Anda di halaman 1dari 5

TUGAS ETIKA PROFESI DAN BISNIS

DISUSUN OLEH:

1. Tamara Natascha (125150353)


2. Gian Sebastian (125150371)
3. Anastasya Liani Kurnia (125150377)
4. Vicky Tamilia (125150383)
KELAS: LY

UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
2016
BAB 3 : TEORI – TEORI ETIKA
SOAL KASUS KEDUA HALAMAN 62-63

a. Bagaimana Anda menilai pribadi Sahrudin dilihat dari hakikat manusia


utuh?

Seperti yang kita ketahui inti dari hakikat manusia utuh adalah
keseimbangan pada:
1. Kepentingan pribadi, kepentingan masyarakat dan kepentingan
Tuhan
2. Keseimbangan modal materi ( PQ dan IQ ) , modal sosial (EQ) , dan
modal spiritual (SQ)
3. Kebahagiaan lahir (duniawi) , kesejahteraan masyarakat , dan
kebahagiaan batin (surgawi)
4. Keseimbangan antara hak (individu) dengan kewajiban kepada
masyarakat dan Tuhan

Pada kalimat-kalimat awal paragraf pertama pada bagian tertulis


bahwa. “ Perekonomian Bangka Belitung kian lesu. Pemerintah belum
juga menyiapkan secara matang sumber daya ekonomi pengganti
pasca-penertiban tambang timah rakyat yang membuat masyrakat
bingung mencari sumber penghasilan baru. Namun Sahrudin punya
solusi.” Dan teks yang berbunyi “ Sahrudin sudah merasa bahwa salah
satu akibat yang dihasilkan dari penambangan secara tak terkendali
adalah kerusakan alam.” Kedua kalimat tersebut sesuai dengan salah
satu bunyi hakikat manusia utuh pada poin pertama, yaitu
keseimbangan pada kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat
namun dalam teks kasus tersebut tidak tertera kalimat yang berhubungan
dengan kepentingan Tuhan.

Sedangkan PQ, IQ, dan EQ bapak Sahrudin sudah tercapai. Kita


dapat lihat dari cara beliau memanfaatkan lubang hasil galian tambang
timah itu untuk menjadi sesuatu yang berguna yaitu untuk pembuatan
keramba jaring apung guna untuk memelihara ikan secara berkelompok.
Itu menunjukkan IQ nya yang tinggi. Dan pada saat usaha budidaya
ikannya gagal, beliau memulai usaha lain dan kuliah memperoleh gelar
sarjana menunjukkan PQ yang bagus serta hubungannya yang bagus
dan mampu bekerja sama dengan PT Koba Tim dan dinas terkait Provinsi
Babel menunjukkan EQ yang bagus. Namun sayangnya, hanya terdapat
keseimbangan pada PQ, IQ dan EQ saja.
Jadi bapak Sahrudin sudah mampu meperoleh kebahagiaan lahir
dengan usahanya yang kian suskes, masyarakat juga sejahtera serta
terdapat keseimbang hak pak Sahrudin dengan kewajibannya kepada
masyrakat.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa bapak Sahrudin


belum berhasil mencapai hakikat manusia utuh karena kurang SQ dan
ketakwaannya terhadap Tuhan. Ia baru hanya dapat menyeimbangkan
PQ, IQ dan EQ nya.

b. Bagaimana anda menjelaskan tindakan Sahrudin berdasarkan teori-teori


etika yang telah Anda pelajari?

Jadi tindakan Sahrudin sangat cocok dikaitkan dengan teori


Utilitarianisme. Sahrudin memilih suatu pilihan yang mempunyai
konsekuensi yang secara menyeluruh paling baik bagi setiap masyarakat
yang terlibat didalamnya. Jadi tindakan Sahrudin untuk menggunakan
lubang hasil galian timah untuk budidaya ikan agar sumberdaya bisa
terpakai secara maksimal dan secara otomatis pula usaha baru Sahrudin
tersebut akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat yang
masih menganggur.

