Anda di halaman 1dari 14

31/12/2015

Menu Utama
Pendahuluan
Persamaan Maxwell
Persamaan Gelombang Elektromagnetik
Transversalitas Gelombang Elektromagnetik
Vektor Poynting dan Kekekalan Energi
Gelombang Elektromagnetik dalam Medium
Gelombang dalam Medium Konduktif
Elektron bebas dalam Konduktor dan Plasma
Pemantulan dan Pembiasan Gelombang
Elektromagnetik
Hukum Snellius
Dosen Mata Kuliah Persamaan Fresnel

Andhy Setiawan, M.Si Pandu Gelombang


Pandu Gelombang dengan Penampang Segi Empat
Pandu Gelombang Jalur Transmisi Koaksial

A. PENDAHULUAN
B. PERSAMAAN MAXWELL
Energi dan Momentum gelombang elektromagnetik dibawa
oleh medan listrik E dan medan magnet B yang menjalar
melalui vakum. Persamaan Maxwell dirumuskan dalam besaran medan
listrik E dan medan magnet B. Seluruh persamaan
Sumber gelombangnya berupa muatan-muatan listrik yang Maxwell terdiri dari 4 persamaan medan, yang masing-
berosilasi dalam atom, molekul, atau mungkin juga dalam masing dapat dipandang sebagai hubungan antara medan
suatu antene pemancar radio.
dan distribusi sumber, baik sumber muatan ataupun
sumber arus.
Untuk medan listrik E dan medan magnet B yang berubah
dengan waktu, keberadaan E selalu disertai B, dan
sebaliknya. Keterkaitan antara E dan B dituangkan dalam
persamaan Maxwell yang mendasari teori medan magnetik.

Persamaan Maxwell pertama merupakan ungkapan dari


Persamaan-persamaan Maxwell hukum Gauss, yang menyatakan bahwa:
“ Jumlah garis gaya medan listrik yang menembus suatu
Medium Vakum permukaan tertutup, sebanding dengan jumlah muatan yang

dilingkupi permukaan tersebut.”
1. . D   b .E  0
Secara matematis Hukum Gauss dituliskan dengan:
2. .B  0 .B  0 .  q
B B  E . n dA   
3. xE   xE  
o

t t .  1
 E . n dA   o  dq
4. E
xB   o 0 .  1
t  E  n dA    dV
o
Click angka untuk mengetahui penurunan rumus masing-masing
persamaan di atas

1
31/12/2015

 E . n dA       b dV
.  1
o
f
Untuk ruang vakum, karena tidak ada sumber maka
  0 sehingga:
 
.  1 
 E n dA   o     P  b dV  
.    E  b
Dari teorema divergensi 0
 E n dA     EdV
 
 1  
   EdV   o     P  b dV E  0
   

     E  o     P dv   b dV
Persamaan Maxwell (1) untuk ruang vakum,
   tanpa sumber muatan
 o E P   E  D

  D  b Persamaan Maxwell (1) dalam Medium

Persamaan Maxwell kedua merupakan Hukum Gauss Persamaan Maxwell ketiga merupakan ungkapan Hukum
magnetik, yang menyatakan “fluks medan magnetik yang Faraday-Lenz, yang menyatakan bahwa “pengaruh medan
menembus suatu permukaan tertutup sama dengan nol, magnet yang berubah dengan waktu.”
tidak ada sumber medan berupa muatan magnetik.” Atau Secara matematis dituliskan:
dengan kata lain,” garis gaya medan magnet selalu 
 

  dengan    B. n dA
tertutup, tidak ada muatan magnet monopole.” t

Melalui teorema Gauss, persamaan Maxwell kedua dapat karena    E.dl maka
dituliskan dalam bentuk integral:    
 
B   B . n dA  0
 E.dl   t  B. n dA
     
Dari teorema divergensi Dari teorema Stokes  E .dl   x E . n dA
 B . n dA   . BdV maka

    
 . BdV  0  x E . n dA   t  B . n dA
 
. B  0 Persamaan Maxwell (2) dalam medium dan vakum  B Persamaan Maxwell (3) dalam medium
x E  
t Dan vakum.

