Anda di halaman 1dari 30

TOLAK PELURU

A. Pengertian
Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat
bundar(peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu
dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh jauhnya.

B. Teknik Dasar
1. Teknik memegang peluru
Ada 3 teknik memegang peluru:
a. Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping
peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya.
b. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang.
Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang
peluru.
c. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih
direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru.
d. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil. tidak cocok untuk
anak anak dibawah 9thn.
2. Teknik meletakkan peluru pada bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan
menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke
samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
3. Teknik menolak peluru
Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain. Peluru
dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar. Peluru
dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk, kemudian
kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru
digelindingkan ke depan.
4. Sikap awal akan menolak peluru
Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki
kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan.
Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan
mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam
keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri.
Lengan kiri masih pada sikap semula.
5. Cara menolakkan peluru
Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan
menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis.
Sudut lemparan kurang dari 40o.
6. Sikap akhir setelah menolak peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke
depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang
demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

C. Hal yang harus diperhatikan


Ketentuan diskualifikasi
1. Menyentuh balok batas sebelah atas
2. Menyentuh tanah di luar lingkaran
3. Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
4. Dipangil selama 3 menit belum menolak
5. Peluru di taruh di belakang kepala
6. Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
7. Menginjak garis lingkar lapangan
8. Keluar lewat depan garis lingkar
9. Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
10. Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
11. Menggunakan dopping

Hal yang disarankan


1. Bawalah tungkai kiri merendah
2. Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di
belakang
3. Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak
4. Hasilkan rangkaian pada tungkai KIRI
5. Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran
6. Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin
7. Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan
8. Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Hal yang harus dihindari
1. Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permainan
2. Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
3. Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
4. Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan
5. Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang
6. Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping
7. Terlalu awal membuka badan
8. Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan

D. Peralatan
1. Rol Meter
2. Bendera Kecil
3. Kapur / Tali Rafia
4. Peluru
5. Untuk senior putra = 7.257 kg
6. Untuk senior putri = 4 kg
7. Untuk junior putra = 5 kg
8. Untuk junior putri = 3 kg

E. Juri
Juri Tolak Peluru
Untuk menentukan pemenang perlu adanya juri untuk memutuskan pemenangnya.
Kemampuan wasit harus meyakinkan, serta penguasaan peraturan perlombaan dan
pertandingan akan menunjang kelancaran jalannya perlombaan dalam tolak peluru. Wasit
atau juri dalam perlombaan tolak peluru berjumlah 3 orang, yaitu juri 1, juri 2, dan juri 3.
Setiap juri memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda. Berikut tugas dan wewenang
setiap juri
1. Juri 1
Mengawasi tangan dan kesalahan kaki yang terjadi pada sisi dekat dengannya. Juri 1
juga bertugas memanggil peserta dan mengukur hasilnya.
2. Juri 2
Berkenaan dengan kesalahan kaki yang terjadi pada bagian atas papan penahan dan
lingkaran-lempar pada sisi papan penahan. Juri 2 memegang bendera untuk
memutuskan bahwa lemparan tersebut sah atau tidak.
3. Juri 3
Bertugas untuk menentukan tempat jatuhnya peluru. Ia akan menancapkan paku atau
bendera kecil tempat peluru tersebut jatuh. Bagi peserta yang menggunakan tangan
kidal, tentu wasit harus berubah menyesuaikan posisinya.

