Anda di halaman 1dari 2

Penuaan pada Sistem Tubuh

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa penuaan yang normal (fisiologis)
danmpenuaan karena kondisi penyakit (patologis). salah satu kendala yang haru
dihindari dalam merawat lansia adalah adanya anggapan bahwa proses penuaan itu
hanya sebagai tanda dan gejala. Sebenarnya perawatan pada lansia yang normal
banyak dikerjakan dirumah sakit, apalagi lansia dengan kondisi patologis.
Dua aspek penting yang harus disadari berkenaan dengan sumber penyebab
penurunan kemampuan lansia untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Permata adalah cairan total berkurang sehingga klien rentan sekali terhadap dehidrasi.
Aspek kedua yang berkaitan adalah penurunan kemampuan dalam merasakan daya
panas dan dingin dan berkurangnya kemampuan dalam menyimpan panas tubuh,
sehingga lansia mudah mengalami hipotermi. Kedua aspek tersebit penting untuk
dimengerti perawat sebagai tanda klinis yang signifikan. Lansia yang sakit
mempunyai resiko lebih besar mengalami dehidrasi dan hipotermi.

Perubahan Kulit dan Muskuloskeletal


Perubahan pada lansia dalam pembentukan sistem tubuh individu mengakibatka lebih
mudah rusak. Oleh kaena itu perlu penanganan yang lebih hati-hati. Sistem
muskuloskeletal merupakan komponen strukturan utama, mengalami perubahan
dalam musculature, yaitu otot mengecil secara progresif (antrofi) dan tulang
kehilangan kalsium secara progresif (dekalsifikasi) menurut Tortora & Anagnostakos,
1990 (Watson,2003). Perubahan yang lambat membuat tulang pada lansia lebih
mudah fraktur, dan hal ini memerlukan penanganan yang hati-hati. Penurunan
elastisitan sendi disebabkan oleh adanya peubahan dalam sintesis kolagen, yang
cendrung mengalami kerusakan.

Perubahan Kardioopulmonal
Sistem kardiovaskular mengalami perubahan seperti arteri yang kehilangan
elastisitasnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan nadi dan tekana sistolik darah.
Perubahan darah yang fisiologis mungkin benar-benar merupakan tanda penuaan yang
normal. Di dalam sistem pernafasan, terjadi pendistribusian ulang kalsium pada tulang
iga yang kehilangan banyak kalsium dansebaliknya, tulang rawan kosta berlimpah
kalsium. Hal ini berhubungan dengan perubahan postural yang menyababkan
penurunan efisiensi fentilitas paru.

Pencernaan dan Metabolisme


Perubahan kecil yang terjadi pada sistem perncernaan, seperti penurunan produksi
saliva, merupakan hal yang sulit ditentukan sebagai kemunduran fungsi yang nyata.
Perawat seharusnya mencatat, terutama konstipasi yang merupakan bagian dari proses
penuaan yang tidak normal. Salah satu organ seperti pencernaan yaitu hati,
mengalami perubahan karena terjadi penurunan ukuran dan suplai darah. Kondisi ini
secara tidak normal, tidak ada konsekuesi yang nyata, tetapi menimbulkan efek yang
merugikan ketika diobati. Pada usia lanjut, obat-obatan dimetabolisme dalam jumlah
yang sedikit. Oleh sebab itu dosis yang diberikan kepada lansia lebih kecil dari dosis
kepada dewasa.

Sistem Perkemihan
Pada sistem perkemihan terjadi perubahan yang signifikan. Banyak fungsi yang
mengalami kemunduran, contohnya laju filtrasi, ekskresi, dan reabsorpsioleh ginjal.
Hal ini akan memberikan efek dalam pemberian obat pada lansia. Mereka kehilangan
kemampuan untuk mengekskresikan obat atau produk metabolisme obat. Pola
perkemihan tidak normal, seperti banyak berkemihan di malam hari, sehingga
mengaharuskan mereka pergi ke toilet sepanjang malam. Hal ini menunjukan bahwa
inkontinensia urine meningkat.

Sistem Saraf dan Endokrin


Sistem susunan saraf mengalami perubahan anatomi dan antrofi yang pogresif pada
serabut saraf lansia. Akan tetapi, sulit untuk mendefenisikan secara jelashubungan
antara perubahan ini dengan perubahan neurologis yang terjadi karena faktor usia itu
sendiri. Telah terjadi kesalahpahaman bahwa lansia kehilangan seluruh kekuatan
mental mereka dan ternyata anggapan ini kurang didukung oleh bukti yang kuat.
Akan tetapi, perubahan reaksi dan refleks yang lambat benar-benar terjadi sesuai
perubahan untuk mempertahankan postur tubuh. Banyak lansia belajar untuk
beradaptasi dengan perubahan tersebut, namun kadang-kadang itu justru mengarah
pada peningkatan frekuensi akibat jatuh. Kejadian ini disebabkan oleh kemunduran
pendengaran dan penglihatan mereka yang diketahui pada saat kita bekerja dengan
lansia. Suara tidak perlu keras tetapi perlu jelas dan terarah untuk memastikan mereka
mengerti apa yang kita katakan.
Adanya kemunduran fungsi endokrin, termasuk gonad pada pria dan wanita tidak
beraarti bahwa aktivitas seksualnya berhenti.
Aspek lain dari penuaan yang perlu dipertimbangkan lebih awal yaitub penurunan
kemampuan untuk melawan infeksi. Gambaran penuaan ini mempunyai banyak faktor
lansia mengalami salah satu hal terburuk yang dapat ia lakukan yaitu istirahat
ditempat tidur diwaktu yang lama. Perubahan dalam sistem membuat lansia lebih
rentan terhadap komplikasi pernapasan akibat istirahat total, seperti infeksi pernafasan
akibat penurunan ventilasi paru.