Anda di halaman 1dari 22

0

Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain


Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan
Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN


PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PERUMAHAN RAKYAT

IKATAN
ARSITEK KABUPATEN SANGGAU
INDONESIA
1
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

A
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan
infrastruktur yang memadai. Dalam kacamata ekonomi, pembangunan
infrastruktur adalah proyek strategis yang hasilnya dapat dirasakan dalam jangka
panjang, dan memberi landasan yang kokoh bagi perputaran lalu-lintas barang
dan jasa. Salah satu proyek strategis infrastruktur yang telah diselesaikan oleh
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
adalah Pembangunan Jembatan Kapuas Tayan (JKT) di Kabupaten Sanggau,
Provinsi Kalimantan Barat. Perencanaan teknis disusun sejak tahun 2008, dan
pembangunannya dilaksanakan pada tahun 2012-2016. Jembatan Kapuas
Tayan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan mulai beroperasi pada tanggal
22 Maret 2016. Panjang bentangannya mencapai 1.420 meter, dan menjadi
jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu di Jawa
Timur.

Orientasi Lokasi Penataan Kawasan


Jembatan Kapuas Tayan
2
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

Keberadaan JKT menjadi penghubung jalan Trans Kalimantan (Kalimantan Timur-


Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah-Kalimantan Barat) yang terputus oleh
Sungai Kapuas di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Jembatan ini juga
menjadi penghubung jalur transportasi darat dari Kalimantan Tengah dan Timur
menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Selain itu, JKT juga meningkatkan
aksesibilitas menuju Pulau Tayan, karena terdapat loop atau semanggi yang
memungkinkan kendaraan darat mencapai pulau tersebut secara cepat. Hal ini
diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan peradaban masyarakat
setempat, khususnya jika dikaitkan dengan potensi wisata alam dan wisata kuliner
yang dapat dikembangkan. Oleh sebab itu diperlukan adanya konsep penataan
kawasan JKT, yang mengakomodir pengembangan potensi kawasan, dengan
mempertimbangkan aspek sosial - ekonomi masyarakat serta pelestarian
sempadan sungai ditinjau dari aspek ekologis dan estetika.

Jembatan Kapuas Tayan

Jarak tempuh menggunakan transportasi darat yang melalui JKT

2. Gambaran Umum Kawasan Jembatan Kapuas Tayan


Jembatan Kapuas Tayan melintasi Sungai Kapuas melalui Pulau Tayan
yang berada di tengah sungai. Letak Pulau Tayan berada 112 km dari Kota
Pontianak atau sekitar 2 jam 30 menit perjalanan darat. Pulau Tayan
secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten
3
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

Sanggau. Batas wilayah Tayan Hilir yaitu batas Utara Kecamatan Balai,
batas Selatan Kecamatan Toba, batas Barat Kecamatan Sungai
Ambawang, dan batas Timur Kecamatan Meliau.

Pulau Tayan yang terletak di tengah Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau

Pulau Tayan memiliki luasan 58,3 Hektar berada di tengah sungai Kapuas.
Pulau ini merupakan delta hasil endapan tanah yang terbawa aliran
Sungai Kapuas yang terakumulasi dalam waktu lama. Sejak abad ke-15
Masehi, di Kawasan sekitar Pulau Tayan telah berkembang pemerintahan
Kerajaan Tayan oleh putra Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. Semakin
lama kawasan semakin berkembang menjadi pusat keramaian, yang
dibuktikan dengan adanya pasar dan pertokoan. Penduduk Tayan terdiri
dari suku Dayak, Melayu dan Tionghoa, yang membangun tempat ibadah
berupa masjid, gereja dan klenteng di daerah tersebut. Sayangnya,
pengembangan Pulau Tayan sempat terkendala oleh keterbatasan
aksesibilitas, yang sebelumnya hanya dapat menggunakan kapal ferry
(ASDP).
4
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

(a) (b) (c)