F. Lapangan
1. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok yang
dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian
dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak
licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm sampai 6 mm lebih
rendah dari bibir atas lingkaran besi.
2. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada
kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.
3. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak
minimum 6 mm dan harus di cat putih.
4. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah
busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak,
sehingga lebih kokoh.
5. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
LARI
Sejarah Lari
Sejarah lari memang tidak tertulis secara otentik sejak kapan manusia berlari sebagai
prestasi atau untuk kebugaran. Sejak manusia ada, sebenarnya telah dapat berjalan dan
berlari, namun tidak tercatat sebagai olah raga prestasi untuk mengetahui tercepat dan terkuat.
Ada versi yang mengatakan bermula dari bangsa Yunani yang sedang dilanda
peperangan antara kaum Yunani dan Persia di kota Marathonas Pulau Egina Yunani. Pasukan
Persia mengalami kekalahan dan pasukan Yunani yang memenangkan perang,
memerintahkan salah seorang pasukannya untuk membawa pesan. Si pembawa pesan berlari
ke Athena sepanjang 40.8 km (25.4 miles) dalam sehari untuk mengabarkan kemenangannya
sesampainya di kota sambil berteriak yang akhirnya pingsan dan meninggal dunia.
Untuk mengenang kemenangan perang tersebut dan menghormati si pembawa pesan
maka beberapa periode diadakan lomba lari dan semakin berkembang menjadi olah raga
prestasi modern dan terpecah menjadi berbagai cabang lari. Konon kabarnya cabang olah
raga lari marathon pertama kali dilombakan dalam olimpiade yang diadakan di kota Athena
dimenangkan oleh Eucles dan pada lomba berikutnya dimenangkan oleh Philippides. Setelah
mengalami berbagai event dan waktu, lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada
periode selanjutnya mendapat julukan olimpiade modern. Olah raga ini pun berkembang
menjadi beberapa cabang yang dibagi dalam jarak tempuh tertentu.
Saat ini perkembangan lebih pesat lagi dan cenderung digabungkan dengan cabang
olah raga lain seperti lari halang rintang, triathlon, pentathlon, heptathlon, decathlon.
Olah raga lari tidak hanya untuk prestasi saja yang berkembang dan digabungkan
dengan cabang olah raga lainnya, namun olah raga lari non prestasi (untuk kebugaran) juga
mengalami perkembangan yang digabungkan dengan aktifitas lain manusia. Suatu saat akan
muncul klub olah raga lari non prestasi menjadi trend gaya hidup seperti klub bike to work
atau klub body building.
Dalam perkembangnya cabang olah raga lari terbagi menjadi :
a. Lari Cepat Jarak Pendek (Sprint)
b. Terbagi lagi menjadi lari jarak 50m, 55m, 60m, 100m, 150m, 200m, 300m, 400m,
500m
c. Lari Jarak Menengah (Middle Distance)
d. Terbagi 800m, 1500m, 3000m.
e. Lari Jarak Jauh (Long Distance)
f. Dibagi menjadi 5.000m, 10.000m, half marathon, dan marathon.
g. Lari Estafet
4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet, dll.
Beberapa event, seperti estafet medley jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval
besar.

A. SPRINT (LARI JARAK PENDEK)


Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan
kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, antara 50 m sampai dengan jarak
400 m.
Nomor atletik lari jarak pendek biasa disebut sprint race. Karena itu pelari nomor
atketik lari jarak pendek sering disebut sprinter.
Lari ini dikenal dengan nama sprint. Dinamakan sprint karena olahraga ini
mengandalkan kecepatan otot, terutama pada otot tungkai untuk bisa bekerja dengan tenaga
penuh atau full speed.
Untuk lari jarak pendek sendiri memiliki beberapa nomor yang biasa dipertandingkan.
Jarak yang biasa dilombakan terdiri menjadi lima jenis. Yaitu untuk jarak 50 meter, 60 meter,
100 meter, 200 meter serta 400 meter. Namun pada saat ini yang paling sering dilombakan
pada berbagai ajang kejuaraan resmi hanyalah tiga nomor terakhir saja. Sementara untuk
nomor 50 dan 60 meter, biasanya hanya digunakan untuk perlombaan amatir saja.

1. Teknik Sprint
aba-aba start :
1 = Bersedia
2 = Siap
3 = Ya

a) Starting Position (posisi permulaan).


