Anda di halaman 1dari 5

Modul Praktikum (03)

Penentuan Kadar Soda Abu dalam Detergent Bubuk Pertemuan ketiga

MODUL PRAKTIKUM
Sekolah : SMAK
Program Keahlian : Tehnik Kimia
Kompetensi Keahlian : Kimia Analisis
Mata Pelajaran : Analisis titrimetri dan gravimetri
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 10x45 Menit (1 Pertemuan)

A. Kompetensi Dasar
4.1 Melaksanakan Titrasi Penetralan (asam basa)
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
4.1.2 Melakukan percobaan penentuan kadar Soda abu dalam detergent bubuk berdasarkan
titrasi penetralan (asam basa)

C. Topik Praktikum
Penentuan kadar Soda abu dalam detergent bubuk
D. Tujuan Praktikum
Melakukan percobaan titrasi penetralan (asam basa) dalam penentuan kadar Soda abu
dalam detergent bubuk
E. Deskrispi Teori
Soda abu adalah zat padat ringan yang cukup larut dalam air dan biasanya mengandung 99,3 %
Na2CO3. Soda abu memiliki kelarutan dalam air kira-kira 30% berat larutan. Soda abu dalam industri
kimia dikenal dengan istilah ‘soda ash’. Soda abu berbentuk bubuk, dan berwarna putih. Soda abu
biasanya digunakan pada pembuatan sabun. Kadar soda abu yang digunakan pada pembuatan sabun
tidak bole terlalu banyak, karena dapat menimbulkan rasa panas di tangan saat sabun colek
digunakan. penggunaan soda abu yang dianjurkan dalam formula pembuatan sabun colek adalah
sekitar 7 % dari komposisi total bahan sabun colek. Selain pada industri pembuatan sabun, soda abu
juga banyak digunakan pada industri gula, industri obat, industri kertas, industri tekstil, industri
metalurgi, industri keramik, industri bahan makanan, dll.

F. Alat dan bahan


Alat Bahan
Buret, Statif, Klame, Gelas Beker, Asam Klorida (HCl) pekat, Natrium
Erlenmeyer, Pipet tetes, Pipet Volum, Tetraborat ( Na2B4O7), Na2CO3 (Detergent
Batang pengaduk, neraca analitik Bubuk), Indikator MO (Metyl Orange),
Aquadest, Tissue
Modul Praktikum (03)
Penentuan Kadar Soda Abu dalam Detergent Bubuk Pertemuan ketiga

G. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1. Tahap persiapan
a) Setiap praktikan harus paham setiap tahapan yang akan dikerjakan dalam praktikum dimulai
dari persiapan praktikum, mengetahui tujuan praktikum, cara kerja, paham tindakan yang harus
dilakukan dan dihindari saat kerja di misalnya menjauhkan bahan yang mudah terbakar dengan
sumber api, membuang sampah dan limbah praktikum pada tempat yang telah ditentukan.
b) Mengetahui jenis bahan yang digunakan dalam praktikum dan sifat-sifat bahannya. Apakah
bersifat mudah terbakar, toksik, karsinogenik dan paham cara penanganannya.
c) Mengetahui setiap alat yang akan digunakan dan memahami cara kerja setiap alat.
d) Mempersiapkan peralatan pelindung tubuh seperti, jas laboratorium berwarna putih, kacamata
google, sarung tangan karet, sepatu, masker, dan sebagainya sesuai kebutuhan praktikum.
2. Tahap Pelaksanaan
a) Praktikan menggunakan pelindung seperti kaca mata, baju jas laboratorium, sepatu (jangan
memakai sandal) dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan.
b) ketahui letak alat pengaman laboratorium
c) Sebelum mengambil pereaksi baca etiket setiap botol pereaksi dengan cermat.
d) Mengambil dan menggunakan bahan kimia secukupnya karena dapat mencemari lingkungan.
e) Jangan mencium bahan kimia secara langsung, tetapi cium bau zat kimia dengan cara
mengibaskan dengan tangan terlebih dahulu.
f) Bila tidak ada perintah untuk mencicipi rasa bahan kimia, jangan melakukannya, tetap
berprinsip bahwa semua bahan kimia di laboratorium itu berbahaya.
g) Tidak diperkenankan makan dan minum selama di laboratorium karena beresiko untuk tercemar
zat kimia.
h) Membuang sisa percobaan pada tempatnya sesuai dengan sifat sisa bahan yang digunakan.
i) Pilihlah alat gelas yang tidak retak / pecah supaya terhindar dari bahaya luka gores
j) Bunsen / lampu spiritus harus dimatikan jika sudah tidak dipakai.
k) Gunakan lemari asam jika bekerja dengan zat kimia yang menghasilkan uap beracun.
l) Jika anda mengerjakan asam kuat maka harus menuangkan asam kedalam air secara perlahan –
lahan sambil diaduk, jangan sebaliknya karena akan menimbulkan percikan berbahaya bagi kita.
m. Bekerja dengan tertib, tenang dan tekun, catat data-data yang diperlukan
3. Tahap Penutupan
a) Cuci dan keringkan setiap alat yang telah digunakan sebelum disimpan
b) Kembalikan peralatan dan bahan yang digunakan ke tempat semula.
c) Mematikan peralatan listrik, kran air, menutup tempat bahan kimia dengan rapat (dengan
tutupnya semula).
d) Bersihkan meja dan area tempat kerja
e) Keluarlah dari laboratorium dengan tertib.
Modul Praktikum (03)
Penentuan Kadar Soda Abu dalam Detergent Bubuk Pertemuan ketiga

