Anda di halaman 1dari 38

PERENCANAAN DI BANTU KOMPUTER

TUGAS 2

“ TUTORIAL PENGGUNAAN PLAXIS “

Dosen Pengampuh : Achmad Zultan,S.T.,M.T.

Hari/Tanggal : Jumat/10 November 2017

Di Susun Oleh :

KELOMPOK 2

 Endah Dwi Septiana ( 14.301010.011 )


 Ardy Fajar Saputro ( 14.301010.024 )
 Sabir ( 15.301010.006 )
 Khayrunnisyah Yahya ( 15.301010.009 )
 Supriadi ( 15.301010.012 )
 Maulana Imamurridlo ( 15.301010.014 )

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
TUTORIAL PLAXIS MEMBUAT EMBANKMENT

SOAL :
Buatlah Model PLAXIS seperti gambar diatas !
TUTORIAL :
1. Untuk memulai menggunakan software Plaxis klik Start kemudian klik
1 Plaxis Input. Pada projek ini digunakan Plaxis versi 8.6

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 1


2. Akan muncul seperti pada gambar berikut. Klik New Project untuk
membuat projek baru lalu OK

3. Pada kolom Tittle ketik nama file yaitu Embankment. Embankment itu
sendiri dapat diartikan sebagai tanggul.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 2


4. Pada Dimensions isi top menjadi 50 m kemudian klik OK. Pada
Geometry dimensions terdapat left, right, bottom dan top dimana ini
akan menjadi mistar pada jendela kerja. Pada tutorial ini dimasukkan
angka seperti dibawah ini.

5. Maka tampilan jendela kerja akan seperti pada gambar berikut

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 3


6. Buat lapisan tanah sesuai dengan kedalaman tanah yang ditentukan,

klik icon geometry line . Pada projek ini terdapat lapisan tanah
dasar dan timbunan. Dimana untuk lapisan tanah dasar terdiri dari 3
jenis lapis tanah dan timbunan terdiri dari 1 jenis lapis tanah saja.
Supaya simetris, tentukan/buat koordinat. Dibawah ini adalah
koordinatnya :
a. Lapisan tanah dasar
- Titik 0 (0;0)
- Titik 1 (36;0)
- Titik 2 (36;18)
- Titik 3 (0;18)
- Titik 4 (0;9)
- Titik 5 (36;9)
- Titik 6 (0;13.5)
- Titik 7 (36;13.5)
Ketika memasukkan nilai koordinat antara nilai x dan y dipisahkan
dengan menggunakan tanda titik koma (;). Jika tidak menggunakan
tanda titik koma (;) maka program Plaxis tidak bisa mendefinisikan
perintah anda.
Setelah dimasukkan koordinat seperti koordinat diatas maka tampilan
akan seperti pada gambar berikut

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 4


7. Selanjutnya membuat koordinat untuk timbunan
b. Lapisan timbunan
- Titik 8 (12;18)
- Titik 9 (15;24)
- Titik 10 (21;24)
- Titik 11 (24;18)
- Titik 12 (13;20)
- Titik 13 (23;20)
- Titik 14 (14;22)
- Titik 15 (22;22)
Berikut adalah hasilnya

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 5


8. Setelah lapisan tanah selesai, klik icon Standard fixties

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 6


9. Maka tampilannya akan seperti pada gambar berikut

10. Selanjutnya mendefinisikan jenis lapisan tanah dan timbunan dengan


klik icon material sets . Seperti yang telah disebutkan pada
langkah sebelumnya bahwa pada projek ini terdapat lapisan tanah
dasar dan timbunan. Lapisan tanah dasar terdiri dari 3 jenis lapis tanah
yaitu pasir, clay dan deep clay. Dan untuk timbunan hanya terdiri 1 jenis
lapis tanah saja.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 7


11. Kemudian klik Global

12. Untuk lapisan 1 pilih Lesson 1-Sand kemudian klik Edit. Dipilih Sand
karena pada lapisan tanah dasar yang pertama, jenis material yang
digunakan adalah pasir.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 8


