Anda di halaman 1dari 3

Nama : Kharin Furaida Dwi Hafsari

NIM : 160342606293
Hari, tanggal : Senin, 5 Februari 2018 & Rabu, 8 Februari 2018

A. ISI MATERI
Nama takson yang berada diatas peringkat family merupakan kata benda dalam
bentuk jamak dan penulisannya ditulis dengan awalan menggunakan huruf
kapital.
Nama takson yang berada diatas famili adalah devisi, class dan ordo. Ada
beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Tumbuhan divisinya haru berakhiran –phyta
b. Alga divisinya harus berakhiran –phycota
c. Fungi divisinya harus berakhiran –mycota
Jika ada nama yang tidak sesuai, maka nama divisi tersebut tidak dapat diterima.
Ada dua jenis sistem penamaan yaitu nama yang ada atu ditandai secara otomatis
dan nama deskriptif.
a. Nama yang ditandai secara otomatis merupakan nama yang didasarkan
pada nama tingkatan takson familia.
Nama otomatis berarti genus yang didasarkan dari family, famili yang
didasarkan oleh ordo, ordo yang didasarkan oleh class dan class yang
didasarkan oleh divisi..
b. Deskriptif merupakan ciri yang dipakai pada takson misalnya Anthophyta
(antho = bunga dan phyta=tumbuhan) berati tumbuhan yang berbunga.
Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam penulisan nama kelas diantaranya:
a. Jika pada Alga penulisan nama kelas berakhiran -felceae dan subkelasnya
–phycideae
b. Jika pada jamur penulisan nama kelas berakhiran –mycetes dan
subkelasnya berakhiran –mycetideae
c. Jika pada tanaman penulisan nama berakhiran –opsida dan subkelasnya
Nama suku atau famili merupakan kata sifat berbentuk jamak dan sebagai kata
benda. Ketika nama generik yang berlawanan atau bertentangan dengan aturan
ICN akan emnjadi tidak sah namun akan menjadi dasar yang tetap dilestarikan.
Nama genus merupakan kata benda yang tunggal dalam bahasa latin
dengan awalan penulisan nama diawali dengan huruf kapital.
Penamaan pada genus tidak bleh lebih dari dua kata, kalaupun terdiri dari
dua kata maka harus ditambahkan tanda penghubung.
Penamaan genus tidak boleh terlalu panjang dan tidak boleh menggunakan
nama yang sama dengan yang lainnya atau menggunakan nama yang pernah
digunakan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika penamaan genus adalah:
a. Menggunkan bahasa latin
b. Hindari nama yang tidak dapat disesuaikan dengan nama latin
c. Tidak menggunakan nama dari beberapa bahasa
d. Tidak menggunkana nama yang panjang dan sulit dimengerti
e. Jika memungkinkan, gunakan akhiran persamaan yang mendekati genus
f. Hindari penggunaan kata sifat
g. Tidak menggunakan kata yang mirip dengan spesies genus
h. Tidak memakai penamaan orang yang tidak ada hubungannya dengan
botani dan yang lainnya
i. Penamaan tidak melihat dari tanaman vegetative atau generatif
j. Nama genus tidak mengkombinasikan dua genus yang berbeda karena
nama yang mirip akan menimbulkan ambiguitas
Nama dari takson intraspesifik merupakan gabungan dari nama sebuah spesies
dan penunjuk infraspesific. Istilah penghubung digunakan untuk menunjukkan
urutannya.
Untuk sistem penamaan, sebuah spesies atau taksonomi dibawah spesies
dianggap sebagai taksa dibawahnya
Makin tinggi tingkatan pada takson maka kesamaannya semakin kecil. Takson
berarti unit. Setiap individu sekurang-kurangnya memiliki enam tigkatan nama
dan jika dikehendaki maka bisa saja ditambahkan.
B. Pertanyaan
1. Apakah nama yang ditandai secara otomatis bisa masuk dalam tipe
nama deskriptif?
2. Bagaimana jika nama dari genus diambil dari jenis spesies yang sama
tapi memakai nama yang berbeda? Apakah hal tersebut menimbulkan
ambiguitas?
3. Bagaimana sistem penamaannya jika tingkatan pada takson semakin
rendah?

C. Solusi
Untuk memenuhi kesulitan dan pertanyaan mengenai materi
International of Code Nomenclatur (ICN) bisa dilakukan dengan cara :
1. Mencari informasi dan sumber terpercaya seperti buku, jurnal
nasional dan internasional, dan artikel terkait
2. Mencari jawaban atas pertanyaan di internet
3. Bertanya pada teman
D. Refleksi
Telah dijelaskan bahwa pada sistem tatanama ICN merupakan dasar
yang sudah jelas sebagai dasar penamaan berbagai tingkatan takson sehingga
perlu dilakukan pembelajaran dan pengkajian yang mendalam untuk
memahami aturan-aturan yang berlaku dalam sistem tatanama pada ICN.