Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK REPORT

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Dosen Pengampu:Dra.RAHMULYANI,M.Pd.Kons.

OLEH:

Nama :Royaman Sitorus

NIM :4171111046

Kelas :Reguler DIK C 2017

PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa. Sehingga saya
bisa menyelesaikan tugas Critical Book Report ini. Saya membuat Critical Book Report
untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK’ yang
diberikan oleh bapak Sujarwo,S.Pd, M.Pd
Dalam menyusun Critical Book Report ini, Saya banyak mencari berbagai sumber. Saya
menyadari tugas ini masih banyak kekurangan. Terimakasih saya ucapkan kepada dosen
pengampu kami bapak Sujarwo,S.Pd , M.Pd yang telah memberi saya tugas ini. Saya
mengharapkan banyak pesan dan kritikan kepada pembaca Critical Book Report yang telah
saya buat.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Dan saya meminta maaf atas kesalahan dan
kekurangan dalam penulisan materi.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih,semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati
usaha kita.

Medan, Oktober 2017

Penulis

2
Daftar Isi

Kata Pengantar............................................................................................ 2
Daftar Isi....................................................................................................... 3

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang............................................................................ 4
1.2 Tujuan ......................................................................................... 4
1.3 Manfaat........................................................................................ 4

Bab II Pembahasan Buku Pembanding


2.1 Identitas Buku.............................................................................. 5
2.2 Ringkasan..................................................................................... 5
2.3 Kelebihan..................................................................................... 9
2.4 Kekurangan.................................................................................. 10

Bab III Pembahasan Buku Acuan


3.1 Identitas Buku.............................................................................. 11
3.2 Ringkasan..................................................................................... 11
3.3 Kelebihan..................................................................................... 13
3.4 Kekurangan.................................................................................. 13

Bab IV Pembahasan / Analisis


4.1 Pembahasanan Kedua isi Buku.................................................... 14

Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan.................................................................................. 15
5.2 Saran............................................................................................ 15

3
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan
orang lain untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh. Dalam
perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi
dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik, maupun dengan proses sosialisasi.
Dengan mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan dapat memahami
pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.
Perkembangan adalah salah satu proses yang harus dialami oleh setiap peserta
didik baik dalam naungan lembaga formal maupun non-formal. Tanpa sebuah
perkembangan dari peserta didik, maka perkembangan suatu Negara tidak akan
pernah berjalan dengan lancar. Untuk itu, sebagai tenaga pendidik harus mengetahui
konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar dari perkembangan belajar peserta didik
untuk memudahkan proses belajar mengajar.Aspek– aspek perkembangan individu
meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan
fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual
(kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara
berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu
selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi
merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu.
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas
merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau
prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.

1.2 Tujuan
1. Menambah Wawasan Pembaca mengenai arti pentingnya memahami
Perkembangan Psikologi Manusia.
2. Meningkatkan Motivasi Pembaca Dalam Mengenal Lebih Jauh Apakah
Perkembangan Itu.
3. Menguatkan Pemahaman Pembaca Mengenai Betapa Pentingnya Mempelajari
Perkembangan Peserta Didik Sejak Dini.

1.3 Manfaat
A. Bagi Penulis
1. Melengkapi tugas mata kuliah “Perkembangan Peserta Didik”.
2. Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengkritisi sebuah buku.
3. Menumbuhkan pola pikir kreatif dalam membandingkan suatu buku dengan buku
yang lain.

B. Bagi Pembaca
1. Untuk Menambah Pengetahuan Dan Wawasan Mengenai Perkembangan
Psikologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Sehari-Hari.

