Anda di halaman 1dari 1

PENYEBAB KEBOCORAN BETON

1. Beton adalah suatu material yang bersifat porous (banyak pori). Cirinya adalah
nilai permeabilitasnya yang tinggi. Permeabilitas adalah ukuran tentang
kemudahan cairan dapat melewati material tersebut. Semakin tinggi nilai
permeabiltasnya, semakin mudah material tersebut untuk dilewati air. Artinya
banyak rongga – rongga diantara partikel padat yang ada di dalam material
tersebut. Nilai permeabilitas (k) beton berkisar pada angka sekitar 1,11 x 10-6
cm/dt. Beton dikatakan impermeable (tidak bisa ditembus air) jika mempunyai
nilai k sekitar 1,5 x 10-9 cm/dt (Ref ; ACI 301-729 (revisi 1975)).
2. Kemampuan air untuk menembus dinding beton dipengaruhi oleh energi
potensial dari air. Semakin besar volume air, maka semakin besar energi
potensial yang ia miliki sehingga semakin memudahkan mereka untuk menembus
dinding beton dan terjadi rembesan.
3. Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa : kebocoran beton disebabkan
karena sifat beton yang porous dan sifat air yang mempunyai energi potensial
untuk menembus beton.
4. Untuk menjadikan beton bersifat impermeable (kedap air) adalah dengan
menambahkan zat adiktif yang fungsinya sebagai filler (penutup) dari pori
sehingga sifat porous beton berkurang bahkan hilang.
5. Dari penelitian diketahui bahwa beton yang bisa diberi zat adiktif untuk
menjadi beton kedap air, minimal mempunyai mutu K 350 (30 MPa)
6. Dari paparan diatas dapat diketahui penyebab rembesan pada bangunan
Prasedimentasi proyek IKK Kudu Ngusikan, yaitu sbb :
a. Mutu beton yang tidak memenuhi untuk menjadi beton kedap air. Dari
penelitian diketahui mutu minimal beton untuk bisa dijadikan kedap air
adalah K 350
b. Beton yang ada merupakan beton struktur bukan beton kedap air, karena
pembuatannya masih mengacu ke PBI 1970 (sesuai dengan spesifikasi),
dimana peraturan tersebut mengatur tentang beton struktur bukan beton
kedap air. Aturan mengenai beton kedap air adalah SNI 03-2914-1992
tentang Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air. Jika dibandingkan antara
kedua aturan tersebut akan terlihat perbedaan yang cukup nyata, misalkan
dalam hal Faktor Air Semen (FAS) dan Kandungan Semen Minimum.
c. Beton yang sekarang terpasang, dulu waktu pembuatannya tidak dicampur
dengan zat adiktif pembuat kedap air, karena sesuai spesifikasi yang
diperlukan adalah beton struktur bukan beton kedap air.

Hal. 1 dari 1