Anda di halaman 1dari 5

Nama : Kharin Furaida Dwi Hafsari

NIM : 160342606293
Hari, tanggal : Senin, 29 Januari 2018 & Rabu, 31 Januari 2018

A. ISI MATERI
1. Preambul
Kode etik merupakan metode penamaan kelompok yang stabil karna tidak
dapat berubah.
International Code of Nomenclature (ICN) ini bermanfaat agar peniliti
mampu merujuk pada tanaman yang sama. Kata yang telah dilegalkan menurut
ICN perlu dilindungi dan masih perlu dikaji.
Ada beberapa manfaat dan tujuan mengapa ICN perlu dibuat:
a. Biologi memerlukan sistem tatanama untuk semua negara
b. Tujuan dari pemberian nama kepada kelompok taksonomi bukan untuk
menunjukkan karakter atau sejarah dari nama itu sendiri, namun untuk
menjadi sarana rujukan nama dan menunjukkan tingkatan takson
c. Kode ICN dibuat untuk menyediakan metode takson yang stabil dan
menghindari nama yang ambigu dan tidak berguna
d. Untuk menjadikan ICN sebagai dasar ketetapan tata bahasa dan
keberlakuannya dalam sebuah penamaan takson
Alga, jamur dan objek tumbuhan masih perlu dilakukan pengkajian dalam
penggunaan ICN.
Prinsip-prinsip menjadi sistem yang harus diatur pada kode etik. Sistem
tatanama menggunakan kode etik dengan ketentuan yang lebih detil yang
dijelaskan pada ayat-ayat dan pasal-pasal
Pada penggunaan ICN, tatanama bisa diganti ketika tidak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.maksutya, obejek dibuat untuk menyediakan dimasa
lampau dan yang akan datang, nama yang tidak sesuai maka tidak dapat
dipertahankan. Tidak dapat dipertahankan bukan berarti dihapuskan
melainkan tidak dapat diikuti. Tatanama yang berlawanan tersebut tidak dapat
dipertahankan tetatpi ditolak dan tidak untuk diikuti bukan diganti
Rekomendasi merupakan poin yang ditambahkan pada artikel yang
bertujuan untuk memperjelas artikel dan pasal untuk tatanama yang akan ada
pada masa yang akan datang.
Kode digunakan untuk semua organisme yang sejak lama diperlukan
sebagai tumbuhan termasuk fosil maupun bukan fosil.” Untuk tatanama
prokariotik dan eukariotik bisa dilihat pada tatanama bakteri” yang diatur pada
kode internasional bakteri.
Nama yang ditolak bisa dilihat pada apendix 5-8. Apendix merupakan
bagian atau satu kesatuan dari kode, bukan bagian yang terpisah.
Kode internasional untuk tatanama budidaya berada dalam naungan kode
tatanama budidaya (memiliki kode sendiri dibawah wewenang komite
tatanama-tatanama budidaya.
Mengganti nama harus melalui studi atau kajian yang mendalam
berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Jika ada yang belum diatur
atau tidak ada yang relevan maka menggunakan aturan yang ada dimasa
lampau atau yang sudah ada.
Dengan terbitan yang baru maka kode yang lama tidak digunakan untuk
menghindari keambiguan.
2. Principle
Tatanama algae, fungi dan tumbuhan merupakan independent. Penamaan
algae, fungi, dn tumbuhan berdiri sendiri, tidak bergantung pada zoologi dan
bakteriologi akan tetapi lebih menuju ke penerapan nama keorganismeannya.
Penerapan nama untuk kelompok-kelompok taksonomi yaitu algae, fungi
dan tumbuhan ditentukan oleh tipe tatanamanya. Tatanama dari kelompok
takson berdasarkan prioritas publikasi yang berarti lebih ke prioritasnya.
Setiap kelompok taksonomi dengan sirkum skripsi (batasan),posisi, dan
rank (tingkatan) tertentu hanya memiliki satu nama yang tepat yaitu nama yang
terdahulu dan sesuai dengan aturan jika tidak tepat maka menjadi sinonim.
Nama ilmiah dari kelompok taksonomi menggunakan bahasa latin atau
bahasa lain yang kemudian dilatinkan. Aturan-aturan ini berlaku surut kecualai
memiliki batasan yang khusus.
3. Chapter II Artikel 6 (status definition)
Publikasi setelah 1 januari 2012 melalui media dalam bentuk media
elektronik, pdf, dalam bentuk cetakan yang diberikan secara Cuma-Cuma
dengan standart ISSN dan ISBN. Jika menggunakan elektronik material
sebelum 1 januari 2012 maka dianggap tidak efektif (sebelum 1 januari 2012
dalam bentuk cetakan).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
 Nama kombinasi merupakan nama dibawah genus dan
dibelakangnya tergantung nama kombinasinya.