4
Bab II
Pembahasan Buku Pembanding

2.1 Identitas Buku

1. Judul Buku : Psikologi Perkembangan Peserta Didik


2. Edisi : Pertama (I)
3. Penulis : Dra. Desmita, M.Si
4. Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
5. Tahun terbit : 2010
6. Kota Terbit : Bandung
7. ISBN : 979-692-950-3

2.2 Ringkasan Buku Pembanding


 Bab 1
MAKNA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Buku ini menyajikan makna psikologi perkembangan peserta didik dengan
memeberikan pengertian, tujuan dan manfaat psikologi perkembangan peserta didik.
Adapun pengertian psikologi perkembangan peserta didik adalah bidang kajian
psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek – aspek
perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan menengah
dengan salah satu tujuannya adalah memberikan, mengukur dan menerangkan
perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai
dengan tingkat usia dan yang mempunyai ciri – ciri universal, dalam artian yang
berlaku bagi anak anak dimana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.

 Bab 2
KONSEP DASAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan lebih jauh membahas beberapa konsep dasar
perkembagan peserta didik. Didalam perkembangan peserta didik, terdapat beberapa
konsep dasar perkembangan peserta didik antara lain hakikat perkembangan yang
meliputi beberapa aspek antara lain perkembangan. Perkembangan tidak terbatas
kepada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar. Melainkan didalamnya
juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan
bersifat tetap dari fungsi fungsi jasmaniah dan rohaniah, yang dimiliki individu
menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan pemasakan dan belajar.

5
 Bab 3
VARIASI INDIVIDUAL PESERTA DIDIK
Setelah memamahami konsep dasar perkembangan peserta didik maka
dijabarkan pula masalah variasi variasi individual peserta didik. Dalam
pemahamannya, untuk mengetahu variasi variasi yang menjadi cirri dari masing
masing individu diberikan pemaham dulu mengenai pengertian dari peserta didik itu
sendiri. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan
dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

 Bab 4
KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas mengenai kebutuhan peserta
didik.Kebutuhan dasar manusia akan membawa motivasi untuk manusia mememnuhi
kebutuhan dirinya. Motivasi tersebut menurut Maslow dibedakan menjadi 2 kategori
yaitu motif kekurangan (deficit motive) dan motif untuk pertumbuhan (metaneeds).
Kebutuhan - kebutuhan manusia itu juga mendasari kebutuhan peserta didik dan
implikasinya terhadap pendidikan diantaranya kebutuhan jasmaniah, rasa aman, kasih
saying, penghargaan, rasa bebas, dimana rasa sukses. Dari kebutuhan - kebutuhan
peserta didik tersebut, pendidik atau guru wajib memperhatikan kesemuanya
dikarenakan pengamatan hal tersebut akan menunjang pembelajaran disekolah.

 Bab 5
PERKEMBANGAN FISIK PESERTA
Pada bab ini kita membahas perkembangan fisik peserta. Perkembangan fisik
peserta didik memiliki beberapa karakteristik antara lain perbedaan keadaan berat dan
tinggi badan anak usia sekolah dengan yang mempengaruhi perlakuan guru terhadap
mereka. Masa pubertas yaitu tahap dimana anak menuju masa kedewesaan pada usia
10-14 tahun juga membuat karakter tersendiri yaitu ditandai dengan berbagai gejolak
psikologis dan psikis. Masa pubertas ini patut diwaspadai karena berpengaruh besar
pada perkembangan tubuh.
Perubahan fisik, proporsi tubuh serta kematangan seksual berdampak pada
perkembangan fisik yang berpengaruh kepada psikologis peserta didk. Ditambah
dengan perkembangan motorik anak usia sekolah yang cenderung cepat sehingga
bepengaruh terhadap karakter peserta didik. Peserta didik pada usia sekolah berada
didalam masa pubertas yaitu tahapan menuju tingkat kedewasaan. Pada masa ini
peserta didik akan dibimbing dan ditempa dengan berbagai pengalaman untuk
membentuk individu dengan tingkat perkembangan fisik dan perkembangan mental
yang cukup untuk dikatakan dewasa.

 Bab 6
PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK
Menjelaskan tentang perkembangan kognitif peserta didik. Perkembangan
kognitif adalah kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan
memecahkan masalah.

Ide ide tersebut berkembang dengan beberapa tahapan dimulai dari


sensorimotor, pra-operasional, konkret-operasional dan operasional formal. Ke empat

6
tahapan tersebut akan membentuk karakter siswa yang berbeda satu dengan yang lain
disesuaikan dengan usia peserta didik.