(a) Keraton Paku Negara Tayan
(b) Dermaga Pasar Tayan (c) Vihara Metta Maitreya

Dengan telah terbangunnya Jembatan Kapuas Tayan, akses dari dan


menuju Pulau Tayan menjadi semakin terjangkau. Karena JKT memiliki loop
atau semanggi di Pulau Tayan yang memungkinkan kendaraan darat
untuk dapat mencapai pulau tersebut secara cepat. Hal ini diharapkan
dapat menimbulkan dampak positif bagi masyarakat setempat dan
sekitarnya, baik dari sisi perekonomian maupun sosial budaya. Dampak
keberadaan JKT akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang
menikmati budaya dan keindahan Pulau Tayan serta daerah sekitarnya,
seperti Danau Sentarum, Kebun Raya Danau Lait dan Danau Bekat,
Keraton Paku Negara Tayan, Keraton Sanggau, serta Kawasan Rumah
Adat yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sanggau.

3. Kondisi Fisik Dasar

a. Kondisi Lahan
Keadaan topografi di Pulau Tayan merupakan dataran rendah dan
rawa-rawa, terutama di bagian tengah. Sedangkan di sebelah selatan
Pulau Tayan (sebelah Barat Piasak) kondisinya dataran rendah dan
rawa-rawa (seperti di Pulau Tayan). Jenis tanahnya adalah tanah
gambut. Hal tersebut di atas ditambah dengan kurangya saluran
drainase menjadikan kawasan Pulau Tayan rawan terjadi genangan air
hujan dan genangan akibat pasang surut air sungai.
5
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

Peta Topografi Loop Jembatan Tayan

Beberapa bagian Pulau Tayan yang mengalami genangan


6
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

b. Kedalaman Perairan dan Alur Pelayaran


Lebar sungai Kapuas sebelah Utara Pulau Tayan sekitar 130 meter,
sedangkan lebar Sungai Kapuas sebelah selatan Pulau Tayan 820 m.
Alur terdalam adalah di Sungai Kapuas Kecil sebelah Barat BM TY.0
dengan ketinggian 9,7 meter atau (20,3 meter dibawah BM TY.2),
daerah ini merupakan wilayah cekungan (palung).
SKETS PERHITUNGAN
LEVEL RIVER BED
SKETS RAMBU PENGAMATAN PASANG SURUT
AWLR/RAMBU
DI TAYAN DAN PIASAK
PULAU TAYAN
4,0 m

3,5 m BM TY2
Z = 30,000 m
3,0 m

h1 = 3,138 m
2,5 m
AWLR/RAMBU RAMBU
Perahu
2,0 m
PULAU TAYAN 1,5 m
4,0 m 1,0 m
Transducer
T 1,0 m
BM TY2 0,5 m PIASAK
3,5 m
Z = 30,000 m MA = Muka Air
3,0 m 0,0 m 0,5 m
h1 = 3,138 m

h2 = 3,170 m

SUNGAI KAPUAS SUNGAI KAPUAS - 0,5 m


2,5 m 0,0 m
Z nol rambu = 26,861 m
2,0 m - 1,0 m

1,5 m Permukaan air rata-rata - 1,5 m

- 2,0 m
1,0 m
z Hu z + MA = T + Hu
0,5 m - 2,5 m

- 3,0 m
z = T + Hu - MA
0,0 m
Z nol rambu = 26,861 m
- 3,5 m
Elevasi River Bed = Elevasi Nol rambu - z
- 4,0 m

River Bed Elevasi River Bed = Elevasi Nol rambu + MA - T - Hu


KETERANGAN : - 4,5 m

h1 = Beda tinggi antara nol AWLR dengan BM TY.02 - 5,0 m KETERANGAN :


h2 = Beda tinggi antara 0 rambu piasak dgn 0 rambu Tayan - 5,5 m

- 6,0 m Hu = Kedalaman Ukuran


- 6,5 m
T = Kedalaman Transducer

Di Sungai Kapuas Besar alur terdalam terdapat di sekitar Sungai Kapuas


Besar sebelah tepi selatan dengan ketinggian 16 meter atau 14 meter
di bawah ketinggian BM.TY.02.