Persamaan Maxwell keempat merupakan Hukum Ampere: Untuk persamaan Maxwell (4) dalam vakum, yaitu:
 
 
B  
 B .dl  I dengan

 H ; I   J . ndA  B.dl   I 0

 H.dl  I      


dan J  J b  J f Dari teorema Stokes  B.dl   x B. n dA maka
       
 H .dl    J b  J f  n .dA  x B. n dA    J . n dA
0

   

 x B   0 J


   E  

  xH  n .dA   J   n .dA



x B   0  0
E
b
t  t Persamaan Maxwell (4) dalam Vakum,
  Tanpa sumber muatan

 
 E
xH  J b  
t

 D Persamaan Maxwell (4) dalam medium
xH  J b 
t

2
31/12/2015

B.1. PERSAMAAN GELOMBANG Maka:


ELEKTROMAGNETIK     

 . E    2 E      B 
  t  
MEDAN LISTRIK 

Dengan . E  0 dan   B   0  0  E sehingga


 
Dari persamaan Maxwell (3):
  t
 B
 2 E
 E     2 E   0 0 2
t t
Ruas kanan dan ruas kiri dideferensialkan dengan 

2 E  2 E

operasi rotasi, maka:  2 E   0 0  2 E   0 0 0


t 2 t 2
 
  
 
    E      B  1 2 E
  t   2 E 0
c 2 t 2
Dari vektor identitas 1
dengan c 
 
     0 0
     E    . E    2 E
   

Sehingga persamaan gelombang medan listrik MEDAN MAGNET


dalam bentuk diferensial: Dari persamaan Maxwell (4):
 2 2 2 1 2   E
 2  2  2  2 2  Ex  0 xB   o 0
 x y z c t  t
 2 2 2 1 2   Dengan operasi rotasi:
 2  2  2  2 2  Ey  0 
 x y z c t   
  (  E )
     B    0 0
 2 2 2 1 2     t
 2  2  2  2 2  Ez  0

 x y z c t        E )
 . B    2 B   0  0
  t
Solusi paling sederhana:
Karena vektor identitas      B    . B    2 B
  
 
E  z , t   E 0 cos kz   t     
Dan persamaan Maxwell (2) serta (3):


. B  0 dan   E    B

t

sehingga
  2 2 2 1 2  
 2 B  2  2  2  2 2  Bz  0
 B   0 0 2
2
 x y z c t 
t
  
 1 2 B Solusinya: B z , t   B 0 coskz  t 
2 B 
c 2 t 2 Solusi persamaan gelombang elektromagnet untuk

1 2 B
 medan Listrik dan medan magnet merupakan contoh
 B 2
2
0 eksplisit dari gelombang datar (Plan Wave)
c t 2
Maka persamaan gelombang medan magnet dalam Bentuk umum: f (kz  t )
bentuk diferensial: Kecepatan: v  
k
 2 2 2 1 2   Bentuk muka gelombangnya
 2  2  2  2 2  Bx  0
 x y z c t  tegak lurus vektor satuan k,
 2 maka:
2 2 1 2  
 2  2  2  2 2  By  0
 

 x y z c t  k . z  kons tan

3
31/12/2015

Sifat-sifat gelombang datar:


B.2. TRANSVERSALITAS GELOMBANG
1. Mempunyai arah jalar tertentu (dalam persamaan, ELEKTROMAGNETIK
arah z). MEDAN LISTRIK
2. Tidak mempunyai komponen pada arah rambat.
3. Tidak ada komponen E dan B yang bergantung pada Untuk membuktikan sifat dari gelomabng datar yaitu
koordinat transversal (pada contoh, koordinat transversalitas,dari persamaan Maxwell (1) dan (4):

transversalnya x dan y). . E  0
  
 E x ( z, t )  E y ( z, t )  E z ( z, t )
  0
Sehingga solusi persamaan gelombangnya menjadi: x y z

     
 E z ( z, t )
E  i Ex ( z, t )  j E y ( z, t ) E  j E y ( x, t )  k E z ( x, t )  0 Ez tidak bergantung pada z (sisi spatial)
     
z 
B  i Bx ( z, t )  j By ( z, t ) B  j B y ( x , t )  k Bz ( x , t )  E
  B   0 0
t
   
 B y  Bz Ez  E z ( z, t )
   0 0  0 Sisi temporal
x y t t

Yang berarti Ez tidak bergantung pada t Dan dari persamaan Maxwell (3):

Jadi Ez (z,t) = konstan =0, yang berarti arah getar  B
dari gelombang medan listrik tegak lurus pada arah x E  
t
rambatnya, karena medan listrik E hanya mempunyai   
 Ey  E x  B z ( z, t )
komponen-komponen pada arah yang tegak lurus  
pada arah rambat. x y t

 B z ( z, t )
MEDAN MAGNET  0 Sisi temporal, yang berarti Bz
t tidak bergantung pada t.
Dari persamaan Maxwell (2):

. B  0 Yang berarti arah getar gelombang medan magnet tegak
   lurus terhadap arah rambatnya.
 B x ( z, t )  B y ( z, t )  B z ( z, t )
  0 Dengan demikian maka gelombang
x y z

Elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
 B z ( z, t )
 0 Sisi spatial, yang berarti Bz tidak bergantung
z pada z.