13. Edit material, ubah sebagai berikut :
General
- Identification : Td pasir
- Material model : Mohr Coulomb
- Material Type : UnDrained
- Permeability adalah kemampuan tanah dalam menyerap air. Pada
projek ini untuk Permeability digunakan untuk nilai Kx dan Ky
sebagai berikut :
Kx, Ky : 1e-4 m/day
Lalu klik Parameters

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 9


14. Pada Parameters ubah material sebagai berikut :
- Eref : 2500 kN/m2
- Cref : 10 kN/m2
- φ (phi) : 10o
Kemudian klik OK

15. Selanjutnya untuk lapisan 2 pilih Lesson 2-Clay kemudian klik Edit.
Dipilih Clay karena jenis tanah yang digunakan untuk lapisan tanah
dasar yang kedua adalah Clay atau lempung.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 10


16. Sama dengan langkah No. 13 Edit material, ubah sebagai berikut :
General
- Identification : Td Clay
- Material model : Mohr Coulomb
- Material Type : UnDrained
- Kx, Ky : 1e-4 m/day
Lalu klik Parameters

17. Pada Parameters ubah material sebagai berikut :


- Eref : 2500 kN/m2
- Cref : 10 kN/m2
- φ (phi) : 10o

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 11


18. Selanjutnya untuk lapisan 2 pilih Lesson 6-Deep Clay kemudian klik
Edit. Dipilih Deep Clay karena jenis tanah yang digunakan untuk lapisan
tanah dasar ketiga adalah Deep Clay.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 12


19. Sama dengan langkah No. 13 Edit material, ubah sebagai berikut :
General
- Identification : Td Deep Clay
- Material model : Mohr Coulomb
- Material Type : UnDrained
- Kx, Ky : 1e-4 m/day
Lalu klik Parameters

20. Pada Parameters ubah material sebagai berikut :


- Eref : 2500 kN/m2
- Cref : 10 kN/m2
- φ (phi) : 10o

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 13


21. Selanjutnya yaitu untuk material timbunan pilih Lesson 4-Fill
kemudian klik Edit. Dipilih Fill karena Fill artinya adalah timbunan.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 14


22. Edit material, ubah sebagai berikut :
General
- Identification : Td timbunan
- Material model : Mohr Coulomb
- Material Type : UnDrained
- Kx, Ky : 1e-4 m/day
Lalu klik Parameters

23. Pada Parameters ubah material sebagai berikut :


- Eref : 12000 kN/m2
- cref : 20 kN/m2
- φ (phi) : 22o

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 15


24. Gambar berikut menandakan lapisan tanah dasar dan timbunan
berhasil ditambahkan.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 16


25. Untuk memudahkan dalam membedakan lapisan tanah dasar dan
timbunan maka ganti warna tiap lapisan tanah dasar dan timbunan.
Pada projek ini warna yang digunakan adalah sebagai berikut :
- Lapisan tanah dasar pasir (Td Sand) berwarna hijau
- Lapisan tanah dasar lempung (Td Clay) berwarna orange
- Lapisan tanah dasar lempung dalam (Td Deep Clay) berwarna biru
- Tanah timbunan (Td Timbunan) berwarna merah

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 17


26. Klik OK kemudian drag and drop pada tiap lapisan tanah dasar dan
timbunan. Lapisan paling bawah adalah Td Deep Clay, lapisan tengah
adalah Td Clay, lapisan atas adalah Td Sand dan lapisan paling atas
adalah Td Timbunan.