c. Pasang Surut dan Arus Sungai


Berdasarkan hasil pengamatan pasang surut di Piasak yang dilakukan
pada Januari 2004 – April 2008, diperoleh data beda tinggi pasang
tertinggi dan surut terendah dari Sungai Kapuas di tayan (tide range)
adalah 6,53 m, dan setelah ketinggiannya dikonversi ke BM TY.2
diperoleh data bahwa tinggi permukaan air surut terendah = 23,84 m
yang terjadi pada 6 Oktober 2006 ; tinggi permukaan air rata-rata =
27,25 m, sedangkan permukaan pasang tertinggi (air banjir)
mempunyai ketinggian = 30,37 m yang terjadi pada 14 Januari 2005.
Secara umum, tinggi muka air mencapai ukuran maksimal terjadi
antara Bulan Desember – Januari, yaitu di atas 29,8 m. Sedangkan
tinggi muka air minimal terjadi antara Bulan Juni-Agustus yaitu di bawah
24,4 m.
7
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

Karena tidak terpengaruhnya Sungai Kapuas oleh pasang surut air laut,
maka arus yang terjadi hanya searah yaitu arah dari hulu ke muara,
atau arus menuju arah ke barat (arah 280°), dengan besaran arus
maximum = 1,3 meter/detik.

4. Konsepsi Pengembangan kawasan Jembatan Kapuas Tayan


Pengembangan kawasan Jembatan Kapuas Tayan mengikuti acuan
berdasarkan RTRW Kab Sanggau 2014-2034 Kawasan Tayan termasuk
dalam Pusat Kegiatan Lokal (PKL), sebagai pusat koleksi dan distribusi lokal
di setiap kabupaten untuk beberapa kecamatan terdekat. PKL Tayan
dilengkapi dengan fasilitas pelayanan dasar yang dapat memenuhi
kebutuhan penduduk sekitarnya.
Sebagai pusat koleksi dan distribusi, terjadi arus pengangkutan barang
yang melalui Jembatan Tayan, terutama antara wilayah-wilayah di Provinsi
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan menuju
Pontianak, Singkawang dan PLBN Entikong. Pengangkutan barang yang
menggunakan jalur darat tersebut antara lain berupa hasil perkebunan,
terutama kelapa sawit, mayoritas dilakukan pada siang hari karena faktor
8
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

keamanan. Sedangkan transportasi manusia yang melintasi jembatan


tersebut hanya berupa kendaraan pribadi dan kendaraan sewa/travel,
namun tidak menutup kemungkinan bahwa di masa dpan akan ada
pengembangan trayek angkutan umum. Hal ini menunjukkan posisi
strategis Pulau Tayan yang dilewati jalur transportasi tersebut, sehingga
disusun konsep awal pengembangan berupa:
a. Pengembangan Kawasan JKT sebagai area singgah dan peristirahatan
(rest area,) bagi kendaraan pelintas, baik transportasi barang maupun
manusia. Perancangan rest area tersebut di samping menyediakan
fasilitas bagi kebutuhan para pengguna jembatan, juga harus dapat
mengangkat nilai budaya lokal dan mendukung peningkatan ekonomi
penduduk setempat.
b. Pengembangan Kawasan JKT terutama Pulau Tayan menjadi kawasan
ecotourism/ekowisata yang mengangkat potensi dan kelestarian alam
sebagai fokus utama, serta wisata kuliner/gastro tourism sebagai
pendukung.
c. Pengembangan Jalur wisata dalam pulau Tayan dengan Sepeda dan
Jogging Track, dipadukan dengan wisata transportasi air kapal klotok.
d. Pengembangan area sempadan sungai sebagai green belt kawasan
pulau Tayan, sekaligus menambah nilai estetika kawasan.
e. Penyediaan bangunan SHMS (System Health Monitoring Structure) untuk
mendukung operasional dan pemeliharaan jembatan Kapuas Tayan
yang lokasinya berada di salah satu loop jembatan, dengan ketentuan
bangunan sebagaimana tertera pada bagian B.
f. Penyediaan sarana wisata edukasi dan sejarah, seperti
pengembangan ruang display dan pusat informasi wisata terpadu.
g. Melibatkan peran masyarakat setempat dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pemanfaatan JKT.

d. Sasaran Sayembara
9
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

Sasaran yang hendak dicapai pada Sayembara Konsep Penataan


Kawasan Jembatan Kapuas ini adalah:
a. Pengembangan konsep kawasan yang disayembarakan adalah untuk
Kawasan sekitar JKT, yang meliputi area seluas 21,3 ha.