Sekarang hanya menggunakan medium start (permulaan yang sedang), yaitu pada
aba-aba “bersedia” maka :
1) Jari kaki depan terletak 45cm dibelakang garis start.
2) Jari kaki belakang mundur lagi 20cm.
3) Kedua lengan tegak lurus dibelakang garis start, pandangan 5m didepan garis
start. Pada aba-aba siap lutut belakang naik, pantat lebih tinggi dari kepala, dan
kepala maju jauh.
b) Posisi “siaaap”.
Posisi “siaaap” ini adalah kepentingan dasar bahwa seorang atlet menerima suatu
posstur dalam posisi start “siaaap” yang menjamin suatu sudut optimum dari tiap kaki
untuk mendorongnya, suatu posisi yang sesuai dari pusat gravitasi ketika kaki
diluruskan dan pegangan awal otot-otot diperlukan bagi suatu kontraksi explosif dari
otot-otot kaki.
Tanda-tanda utama suatu posisi “siaaap” yang optimum daya adalah;
1. Berat badan dibagikan seimbang,
2. Poros pinggul lebih tinggi daripada poros bahu,
3. Titik pusat gravitasi ke depan,
4. Sudut lutut 900 pada kaki depan,
5. Sudut lutut 1200 pada kaki belakang,
6. kaki diluruskan menekan start blok.
c) Posisi (aba-aba) “ya”.
Daya dorong tungkai dan kaki dalam start dapat dianalisa dengan Menggunakan
papan-pengalas daya dibangu pada start blok. Bila kaki-kaki menekan pada papan itu
pada pada saat start, impuls dapat disalurkan ke dan ditampilkan pada suatu dinamo-
meter. kekuatan impuls arah dan lamanya, juga timing dari dorongan dari tiap kaki
dapat dicatat.
d) Sprinting Action.
Gerakan kaki secepat mungkin, tiap kali harus menekan tanah sampai lutut lurus, kaki
depan naik sampai maksimal. Badan condong sekali kedepan, gerakan tangan secepat
mungkin, sudut di siku tangan selalu sudut lancip, meskipun pada saat tangan
dibelakang, hanya disini badannya condong sedikit ke depan ±25º.
e) Finish Action
Ada tiga cara melewati finish, yaitu :
1) Lari lurus terus tanpa perubahan.
2) Ambyuk, dada maju, tangan kebelakang.
3) Dada diputar hingga salah satu bahu maju kedepan.
2. Disqualified
a. Start mendahului aba-aba sampai dua kali.
b. Mengganggu pelari lain selama lari.
c. Masuk lintasan lain hingga mendapat keuntungan.
d. Tidak sampai masuk finish.
B. LARI JARAK MENENGAH
Gerakan lari jarak menengah (800 m, 1500 m, 3000 m) sedikit berbeda dengan
gerakan lari
jarak pendek (sprint). Perbedaannya terutama pada cara kaki menapak.
Pada lari jarak menengah, kaki menapak pada ujung tumit kaki dan menolak dengan ujung
kaki.
a. Teknik-teknik lari jarak menengah
1) Start
Teknik start yang umum digunakan oleh pelari jarak menengah adalah start
berdiri, kecuali pada lari jarak 800 meter ada yang menggunakan start jongkok.
Cara melakukan start berdiri sebagai berikut
a. Sikap permulaan
Pada waktu aba-aba “bersedia”, pelari maju ke depan dengan menempatkan salah satu
kakinya di belakang garis start (kaki kiri) dengan lutut agak dibengkokkan, kaki yang
lain (kaki kanan) di belakang lurus. Badan condong ke depan, berat badan berada
pada kaki kiri. Kedua lengan tergantung lemas dengan siku sedikit agak
dibengkokkan berada di dekat badan.
Pandangan ke depan dengan leher dalam keadaan lemas.
b. Pelaksanaan
Pada waktu aba-aba “ya” atau bila pada perlombaan mendengar bunyi tembakan
pistol start, maka pelari berlari secepat-cepatnya dengan menolakkan dan
melangkahkan kaki kanan ke depan, bersamaan dengan mengayunkan tangan kiri ke
depan dan tangan kanan ke belakang.
2) Teknik lari
Gerakan teknik lari jarak menengah pada dasarnya sama atau hampir sama dengan
gerakan teknik lari jarak pendek. Namun, pada lari jarak menengah menuntut
pelari mampu berlari cepat dan lebih lama.
Teknik lari jarak menengah :
a. Pada saat akan menapakkan kaki pada tanah atau lintasan, dimulai dari ujung kaki ke
tumit dan terus menolak lagi dengan ujung kaki.
b. Lutut diangkat tidak terlalu tinggi atau lebih rendah bila dibandingkan dengan lari
jarak pendek.
c. Gerakan lengan lebih ringan, artinya tidak sekuat seperti pada lari jarak pendek.
d. Lengan digerakkan atau diayun mulai dari bahu, dengan gerakan agak ke samping
sedikit dari bahu itu.
e. Badan agak condong ke depan antara 10-15o dari garis vertikal, tetapi jangan kaku
(relaks).
3) Teknik melewati garis finish
Teknik melewati garis finish pada lari jarak menengah sama seperti lari jarak
pendek. Pemahaman dan penguasaan terhadap teknik gerakan melewati garis
finish penting dimiliki oleh setiap pelari. Tujuannya adalah untuk menjaga bila
pada saat memasuki garis finish ada beberapa pelari bersamaan.

