Anda di halaman 1dari 6

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PASAK (FABRICATED / PRE-FABRICATED)

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan post

- Jumlah dari struktur korona akar


Hoag dan Dwyer (1982) menyebutkan bahwa jumlah struktur gigi yang
tersisa lebih penting daripada material apakah yang akan digunakan untuk
post dan core. Untuk mendapatkan resistensi, jaringan gigi yang tersisa
sebaiknya 1.5-2 mm dari margin.
- Anatomi gigi
Perhatikan kurvatur akar, lebar mesiodistal, dan dimensi labiolingual. Hal in
pernting karena preparasi ruang untuk post dan penggunaan post dengan
diameter lebih besar dapat meningkatkan resiko perforasi apikal dan lateral.
- Posisi gigi pada lengkung rahang
Terkait tekanan yang diterima (shear atau vertikal) sehingga dalam
penempatan post, perlu dipertimbangkan juga sisa jaringan korona,
kebutuhan fungsional serta tekanan yang bekerja pada gigi. Selain itu, gigi
posterior lebih jarang menggunakan post dibandingkan gigi anterior
dikarenakan gigi posterior cenderung menerima tekanan vertikal
dibandingkan shear force.
- Panjang akar
- Semakin besar panjang post, maka semakin baik juga retensi dan distribusi
tekanannya. Misalnya, jika panjang akar pendek, tentukan apakah memakai
post yang lebih panjang atau tetap menjaga apikal seal dengan
meninggalkan 3-5 mm gutta percha dan menggunakan parallel-sided
threaded post.
- Lebar akar
- Requirements dari gigi terkait fungsional
- Tekanan torque
Bisa mengakibatkan kelonggaran dan perpindahan post dari saluran akar
sehingga diminimalisir dengan adanya antirotasi.
- Stress
Shear stress lebih mengganggu dibandingkan tekanan lain seperti tekanan
compression ataupun tensile. Holmes at al (1996) mengatakan bahwa
peningkatan panjang post dengan diameter diperkecil membantu
mengurangi shear stress dan menjaga struktur gigi
- Perkembangan dari tekanan hydrostati
Sementasi memainkan tekanan penting untuk mendapatkan retensi,
distribusi stress dan sealing irregularitas yang mana dilaporkan akibat
adanya perkembangan dari tekanan hidrostatik
- Desain post
Desain post dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan karakteristik
permukaannya (parallel, tapered atau kombinasi tapered). Berdasarkan
karakteristik permukaannya, post bisa aktif atau pasif. Post aktif secara
mekanis berikatan dengan dentin dengan adanya threads, sedangkan post
pasif bergantung dengan semen dan adaptasinya ke saluran akar melalui
retensinya. Sehinga, jika ruang post pendek (5-6 mmm) maka indikasi post
aktif (lebih retentive) sedangkan jika ruang post mencapai 8-9 mm dan
saluran akar tidak berbentuk funnel-shaped, diindikasikan menggunakan post
berbentuk tapered.
- Material post dan core (Kompabilitasnya)
Harus memiliki sifat fisik seperti dentin, dapat berikatan dengan struktur gigi,
dan biokompatibel dengan lingkungan oral dan berperan sebagai shock
absorber dengan hanya mentransmit sedikit tekanan ke struktur gigi tersisa.
Oleh karena itu, material yang paling menguntungkan adalah carbon fiber
dikarenakan modulus elastisitasnya mirip dengan dentin sehingga
menurunkan resiko terjadinya fraktur akar.
- Kompabilitas material
Terkait dengan adanya korosi sehingga sebaiknya material post dan core
sama. Dan berdasarkan sifat materialnya, titanium alloy dianggap paling
resistan terhadap korosi.
- Retensi core
Penelitian dari Lewis R dan Morgano membuktikan bahwa prefabricated metal
post dengan direk core seperti GIC, komposit, amalgam tidak sebaik one-
piece cast post and core diakibatkan interface antara post dan core.
- Retrievability
Kemampuan post untuk bisa diambil kembali jika terjadi keadaan dimana
post harus diambil (gagalnya perawatan endo), tanpa harus merusak banyak
struktur. Karbon-fiber post dianggap baik karena pengangkatannya relatif
mudah, cepat dan dapat diprediksi.
- Estetis
Material post dan core harus kompatibel secara estetis dengan crown dan
jaringan sekitar sehingga sebisa mungkin restorasi foundation semirip
mungkin dengan dentin asli. Dikarenakan custom cast post meninggalkan
warna gelap atau keabuan sehingga dikembangkanlah post estetis yang
dibuat dari reinforced resin atau keramik. Selain itu, bisa juga digunakan 1.6
mm atau lebih tebal lagi porselen opak yang difusi dengan core pada cast
post and core untuk menghilangkan warna keabuan dari cast metal serta
menggunakan material core keramik .