 Bab 7
PERKEMBANGAN PROSES KOGNITIF
Pada bab ini kita akan membahas proses perkembangan kognitif peserta didik
berdasarkan berbagai persepsi dan mekanisme nya. Dengan implikasi terhadap
pendidikan adalah peserta didik harus mampu memiliki dan mengembangkan
kemampuan metakognisi dan strategi kognisi dengan guru berperan dalam
mengembangkan hal tersebut dengan langkah – langkah :
1. Guru harus mengajarkan dan menganjurkan peserta didik untuk menggunakan
stratgei belajar yang sesuai
2. Memberikan pelatihan tentang strategi belajar, kapan, dan bagaimana
menggunakan strategi
3. Identifikasi situasi dimana suatu strategi mungkin dapat dilakukan
4. Menunjukkan strategi belajar yang paling efektif.

 Bab 8
PERKEMBANGAN KETERAMPILAN KOGNITIF
Pada bab ini kita akan membahas perkembangan keterampilan kognitif
meliputi kemampuan metakognitif yang diartikan sebagai proses kognisi atau,
pengetahuan tentang pikiran dan cara kerjanya. Dalam keterampilan kognitif terdapat
strategi kognitif yang merupakan kecakapan penting yang harus dimiliki peserta
didik. Strategi kognitif adalah kemampuan internal yang terorgnaisasi yang dapat
membantu siswa dalam proses belajar, proses berpikir, memecahkan masalah dan
mengambil keputusan.
Pemikiran kritis siswa juga mulai tumbuh di masa sekolah dengan mulai
berpikir logis, reflektif dan produktif yang diaplikasikan dalam situasi tertentu.
Karakteristik dari pikiran kritis ini adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan,
kemampuan untuk mengidentifikasi asumsi, kemampuan berpikir secara deduktif ,
kemampuan untuk membuat interpretasi yang logis, dan kemampuan untuk
mengevaluasi mana argumentasi yang kuat fan tidak. Kemampuan ini berperan sangat
penting dalam pendidikan dimana disinilah diasah kemampuan menganalisa suatu
problematika sesuai dengan pandangan hidupnya.

 BAB 9
PERKEMBANGAN KONSEP DIRI
Pada bab ini kita akan membahas tentang perkembangan konsep diri yang
diartikan sebagai suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang diri sendiri.
Perbedaan konsep diri dan harga diri adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri
secara positif dan negative. Dalam konsep diri terdapat beberapa dimensi antara lain
harapan, pengetahuan dan penilaian yang berpengaruh nanti dengan perilaku, prastasi
belajar,
Karakteristik konsep diri dibedakan menjadi beberapa karakter sesuai dengan
usia antara lain karakter konsep diri anak usia sekolah, karakteristik konsep diri
remaja, yang harus diingat oleh guru adalah impilkasi konsep diri terhadap pendidikan
yaitu dengan memberikan ruang yang sebesar besarnya kepada siswa untuk
mengembangkan konsep dirinya serta mempu mendorong dan membantu siswa
menemukan realitas konsep diri yang sebenarnya.

7
 BAB 10
PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN PENYESEUAIAN PESERTA
DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas mengenai perkembangan kemandirian dan
penyesuaian peserta didik. Perkembangan kemandirian merupakan masalah penting
sepanjang rentang kehidupan manusia. Pengembangan kemandirian sangat
dipengaruhi oleh perubahan fisik yang pada gilirannya dapat memicu terjadinya
perubahan emosional, perubahan kognitif yang dapat memberikan pemikiran logis
tentang cara berpikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran
sosial melalui pengasuhan orang tua dan aktivitas individu.
Secara spesifik, masalah kemandirian menutnut suatu kesiapan individu baik
kesiapan fisik, maupun emosional untuk mengatur, mengurus dan melakukan aktivitas
atas tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri terhadap orang
tua.Kemandirian muncul dan berfungsi ketika peserta didik menemukan diri pada
posisi yang menuntut suatu tingkat kepercayaan diri. Menurut Steinberg (1993),
kemandirian berbeda dengan tidak tergantung, karena tidak tergantung merupakan
bagian dari kemandirian.