C. LARI JARAK JAUH (MARATHON)


Lari jarak jauh (Marathon) adalah cabang atletik yaitu lari jarak jauh sepanjang 42,195
meter (26 mil dan 385 yard).
1. Teknik atau Strategi Olahraga Lari Jarak Jauh
a. Persiapan untuk melakukan start menggunakan hitungan satu (1). Berdiri sikap
melangkah menghadap arah gerakan. Kedua lutut direndahkan dan pandangan ke
depan. Bersedia
2. Memindahkan berat badan pada kaki depan pada hitungan 2 (dua). Berat badan
dibawa ke depan, kedua lengan siap seperti gerakan berlari.
3. Mengayun kaki belakang ke depan dan menolakkan kaki depan, pada hitungan tiga.
Ayunkan kaki belakang ke depan dengan lutut tertekuk dan kaki depan menolak ke tanah.
Teknik dasar strat, lari dan finish dengan gerakan finish
1. Berdiri menghadap arah gerakan.
Saat aba-aba "hop" lari ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah
satu kaki dilangkahkan ke depan.
2. Melakukan teknik dasar strat, lari dan finish dengan gerakan finish diawali dari posisi
melangkah :
Pada aba-aba "hop" langkahkan kaki belakang ke depan dilanjutkan berlari ke arah
garis di hadapan, hingga melewatinya (finish). Orang yang sudah melakukan kembali
ke barisan belakang.(berkelompok).
3. Lakukan gerakan lari jarak menengah.
Saat aba-aba "hop" lari ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah
satu kaki dilangkahkan ke depan.
4. Lari sambung atau lari estafet
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik
yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Lari ini dilakukan bersambung
dan bergantian membawa tongkat dari garis start sampai ke garis finish.
Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari. Pada nomor lari sambung
ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan
tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama
menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua, ketiga, dan pelari yang
keempat menggunakan start melayang.
Jarak lari bersambung yang sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra
maupun putri adalah 4 x 100 meter atau 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari
sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat
di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap
pelari.
Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat
dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari
tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh
penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus
dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.

Teknik Pergantian Tongkat Estafet


Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pergantian tongkat, yaitu:
a. Teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat (visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala
untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Penerimaan tongkat dengan
cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4 x 400 meter.
b. Teknik penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat (non visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang
akan diterimanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan dalam lari
estafet 4 x 100 meter.
Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pemberian dan penerimaan tongkat, yaitu:
a. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah
Teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan tangan kiri. Sambil
berlari atlet akan memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri. Saat akan memberi
tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara itu, tangan
penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Ibu jari terbuka
lebar, sementara jari-jari tangan lainnya dirapatkan.
b. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas
Teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan, kemudian
dengan segera meletakan tongkat dari atas pada telapak tangan penerima. Pelari yang akan
menerima tongkat mengayunkan tangan dari depan ke belakang dengan telapak tangan
menghadap ke atas. Ibu jari di buka lebar dan jari-jari tangan lainnya rapat.
Ada sebuah cara yang dilakukan dalam olahraga lari estafet agar tongkat estafet tidak jatuh
saat diberikan pada peserta lain. Yaitu pelari yang memegang tongkat estafet meegang
tongkat estafet dengan tangan kiri dan memberikannya juga dengan tangan kiri. Sedangkan si
penerima tongkat bersiap menerima tongkat dengan tangan kanan.
Ø Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet
a. Pemberian tongkat sebaiknya secara bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat
pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima atau memegang tongkat dengan
tangan kiri atau sebaliknya.
b. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing
pelari. Misalnya, pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4
merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
c. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat.
d. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.
8. Peraturan Perlombaan
Adapun peraturan perlombaan dalam olahraga lari estafet, sebagai berikut:
a. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100
meter ditambah 10 meter prazona. Prazona adalah suatu daerah di mana pelari yang akan
berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi di sini tidak terjadi pergantian tongkat.
b. Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah
memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Apabila tongkat terjatuh, pelari yang
menjatuhkannya harus mengambilnya.
c. Dalam lari estafet, pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan
pertama, kemudian boleh masuk ke lintasan dalam, pelari ketiga dan pelari keempat
menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai kedatangan pelari seregunya.
Diposting 22nd January 2015 oleh azhariasafira.blogspot.com
FUTSAL
Sejarah futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing
beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan
memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan
memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya,
lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah
internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol dan sala.
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani.
Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil.
Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal
dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran
biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal.
Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di
bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari
Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai
Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya
diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil
meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan
memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-
anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982,
berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan
Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam
Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di
Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game
Peraturan:
Lapangan permainan
1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-
ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok
penghalang atau papan
3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi
tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola
1. Ukuran: 4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