Hubungan E dan B, misal menjalar dalam arah z: Hubungan vektor propogasi k, medan listrik E,
   dan medan magnet B ditunjukkan dengan gambar:
E  i Ex  j E y
  
E  i E0 x cos(kz  t )  j E0 y cos(kz  t )
  
B  i Bx  j B y
  
B  i B0 x cos(kz  t )  j B0 y cos(kz  t )

 B
x E  
t 
 
  

k sin( kz  t )  i Eoy  jEox    sin( kz  t )  i Box  jB0 y 
   
 
  

k  i Eoy  jEox     i Box  jB0 y 
   

 
  
 k  E   B E B E  cB
  k
EB

4
31/12/2015

B.3. VEKTOR POYNTING DAN KEKEKALAN Sehingga


ENERGI du 1  


 1  
B     E  


E    B 
dt 0   0  
Energi medan elektromagnetik merupakan jumlah dari
Energi Medan listrik dan energi medan magnet. du 1   
   

   B    E   E     B  
u  uB  uE dt 0     
1 1 Dari vektor identitas
u B2  0E 2
 
    
  

2 0 2   E  B  B    E   E    B  maka
Laju perubahan rapat energi atau perubahan rapat energi    
 
du 1   du 
terhadap waktu:    EB    S  0 Hukum Kekekalan Energi
  dt 0 dt
du 1   B  E
 
  
 B   0 E dengan S  1 E  B disebut vektor poynting
dt 0 t t 0
mengungkapkan besarnya energi persatuan
Dari persamaan Maxwell (3) dan (4), maka: waktu per satuan luas yang dibawa oleh
  medan elektromagnetik
 B  E
x E   dan   B   0  0
t t

C. GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK C. 1 GEM DALAM MEDIUM KONDUKTIF


DALAM MEDIUM Dalam medium konduktif yang bebas sumber, dan dari
hubungan B = μ H dan D = ε E, persamaan
Persamaan-persamaan Maxwell Maxwell 4 dapat ditulis:

.D   b
.B  0 D
  H  Jb 
B t
 E  
t E
  B  J  
D t
  H  Jb 
t   E B
(  B )  ( J   ), dengan   E  
t t t t
J 2E
   (  E )     2 ,
t t

  (  E )   (.E )   2 E dan J  E 2E E


E(z, t) = E0 e-i (κz - ωt )  2 E     0
maka t 2 t
E 2E Sehingga :
 ((.E )   2 E )     2
t t

 
2

E 2E 2 E  E0 e i (z t )  i 2 2 E0 e i (z t )   2 E


0   E  
2
  2 z 2
t t
E
2  E
2
 E   2  
E
0
 i  E 0 e  i ( z   t )  i  E
t t t
Dengan solusi : E(z, t) = E0 cos (κz - ωt) 2E
 i 2 2 E 0 e  i ( z   t )    2 E
Atau dalam bentuk kompleks :
t 2
-κ2E + μεω2E – μσiωE = 0
E(z, t) = E0 e-i (κz - ωt )
κ2E - μεω2E + μσiωE = 0
κ2= μεω2 – iμσω

5
31/12/2015

Misal : κ = a + ib

κ2 = (a + ib)2 = a2 – b2 + 2abi 4(a2)2 – 4μεω2a2 – (μσω)2 = 0

Dari pers κ2= μεω2 – iμσω, maka : Dengan menggunakan rumus akar kuadrat, diperoleh :
a2 – b2 = μεω2 dan 2ab = - μσω 4  2
 (  4  2 ) 2  4 ( 4 )(  ) 2
( a1, 2 ) 2 
8

 2 b  2 1
a 2  ( )   2 2a ( a1, 2 ) 2 
2

2
(  2 ) 2  (  ) 2
2a
1 1
 2 ( a 1 , 2 )  (  ) 
2 2
  2  2   2
a2  ( )   2 kalikan dengan 4a2 2 2
2a 1 1  2
( a 1 , 2 ) 2  (  2 )   2  1  ( )
2 2 
4(a2)2 – 4μεω2a2 – (μσω)2 = 0