Tabel macam-macam post dan keterangannya

A. Prefabricated

Indikasi prefabricated post:

I. Gigi Anterior:
 1 dinding proksimal (marginal ridge) hilang
 Large acces opening
 Hilang atau unsupported insical edge/dinding fasial
 Round cross sectional root canal space / diameter ruang pasak yang cukup
 Oklusi dan inklinasi gigi yang baik
II. Gigi Posterior:
 2 dinding berdekatan (marginal ridges) hilang
 Unsupported dinding fasial dan lingual
 Round cross sectional root canal space (distal mandibular, palatal maksila,
dan single canal premolar)
 Diameter ruang pasak yang cukup
 Ruang kamar pulpa yang pendek (>3mm)

No Macam Kelebihan Kekurangan Direkomendasika Precaution


. n
1 Tapered Konservatif, Retensi rendah, Saluran akar Tidak
post high strength longtitudinal berbentuk direkomen
and stiffness splitting of lingkaran kecil dasi untuk
remaining root atau saluran akar saluran
yang sangat akar yang
tapered sangat
flare
2 Paralel- Retensi klinis Mahal, korosi Saluran akar Hati-hati
sided sangat baik, dari stainless berbentuk saat
post, produksi steel, dan tidak lingkaran kecil preparasi
non- stress kecil terlalu
threaded pada akar, konservatif
mudah
ditempatkan
3 Threaded Retensi baik Stress di saluran Hanya ketika Hati-hati
post akar bisa dibutuhkan fraktur
mengakibatkan retensi maksimal saat
fraktur, tidak seating
konservatif
4 Carbon- Terikat Strength rendah, Hanya sedikit Tidak
fiber post dengan microleakage, kehilangan direkomen
dentin, mudah warna karbon jaringan dan dasi untuk
diangkat tidak estetis prognosis gigi yang
dipertanyakan menerima
beban
lateral
5 Zirconia Estetis, Kemampuan Estetis tinggi,
ceramic stiffness klinis
post tinggi dipertanyakan
6 Woven- Estetis, terikat Strength rendah, Estetis tinggo Tidak
fiber post dengan dentin kemampuan direkomen
klinis dasi untuk
dipertanyakan gigi yang
menerima
beban
lateral

B. Custom-made cast post and core


I. Gigi Anterior:
 Kedua dinding proksimal (marginal ridge) hilang
 Large access opening
 Hilang atau unsupported incisal edge
 Thin fragile tapered root canal space
 Oklusi dan inklinasi gigi yang buruk
II. Gigi Posterior:
 2 atau lebih dinding yang berdekatan (marginal ridge) hilang
 Unsupported dinding fasial dan lingual
 Ruang saluran akar yang weak, elliptical, flared (berjauhan), sempit
 Ruang kamar pulpa yang pendek (>3mm)

- Kelebihan : menjaga secara maksimal struktur gigi, post difabrikasi sampai fit
ke saluran akar, ada tambahan sifat antirotasi, kemungkinan fraktur vertikal
rendah saat preparasi, dan high strength
- Kekurangan : tidak terlalu stiffm time-consuming, prosedur kompleks
- Direkomendasikan untuk saluran akar berbentuk elips dan flare.
- Precaution : hati-hati saat menghilangkan nodul sebelum try-in, saat
preparasi hati-hati terjadi perforasi akar khususnya pada area-area tertentu
di molar.
- Ingat, custom cast post digunakan ketika ada kehilangan jaringan yang
banyak, ketika akan ada tekanan oklusal tinggi yang diterima oleh restorasi
final dan jika gigi akan menjadi abutment untuk GTC