Jumlah pemain (per tim)


1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga
gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4. Jumlah wasit: 2
5. Jumlah hakim garis: 0
6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7. Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang
boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang
hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
Perlengkapan pemain
1. Kaos bernomor
2. Celana pendek
3. Kaos kaki
4. Pelindung lutut
5. Alas kaki bersolkan karet

Lama permainan
1. Lama normal: 2×20 menit
2. Lama istiharat: 10 menit
3. Lama perpanjangan waktu: 2×10 menit
4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

Kejuaraan futsal terkemuka


Piala Dunia Futsal FIFA
* 1989 (di Rotterdam, Belanda): dimenangkan Brasil
* 1992 (di Hong Kong): dimenangkan Brasil
* 1996 (di Barcelona, Spanyol): dimenangkan Brasil
* 2000 (di Guatemala): dimenangkan Spanyol
* 2004 (di Taiwan): dimenangkan Spanyol.
* 2008 (di Brasil): dimenangkan Brasil.

Piala Dunia Futsal AMF


* 1982 (di Sao Paulo, Brazil): dimenangkan Brazil
* 1985 (di Madrid, Spanyol): dimenangkan Brazil
* 1988 (di Melbourne, Australia): dimenangkan Paraguay
* 1991 (di Milan, Italia): dimenangkan Portugal
* 1994 (di Argentina): dimenangkan Argentina
* 1997 (di Meksiko): dimenangkan Venezuela
* 2000 (di La Paz, Bolivia): dimenangkan Kolombia
* 2003 (di Paraguay): dimenangkan Paraguay.
BOLA BASKET
Pengertian Permainan Bola Basket
Permainan bola basket adalah olahraga berkelompok yang terdiri dari dua tim
berlawanan dengan anggota masing-masing 5 orang, dimana tujuan permainan bola basket
adalah memperoleh poin sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke dalam ring
lawan.
Pertandingan bola basket diselenggarakan di ruangan yang memiliki ukuran lapangan
bola basket dengan panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter.
Posisi utama dalam permainan bola basket, yakni Forward, yang bertugas mencetak
poin dan memasukkan bola ke dalam ring lawan, Defense, pemain yang bertugas
menghadang lawan, serta Playmaker, pemain yang memegang peran mengatur alur bola dan
merancang strategi permainan.

Sejarah Permainan Bola Basket


Sejarah Permainan Bola BasketPermainan bola basket mungkin merupakan olahraga
yang unik. Penciptanya, seorang guru olahraga bernama James Naismith, menciptakan
permainan tersebut secara tidak sengaja pada tahun 1891.
Guru olahraga asal Kanada tersebut dituntut untuk dapat mencipatakan sebuah
permainan di ruang tertutup, agar para siswa dapat mengisi waktunya saat liburan musim
dingin. Pada 15 Desember 1891, Naismith akhirnya menciptakan sebuah permainan yang
dahulu gemar ia mainkan ketika kecil.