 BAB 11
PERKEMBANGAN RESILIENSI PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas Perkembangan Resiliensi peserta didik.
Resiliensi adalah kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki seseorang,
kelompok atau masyarakat yang memungkinkannya untuk menghadapi dan
mencegah, menimimalkan dan bahkan menghilangkan dampak yang merugikan dari
kondisi yang tidak menyenangkan. Paradigma resiliensi sendiri didasari pada
pandangan kontemporer yang muncul tentang bagaimana anak keluar dari kondisi
stress, trauma dan resiko dalam kehidupan mereka.
Dalam pengembangannya terdapat beberapa tahap yang dilalui antara lain :
a. Increase bonding
b. Set clear and consisten boundaries
c. Teach life skils
d. Provide caring and support
e. Set and communicate high expectations
f. Provide opportunities for meaningful participation

 BAB 12
PERKEMBANGAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas perkembangan hubungan interpersonal
peserta didik yang diartikan sebagai hubungan antar pribadi. Peserta didik sebagai
pribadi yang unik adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai
makhluk sosial, peserta didik senantiasa melakukan interaksi sosial dengan orang lain.
Interaksi sosial jadi factor utama dalam hubungan interpersonal antara dua orang atau
lebih yang saling mempengaruhi. Menurut Knapp (1984), interaksi sosial dapat
menyebabkan seseorang menjadi dekat dan merasakan kebersamaan, namun
sebaliknya dapat pula membuat orang menjadi jauh dan tersisih dari suatu hubungan.

8
 BAB 13
PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas perkembangan tingkah aku prososial peserta
didik dari berbagai sumber tingkah laku tersebut datang,baik inernal maupun
eksternal.
Perkembangan tingkah laku prososial peserta didik ini dapat terjadi karena
beberapa faktor,seperti lingkungan,keluarga,teman seperjuangan dan masih banyak
lagi .dan implikasinya terhadap individualisme peserta dan lingkungan sekitarnya.

 BAB 14
PERKEMBANGAN MORAL DAN SPRITUAL PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas Perkembangan Moral dan Spritual.
Perkembangan moral berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang
seharusanya dilakukan oleh manusia dalam berinteraksi dengan orang lain.
Perkembangan moral dapat dianalisa dengan berbagai teori psikoanalisa antara lain
Teori Belajar Sosial, Teori Kognitif Piaget, dan teori Kohlberg.
Perkembangan spiritual beperan dalam sebuah perkembangan peserta didik.
Dalam psikologi kontemporer, psikologi humanistic dan psikologi trans personal
mempunyai perhatian yang mendalam terhadap spiritualitas. Termasuk dimensi
dimensi spiritualitas antara lain meaning, relationship, misteri, konsep tentang
ketuhanan, pengalaman, perbuatan atau permainan dan integrasi. Dengan dimensi
tersebut terdapat karakter perkembangan spiritualits. Ada teori perkembangan
spiritual fowler, menjelaskan tentang perbedaan perkembangan spiritualitas anak usia
sekolah dengan remaja dann implikasinya terhadap pendidikan.

 BAB 15
PROBLEM SEKOLAH DALAM PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas problem stress dalam perkembangan peserta
didik mencakup fenomena stress yang kerap melanda peserta didik diakibatkan
tuntutan fisik, tuntutan tugas, tuntutan peran dan tuntutan interpersonal. Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi stress pada peserta didik adalah dengan
menciptakan iklim sekolah yang kondusif, melaksanakan program pelatihan
penanggulangan stress dan mengembang resiliensi peserta didik. Mengapa perlu, ini
dikarenakan dampak yang ditimbulkan sangat besar antara lain terjadi penentangan
terhadap guru, anak merasa cemas di sekolah, dan menggangu prestasi belajar siswa.