 2 
a2 – b2 = μεω2    
1 1
( a1, 2 ) 2  (  2 )   2  1  (
2
) 1
2 2  a2  (  2 ) 1  1   
 b2 = a2 - μεω2 2     
   
2
1
(a1, 2 ) 2  (  2 ) 1  1    
         
2

2
1
b2   2 1  1     
2

2     
 
Karena a bilangan riil, maka a2 harus positif 1 1 

2
sehingga dipilih:  
b 2   2   1    1
2 2
    

1    
2  1 1   
2

a2  (  2 ) 1  1     b 2   2   1  
2       2 2
    

 2    
2

b2   1  1    
2 
    

Besarnya bilangan gelombang Untuk medium yang berkonduktivitas tinggi, σ >>


maka
  *  (a  ib)(a ib)
2

1     
2

  a2  b2
2 a2   2
1  1  
2 
    
1    1   
  2 1 1 ( )2   2 1 1 ( )2 
2
   
2
  2   1  
1
2   a2    
2

2 
    

  2 1 ( )2
2

 1   
a2   2  
κ merupakan fungsi dari ω. Dan karena k berkaitan 2   
dengan cepat rambat, maka pada medium konduktif, 
a 
cepat rambat gelombang bergantung pada frekuensi. 2
Medium tersebut seperti medium dispersif.

6
31/12/2015

Sehingga : Jadi
 (1i)
b    aib
2a 

b   merupakan bilangan gelombang untuk medium
 dengan konduktivitas tinggi, pada frekuensi rendah
2
2 maka solusinya :

b  
2
E ( z , t )  E0 e  i ( a ib ) z t 
 1i 
i  ( ) z t 
 
2 1 E ( z , t )  E0 e 

Jika   maka a  b 
  z z
i ( t )
E ( z , t )  E0 e  e 
Dengan besaran δ disebut tebal kulit (skin depth)

Untuk medium yang konduktivitasnya rendah


 2
jika x  ( ) maka :
(konduktor buruk),  jauh lebih kecil dari ωε. Maka 
Skin depthnya :
1
1 111
(1 x)2 1 x  . ( 1)x2 ..........
 
2
 2 2 2! 2 2
a2  1  1  ( ) 
2    1
  22 12 1 1 4
Diuraikan dengan deret Maclaurin 1()  12() 4(2)() ......
 
1
2 3   22 12
1()  12() ........
x x
(1x)n 1nx(n1) n(n1)(n2)   
2! 3!

Jadi,  2
 1  2
a2  1  1  2 (  )   ....... Dari solusi persamaan gelombang pada medium
2   konduktif yaitu :
 2  1  2
a2  2  ( )  ....... 
z z
 i ( t )
2  2  
E ( z, t )  E0e  e 
 2
a2 
4 yang dapat ditafsirkan setelah menempuh jarak
 2 sebesar δ, maka amplitudo gelombang berkurang
a
4 menjadi 1 dari amplitudo semula.
  e  1  i (1 t )
a
2 
E ( z , t )  E0e e
Jika z = δ maka
E 0 i (1t )
ab
 
dengan 
2  E ( z, t )  e
2    e
1
a  b  yang disebut skin depth

7
31/12/2015


Medan Magnet : B  E E ( z , t )  E0 e  i ( a ib ) z t 
 Kecepatan fase:
a  ib
B( z, t )  Eo e i ( a  ib ) z t 
  2   2
a2  1  1  ( ) 
b 1 2   
dengan r  a  b , dan   tan  
 i
Karena a  ib  re
2 2

a k2   2
a2  1  1  ( ) 
2   
maka
a2  b2 1

B( z, t )  Eo e i ( a ib ) z t   a
k   2 2
 1  1  ( ) 
2  

Jadi medan listrik (E) dan medan magnet (B) dengan kv = ω, dan karena a > k , maka kecepatan fase
tidak lagi mempunyai fase yang sama pada medium konduktif < v di udara/non konduktif

Besarnya vektor poynting untuk medium (a  ib) 2  2i ( a ib ) z t 


konduktif, yaitu : S E0 e

1   
S ( E  B) dengan B  E  a2  b2  2 2i (aib) z t 2 
  S   E0 e  

  
1   1
S E( E) Untuk medium konduktif a  b 
    
maka  a2  b2  2 2 z 2i  z t 2 
1
S  E 2
S   E0 e  e  

  

1
S ( a  ib ) E0 e  2 i (z t )
2 z
2
 Faktor e 

merupakan faktor redaman dalam perambatan energi.