Permainan itulah yang kini dikenal sebagai basketball atau bola basket.
Pada awal perkembangannya, banyak kalangan yang menentang permainan bola
basket karena dianggap terlalu keras dan tidak cocok untuk dimainkan di ruangan tertutup.
Menanggapi penolakan tersebut, Naismith memutuskan untuk menyusun beberapa peraturan
dasar yang salah satunya adalah menempatkan keranjang di dinding ruang olahraga.
Peraturan awal permainan bola basket juga menyatakan bahwa setiap tim yang
bermain terdiri dari sembilan anggota, dan tidak menggunakan teknik dribble untuk
mengumpan bola. Teknik permainan yang berlaku pada saat itu hanya memindahkan bola
dengan lemparan. Setelah ditetapkan beberapa peraturan dasar, para siswa pun diminta untuk
memainkan permainan tersebut.
Pertandingan bola basket pertama diselenggarakan pada 20 Januari 1892. Salah
seorang murid Naismith menyebut permainan tersebut dengan nama basketball, hingga
akhirnya semua orang pada waktu itu pun mulai mengenal permainan tersebut dengan nama
basketball.
Dalam waktu singkat, olahraga ini pun mulai menyebar ke seantero Amerika Serikat.
Orang-orang di berbagai pelosok negeri mulai memainkan bola basket dan menggelar
kompetisinya. Berbagai pertandingan bola basket pun lambat laun dapat ditemui dengan
mudah di seluruh kota di negara bagian Amerika Serikat.

Teknik Dasar Permainan Bola Basket


Teknik dasar permainan bola basket semakin berkembang dari awal penciptaannya
yang hanya menggunakan teknik lemparan. Berikut teknik dasar permainan bola basket yang
yang perlu Anda ketahui:

Teknik Menggiring (Dribble)


Dalam permainan bola basket, teknik menggiring bola disebut dengan dribble.
Teknik yang satu ini bertujuan untuk membawa bola menghindari lawan atau
mengumpannya pada kawan satu tim yang dekat dengan ring lawan. Perbedaan teknik
menggiring dalam permainan bola basket dan sepak bola terletak pada cara pemain
menggiring bolanya.
Dribble pada bola basket dilakukan dengan cara memantulkan bola pada permukaan
lantai dengan menggunakan tangan, sementara pada sepat bola, dribble dilakukan dengan
menggiring bola menggunakan kaki.

Ada dua jenis dribble pada permainan bola basket:


Dribble Tinggi: Teknik menggiring bola yang dilakukan secara cepat untuk memasuki
wilayah pertahanan lawan. Dribble tinggi dilakukan dengan berlari atau berjalan cepat ketika
pemain yang memegang bola berada jauh dari pemain lawan.
Dribble Rendah: Teknik dribble rendah diterapkan untuk mempertahankan bola dari serangan
lawan. Teknik ini digunakan ketika pemain berhadapan langsung dengan lawan dan ingin
mencari celah ketika lawan tengah lengah.

Teknik Mengumpan (Passing)


Teknik mengumpan pada prinsipnya dilakukan untuk mengarahkan bola kepada rekan
satu tim. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara melempar bola kepada rekan satu tim
setelah menggiring bola dengan satu atau dua tangan.
Terdapat enam jenis passing yang sering ditemukan dalam permainan bola basket:
Overhead Passing: Teknik ini dilakukan dengan melempar bola dari atas kepala.
Overhead passing biasa digunakan ketika pemain dikepung oleh lawan.
Chest Pass: Teknik mengumpan dengan cara melempar bola di depan dada
menggunakan dua tangan. Chess past biasa diterapkan ketika mengumpan bola pada rekan
yang berada dekat dari kita. Agar tidak mudah terbaca lawan, pemain biasanya menggunakan
gerakan tipuan ke arah lain.
Baseball Pass: Teknik melempar yang mirip dengan gerakan melempar bola pada
permainan baseball. Teknik ini sering digunakan untuk mengejutkan lawan dengan lemparan
tidak terduga.
Bounce Pass: Teknik memantulkan bola ke bawah agar diterima oleh rekan satu tim
yang digunakan untuk menghindari hadangan lawan.
Hook Pass: Teknik yang dilakukan dengan satu tangan dengan posisi melipat di atas
bahu. Teknik ini digunakan untuk merusak pertahanan lawan.
Under Pass: Teknik mengumpan yang dilakukan dari arah pinggang.

