Anda di halaman 1dari 3

RENCANA STUDI

Pada saat saya menjadi mahasiswa keperawatan, banyak hal baru yang saya dapatkan
ketika menjalani program profesi ners, khususnya ketika memasuki praktik klinik
keperawatan jiwa. Banyak tempat praktik keperawatan jiwa yang kami masuki mulai dari
Rumah Sakit Khusus Daerah Kota Makassar, Puskesmas Mangasa yaitu praktik keperawatan
jiwa komunitas atau yang biasa dikenal dengan Communityl Mental Health Nursing (CMHN)
sampai ke Rumah Sakit Jiwa DR. Radjiman Widiodininggrat Malang. Berbagai macam cara
bagaimana orang-orang dengan gangguan jiwa tersebut dirawat, mulai dari di beri terapi
aktifitas kelompok di rumah sakit sampai pada pemantauan saat pasien pulang ke rumah.

Di Indonesia diperkirakan 1%-2% penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa
mengalami masalah kesehatan jiwa. Banyak pula orang dengan gangguan jiwa berat
mendapat perlakuan pasung dari keluarga. Di daerah Kabupaten Bima sendiri selama tiga
tahun terakhir berdasarkan data dari Rumah Sakit Jiwa Kota Mataram, jumlah pasien pasung
sebanyak 98 orang dan merupakan Kabupaten dengan jumlah pasien pasung terbanyak di
wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sangat disayangkan jika melihat kenyataan bahwa
banyak orang-orang dengan gangguan jiwa justru harus menerima perlakuan pasung dari
keluarga, yang harusnya keluarga menjadi lini pertama perlindungan bagi penderita gangguan
jiwa. Pasung adalah alat untuk menghukum orang, berbentuk kayu apit atau kayu lubang,
dipasangkan pada kaki, tangan, atau leher. Sedangkan memasung artinya membelenggu
seseorang dengan pasung. Tentulah pemasugan ini membatasi dan merenggut kebebasan
seseorang serta melanggar HAM dan perundang-undangan yang berlaku.

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian


integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk
pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komperhensif, ditujukan pada individu,
kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencangkup seluruh aspek
kehidupan manusia. Berdasarkan definisi keperawatan tersebut jelaslah bahwa tindakan
pemasungan pada seseorang yang mengalami gangguan jiwa bertentangan dengan definisi
keperawatan yang memandang manusia itu secara keseluruhan.

Berdasarkan hal tersebut saya sebagai putri daerah berkeinginan untuk mendekati
masyarakat kabuapaten dan membuat sebuah perubahan dengan mengubah stigma
masyarakat bahwa memasung pasien gangguan jiwa bukanlah jalan yang bijaksana untuk
dilakukan. Orang dengan gangguan jiwa selama kita mau terbuka dan membangun hubungan
saling percaya dengan mereka, maka banyak hal yang bisa diberdayakan dari mereka. Untuk
mewujudkan itu sangat penting bagi saya untuk menempuh jalan pendidikan selanjutnya di
bidang peminatan keperawatan yaitu Magister Keperawatan Jiwa.

Setelah enam tahun lebih menuntut ilmu di kota daeng, saya terdorong untuk
merantau ke tanah jawa yaitu di kota Bandung, saya berniat untuk menuntut ilmu di
Universitas Padjadjaran Bandung. Suasana kota Bandung yang sejuk adalah tempat yang
sangat menunjang untuk belajar. Universitas Padjadjaran adalah Universitas impian saya. Di
sana khususnya Fakultas Ilmu Keperawatan, program studi Magister Ilmu Keperawatan
terdiri dari lima program peminatan yaitu: Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas,
Keperawatan Medikal Bedah, Manajemen Keperawatan, dan Keperawatan Jiwa. Adapun
gelar yang akan didapatkan setelah menyelesaikan program studi magister adalah Master
Keperawatan (M.Kep).

Peminatan keperawatan jiwa itu sendiri sesuai kurikulum terdiri dari 43 SKS.
Semester pertama jumlah mata kuliah yang akan ditempuh terdiri dari: Riset Kuantitatif
dalam Keperawatan 2 SKS, Filsafat Ilmu 2 SKS, Manajemen Disaster 2 SKS, Komunikasi
Terapeutik Lanjut 2 SKS, Pendekatan Pemulihan dan Dukungan Lingkungan Kesehatan Jiwa
2 SKS dan Tata Kelola Keperawatan Jiwa 2 SKS.

Semester kedua jumlah mata kuliah yang akan ditempuh terdiri dari; Perkembangan
Ilmu Keperawatan dan Issue Terkini dalam Keperawatan 2 SKS, Riset Kualitatif dalam
Keperawatan 2 SKS, Konsep dan Teori Lanjut tentang Sakit Mental 2 SKS, Usulan
Penelitian 1 SKS, Pengkajian Keperawatan Jiwa Lanjut 2 SKS dan Terapi lanjut dalam
Keperawatan Jiwa 2 SKS.

Semester ketiga jumlah mata kuliah yang akan ditempuh terdiri dari: Keperawatan
Holistic, transkultural dan modalitas keperawatan 2 SKS, Praktik berbasis fakta dan
pengelolaan pengetahuan dalam keperawatan 2 SKS, Praktek Keperawatan Jiwa Lanjut 4
SKS, Keperawatan Jiwa Masyarakat 2 SKS. Semester akhir jumlah mata kuliah yang akan
ditempuh terdiri dari: Residensi Keperawatan Jiwa 4 SKS, dan Thesis (Master Thesis)
(UNPAD) 6 SKS.

Selanjutnya topic yang akan saya bahas dalam thesis saya adalah tentang bagaimana
Pengaruh Pemberian Terapi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Anggota
Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa. Ketika menjalani pendidikan program magister
nantinya saya akan terus aktif mengikuti berbagai kegiatan baik itu seminar, diskusi atau
kegiatan social dan sekaligus memperbanyak teman agar dapat terus membangun dan
memperluas hubungan dengan siapapun dalam dunia keperawatan.