2.3 Kelebihan Buku


Buku ini sudah bagus jika ditinjau dari segi cover,layout,dan ketatabahasaannya yang
sudah mengikuti keinginan pembaca pada masa sekarang ini,buku ini juga sangat unik dan
menarik,mengapa saya mengatakan demikian karena pada setiap babnya penulis sudah
memberikan overview atau gambaran dari mempelajari setiap point dari ke XV bab yang
dibahas pada buku ini,dan pada setiap akhir bab penulis juga memberikan rangkuman agar
pembaca dapat memahami setiap point dari babnya jika tidak ingin panjang lebar memahami
materi perbabnya.

9
2.4 Kekurangan Buku
Buku ini lebih terfokus pada materi pesikologi,yaitu berkaitan dengan pola perilaku
peserta didik bukan mengenai perkembangannya disamping itu buku ini cakupan materinya
sangat luas sehingga terkesan membosankan jika pembaca ingin memahaminya dengan
cepat,buku ini juga tidak dilengkapi dengan cara dan solusi dalam mengaplikasikan materi
yang ada didalam buku ini kedalam kehidupan sehari-hari pembaca.buku ini juga tidak
dilengkapi dengan soal latihan sebagai sarana pembaca dalam menguji
pemahamannyamengenai materi yang sudah dibaca sebelumnya sehingga tidak cocok dipakai
sebagai modul pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi.

10
Bab III
Pembahasan Buku Acuan

3.1 Identitas Buku


 Judul Buku : Perkembangan Peserta Didik
 Penulis : Dra.Kemail Syarif ,M.Pd
 Penerbit : UNIMED PRESS
 Kota Terbit : Medan
 Tahun Terbit : 2017
 ISBN : 978-602-7938-39-7

3.2 Ringkasan Buku Acuan

 Bab 2
TEORI PERKEMBANGAN
1. Teori Psikoanalitis
Teori ini menekankan bahwa perilaku hanyalah merupakan karakteristik di
permukaan. Pemahaman sepenuhnya mengenai perkembangan hanya dapat
dicapai melalui analisis terhadap makna-makna simbolis dari perilaku serta
menelaah pikiran yang lebih mendalam.
2. Teori Kognitif
Teori ini menekankan pikiran-pikiran yang disadari. Tiga teori kognitif yang
terkenal adalah teori perkembangan kognitif Piaget, teori kognitif sosio-budaya
Vygotsky, serta teori pemrosesan informasi.
 Teori Piaget
Menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pemahaman
mengenai dunia dan melalui 4 tahap perkembangan kognitif.
 Teori Kognitif Sosio-Budaya Vygotsky
Menekankan bagaimana budaya dan interaksi sosial mengarahkan
perkembangan kognitif. Vygotsky melukiskan perkembangan sebagai
sesuatu yang tidak terpisahkan dari aktivitas sosio-budaya.
 Teori-teori Perilaku dan Kognitif Sosial
Menekankan peranan pengalaman lingkungan dan perilaku yang teramati
dalam memahami perkembangan remaja.

 Bab 3
PERKEMBANGAN REMAJA
A. Perkembangan Fisik
Salah satu segi perkembangan yang cukup pesat dan nampak dari luar adalah
perkembangan fisik pada remaja. Pada masa remaja awal (SMP) anak-anak ini
nampak fostur tubuhnya tinggi-tinggi tapi kurus. Lengan kaki dan leher mereka
panjang-panjang, baru kemudian berat badan mereka mengikuti dan pada akhir
masa remaja, proporsi tinggi dan berat badan mereka seimbang. Pada usia 11-12
tahun tinggi badan laki-laki dan anak wanita tidak jauh berbeda, pada usia 12-13
tahun pertambahan tinggi badan anak wanita lebih cepat dibandingkan anak laki-
laki, tetapi pada pada usia 14-15 tahun anak laki-laki akan mengejar, sehingga
pada usia 18-19 tahun tinggi badan anak laki-laki jauh dari anak wanita.Selain
pertumbuhan tinggi ditandai juga dengan pertumbuhan organ reproduksi contoh :
pertumbuhan jakun pada anak laki-laki, payudara pada wanita, tumbuhnya bulu-