Delineasi kawasan yang didesain


(batasan delineasi berbentuk:
- kotak dengan acuan 300 m ke kiri dan kanan dari as jalan utama, atau
- mengikuti batasan jalan namun dengan batas terkecil acuan 300 m ke kiri dan
kanan dari as jalan utama)
b. Terdapat pengembangan fungsi ruang terbuka publik pada kawasan
inti yang berada pada kawasan loop Jembatan Kapuas Tayan dengan
luas 6,85 Ha.
c. Pengembangan desain kawasan inti diharapkan dapat menjadi
pemicu tujuan wisata baru yang memberikan dampak peningkatan
kehidupan ekonomi masyarakat setempat, meningkatkan devisa
negara, mendorong masyarakat untuk berwirausaha, dengan tetap
berpedoman dengan peraturan-peraturan pemerintah Indonesia yang
berlaku dan nilai-nilai budaya positif setempat.
10
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

d. Perencanaan penataan Kawasan Jembatan Kapuas Tayan terbatas


pada kegiatan tertentu yang tidak merusak lingkungan, sesuai dengan
potensi kawasan, serta tidak menimbulkan dampak buruk bagi
kawasan Pulau Tayan dan sekitarnya.
e. Perencanaan sarana dan prasarana dasar kawasan dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat setempat maupun wisatawan.
f. Perencanaan kegiatan kepariwisataan dan kegiatan penunjang yang
dapat dikembangkan di kawasan tersebut.
g. Perencanaan/desain kawasan mengusung konsep pengembangan
infrastruktur responsif gender, dengan prinsip:
 Universal Utilization, (ramah terhadap seluruh kelompok yaitu
kaum perempuan , laki-laki, lansia, anak- anak, difable, dan
kelompok rentan lainnya).
 Safety, security, and convenience (mengutamakan keamanan,
kenyamanan, keselamatan pengunjung).
 Gender Equity for basic need ( memberikan layanan dasar bagi
pengguna untuk seluruh kelompok ,terutama kebutuhan air
bersih dan sanitasi)
 Environmental Friendly (menggunakan bahan bangunan dan
vegetasi lokal setempat, dan ramah lingkungan bagi seluruh
kelompok masyarakat )
 Genius loci, menggali semangat tempat lokasi yang disarikan
dari hasil budaya dan alam setempat.
h. Perencanaan program bangunan dan lingkungan sesuai dengan
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 6/PRT/M/2007 tentang
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
11
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

B
UMUM
1. Persyaratan Perancangan
a. Pengembangan Fungsi
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan yang dimaksud dalam sayembara
ini adalah kawasan pulau Tayan. Dengan adanya infrastruktur
Jembatan Kapuas Tayan dapat membuat kawasan menjadi rentan
terhadap perubahan fungsi ruang, tata bangunan dan lingkungan
dalam waktu yang relatif singkat, akibat dari naiknya nilai ekonomi
pada kawasan. Sehingga dibutuhkan rencana pengembangan
kawasan yang terintentegrasi dengan konsep Ekowisata.
Aspek perencanaan dan perancangan dalam penataan bangunan
dan lingkungan di kawasan Tayan hendaknya dilakukan dengan
menonjolkan potensi wisata tepi Sungai Kapuas, memperhatikan zonasi
peruntukan lahan, kapasitas daya dukung tapak, tata letak dan
keserasian terhadap bangunan-bangunan yang eksisting.

b. Rancangan Penataan Bangunan dan Lingkungan


 Rancangan Pengembangan Kawasan mempertimbangkan
keberadaan bangunan-bangunan eksisting, pola jalur transportasi,
dan kawasan sempadan sungai.
 Rancangan pengembangan kawasan mempertimbangkan
Jembatan Kapuas Tayan sebagai vocal point daya tarik wisata,
kawasan heritage Kerajaan Tayan, dan keberadaan bangunan-
bangunan eksisting
12
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