C. 2 ELEKTRON BEBAS DI DALAM KONDUKTOR Gerakan elektron :


DAN PLASMA dv
m  qe E dengan v = kecepatan elektron
Elektron bebas di dalam konduktor tidak terikat dt
pada atom dan molekul sehingga dapat digunakan Ruas kiri dan ruas kanan dikalikan dengan Nqe
persamaan Maxwell 3, yaitu :
B  (vqe N )
 E   m  N (qe ) 2 E dan J = vqeN, maka :
t t
J
2 E J m  N ( q e ) 2 E ........( 2 )
 2 E  0 0  0 t
t 2 t
- Substitusi persamaan (2) ke persamaan (1)
2 E J
 E  00 2  0  0 2E
2 2
(1) 2E  00
(Nq )
 0 e E  0
t t t 2 m

8
31/12/2015

Sehingga :  k 2 E   0  0 ( 2 E )   0
N (qe ) 2
E 0
-
E
2
N (qe ) 2 m
2 E  0 0  0 E 0
t 2 m -
N ( qe ) 2
dan  i ( kz   t ) k 2   0 0 2   0
E ( z , t )  E 0e m
k2 N (qe ) 2
 2 E  i 2 k 2 E0e  i ( kz t )   k 2 E  1
0 0 2
 0 m 2
E
 i  E 0 e  i ( kz   t )  i  E 1 k2 N ( qe ) 2
t  1 dengan N ( qe ) 2
 p
2
 0 0  2
 0 m 2 m
maka, 1
c2  k2 1
karena dan  2
 E 2 2 i(kzt )
2 0 0 2 v
 i  E0e  2E
t 2 c 2   p 
2

maka  1 2
v 2   

c
Berdasarkan definisi indeks bias : n Bila ω<ωp maka nilai indeks bias n
v
berupa bilangan imajiner yang berarti
gelombang di dalam plasma tsb akan
 p2  teredam.
n 2  1  2 
  

Bila ω ≥ ωp, maka nilai indeks bias n
berupa bilangan nyata (real) sehingga
p
2
gelombang akan diteruskan.
n  1 Indeks Bias Plasma
 2

D. PEMANTULAN DAN PEMBIASAN


GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Dari gambar tersebut diperoleh persamaan
untuk gelombang medan magnet
B1 ( r , t )  B01 cos( k1  r  t )  B01ei ( k1  r t )
D.1 HUKUM SNELLIUS Persamaan 1
B2 (r , t )  B02 cos( k 2  r  t )  B02ei ( k 2  r t )
Tinjau untuk kasus Transverse Electric (TE)
B3 (r , t )  B03 cos( k3  r  t )  B03ei ( k 3  r t )
B1 B2 k2
E1x
k1
x
E2 dengan
Med1  1 2
μ1ε1
k1 = k1 [ i sin (α1) – j cos (α1)]
Med2
3 μ2ε2
k2 = k2 [ i sin (α2) + j cos (α2)] Persamaan 2
B3
E3x k3 = k3 [ i sin (α3) – j cos (α3)]
k3

9
31/12/2015

Substitusi persamaan 1 ke persamaan 2: Persamaan


B01 cos1.ei ( k1 x sin 1 )  B02 cos 2 .ei ( k 2 x sin  2 )  B03 cos3.ei ( k3 x sin  3 )
B1 ( r , t )  B 01 e i [ k 1 ( x sin  1 )  ( y cos  1 )   t ] dapat dipandang sebagai Aeax + Bebx = Cecx
B 2 ( r , t )  B 02 e i [ k 2 ( x sin  2 )  ( y cos  2 )t ] Persamaan 3 dengan menggunakan deret eksponensial:

 a2 x2   b2 x2   c2 x2 
B 3 ( r , t )  B 03 e i [ k 3 ( x sin  3 )  ( y cos  3 )   t ] A1  ax   .....  B 1  bx   .....  C 1  cx   .....
 2!   2!   2! 
Syarat batas di y = 0 ; maka
dengan mengabaikan suku ke tiga, diperoleh :
B1x – B2x = B3x
A + B =C
B1 cos α1 – B2 cos α2 = B3 cos α3 Aax + Bbx = Ccx
Dan persamaan 3 menjadi : Aax + Bbx = (A + B) cx
B01 cos1.ei ( k1 x sin 1 )  B02 cos 2 .ei ( k 2 x sin  2 )  B03 cos3.ei ( k3 x sin  3 )