c. Bagaimana anda menjelaskan tindakan PT Koba Tin serta dinas-dinas


terkait Provinsi Babel dalam kaitannya dengan usaha kelompok Sahrudin
di atas?
Tindakan PT Koba Tin serta dinas-dinas terkair Provinsi Babel bersifat
egoisme etis. Mengapa ? Karena PT Koba Tin telah mengeksploitasi tanah
untuk menambang timah dengan seenaknya tanpa mempertimbangkan
akibat dari kegiatan mereka tersebut sedangkan pemerintah Babel
belum juga dapat mempersiapkan secara matang sumber daya
ekonomi pengganti pasca-penertiban tambang timah rakyat tersebut
yang menyebabkan masyarakat kesulitan mencari penghasilan baru.
Jadi tindakan bantuan mereka dan kerjasama kepada Sahrudin tidak
semata-mata bersifat altruisme, namun mereka ingin agar masalah
mereka dapat terselesaikan dengan solusi Sahrudin.
BAB 4 : HAKIKAT EKONOMI DAN BISNIS
SOAL HALAMAN 95-96

a. Bagaimana Anda menjelaskan hubungan antara kejahatan yang


dilakukan oleh korporasi-korporasi besar di Amerika Serikat dengan
sistem ekonomi kapitalis global yang berlaku saat ini?
- Hubungan sistem ekonomi kapitalis global sangat berpengaruh besar
pada Amerika serikat. Karena dengan berlakunya sistem ekonomi
kapitalis menyebabkan perusahaan-perusahaan swasta berlomba-
lomba mencari keuntungan sebesar-besarnya, maka pemerintah
tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama,
tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk
kepentingan-kepentingan pribadi. Sehingga korporasi besar pun
menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan keuntungan
yang besar.

b. Menurut Anda, apakah korupsi dan manipulasi hanya terjadi pada sistem
ekonomi kapitalis saja? Bagaimana pendapat anda tentang korupsi di
negara penganut sistem ekonomi komunis dan sistem ekonomi Pancasila
yang diterapkan di Indonesia?
- Menurut kami korupsi dapat terjadi pada sistem ekonomi apapun
karena yang menyebabkan korupsi tersebut bukanlah disebabkan
oleh sistem apa yang mengatur negara tersebut tetapi adalah dari diri
pribadi manusia tersebut karena manusia tersebut tergiur akan
keuntungan yang besar sehingga menyebabkan Ia melalukan korupsi
tanpa memikirkan dampak apa yang diakibatkan jika ia melakukan
hal tersebut.
- Pendapat kami sangat kecewa terhadap korupsi di negara penganut
sistem tersebut karena seharusnya semua sudah diatur dengan baik
oleh pemerintah seperti pendapatan mereka, harga barang, dll .
Seharusnya semua kebutuhan mereka sudah terpenuhi dengan baik
jika dari para manusianya ada keinginan untuk mencoba bekerja dan
memperoleh keuntungan. Dan ada tingkat puas dimana merasa
bahwa uang yang mereka miliki sudah cukup . Tetapi memang dari
pribadi diri manusianya yang tidak pernah puas sehingga melakukan
korupsi guna memperoleh keuntungan jauh lebih banyak.

c. Bagaimana anda menjelaskan perilaku korporasi-korporasi besar


tersebut dikaitkan dengan lima dimensi bisnis?
- Dimensi Ekonomi : Kalau dilihat dari sini seharusnya korporasi-
korporasi besar tersebut jika ingin memperoleh keuntungan seharusnya
melakukan bisnis atau kegiatan produktif. Dan memperoleh faktor-
faktor produksi guna untuk melakukan berbagai bisnis dan
memperoleh keuntungan.
- Dimensi Etis : Jelas sekali jika perilaku korporasi tersebutkan dikaitkan
pada dimensi Etis dapat dikatakan bahwa tindakan mereka (korupsi)
sangatlah etis karena hal tersebut merugikan masyarakat walaupun
hal tersbut menguntungkan bagi individu.
- Dimensi Hukum : Kalau di dimensi Hukum agak sulit menjelaskan
kaitannya . Karena hukum pada tiap negara berbeda-beda . Tapi dari
beberapa hukum di negara-negara dapat kami simpulkan bahwa
hampir semua negara mengharamkan dan memberikan hukuman
berat terhadap korupsi . Sehingga dapat kami simpulkan bahwa
Hukum sangatlah tidak setuju terhadap tindakan korupsi yang
dilakukan oleh korporasi-korporasi besar tersebut.
- Dimensi Sosial : Korporasi besar jika dilihat dari dimensi sosial tujuan
pokok keberadaan korporasi besar adalah untuk menciptakan
barang dan jasa yang diperlukan oleh masyarakat, sedangkan untuk
hal keuntungan akan datang dengan sendirinya bila korporasi besar
mampu melayani kebutuhan masyarakat.
- Dimensi Spiritual : Dalam melakukan segala hal pasti ada ajaran
agama masing-masing yang mengatur bagaimana menjalan praktik-
praktik bisnis mereka . Kalau korporasi besar tersebut masih
menjalankan hal yang negatif berarti mereka belum sepenuhnya
mengikuti ajaran agama mereka.