 Rencana kebutuhan fasilitas dan utilitas pendukung kawasan, serta


desain/rancangan fasilitas dan utilitas yang mempertimbangkan
dan memberi apresiasi kepada bangunan lokal khas:
- Nilai lokal umum adalah orientasi dan penghargaan masyarakat
tradisional terhadap sungai Kapuas;
- Nilai lokal masyarakat Melayu dengan berorientasikan terhadap
budaya yang terdapat di Istana/Keraton Paku Negara Tayan;
- Nilai lokal masyarakat dan budaya Dayak Tobak di Tayan;
- Nilai lokal masyarakat dan budaya Tiong Hoa yang berada di
Tayan dan sekitarnya.
 Rencana kebutuhan untuk rest area sebagai kawasan singgah
menuju wilayah lainnya (sesuai dengan standar rest area)
- Stasiun pengisian bahan bakar umum (termasuk pengisian
bahan bakar untuk perahu/terapung);
- Pusat Kuliner;
- ATM centre;
- Masjid atau Musholla;
- Kantor Pengelola;
- Bengkel atau fasilitas pendukung perbaikan kendaraan;
- Toilet dan Janitor.
 Rencana kebutuhan fasilitas dan utilitas pendukung kawasan, serta
desain/rancangan fasilitas dan utilitas yang mengutamakan budaya
dan kebutuhan masyarakat lokal.
 Untuk kepentingan pemeliharaan JKT maka diperlukan sebuah
bangunan SHMS (Structural Health Monitoring System) yang
difungsikan untuk mewadahi aktivitas monitoring system
pemeliharaan teknis Jembatan Kapuas Tayan. Adapun program
ruang untuk bangunan ini adalah sebagai berikut:
- Ruang Monitoring (20 Orang = 52.8 m²)
- Ruang Server (10 Orang = 26.4 m²)
13
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

- Ruang Kerja (20 Orang = 52.8 m²)


- Ruang Rapat (40 m²)
- Ruang Alat (20 m²)
- Ruang Informasi dan Edukasi JKT yang bersifat umum (36 m²)
- Pusat Informasi/ ruang display (200 m²)
- Area kuliner (250 m²)
- Kios Souvenir (70 m²)
- Toilet dan janitor
 Gagasan yang diusulkan oleh para peserta harus mengandung
unsur penerapan energi terbarukan yang ramah lingkungan, baik
berkaitan dengan sarana dan prasarana infrastruktur, sistem
drainase dan tata kelola air, sistem persampahan dalam kawasan,
keberadaan vegetasi, maupun keselarasan dengan pola ruang luar
eksisting.
 Konsep gagasan pengembangan kawasan yang diajukan
diharapkan dapat memicu ketertarikan investor untuk berinvestasi di
Pulau Tayan, sehingga dapat menjadi inovasi pembiayaan
pembangunan infrastruktur.
 Peserta diminta untuk membuat rencana anggaran biaya (RAB).
 Untuk keberlanjutan penataan kawasan jembatan Tayan, perserta
diminta untuk memmbuat gagasan rencana pengelolaan

2. Ruang Lingkup Sayembara


Sayembara ini bersifat nasional. Dari para peserta, pihak penyelenggara
sayembara ini mengharapkan masukan berupa :
 Konsep perancangan kawasan Jembatan Kapuas Tayan yang
mengedepankan fungsi sebagai rest area dan SHMS, serta penyusunan
gagasan desain bagi kawasan sekitarnya dengan berbasis
14
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

pemanfaatan potensi lokal untuk peningkatan kehidupan sosial


ekonomi masyarakat.
 Gambar skematik desain kawasan pada lokasi inti, yaitu loop JKT, yang
layak untuk dilanjutkan ke tahap Detail Engineering Design (DED)
 Gagasan Desain Bangunan SHMS dan pusat informasi/ruang pamer
atau display.