Dalam bentuk matriks :  c c


k   n   v 
 ax   cx 
A B    A B  
v v n
 bx   cx 
 n
k    k  n
diperoleh a=b=c c c
maka k1 sin α1 = k2 sin α2
n
maka k1 dan k3 sebanding dengan n1 dan n3
Karena gelombang datang dan gelombang pantul
berada dalam medium yang sama yaitu medium 1 sehingga n1 sin α1 = n2 sin α3
maka : k1 = k2
sehingga α1 = α2
Persamaan Snellius
Dari a = c maka k1 sin α1 = k3 sin α3

D.2. PERSAMAAN FRESNELL Dengan memasukkan batas di y = 0 (berdasarkan gambar)


Setelah memahami tentang hukum Snellius, selanjutnya Untuk medan listrik :
akan ditunjukkan perbandingan Amplitudo gelombang E1x + E2x = E3x
pantul dan gelombang bias terhadap amplitudo gelombang E1  E2  cos   E3 cos  ……… 1
datang yang disebut dengan persamaan Fresnell
Untuk medan magnet :
Kasus Transverse Magnetik (TM) B1 – B2 = B3
E1 k2 Dengan B=E/c di Vakum atau B= E/v di medium
B2
B1 x sehingga
1
E1  E2   1 E3 dan n=c/v maka 1/v ~ n
k1
1  E2 μ1ε1
v1 v2

 μ2ε2 maka n1 (E1-E2) = n2 E3 ……… 2.1


2
E3
B3* n1 E1  E 2  ……… 2.2
E3 
k3 n2

10
31/12/2015

Persamaan 2.2 disubstitusikan kedalam Dari persamaan 2.1 kita peroleh persamaan
persamaan 1,maka akan diperoleh : n1 (E1-E2) = n2 E3
n1 E1  n2 E3 …… 4
E1  E2  cos   n1 E1  E2  cos  E2 
n2 n1
  n 
E2  cos   1 cos   E1  1 cos   cos 
n Persamaan 4 disubstitusikan ke persamaan 1, maka :
 n2   n2   n E  n2 E3 
 E1  1 1  cos   E3 cos 
Maka diperoleh koefisien refleksi yaitu  n1 
perbandingan antara medan pantul terhadap medan n
2 E1 cos   2 E3 cos   E3 cos  dikali n1
datang (E2/E1). n1
maka 2n1 E1 cos   n2 E3 cos   n1 E3 cos 
cos   cos 
n1
2n1 E1 cos   E3 n1 cos   n2 cos 
r TM 
E2 n2
 dikali n2
E1 n1 cos   cos 
n2 Dari persamaan diatas dapat dicari koefisien transmisi,
Yaitu perbandingan antara E3/E1
E2 n1 cos   n2 cos  2n1 cos 
maka r TM   ……… 3
E
tTM  3 
E1 n1 cos   n2 cos  E1 n1 cos   n2 cos 

Kasus Transver Elektrik (TE) Untuk medan listrik


B2 E1 + E2 = E3
k2
E  ; EB ; v ; n c
1 x Dari hubungan B  E
k1 E  ;   v
1 B1  μ1ε1
2
maka E1 + E2 = E3
 μ2ε2
2
v1 (B1 + B2) = v2 B3 v ~ 1/n
E
3
B3 k3
1
B1  B2   1 B3 ....... 2.1
n1 n2
Berdasarkan gambar diatas apabila digunakan syarat
batas di y=0 Maka akan diperoleh hubungan : B3 
n2
B1  B2  ....... 2.2
n1
Untuk meda magnet
B1x-B2x = B3x
B1  B2 cos  B3 cos ……… 1

Persamaan 2.2 disubstitusikan ke pesamaan 1 Dari persamaan 2.1 kita peroleh


Sehingga diperoleh : 1
B1  B2   1 B3
B1  B2 cos  n2 B1  B2 cos n n2
n1
  n 
n1
n
 B2  cos  2 cos   B1  2  cos  cos B2  B3  B1 ....... 3
n2
 n1   n1 
n2
cos  cos  Persamaan 3 disubstitusi ke persamaan 1
B2 n
maka RTE    1    
B1 cos   n2 cos  B1   n1 B3  B1  cos    B3 cos 
 n  
n1   2  
n n1
cos   2 cos  2 B1 cos   B3 cos   B3 cos 
rTE 
B2

n1 n1 cos   n2 cos  n2
rTE 
B1 cos   n2 cos  n1 cos   n2 cos  2n2 cos B1 cos   B3 n1 cos   n2 cos  
n1
B3 2n2 cos 
tTE  
B1 n1 cos   n2 cos 

