasi gas
akibat radioaktif.
5 Photomultiplier Emisi elektron sekunder akibat Cahaya, radiasi
radiasi yang masuk ke katoda dan relay.
sensitif cahaya.
6 Thermocoupel Pembangkitan ggl pada titik Temperatur,
sambing dua logam yang berbeda aliran panas,
akibat dipanasi. radiasi.
7 Generator Kumparan Perputaran sebuah kumparan Kecepatan dan
Putar (Tachogenerator) didalam medan magnet yang getaran.
membangkitkan tegangan.
8 Piezo Electric Pembangkitan ggl bahan kristal Suara, getaran,
piezo akibat gaya dari luar. percepatan dan
tekanan.
9 Sel foto tegangan Terbangkitnya tegangan pada sel Cahaya matahari.
foto akibat rangsangan energi dari
luar.
10 Termometer Tahanan Perubahan nilai tahanan kawat Temperatur dan
(RTD) akibat perubahan temperatur. panas.
11 Hygrometer Tahanan Tahanan sebuah strip konduktif Kelembaban
berubah terhadap kandungan uap relatif.
air.
12 Thermistor (NTC) Penurunan nilai tahanan logam Temperatur.
akibat kenaikan temperatur.
13 Mikropon Kapasitor Tekanan suara mengubah nilai Suara, musik dan
kapasitansi dan sebuah plat. derau.
14 Gage-Tegangan, Jarak antara dua plat paralel Pergeseran,
Kapasitans Berubah diubaha oleh sebuah gaya yang tekanan duara,
diberikan dari luar. musik dan derau.
15 Ukuran Dielektrik Variasi kapasitansi melalui Ketebalan
perubahan dielektrik.

16 Transducer Rangkaian Induktansi diri atau induktansi Tekananan dan


Magnetik bersama dari kumparan yang pergeseran.
dieksitasi oleh AC dirubaha dengan
perubahan-perubahan di dalam
rangkaian magnetik.
17 Pengukuran Reluktansi Reluktansi rangkaian magnetik Tekanan,
diubah dengan mengubah posisi inti pergeseran,
besi subuah kumparan. getaran dan
posisi.

c. Keuntungan dan Kekurangan Transduser Listrik


Transduser listrik berfungsi untuk mengubah besaran fisika, mekanik atau optik untuk
ditransformasikan langsung dan diubah menjadi besaran listrik yang berupa tegangan atau
arus yang sebanding dengan besaran yang diukur. Parameter penting untuk menilai
kemampuan transduser yaitu: linieritas, sifat pengulangan, resolusi (ketajaman) dan
kehandalan.
a. Keuntungan transduser listrik meliputi:
 Output listrik dapat diperkuat menurut keperluan.
 Output dapat dilihat dan direkam secara jarak jauh, selain dapat dibaca atau dilihat
untuk beberapa transduser dapat diproses bersama-sama.
 Output dapat diubah tergantung keperluan pemeragaan atau mengontrol alat lain.
Besarnya sinyal dapat dinyatakan dengan tegangan atau arus. Informasi frekuensi atau
pulsa. Output yang sama dapat diubah menjadi format digital, pemeragaan digital,
pencetakan (print out) atau penghitungan dalam proses (on-line computation). Karena
output dapat dimodifiksi atau diperkuat maka sinyal output tersebut dapat direkam
pada osilograp perekam multi channel misalnya, pada transduser listrik yang
digunakan secara bersamaan.
 Sinyal dapat dikondisikan atau dicampur untuk mendapatkan kombinasi output dan
transduser sejenis, seperti contohnya pada komputer on line, atau pada sistem kontrol
adaptif.
 Ukuran dan bentuk transduser dapat disesuaikan dengan rancangan alat untuk
mendapatkan berat serta volume optimum.
 Dimensi dan bentuk desain dapat dipilih agar tidak mengganggu sifat yang diukur
seperti misalnya pada pengukuran turbulensi arus, ukuran transduser dapat dibuat
kecil sekali, ini akan menaikkan frekuensi natural dan menjadi lebih baik. Contohnya
pada transduser piezo elektrik miniatur yang digunakan untuk mengukur getaran.
b. Kekurangan transduser listrik ialah :
 Kurang baik pada pengukuran presisi.
 Alat kurang andal dibanding dengan jenis mekanik karena umur dan drift komponen
aktif yang digunakan dapat mempengaruhi besaran listrik.
 Elemen sensor dan pengkondisi sinyal-sinyal relative mahal.
 Ketelitian dan resolusi tidak setinggi alat mekanik yang dapat mempunyai ketelitian
hingga 0,01%.

2. Berapakah perbandingan ukuran diameter kolom dan diameter well (sumur) pada
instrumen well-type manometer ?
Jawab :
Pebandingannya adalah 1 : 10 (diameter kolom : diameter well)
Misalnya : Diameter kolomnya adalah 6 mm sedangkan diameter well (sumur) adalah 60
mm. Maka dari itu, perbandingannya adalah 1 : 10.
Daftar Pustaka

 bintangtelkom.blogspot.co.id/2015/03/sensor-dan-transduser_14.html?m=1
 https://www.chegg.com/homework-help/questions-and-answers/well-type-manometer-
measurement-leg-inclined-30o-horizontal-diameter-measurement-column-6--q10649527
 http://www.instrumentationtoday.com/electrical-pressure-transducers/2011/09/