Anda di halaman 1dari 3

Besi

11. Besi

11.1. Umum.

Besi ( Fe) merupakan unsur yang banyak terdapat di dalam tanah , tetapi hanya
sedikit yang terlarut dalam air. Bentuk Besi di dalam air dalam bentuk valensi +2
dan +3, tergantung kepada pH dan kondisi potensial redoks di dalam air. Dalam
lingkungan reduktor ( potensial elektrode negatif) , besi dalam air dalam bentuk
Fe+2 yang larut . Jika potensial redoks di dalam air naik , maka Fe +2 akan
teroksidasi membentuk F+3 , yang akan membentuk Fe (OH)3 yang
kelarutannya kecil , akibatnya di dalam air akan tersuspensi dalam bentuk
kekeruhan air, yang berwarna kuning kecoklatan.

Air tanah (sumur) pada umumnya mengandung Fe+2 , yang larut , jika air sumur
tersebut berkontak dengan oksigen di atmosfer , maka potensial elektrode dalam
air akan meningkat , sehingga Fe+2 akan teroksidasi membentuk Fe+3, yang
selanjutnya terhidrolisa membentuk Fe (OH) 3, yang tersuspensi dalam air ,
sehingga air sumur yang tadinya jernih , berubah menjadi keruh dan berwarna
kuning .

Besi di dalam air juga dapat bereaksi dengan senyawa organik , misalnya
dengan asam humat ( humic acid) membentuk senyawa Fe –organik yang yang
tidak mudah teroksidasi. Sehingga air gambut yang banyak mengandung asam
humat juga mengandung besi yang relatif tinggi.

Adanya besi dalam air , akan mengganggu dalam penggunaan air tersebut,
misanya jika digunakan mencuci , pakaian , maka akan terjadi noda-noda di
permukaan kain dari endapan besi.
Baku mutu besi dalam air minum adalah 0,3 mg/l. Adanya besi yang tinggi
menyebabkan air keruh , berwarna kuning kecoklatan dan berbau logam besi.

11.2. Metode Pengukuran

Banyak metode analitik yang dapat digunakan untuk pengukuran besi, tetapi
metode yang umum digunakan di laboratorium air adalah :

a. Metod AAS ( atomic absorption spectrofotometri )


b. Phenantroline –spectrofotometri

Prinsip pengukuran besi berdasarkan metode phenantroline adalah metode


spectrofotometri ,yaitu besi di dalam air direduksi dengan hidroksil amin
membentuk Fe+2. Selanjutnya ion Ferro tersebut direaksikan dengan senyawa
1,10-phenanthroline membentuk senyawa komplek yang berwarna merah .
Warna merah tersebut diukur intensitas dengan alat spectrofotometer pada
panjang gelombang 510 nm . Metode ini mampu mengukur konsentrasi besi 10
µg/L , jika digunakan lebar kuvet spectrofotometer 5 cm.

Laboratorium Lingkungan TL3103 11-1


Besi

Teknik pengawetan contoh air untuk pengukuran besi sama dengan pengawetan
untuk logam berat, yaitu ditambah HNO pekat sampai pH 2,0 ( 1 ml HNO3 untuk
1 liter contoh air ) dan dapat disimpan selama 6 bulan.

11.3. Prosedur Pengukuran besi

11.3.1. Metode : Phenantroline –Spectrofotmetri.

11.3.2. Pereaksi

a. HCL pekat yang tidak boleh mengandung besi lebih besar 0,00005%.

b. Larutan Hidroksilamin
10 gram hidroksilamin ( NH2OH.HCl) dilarutkan dalam 100 ml aquadest .

c. Larutan buffer ammonium asetat


250 gram ammonium asetat (NH4C2H3O2) dilarutkan dalam 150 ml aquadest,
ditambah 700 ml asam asetat glacial

d. Larutan natrium asetat.


Dilarutkan 200 gram natrium asetat ( NaC2H3O2. 3 H2O) dalam 800 ml
aquadest.

e. Larutan Phenantroline
Dilarutkan 1,10-phenanthroline monohydrate (C12H8N2.H2O) dalam 100 ml
aquadest dengan cara diaduk dan dipanaskan ( jangan sampai mendidih) .
Pemanasan tidak diperlukan jika ditambah 2 tetes HCl pekat .

f. Larutan standar besi ( 1 ml = 0.2 mg/L)


20 ml H2SO4 peka dimasukkan ke dalam 50 ml aquadest, kemudian dilarutkan
1,404 gram Fe (NH4)2(SO4)2.6H2O. tambah beberapa tetes larutan KMnO4 0,1
N sampai cairan berwarna ungu ( merah muda).
Kemudian diencerkan dengan aquadest sampai volumenya tepat menjadi
1000 ml.

g. Larutan standar besi ( 1ml= 0.01mg /L)


Dipipet 50 ml larutans tandar besi di atas kemudian dimasukkan ke dalam
labu ukur 1 liter, kemudian diencerkan dengan aquadest sampai tanda batas.

11.3.3. Cara Kerja.

a. 50 ml contoh ai yang telah di kocok terlebih dahulu , dimasukkan ke dalam


labu erlenmeyer-125 ml.

b. Ditambah 2 ml HCl pekat dan 1 ml larutan hidroksil amin dan beberapa


batu didih. Dan dididihkan sampai volume menjadi 20 ml.

c. Setelah didinginkan, cairan tersebut di pindahkan secara kuantitatif ke dalam


labu ukur 50 ml. , tambah 10 ml larutan buffer ammonium asetat dan 4 ml

Laboratorium Lingkungan TL3103 11-2


Besi

larutan phenanthroline , kemudian diencerkan dengan aquadest sampai tanda


batas.

d. Kocok dan dibiarkan selama 15 menit , kemudian diukur intensitas warna


merah yang terjadi dengan specktofotometer pada panjang gelombang 560
nm.

e. Untuk pembuatan kurva kalibrasi , dibuat sederatan larutan standar besi


dengan konsentrasi 0.01 - 0.20 mg/L. Kemudian dikerjakan sama seperti
pengerjaan untuk contoh air.

Dibuat kurva kalibrasi antara konsentrasi dengan absorbansi, dan tentukan


slope kemiringannya. S = (mg/l ) / ( absorbansi) .

11.3.4. Perhitungan .

Konsentrasi besi ( mg/l) = Absorbansi contoh x Slope .

Daftar Pustaka

1. Sawyer Clair N, Mc Carty Perry L. and Parkin Gene F, Chemistry for


Environmental Engineering and Science , Fifth Edition , Mc Graw Hill, Boston,
2003 .

2. AWWA, Standard Methods For The Examination of Water and WasteWater


, 20 th Edition , 1998.

3. UNEP, Water Quality Monitoring , E & FN Spon an Imprint of Chapman


&Hall, UK, 1996

Laboratorium Lingkungan TL3103 11-3