3. Hadiah Sayembara
Dari para peserta akan dipilih pemenang tiga karya terbaik dengan
hadiah sebagai berikut:
 Juara 1 Rp. 150.000.000 + sertifikat, kum 32
 Juara 2 Rp. 75.000.000 + sertifikat, kum 32
 Juara 3 Rp. 50.000.000 + sertifikat, kum 32
Setiap peserta sayembara yang mengumpulkan karya mendapatkan
sertifikat dengan nilai kum 28. Pemenang Sayembara ini yang desainnya
akan dipakai, akan dilibatkan ke dalam pembuatan DED bersama
Konsultan arsitek terpilih. Pajak ditanggung oleh pemenang

4. Jadwal Sayembara
a. Pengumuman Sayembara 27 September 2017
b. Pendaftaran 27 September s.d 22 November 2017
c. Penjelasan/Aanwijzing 9 Oktober 2017
d. Batas Akhir Pengumpulan Karya 24 November 2017
e. Penjurian 27-28 November 2017
f. Pengumuman Tiga Besar Hasil 29 November 2017
Penjurian
g. Expose Hasil Sayembara 30 November 2017
h. Penetapan Pemenang oleh 30 November 2017
Menteri
i. Penyerahan Hadiah 3 Desember 2017
15
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

C
KHUSUS
1. Persyaratan Umum
 Sayembara ini bersifat terbuka bagi Arsitek anggota profesional yang
memiliki Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) dari Ikatan Arsitek Indonesia
(IAI) maupun yang belum memiliki SKA. Peserta sayembara merupakan
kelompok atau penyedia jasa yang bergerak di bidang perancangan.
Jumlah anggota dalam satu kelompok antara 3 sampai 5 orang. Untuk
setiap kelompok peserta, minimal salah satu dari anggota kelompok
memiliki Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) tingkat Madya.
 Tiap kelompok dapat memasukkan lebih dari satu karya.
 Anggota Panitia Penyelenggara Sayembara dan Para Juri yang
tercantum dalam SK Dirjen Cipta Karya tidak boleh mengikuti
sayembara ini.

2. Pendaftaran Peserta
 Kehadiran para peserta dalam acara penjelasan teknis akan
dianggap sebagai kesediaan untuk mengikuti sayembara ini,
 Pendaftaran dilakukan atas nama peserta yang bersangkutan dan
peserta tersebut menjadi ketua tim/penanggung jawab atas hasil
perancangan.
 Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran.
 Peserta wajib mendaftar ke panitia sayembara, formulir keikutsertaan
sayembara terdapat pada halaman terakhir TOR/KAK, dan dikirmkan
kembali melalui email: penghargaaniai@gmail.com
16
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

 Kelengkapan persyaratan administratif para peserta akan diperiksa


oleh Panitia Pelaksana Penyelenggaraan Sayembara saat pra-
penjurian pada tanggal 27 November 2017.
 TOR sayembara dapat diperoleh di situs www.pu.go.id dan
www.iai.or.id
 Penjelasan teknis & peninjauan lapangan:
 Penjelasan teknis (video lokasi) sayembara dan tanya-jawab akan
dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2017 pukul 10.00 WIB, di
Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Jakarta. Lokasi tempat penjelasan teknis akan diberitahukan
kepada para peserta melalui situs www.pu.go.id dan www.iai.or.id.
Mengingat pentingnya acara tersebut, seluruh peserta sayembara
diharapkan dapat menghadirinya.
 Risalah penjelasan teknis dan tanya-jawab tersebut dapat dilihat
kembali oleh para peserta melalui situs www.iai.or.id. Risalah juga
akan di email ke masing-masing peserta yang telah mendaftar
sayembara ini.
 Risalah tersebut merupakan bagian dari dokumen sayembara dan
bersifat mengikat. Setelah itu pihak penyelenggara tidak akan
melayani pertanyaan dari para peserta.
3. Tata cara Pemasukan Karya Sayembara
Karya sayembara dipaparkan dalam lima (5) lembar gambar berukuran
A1 dan RAB dalam format A4 dengan rincian sebagai berikut:
- Lembar 1  Gagasan dan konsep perancangan umum
Pengembangan Kawasan Pulau Tayan.
 Konsep pengembangan kegiatan kepariwisataan dan
penunjang yang akan dikembangkan di kawasan
P.Tayan.
 Rencana pengembangan kegiatan serta lokasi
pembangunan sarana dan prasarana lingkungan
pada spot-spot kawasan yang prioritas.
17
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