11
31/12/2015

Apabila sudut bias 900 maka,


Dari hukum Snellius diperoleh hubungan
n1 sin 1  n2 sin  3 Apabila     90o
n1 sin 1  n2 sin 90o
dari hukum Snellius diperoleh hubungan:
n2 maka n > n
sin 1 
1 2 sudut kritis
n1 n1 sin   n2 sin 
Sudut datang yang menghasilkan sudut bias 900 n1 sin   n2 sin(90o   )
Bila sudut datang lebih besar dari sudut kritis, n2
maka terjadi pemantulan total. sin   cos 
n1
tan   
n2
Sudut Brewster
n1

Sudut datang yang menghasilkan     90


o

Diasumsikan bahwa pandu gelombang benar-benar


E. PANDU GELOMBANG
konduktor sempurna, Sehingga bahan material
Selubung konduktor kosong yangujung-ujungnya tersebut berlaku E = 0 Dan B = 0
dibatasi oleh permukaan disebut rongga (cavity).
Sedangkan bila ujung-ujungnya tidak dibatasi Misalkan gelombang elektromagnetik merambat dengan
oleh permukaan disebut dengan pandu gelombang Bentuk fungsi sebagai berikut :
E x, y, z, t   Eo  y, z ei kx t 
……… 1
Bx, y, z, t   Bo  y, z ei kx t 

Persamaan ini disubstitusikan ke dalam persamaan Maxwell 3


dan 4 ,Maka akan diperoleh :
E z E y E x
  iBx ……… 2.1  ikE y  iBz ……… 2.3
z z y

E x
 ikEz  iBy ……… 2.2 Bz By i ……… 2.4
z    2 Ex
y z c

Bx i Dari persamaan 3 tampak bahwa bila komponen


 ikBz   2 E y ……… 2.5 Longitudinal Ex dan Bx diketahui, maka komponen
z c
lainnya dapat diketahui.
Bx i ……… 2.6
 ikBy  2 Ez Dengan mensubstitusikan persamaan 3 ke dalam
y c Persamaan Maxwell, kita akan peroleh persamaan
Dari persamaan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 2.5, 2.6, akan menghasilkan Differensial dari komponen longitudinal sebagai
Solusi Untuk Ey, Ez, By, dan Bz sebagai berikut Berikut :
 Ex B   2 
  x ……… 3.1 2   
i 2
Ey 
 / c  k
2 2
 k
 y z   2  2     k  Ex  0 ……… 4.1
2

 y z  c  
i  Ex Bx  ……… 3.2
Ez 
 / c   k
2 2  k z   y   2 2   
2

 
 2  2     k  Bx  0 ……… 4.2
2

i  Bx  Ex  ……… 3.3  y z  c  


By 
 / c   k
2 2  k y  c 2 z 
 
Dengan menggunakan syarat batas pada permukaan
i  Bx  E x  ……… 3.4 konduktor sempurna, yaitu :
Bz  k  
 2

 / c  k  z c 2 y 
2

……… 5
nˆ  B  0 nˆ  B  0

12
31/12/2015

Dengan n̂ adalah vektor satuan normal pada Dan bila Bx = 0, maka menurut hukum Faraday
konduktor, maka akan kita peroleh Berlaku hubungan
Ex = 0 Di permukaan ……… 6.1 E x E y ……… 8
 0
y z
Bx Di permukaan ……… 6.2 Karena E = 0 di permukaan logam, maka potensial listrik
0
n V = konstan pada permukaan logam. Menurut hukum Gauss
Bila Ex = 0, disebut gelombang TE (Transverse elektrik Atau persamaan Laplace untuk V, berlaku pula V = konstan
Bila Bx = 0, disebut gelombangTM (Transverse MAgnetik), Didalam rongga. Ini berarti E = 0 didalam rongga. Dari
Dan Ex = 0 dan Bx = 0, disebut gelombang TEM (Transverse Persamaan
Electric Magnetik) B
   E
Pada pandu gelombang yang terselubung, kasus TEM tidak t
pernah terjadi hal ini dapat ditunjukkan sebagai berikut : Berarti B tidak bergantung waktu, dengan demikian tidak
Bila Ex = 0, maka menurut hukum gauss haruslah berlaku hukum ada gelombang didalam rongga
E y E z ……… 7
 0
y z

E.1 PANDU GELOMBANG DENGAN Dan syarat batas nˆ  B  0 dan nˆ  B  0


PENAMPANG SEGI EMPAT Maka dengan pemisalan : Bx (y,z) = Y (y) Z(z)
Substitusikan ke persamaan 1, maka :
 2 2   
2