H. Gambar Kerja

I. Langkah Kerja
1. Pembuatan dan standarisasi larutan HCl 0,1 N
1. ambil kurang lebih 2,5 ml HCl pekat p.a
2. masukkan kedalam beaker gelas 100 ml yang telah diisi aquadest
3. aduk hingga homogen dan dipindahkan kedalam gelas ukur volume 250 ml
4. tambahkan aquadest sampai tanda batas 250 ml
2. Pembuatan larutan Natrium Tetra Borat (Na2B4O7)/Boraks 0,1 N
 timbang secara seksama ± 4,7 gram boraks
 masukkan kedalam labu ukur volume 250,0 ml
 tambahkan aquadest sampai larut
 encerkan dengan aquadest sampai tanda batas volume
Modul Praktikum (03)
Penentuan Kadar Soda Abu dalam Detergent Bubuk Pertemuan ketiga

3. Standarisasi larutan Asam Klorida (HCl) dengan Natrium Tetra Borat (Na2B4O7)
 isi buret dengan HCl 0,1 N
 pipet 10,0 ml Natrium Tetra Borat
 masukkan kedalam labu erlenmeyer volume 250 ml
 tambahkan 3-5 tetes indikator MO (Metyl Orange)
 titrasi dengan larutan HCl 0,1 N sampai larutan berubah menjadi jingga (kuning kemerahan)
 lakukan titrasi sebanyak 3 kali
 hitung normalitas larutan HCl tersebut
4. Penetapan kadar Na2CO3 (Soda Abu)
 timbang secara seksama 3,5470 gram soda abu (Na2CO3) dengan cawan petri
 larutkan dengan aquadest ke dalam labu ukur volume 250,0 ml
 pipet 25,0 ml larutan tersebut dan dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer
 tambahkan 3-5 tetes indikator Metyl Orange
 titrasi dengan larutan HCl 0,1 N sampai laruta menjadi jingga
 lakukan titrasi sebanyak 3 kali
 hitung kadar Na2CO3 tersebut

J. Data Pengamatan
1. Standarisasi Larutan HCl
Titrasi ke- Volume Boraks Volume HCl

2. Penentuan kadar Na2CO3 (Soda Abu)


Titrasi ke- Volume Na2CO3 Volume HCl

K. Analisis Hasil Praktikum


1. Standarisasi Larutan HCl
𝑁𝐵𝑜𝑟𝑎𝑘𝑠 ×𝑉𝐵𝑜𝑟𝑎𝑘𝑠
Normalitas HCl (NHCl) = 𝑉𝐻𝐶𝑙

2. Penentuan Kadar Na2CO3 (Soda Abu)


𝑉𝐻𝐶𝑙 × 𝑁𝐻𝐶𝑙 × 𝐵𝐸 × 𝑉𝑁𝑎2 𝐶𝑂3 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑎𝑡
Kadar ( % ) Na2CO3= 𝑊(𝑚𝑔) × 𝑉𝑁𝑎2 𝐶𝑂3 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑖𝑝𝑒𝑡
× 100 %
Modul Praktikum (03)
Penentuan Kadar Soda Abu dalam Detergent Bubuk Pertemuan ketiga

L. Pembahasan

M. Kesimpulan & Saran

N. Daftar Pustaka

O. Lampiran Dokumentasi Praktikum