- Lembar 2  Masterplan kawasan pengembangan (1:3000)


 Denah kawasan skala 1:1000 yang memperlihatkan
koneksi antar area transit kawasan Jembatan Tayan
dengan sistem jaringan perhubungan sungai kapuas,
jaringan jalan, sistem sirkulasi yang memperlihatkan
akses internal, akses publik, dan akses darurat di dalam
keseluruhan kawasan wisata, dan penataan lanskap
keseluruhan kawasan wisata.
- Lembar 3  Blok Plan Kawasan Inti Loop JKT (1:1000)
 Perspektif kawasan inti loop JKT
 memperlihatkan hubungan antara bangunan-
bangunan serta lingkungan disekitar kawasan.
- Lembar 4  Konsep bangunan SHMS
 Denah, tampak dan potongan Bangunan SHMS
(1:100/200)
- Lembar 5  Perspektif eksterior dan interior
 detail yang dapat menampilkan kelebihan dari
bangunan SHMS

Gambar-gambar pada tiap lembar disusun dalam posisi potrait dan diberi
halaman di sudut kanan bawah. Gambar kemudian ditempelkan pada
panel impraboard berukuran A1. Selanjutnya seluruh panel dimasukkan ke
dalam amplop besar berukuran A1, lalu ditutup rapat dengan lakban dan
dikirim ke alamat Panitia Penyelenggara Sayembara.

4. Identitas Peserta dan Karya Sayembara

 Untuk menjaga anonimitas, para peserta tidak boleh membubuhkan


apapun pada tiap lembar gambar kecuali judul dan halaman
gambar. Para peserta juga tidak boleh membubuhkan tanda apapun
pada amplop besar yang berisi lembar-lembar gambar,
 Identitas para peserta harus diketik dalam kertas berukuran folio dan
ditandatangi oleh yang bersangkutan, atau oleh ketua tim apabila
peserta merupakan kelompok. Identitas tersebut kemudian
dimasukkan ke dalam amplop berukuran folio bersama dengan
18
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

formulir pendaftaran dan bukti identitas, yaitu fotocopy KTP, Kartu


Anggota IAI yang masih berlaku.
 Menyertakan data soft copy filenya untuk keperluan dokumentasi dan
publikasi Penyelenggara serta Promotor, ke dalam CD-R maksimum
sebesar 5 MB / per halaman gambar dengan bentuk format pdf.
Format penamaan:
 Label CD-R adalah sbb : GDKJKT Contoh : GDKJKT
 File per lembar adalah sbb : JKT – nomor lembar Contoh : JKT-01
 Mengirimkan format pdf file gambar karya tersebut ke email
penghargaaniai@gmail.com maksimum 2Mb per File, email subject :
GDKJKT.
 CD ini dimasukan ke tempat CD dan kemudian dimasukan ke dalam
amplop folio yang berisi identitas.
 Amplop Folio di segel / solasi kemudian dimasukkan ke dalam amplop
besar berukuran A1 yang berisi lembar gambar yang telah diberi
lapisan impraboard. Pada amplop berukuran folio tersebut juga tidak
boleh dibubuhkan apapun.