 2  2     k Y ( y ) Z ( z )  0
2

 y z  c  
2Z     
 2Y
dibagi YZ
2

Z  Y 2      k 2 YZ  0
y 2 z  c  
 

1  2Y 1  2 Z    
2

    k   0
2
……… 2
Y  y 2 Z z 2  k  
 
dengan 1  Y2  k 2 y
2 2

Persamaan differensial dari komponen longitudinal Sehingga  k 2Y  k Z     k 2  0 ………3


c Y y
 2
  
2  2
……… 1
Solusi dari persamaan 3 : 1 Z 2
……… 4
 2  2     k  Bx  0
2
 k 2 z
Y  A sin k y y   B cos k y y 
Z z 2
 y z  c  

Syarat batas
dY
0 di y = 0 dan di y = a maka untuk
dy
Y  A sin k Y   B cosk Y  Z  A sin k z Z   B cosk z Z 
 k y A cosk y y   k y yB sin k y y 
dY
0 = ky A, maka A = 0
y y

 m   nz 
dy  0  B cos y  0  B cos 
 a   b 
0  k y B sin k y a  maka, k y a  m dengan m = 0, 1, 2,….  my   nz 
 B cos 
 B cos   b 
m  a 
atau ky  Sehingga  my 
Bx  y, z   B cos
 nz 
  B cos 
a  a   b 
1 Z
Untuk mendapat bilangan gelombang k, maka dari
2

Untuk solusi  k 2 z yaitu Z  A sink z Z   B cosk z Z 


Z z 2
persamaan yang sudah didapat
Syarat batas dZ
0 di z = 0, z = b m dan k  n
 k 2Y  k Z     k 2  0 dengan k y 
 
2

dz z
b
c a
maka dZ
 k z A cosk z Z   k z B sin k z Z  untuk
dZ
 k z A cosk z Z 
maka  m   n    
2 2 2
dz dz
      k  0
2

0  kz A  a   b  c
cosk z Z   0 1
Untuk dz  k z B sin k z Z 
dZ
k z B  0 dan kzz = 0 k 2  
2
    m   n 
2 2 2 mm
k2         c
k z z  n c  a   b 
Sin kzz = 0 maka dengan n = 0, 1, 2, …. m n
2 2

k zb  n     m   n 
2 2 2

z=b k       
mm  c     
c  a   b   a  b
n
kz 
b

13
31/12/2015

Untuk mengetahui kecepaatan grup maka dapat E.2 PANDU GELOMBANG JALUR
diperoleh dari persamaan
d 1 TRANSMISI KOAKSIAL
vg  vg 
dk d / dk

Dari persamaan : k
1
2  
2
mm
c
dk d 1 
  2   2 mm 
d d  c 
Gambar diatas memperlihatkan pandu gelombang berupa
 
1
dk 1 d
  2   2 mm 2 jalur trandmisi koaksial (coaxial) transmition line),
d c d c  2   2 mm
vg  terdiri dari kawat panjang yang diselimuti konduktor
  
1
dk 11 2 
    2 mm 2  2 silinder. Kawat panjang itu terletak pada sumbu silinder
d c2  2  2 mm
 vg   2 Dari persamaan Maxwell 3 dan 4 diperoleh :
 
1
dk 
2 
  2   2 mm 2
d c
 
2
Bx i Bx i
dk  vg  1   mm   ikB y  2 E z  ikBz   2 E y
   y c z c
d c  2   2 mm

Untuk medan listrik : Untuk medan magnet : Untuk persamaan :


E y Ez By Bz E x, y, z, t   Eo  y, z ei kx t 
 0  0
y z y z  E o cos kx   t   iˆE o cos kx   t 
E x E y Bx By Substitusikan 1
 0  0 Eo  Eo rˆ
y z y z r
Maka cBz = Ey dan cBy = -Ez diperoleh E
Eo
coskx  t rˆ
Solusi dengan menggunakan koordinat silinder
r
Eo 1 ˆ Untuk persamaan
1
Eo  Eo rˆ dan Bo  
r c r Bx, y, z, t   Bo  y, z ei kxt 
Diasumsikan dalam pandu gelombang benar-benar
 Bo coskx  t   iˆBo coskx  t 
konduktor sempurna, berlaku E = 0 dan B = 0
yang diambil bagian realnya maka,dengan mensubstitusi
Sehingga fungsi gelombangnya
Bo 
Eo 1 ˆ
 maka E o cos  kx   t  ˆ
E x, y, z, t   Eo  y, z ei kxt  c r
B  
c r
Bx, y, z, t   Bo  y, z ei kxt 

14