11
bulu di organ kemaluan, laki-laki mengalami mimpi basah, wanita mengalami
menstruasi dll.
B. Perkembangan Intelektual
Pada masa SD kemampuan berfikir anak masih berkenaan dengan hal-hal
konkrit atau berfikir konkrit, pada masa SMP mulai berkembang kemampuan
berfikir abstrak, remaja mampu membayangkan apa yang akan dialami bila terjadi
suatu peristiwa.Berkembangnya kemampuan berfikir formal operasional pada
remaja ditandai dengan 3 hal penting.Pertama, anak mulai mampu melihat tentang
kemungkinan-kemungkinan. Kedua, anak telah mampu berfikir ilmiah. Ketiga
,remaja telah mampu memadukan ide-ide secara logis.
C. Perkembangan Emosi
Masa ini berlangsung sekitar umur 13 tahun sampai 18 tahun, yaitu masa
anak duduk di bangku sekolah menengah. Masa ini biasanya dirasakan sebagai
masa sulit, baik bagi remaja sendiri maupun bagi keluarga, atau lingkungannya.
Karena pada masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa status
remaja agak kabur, baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.Masa remaja
memiliki energi yang besar dan emosi yang berkobar-kobar.Faktor yang
mempengaruhi perubahan emosi remaja adalah :

1. Perubahan Jasmani
2. Perubahan Pola Interaksi dengan Orang Tua
3. Perubahan Interaksi dengan Teman Sebaya
4. Faktor Pandangan Luar
5. Perubahan Interaksi dengan Sekolah
6. Kematangan Emosi

 Bab 8
PERMASALAHAN YANG TIMBUL PADA MASA REMAJA USIA
SEKOLAH MENENGAH
A. Masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik
a. Adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan irama serta kepesatan
laju perkembangan fisik antara individual atau kelompok.
b. Perkembangan ukuran-ukuran tinggi dan berat badanyang kurang
proporsional juga dapat membawa akses psikologis tertentu.
c. Perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan gejala-
gejala emosional tertentu seperti perasaan malu.
d. Matangnya organ reproduksi membutuhkan pemuasaan biologis, kalau
tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat mendorong remaja
melakukan masturbasi, home seksual atau heteroseksual yang berakibat
labih jauh lagi seperti penyakit kelamin disamping melanggar norma
asusila.

B. Masalah yang mungkin terjadi berkenaan dengan perkembangan bahasa dan perilaku
kognitif.
a. Kelemahan-kelemahan fonetik dalam pembelajaran bahasa Asing akan
menjadi bahan cemoohan.
b. IQ yang dibawah rata-rata akan menjadi bahan sindiran orang-orang

12
c. Terjadi ketidakselarasan antara keinginan atau minat seseorang dengan
bakat khusus sering membawa kesulitan dalam memilih program atau
jurusan.
C. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan prilaku sosial, moralitas dan
keagaamaan.
a. Keterikatan hidup dalam “gang” yang tidak ternbimbing akan menimbulkan
kenakalan remaja. Yang berbentuk tawuran, pencurian, prostitusi dll.
b. Konflik dengan orangtua yang berakibat tidak senang dirumah bahkan ada
yang lari meninggalkan rumah.
c. Melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan nilai dan norma
yang berlaku di masyarakat contoh penyalahgunaan NARKOBA dsb.
D. Masalah yang bertalian dengan perilaku afektif
a. Mudah sekali digerakkan untuk melakukan gerakan atau kegiatan destruktif.
b. Ketidakmampuan menegakkan kata hatinya membawa akibat sukar
terintegrasikan dan sintesis fungsi-fungsi psiko-fisisnya yang selanjutnya akan
sukar pula menemukan identitas pribadinya.
E. Masalah tawuran remaja
Tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok
masyarakat yang disebabkan kurangnya komunikasi antar pihak terkait dalam
menyelesaikan permasalahan.