CARA PEMBUATAN PASAK INTI

Prosedur pembuatan pasak inti di lab

1. Spruing
Sprue harus memenuhi 3 syarat yaitu sprue harus memngkinkan wax leleh
untuk keluar dari mold, sprue harus memungkinkan
metal leleh untuk mengalir ke mold dengan
turbulensi seminimal mungkin dan metal harus tetap
leleh sedikit lebih lama daripada alloy yang telah
mengisi mold guna reservoir untuk mengkompensasi
shrinkage dimana terjadi saat solidifikasi casting
alloy.
- Diameter: semakin besar diameter sprue maka semakin baik
dikarenaka hal ini meningkatkan flow dari metal yang leleh untuk
masuk ke mold dan memastikan adanya reservoir selama solidifikasi
dengan ukuran 2.5 mm /10G untuk molar / metal-ceramic patterns dan
2.0 mm / 12G untuk premolar / partial-coverage restorasi.
- Lokasi : harus berada di bagian paling bulky dan non-critical, jauh dari
margin dan kontak oklusal (biasanya ditempatkan pada non-functional
cusp terbesar)
- Attachment : titik attachment dari sprue ke wax harus halus untuk
minimalisir turbulensi. Untuk teknik sentrifugal casting, area
attachment tidak boleh terbatas karena bisa menjadi porus dan
mengurangi kemampuan pengisian mold.
- Venting : untuk cast dengan ketebalan wax rendah, dianjurkan
menggunakan small auxiliary sprues or vents guna membantu
keluranya gas selama cast.
2. Investing
Adalah mengelilingi wax pattern dengan sebuah material sehingga bisa
menduplikat bentuk dan ciri-ciri anatomisnya. Untuk inlay dan post and core,
maka dibutuhkan ekspansi mold yang lebih sedikit daripada crown. Jika hasil
casting lebih besar daripada model wax, maka hasilnya post tidak bisa masuk
ke gigi sehingga untuk mengatasi hal tersebut, maka bisa diminimalisir
dengan menghilangkan ring liner atau meningkatkan rasio p:w investment
sebesar 1 mL. Selain itu, dikarenakan post dan core tidak membutuhkan
ekspansi sebesar crown, maka post dan core bisa di cast menggunakan
silver-palladium alloy dengan gypsum-bonded mold.
3. Burn-out
Adalah menghilangkan wax pattern sehingga sebuah mold terbentuk dimana
alloy leleh dapat ditempatkan
4. Casting
Adalah memasukkan alloy leleh ke mold yang sudah dipersiapkan
sebelumnya. Pada saat ini, sudah dikembangkan prosedur pembuatan post
dan core hanya dalam 1 kali kunjungan dimana hasilnya akurat dan
kekasaran permukaanya mirip dengan teknik tradisional. Teknik ini
menggunakan phosphate-bonded investment dengan 15 menit untuk bench
set dan 15 menit untuk wax elimination dengan menempatkan ring ke dalam
tungku yang suhunya 815 celcius. Hasil yang diinginkan adalah masuk ke
saluranakar dengan sedikit loose (karena kalau terlalu pas, bisa
mengakibatkan fraktur akar), undersized.
5. Pickling
Mengjilangkan permukaan oksida akibat casting dengan cairan khusus misal
50% HCl.
6. Finishing
Evaluasi hal-hal yaitu fit tidaknya post (ingat bahwa cacat akibat casting
kemungkinan tidak mempengaruhi seating dari post namun tetap bisa
mengakibatkan fraktur. Post dan core sebaiknya bisa dimasukkan dengan
tekanan ringan. Marginal fit dari cast foundation tidak sekrusial restorasi cast
lain dikarenakan margin akan tertutup oleh final casting. Selain itu, evaluasi
bentuk dan sesuaikan dengan kebutuhan

Rosenstiel 4th

Al Dhalaan, Prosthodontic Management of Endodontically Treated Teeth

Shillingburg 3th