5. Batas Waktu Penyerahan Karya Sayembara


Karya sayembara dimasukkan paling lambat pada tanggal 24 November
2017, selambat-Iambatnya pukul 19.00 WIB kepada Sekretariat Panitia
Sayembara dengan alamat sebagai berikut:

IKATAN ARSITEK INDONESIA


Gedung Jakarta Design Center, lantai 7
Jl. Gatot Subroto, kavling 53
Jakarta 10260
Telp 021-5304715/021-5304623
Email : penghargaaniai@gmail.com
19
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

6. Diskualifikasi Peserta dan Karya Sayembara


 Peserta yang memasukkan karya dengan tidak mematuhi ketentuan
seperti yang tertera dalam KAK ini akan terkena diskualifikasi sehingga
hasil karyanya tidak akan dinilai oleh para juri,
 Peserta yang tidak dilengkapi bukti identitas sebagaimana yang
tertera dalam identitaspeserta dan karya sayembara juga akan
terkena diskualifikasi sehingga hasil karyanya tidak akan dinilai oleh
para juri.

7. Panitia Pelaksana
Panitia Pelaksana Sayembara ini adalah lkatan Arsitek Indonesia (IAI)
bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) sebagai penyelia. Seluruh kegiatan penyelenggaraan
sayembara ini dikoordinasikan oleh sekretariat yang beralamat di:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Gedung Cipta Karya, Lantai V, Direktorat Bina Penataan Bangunan,
Jl. Pattimura No.20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

8. Juri
Para juri sayembara ini adalah:
1. Ir. Baby Setiawati Dipokusumo, M.Si

Staff Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat
2. Ir. Iwan Zarkasi, M. Eng., Sc. | Direktur Jembatan, Ditjen Bina Marga

3. Ahmad Roffi Faturrahman, ST. IAI. | Arsitek, IAI Kalimantan Barat


4. Prof. DR. Ir. Gunawan Tjahjono, IAI. | Arsitek
5. Dr. Ir. Danang Priatmodjo, M.Arch. | Arsitek

6. Ir. Gregorius Antar, IAI. | Arsitek


7. Ir Bintang A. Nugroho, IALI. | Arsitek landscape
20
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

9. Kriteria penilaian
Dewan juri akan melakukan penilaian atas dasar butir-butir sebagai berikut:
 Konsep desain kawasan yang dapat menonjolkan potensi utama
kawasan Jembatan Kapuas Tayan dan penyelesaian terhadap
permasalahan yang dimiliki,
 Keserasian desain kawasan Jembatan Kapuas Tayan dengan rencana
tata ruang (RTRW, RDTRK), terutama keterpaduan antara kawasan
lindung, kawasan wisata dan kawasan permukiman.
 Keserasian desain kawasan Jembatan Kapuas Tayan dengan nilai-nilai
lokal yang terdapat di daerah Tayan.
 Karya desain dinamis tetapi memperhatikan sosial budaya masyarakat
di kawasan Jembatan Kapuas Tayan.
 Konsistensi antara pola-struktur ruang dengan tema/konsep dengan
desain kawasan,
Rancangan akan ditindaklanjuti menjadi pembangunan fisik di kawasan
JKT.

10. Hasil Penjurian dan Pameran


 Seluruh karya peserta sayembara akan dipamerkan oleh Kementerian
PUPR kepada masyarakat.
 Waktu dan tempat pameran akan ditetapkan kemudian oleh
Kementerian PUPR.
 Karya pemenang pertama, kedua, dan ketiga dalam sayembara ini
akan dipaparkan oleh para juri ke hadapan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat. Beliau akan menetapkan pemenang dari tiga
karya terbaik tersebut.
 Rancangan karya pemenang pertama akan ditindaklanjuti menjadi
DED untuk pembangunan fisik di Kawasan JKT. Apabila pemenang
belum menjadi anggota IAI atau belum memiliki SKA, maka wajib untuk
21
Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Desain
Kawasan Jembatan Kapuas Tayan

bekerja sama dengan pihak yang telah menjadi anggota IAI dan
memiliki SKA.

11. Hasil Karya Sayembara


Materi pemenang sayembara dan Hak cipta Ekonomis dari karya
pemenang menjadi milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR), dan dapat digunakan sebagai media promosi dan desain
dapat digunakan oleh masyarakat luas sesuai dengan kepentingan dari
pihak kementerian.
Namun Hak cipta Moral pada karya akan tetap merupakan milik peserta.
Dimana pihak Kementerian PUPR akan tetap mencantumkan Nama
pemenang pada setiap desain yang dicantumkan.