Anda di halaman 1dari 2

AUGUSTE COMTE

Auguste Comte lahir di Montpellier, Perancis, pada 17 Januari 1798. Memiliki


nama asli Isidore Marie Auguste Comte, ia berasal dari keluarga bangsawan
Katholik. Ia menempuh pendidikan di Ecole

19 Februari 1798
Lahir
Montpellier, Perancis
05 September 1857 (umur 59)
Meninggal
Paris, Perancis
Kebangsaan Perancis
Polytechnique dan mengambil juusan kedokteran
di Montpellier. COmte juga berpengalaman
memberi les matematika dan menjadi murid
sekaligus sekretaris Saint Simon.

Comte lahir di Montpellier, sebuah kota kecil di


bagian barat daya dari negara Perancis. Setelah bersekolah disana, ia melanjutkan
pendidikannya di École Polytechnique di Paris. École Polytechnique saat itu
terkenal dengan kesetiaannya kepada idealis republikanisme dan filosofi proses.
Pada tahun 1816, politeknik tersebut ditutup untuk re-organisasi. Comte pun
meninggalkan École dan melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran di
Montpellie

Comte memiliki kisah cinta platonik dan tragis. Menikah dengan Caroline Massin,
seorang pekerja seks, ia bercerai pada 1842. Ia menikah dengan Clotide de Vlaux
namun pernikahan tersebut tidak berumur lama. Clotide de Vlaux meninggal
dunia karena sakit Tubercolosis.

Kehidupan pribadi Comte sebagai pemikir besar dilingkupi kemiskinan. Ia


dikenal sebagai sosok emosional dalam persahabatan. Comte juga kerap terlibat
konflik dalam persoalan cinta. Percobaan bunuh diri pun pernah dilakukan oleh
tokoh kunci sosiologi ini. Comte meninggal dunia pada usia 59 tahun pada 5
September 1857.

Selama karir intelektualnya Comte menghasilkan banyak karyanya, antara lain


System of Positive politics, The Scientific Labors Necessary for Reorganization
of Society (1882), The Positive Philosophy (6 jilid 1830-1840), Subjective
Synthesis (1820-1903).

Pemikiran Auguste Comte, selaku orang yang memulai kajian sosiologi dan
kemudian disebut sebagai bapak sosiologi ini, dipengaruhi oleh revolusi Perancis.
Revolusi Perancis menjadikan masyarakat terbelah menjadi dua. Pertama
masyarakat yang optimis, positif yang memandang masa depan lebih baik dengan
ilmu pengetahuan, teknologi dan demokrasi. Kedua masyarakat pesimis dan
negatif memandang masa depan dan perubahan yang dinilai menimbulkan
anarkisme, konflik sosial dan sikap individualistic.

Pemikiran Comte yang terkenal salah satunya adalah penjabaran sejarah


perkembangan sosial atau peradaban manusia. Teori Comte tersebut membagi
fase perkembangan peradaban menjadi tiga tahap. Tahap pertama yaitu tahap
teologis, sebelum 1300. Pada fase ini manusia belum menjadi subyek bagi dirinya
dan sangat tergantung pada dunia luar. Contohnya, kesuburan dan panen padi
seorang petani tergantung kemurahannya Dewi Sri pada konteks mitologi
Indonesia.

Tahap kedua, adalah tahap metafisika. Pada tahap ini manusia atau masyarakat
mulai menggunakan nalarnya. Keterbatasan nalar manusia pada fase ini adalah
kentalnya kecenderungan spekulasi yang belum melalui analisis empirik.
Contohnya, nalar masyarakat mengalami yang menilai kesusahansebagai takdir
semata.

Tahap ketiga, tahap positifistik. Ini adalah tahap modern, di mana manusia atau
masyarakat menggunakan nalarnya; menjadi subyek dan memandang yang lain
sebagai obyek. Pada tahap ini semua gejala alam atau fenomena yang terjadi dapat
dijelaskan secara ilmiah berdasarkan peninjauan, pengujian dan dapat dibuktikan
secara empiris.

Comte membagi masalah sosiologi menjadi dua, yaitu ranah sosial yang statis
(social static) dan ranah sosial yang dinamis (social dynamic). Ranah Sosial statis
mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan
yang selalu membutuhkan sebuah tatanan dan kesepakatanbersama. Ranah
dinamis menunjukkan watak ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai
perkembangan masyarakat, meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut
berkembang dan mengalami perkembangan sepanjang massa

(Indonesia: Rencana studi ilmiah untuk pengaturan kembali masyarakat). Tetapi


ia gagal mendapatkan posisi akademis sehingga menghambat penelitiannya.
Kehidupan dan penelitiannya kemudian mulai bergantung pada sponsor dan
bantuan finansial dari beberapa temannya.