27. Setelah itu klik icon generate mesh , seperti berikut

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 18


28. Akan muncul seperti gambar berikut kemudian klik Update

29. Klik icon initial condition, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 19


30. Pada Water weight isi 10 kN/m3 kemudian klik OK

31. Selanjutnya akan muncul seperti gambar berikut

32. Pilih menu Generate – Water Pressure

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 20


33. Pada Water pressure generation, Generate by pilih Phreatic level
kemudian klik OK

34. Akan muncul seperti gambar berikut kemudian klik Update

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 21


35. Klik icon Initial Pore Pressure sebelah kanan, setelah itu klik icon

Generate Initial Stresses

36. Pada K0-procedure klik OK

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 22


37. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah, klik Update

38. Setelah itu langkah selanjutnya adalah klik Calculate. Calculate


berfungsi untuk menghitung dan menganalisa projek yang telah kita
buat dengan output berupa nilai deformasi , tegangan efektif, dan
tekanan air pori

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 23


39. Sebelum ke tahap Calculate, Plaxis akan meminta untuk menyimpan
project terlebih dahulu klik Yes.

40. Akan muncul seperti pada gambar berikut lalu klik I agree

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 24


41. Selanjutnya untuk menghitung deformasi, tegangan efektif, tekanan air
pori akan muncul seperti pada gambar berikut

42. Pada Number/ID ganti Phase 1 menjadi Timbunan Tahap 1 lalu klik
parameters

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 25


43. Klik Reset displacements to zero. Pada Time Interval isi 7 days. Lalu
klik Define. Time interval diisikan dengan 7 hari karena pada projek ini
direncanakan penurunannya akan terjadi pada 7 hari.

44. Kemudian pastikan timbunan hanya 1 lapis saja lalu klik Update

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 26


45. Selanjutnya klik Next

46. Dengan cara yang sama, pada Number/ID ganti Phase 2 menjadi
Timbunan Tahap 2 lalu klik parameters.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 27


47. Isi Time Interval : 7 days lalu klik Define

48. Kemudian klik timbunan berikutnya, klik Update

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 28


49. Selanjutnya klik Next

50. Dengan cara yang sama, pada Number/ID ganti Phase 3 menjadi
Timbunan Tahap 3 lalu klik parameters.

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 29


51. Isi Time Interval : 7 days lalu klik Define

52. Kemudian klik semua timbunan, klik Update

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 30


53. Setelah semua lapis timbunan aktif, klik Calculate. Tunggu sampai
proses running selesai

54. Ketika proses running berhasil maka akan muncul seperti gambar
berikut. Lalu klik Output

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 31


55. Kemudian akan muncul hasil sebagai berikut
a. Deformed Mesh. Pada Deformed Mesh didapatkan nilai sebesar
119.75 x 10-3 m

b. Total Displacement. Pada Total Displacement didapatkan nilai


sebesar 119.75 x 10-3 m

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 32


c. Effective Stressess. Pada Effective Stressess didapatkan nilai sebesar
-384.37 kN/m2

d. Total Stresses. Pada Total Stresses didapatkan nilai sebesar -


338.20 kN/m2

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 33


e. Active Pore Pressures. Pada Active Pore Pressures didapatkan hasil
sebesar 53.11 kN/m2

f. Active Groundwater Head. Pada Active Groundwater Head


didapatkan hasil sebesar 24.00 m

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 34


56. Langkah selanjutnya yaitu Check Angka Keamanan (Safety Factor)
dengan cara kembali ke window kalkulasi dengan cara klik icon
Calculate

57. Pada Identification, double klik timbunan tahap 1 sampai timbunan


tahap 3 hingga tanda centang hijau berubah menjadi tanda anak panah
seperti berikut lalu klik Next

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 35


58. Pada Number/ID ganti menjadi Angka Keamanan lalu pada
Calculation Type ganti menjadi Phi/c reduction. Kemudian
klik Calculate, tunggu sampai proses running selesai.

59. Maka tampilan akan seperti berikut

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 36


60. Setelah selesai, klik multiplier. Untuk mengetahui besar angka
keamanannya, bisa dilihat pada Ʃ-Msf H

Angka keamanan setelah dilakukan proses running diperoleh 1,3107

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Page 37