Teknik Pivot
Teknik pivot digunakan untuk melakukan gerakan tipuan pada lawan. Caranya, pemain
menggerakkan badan dengan bertumpu pada salah satu kaki dan kedua tangan menjaga bola
dari serbuan lawan.

Teknik Menembak (Shooting)


Teknik shooting merupakan teknik dasar yang wajib dikuasai pemain untuk mendapatkan
poin.

Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan bola ke dalam ring lawan menggunakan
teknik set shoot (diam di tempat dan memasukkan bola dengan satu atau dua tangan), jump
shoot (memasukkan bola dengan melompat), dan lay up (memasukkan bola dengan berlari
lalu melompat).
Teknik Rebound
Rebound merupakan teknik untuk mengambil bola yang gagal masuk ke dalam ring.

Ada dua jenis rebound, yakni rebound ofensif dan defensif.


Rebound ofensif merupakan lemparan yang gagal masuk kemudian dimasukkan lagi
ke dalam ring oleh rekan tim dan jika berhasil masuk, tim mendapatkan dua poin. Sementara
rebound defensif adalah teknik merebut bola yang gagal dimasukkan oleh lawan agar tidak
ada lagi usaha untuk memasukkan bola ke ring.

Peraturan Permainan Bola Basket


Peraturan Permainan Bola BasketPeraturan dasar permainan bola basket adalah
sebagai berikut:
Pemain dapat melemparkan bola dari segala arah menggunakan salah satu atau kedua
tangan.
Pemain dapat memukul bola ke segala arah namun tidak boleh menggunakan kepalan
tangan.
Pemain tidak bola berlari sambil memegang bola. Bola harus dilemparkan di titik
pemain menerima bola.
Bola harus dipegang baik di dalam maupun di antara telapak tangan.
Pemain tidak diperbolehkan menjegal pemain lawan dengan cara apapun. Tindakan
menjegal lawan dapat dikenai sanksi pelanggaran.
Jika salah satu pemain melakukan kesalahan tiga kali berturut-turut, maka kesalahan
tersebut akan dihitung poin untuk lawan.
Poin diperoleh jika bola yang dilemparkan masuk ke dalam keranjang.
Jika bola terlempar keluar dari arena pertandingan, maka yang berhak memainkannya
pertama kali adalah pemain pertama yang menyentuhnya.
Waktu pertandingan adalah empat kuarter yang masing-masing berdurasi sepuluh
menit.
Tim yang berhasil memasukkan bola ke dalam ring dengan jumlah poin terbanyak
dinyatakan sebagai pemenang.
SENAM LANTAI
1. Pengertian Senam Lantai
Senam lantai ( floor exercise) adalah satu bagian dari rumpun senam, sesuai
dengandengan istilah Lantai,maka gerakan-gerakan senam yang dilakukan di atas yang
beralasanmatras atau permadani atau sering juga disebut dengan istilah latihan bebas,sebab
padawaktu melakukan gerakan atau latihannya. Pesenam tidak boleh menggunakan alat
atausuatu benda. Senam lantai menggunakan area yang berukuran 12 x 12 meter, dan area
1meter untuk menjaga keamanan pesenam yang baru melakukan latihan atau rangkaian
gerakan.
Unsur unsur gerakannya terdiri mengguling, melompat berputar di udara, menumpu
dengan dua tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang pada waktu melompat
ke depan atau ke belakang. Bentuk gerakannya merupaka gerakan dasar senam perkakas,
bentuk latihannya pada putera maupun puteri pada dasarnya adalah sama,hanya untuk puteri
dimasukkan unsur-unsur gerakan balet.

2. Sejarah Senam Lantai


a. Sejarah Senam Lantai di Dunia
Dari abad ke-19 menuju abad ke-20 terjadi peralihan pada semua bidang lapangan
hidup. Penemuan mesin uap dan tenaga listrik membawa perubahan dalam cara kerja. Kerja
manusia harus menyusaikan diri dari alat kerja tangan menjadi kerja mesin uap. Bersama
dengan penemuan dalam bidan teknik dan IPA terjadi perubahan pula dalam pandangan ilmu
pengetahuan jiwa, olah karena itu terjadi perubahan besar dalam senam.
Pada tahun 1908, senam untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Olimpiade IV di
London, Inggris. sekaligus dalam event tersebut dibentuklah sebuah organisasi senam dunia
yang dinamakan FIG (Federation International Gymnastic).
b. Sejarah Senam Lantai di Indonesia
Olahraga senam masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya tentara Jepang,
dibuktikan dengan dikenalkannya senam Talso di kalangan tentara PETA. Pada tahun 1963,
senam mulai dipertandingkan di pesta olahraga GANEFO (Games of The New Amarging
Force)dan induk organisasi senam di Indonesia adalah Persani (Persatuan Senam Seluruh
Indonesia.