3.3 Kelebihan Buku


Buku ini sangatlah bagus dari sisi cover,tata bahasa,struktur penulisan tidak
ada masalah. Penyampaian materi pun dijelaskan dengan cara yang singkat dan
mudah dipahami sehingga pembaca menjadi tidak merasa sulit untuk mencerna
maksud dari materi buku ini. Lalu buku ini pun banyak sekali mencantumkan
referensi-referensi dari sumber lain dengan tidak lupa untuk mencantumkan daftar
pustakanya.

3.4 Kekurangan Buku


Kekurangan buku ini adalah adanya beberapa kesalahan ketik pada kalimat.
Buku ini juga terlalu banyak mencantumkan beberapa pendapat ahli dengan pendapat
yang berbeda sehingga pembaca terkadang sulit untuk memahami pengertian dari
suatu materi.

13
BAB IV
PEMBAHASAN / ANALISIS

4.1 Pembahasan Kedua Isi Buku


Kedua buku yang bertemakan perkembangan peserta didik ini menurut saya
sangat bagus karena disamping materi yang padat dan cukup luas,kedua buku ini
juga dilengkapi dengan materi awal yang mengajak pembaca untuk lebih
memahami kajian materi nya dengan baik sehingga pembaca lebih mengerti
maksud dari penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca,begitu juga dengan
maksud dan tujuan dari materi yang ingin disampaikan kepada pembaca lebih
terstruktur dan mudah dimengerti sehingga pembaca lebih mudah menangkap
materinya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Buku Psikologi Perkembangan Peserta
Didik karyaDra.Desmita,M.Si.terdapat perbedaan yang sangat mencolok jika
ditinjau dari materi kajian yang terdapat didalam bukunya,materi pada buku ini
cakupannya lebih luas dan lebih condong atau dapat dikatakan lebih terfokus pada
psikologi peserta didik,peserta didik disini konotasinya yaitu seseorang
menempuh pendidikan,baik itu pendidikan formal ataupun nonformal.didalam
buku ini terdapat 15 bab yang keseluruhan bab nya dilengkapi dengan
pembahasan yang mengarah kepada psikologi peserta didik itu sendiri,jadi buku
ini lebih dikhususkan bagi pembaca yang ingin memahami apa arti dari
memahami psikologi perkembangan dan efeknya terhadap kehidupan sehari-
hari.Dari segi materi kajian buku ini juga sangat lengkap meskipun cakupannya
luas tetapi tidak ari dari kajian awal.
Buku Perkembangan Peserta Didik karya Dra. Kemali Syarif ,M.Pd dalam
segi penyampaian materi buku ini bersifat universal dalam artian tidak terfokus
pada satu bidang kajian ilmu seperti Psikologi. Sebagai contoh pada Bab 3
(perkembangan Fisik Remaja) buku ini melampirkan perkembangan fisik remaja
sesuai dengan ilmu biologis, lalu pada perkembangan emosi remaja menyentuh
pengkajian ilmu Psikologi. Sehingga buku ini sangat cocok untuk dipergunakan
sebagai buku mata kuliah umum di perguruan tinggi.

14
Bab V
Penutup

5.1 Kesimpulan
Kedua buku ini sangatlah bagus dan sangat cocok bagi seseorang yang ingin
mempelajari perkembangan psikologi secara serius,meskipun kedua buku ini memiliki
perbedaan serta kelebihan dan kekurangan yang terdapat didalamnya tetapi pada dasarnya
memiliki tujuan yang sama yaitu bagaimana seorang pembaca dapat dengan mudah mengerti
dan memahami serta mengaplikasikan setiap materi yang sudan dibacanya dalam kehidupan
sehari-hari melalui kedua buku yang bertemakan perkembangan peserta didik ini.

5.2 Saran
Kedua buku ini pada dasarnya sangat baik sebagai pnaduan memahami materi
perkembangan peserta didik,tetapi ada baiknya kedua buku ini lebih diperbanyak dibagian
aspek pendukung nya seperti tabel,diagram,dan masih banyak lagi sebagai panduan untuk
memahami dan mengaplikasikan setiap teori yang ada didalam kedua buku ini.

15