 Setiap penulisan takson, maka nama takson dicetak beda.
 Autonim (mengulang) merupakan nama utama yang mengulang
nama genusnya dan jika ada nama yang lain.
 Nama dari takson baru (genus novum ditulis gen.nov). jika
publikasi baru belakang diberi tambahan “.nov”
 Nama baru harus sah, jika basionim maka diberi nama terdahulu.
 Nama yang sama diberikan oleh orang yang berbeda namun
tumbuhan tersebut sama disebut homonim
 Nama baru untuk nama yang tidak sah disebut Replace Name
 Barang (tumbuhan) sama namun nama sama (maksutnya nama
yang memberi nama beda) disebut synonim
4. Artikel 7
Penerapan nama-nama takson ditigkat family/suku atau dibawahnya
ditetapkan oleh tipe nomenklaturnya. Nama suku apabila penerapan takson
diatas suku ditetapkan berdasarkan tatanama.
Ada beberapa istilah yang harus diketahu :
a. Lektotipe : spesimen atau ilustrasi yang ditentukan dari
material asli sebagai pengganti tata nama termasuk gambarnya
b. Holotipe : satu spesimen yang oleh aouthir dibentuk tipe
tatanama, tipe tatanama tidak harus lengkap
c. Tipe pengganti : tipe tatanama yang menggantikan holotipe
d. Isotipe : tipe duplikat, disimpan diherbarium-herbarium
didunia
e. Neotipe : tipe baru (jika sudah tidak ada), jika sudah tidak
ada ilustrasi
f. Paratipe : selain yang dikoleksi oleh holotipe, lektotipe
Kombinasi tatanama pada takson ditandai dengan adanya basonim.
Kombinasi baru untuk tingakatan baru oleh basioner (tipe)
Nama pengganti ditandai dengan tipe sinonim yang diganti
meskipun telah diterapkan secara keliru pada takson meskipun telah
diterapkan secara keliru pada takson sekarang dianggap tidak termasuk
dalam tipe.
Tipe tatanama jikatidak ada maka dianggap tidak sah. Tipe
autonim merupakan nama yang langsung didapat yang menunjukkan
dari mana asalnya. Tipe autonim sendiri merupakan nama yang
menunjukkan dari mana asalnya.
Nama takson akan dikatakan sah apabila valid dan efektif dimana
hal ini mengacu pada deskripsi atau diaknosa yang valid.
Nama yang tepat harus sesuai dengan aturan maka dikatakan sah
dengan aturan-aturan dengan pasal dan ayat-ayat yang tertera. Jadi hal
tersebut correct-ligitimate-valid-efective.
Efektifitas nama menunjukkan suatu tipe nama harus disetujui oleh
author.
5. Artikel 8
Preparat bisa dijadikan tipe. Spesimen bisa dipasang lebih dari satu
preparat. Tidak harus berasal dari spesimen yang sama yang penting waktu
yang. Tipe tidak harus dari tipe spesimen yang sama. Kalau fosiltipenya
harus berupa spesimen
6. Artikel 14-15
Pritoritas merupakan nama yang diprioritaskan dan yang
dipublikasikan yang paling awal dan nama yang digunakan untuk tahun
yang lama merupakan nama yang dilestarikan
Basionim untuk jadikan tahun yang terakhir yang merupakan nama
yang dilestarikan untuk kestabilan kode.
Asas prioritas digunakan karena semua tidak memiliki hak untuk
publikasi.
B. Pertanyaan
1. Pada asas prioritas, nama yang diproritaskan yang dipublikasikan.
Apabila ada dua nama yang genusnya sama namun ditahun yang
berbeda, apakah mungkin nama genus yang tahun terbitnya lebih awal
menjadi prioritas? Apakah ada aturan tertentu untuk tahun terbitan
terbaru?
2. Mengapa pada holotipe satu spesimen yang dibuat oleh author tipe
tatanamanya tidak harus lengkap?
3. Mengapa kode tidak digunakan untuk organisme yang baru
dipublikasikan? Mengapa kode hanya digunakan oleh organisme yang
sudah sejak lama?
C. Solusi
Untuk memenuhi kesulitan dan pertanyaan mengenai materi
International of Code Nomenclatur (ICN) bisa dilakukan dengan cara :
1. Mencari informasi dan sumber terpercaya seperti buku, jurnal
nasional dan internasional, artikel dalam bentuk pdf maupun doc
2. Bertanya pada dosen mata kuliah terkait
3. Bertaya pada rekan yang mengetahu mengenai pertanyaan yang
diajukan
D. Refleksi
Dengan model pembelajaran yang telah dilaksanakan selama ini,
materi dapat tersampaikan dengan baik sehingga saya memahami materi
ICN ini dengan baik pula. Meskipun ada beberapa materi yang dimana
saya masih belum memahami sepenuhnya mengenai materi yang sedang
dipresentasikan.