3. Macam - Macam Senam Lantai


a. Guling ke depan (Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk
melakukan guling ke depan :
1) Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
2) Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan
di atas matras.
3) Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
4) Sentuhkan bahu ke matras.
5) Bergulinglah ke depan.
6) Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul
lutut.
7) g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.

b. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik
dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu
dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada
pinggang.Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan
kelentukan pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut :


1) Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
2) Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
3) Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
4) Posisi badan melengkung bagai busur.

c. Lompat harimau
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik
gerakan roll ke depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan
lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan
sikap akhir jongkok.
Cara melakukannya sebagai berikut:
1) Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.
2) Kedua kaki menolak pada papan tolak disertai ayunan lengan keatas, badan melayang,
tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan dipusatkan di depan dekat
tangan.
3) Kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke dada. Luruskan
tungkai saat berada diatas ujung kuda-kuda.
4) Sikap akhir jongkok terus berdiri.

d. Hands Stand
Langkah-langkah melakukan hands stand :
1) Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2) Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras,
pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan
bengkok sedang tungkai belakang lurus.
3) Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4) Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan,
pandangan diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
5) keseimbangan.

e. Meroda
Meroda adalah Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan
gerakan pada kedua kaki dan tangan.Latihan meroda dapat dilakukan secara bertahap yaitu
dari melakukan satu kali gerakan meroda,apabila sudah merasakan baik dapat di tingkatkan
menjadi beberapa kali gerakan :
1) Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kaki dibuka sedikit lebar, kedua tangan
lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf V) dan pandangan ke depan
2) Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri,
kemudian kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan meletakkan telapak
tangan di samping tangan kiri.
3) Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiri ditolak pada lantai, sehingga kedua kaki
terbuka dan serong ke samping.
4) Kemuidan letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat
disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
5) Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.

Cara memberikan bantuan meroda adalah sebagai berikut :


1) Pembantu memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang orang yang
melakukan gerakan meroda .
2) pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, pembantu
segera memegang kedua sisi pinggulnya .
3) Pada waktu gerakan meroda ke samping, pembantu tetap memegang kedua sisi
pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai

f. Lompat Jongkok
Cara melakukan lompat jongkok :
1) Awalan lari cepat badan condong kedepan
2) Kedua kaki menolak pada papan sekuat-kuatnya disertai ayunan lengan dari belakang
bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan.
3) Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-
kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus, lengan direntangkan,
tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.
4) Mendarat dengan ujung kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.

g. Round Off
Round off adalah Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :
1) Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.
2) Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.
Cara melakukan :
1) Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan
dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.
2) Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian
memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada
sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.
3) Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi
pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga
ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand
4) Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan
meninggalkan lantai.
5) Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu,
terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih
kekuatan tangannya dengan baik.
6) Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan
tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.

h. Lompat Kangkang
Lompat kangkang adalah Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yaitu
lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1) Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi
2) Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dibuka
(gerakan ke samping).
3) Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
4) Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum
mendarat.
5) Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.

i. Head Stand
Cara melakukan Head Stand :
1) Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang
oleh kedua tangan.
2) Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan
membentuk segitiga sama sisi.
3) Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak
mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
4) Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan head stand yaitu:


1) Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
2) Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
3) Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
4) Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan
keseimbangan.
5) Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa
sakit.
6) Terlalu cepat/kuat pada saat menolak.
7) Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.

j. Guling Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk :
1) Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas.
Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu
langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil
mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
2) Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh
sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil
dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan
ini menyebabkan badan melenting ke depan.
3) Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan
kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
MAKALAH
CABANG OLAHRAGA ATLETIK

NAMA : JASMINE SHIVA N

KELAS : VII-A

NO. ABSEN : 14

PELAJARAN : PENJASKES

SMP NEGERI 2 SINDANG INDRAMAYU


2017/2018