Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

KIMIA DASAR

KESETIMBANGAN REAKSI KIMIA

Disusun Oleh :

Nama Kelompok : A3

Anggota Kelompok : Samuel Exaudy F.R. Tondang DBD 113 118

Yan Gratiano B. Sinaga DBD 114 001

Kianus Mirib DBD 114 002

Manuel Revan Rumbewas DBD 114 003

Astika Putri Roshinta DBD 114 004

Tanggal Praktikum : Sabtu, 09 Mei 2015

Asisten Praktikum : Nansy Sinabra

UPT. LAB. DASAR DAN ANALITIK


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2015

I. Topik Percobaan :

1 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
Kesetimbangan Reaksi Kimia

II. Tujuan Percobaan :


1. Menunjukkan beberapa sistem kesetimbangan kimia
2. Mempelajari perubahan kesetimbangan kimia akibat pengaruh penambahan

zat tertentu
III. Dasar Teori :
Reaksi Berkesudahan
Reaksi berkesudahan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Reaksi 1 arah (reaksi yang tidak dapat balik = irreversible)
Contoh : HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
b. Reaksi 2 arah (reaksi yang dapat balik = reversible).
Contoh :
Vkanan PbSO4(s) + 2 NaI(aq)PbI2(s) + Na2SO4(aq)Vkiri.
Pada saat kesetimbangan, Vkanan = VkiriB, maka keadaan setimbang.

Tidak semua reaksi 2 arah (dapat balik) dapat menjadi reaksi setimbang.

Reaksi yang setimbang dapat terjadi jika :


 Reaksinya bolak-balik. Suatu reaksi bolak-balik dapat menjadi reaksi

kesetimbangan jika : laju reaksi kekanan = laju reaksi ke kiri.

Contohnya : proses penguapan air dan pengembunan air di dalam botol

tertutup.
 Sistemnya tertutup. Adalah suatu keadaan dimana reaktan dan produk

reaksinya tidak dapat meninggalkansistem. Sistem tertutup bukan berarti

bahwa reaksi tersebut dilakukan pada wadah ( ruang )tertutup, kecuali

untuk reaksi yang melibatkan gas maka harus dilakukan pada wadah

yangtertutup.
 Bersifat dinamis. Artinya = secara mikroskopis reaksi berlangsung

secara terus menerus dalam 2 arahdengan laju reaksi ke kanan = laju

reaksi ke kiri. Berlangsungnya suatu reaksi secara makroskopis dapat

dilihat dari perubahan suhu,tekanan, konsentrasi, warna, endapan atau

terbentuknya gas. Namun perubahan dalam skalamikroskopis ( molekul)

tidak mungkin teramati. Secara makroskopis reaksi yang berada.

Contoh reaksi berkesudahan :

 Uap mengembun dengan laju yang sama dengan air menguap.

2 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
 Pelarutan padatan, sampai pada titik laju padatan yang terlarut sama

dengan padatan yang mengendap saat konsentrasi larutan jenuh

(tidak ada perubahan konsentrasi).

Reaksi Bolak-Balik
Reaksi dapat berlangsung bolak balik, zat semula (reaktan) direaksikan

akan habis dan terbentuk zat baru (produk). Zat baru yang terbentuk dapat dapat

direaksikan dengan zat lain menghasilkan zat semula. Reaksi ini disebut reaksi

bolak-balik. Hal ini juga bisa digambarkan dengan hal sebagai berikut, yaitu

apabila dalam suatu reaksi kimia, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan

kecepatan reaksi ke kiri maka, reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang, dan

dinyatakan dengan tanda panah. Secara umum reaksii kesetimbangan dapat

dinyatakan sebagai :
A+ B → C+D
Mula-mula zat A dan zat B sebagai reaktan (tidak harus dalam jumlah

yang sama) dicampur dalam suatu tabung reaksi. Konsentrasi A dan B

kemudian diukur pada selang waktu tertentu. Bila hasil pengukuran itu

digambarkan dalam sebuah grafik konsentrasi sebagai fungsi dari waktu maka

akan tampak gambar sebagai berikut:

Gambar : Perubahan konsentrasi terhadap waktu

Penurunan konsentrasi A dan B mula-mula terjadi dengan cepat, makin

lama semakin lambat sampai pada akhirnya konstan. Sebaliknya yang terjadi

pada produk zat C dan D. Pada awal reaksi konsentrasinya = 0, kemudian

bertambah dengan cepat tapi makin lama semakin lambat sampai akhirnya

3 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
menjadi konstan. Pada waktu t = t~ konsentrasi masing-masing zat A, B, C, dan

D menjadi konstan, yang berarti bahwa laju reaksi kekiri = laju reaksi kekanan.

Karakteristik keadaan kesetimbangan, ada empat aspek dasar keadaan

kesetimbangan, yaitu :

1. Keadaan kesetimbangan tidak menunjukkan perubahan makroskopik yang

nyata

2. Keadaan kesetimbangan dicapai melalui proses yang berlangsung spontan

3. Keadaan kesetimbangan menunjukkan keseimbangan dinamik antara

proses maju atau balik

4. Keadaan kesetimbangan adalah sama walaupun arah pendekatannya

berbeda

Macam kesetimbangan kimia :

1. Kesetimbangan dalam sistem homogen


a. Kesetimbangan dalam system gas-gas
Contoh :
2 N2O5 (g) 4 NO2 (g) + O2 (g)
b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh :
CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen
a. Kesetimbangan dalam sistem padat-gas
Contoh :
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
b. Kesetimbangan dalam sistem padat larutan
Contoh :
AgOH (s) + HCl (aq) AgCl (s) + H2O (l)

Kesetimbangan kimia dapat terganggu oleh adanya perubahan

konsentrasi, suhu, dan tekanan. Dalam praktikum ini akan ditempatkan

pengaruh zat terhadap perubahan konsentrasi (penggeseran konsentrasi).

Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan

Pada tahun 1884, Henri Louis Le Chatelier berhasil menyimpulkan pengaruh

faktor luar terhadap kesetimbangan dalam suatu asas yang dikenal dengan asas

Le Chatelier sebagai berikut:

4 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
“Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan

mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi

sekecil-kecilnya”.

Secara singkat, asas Le Chatelier dapat disimpulkan sebagai berikut :

Reaksi = -Aksi.

Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau

ke kanan. Penerapan asas Le Chatelier terhadap pergeseran kesetimbangan,

dipengaruhi oleh :

a. Pengaruh Konsentrasi
Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat

diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan

dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil,

maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.

Tabel Pengaruh Konsentrasi Terhadap kesetimbangan

No Aksi Reaksi Cara Sistem Bereaksi


1 Menambah konsentrasi Mengurangi konsentrasi Bergeser ke kanan
perekasi perekasi
2 Mengurangi konsentrasi Menambah konsentrasi Bergeser ke kiri
perekasi perekasi
3 Memperbesar konsentrasi Mengurangi konsentrasi Bergeser ke kiri
produk produk
4 Mengurangi konsentrasi Memperbesar konsentrasi Bergeser ke kanan
produk produk
5 Mengurangi konsentrasi Memperbesar konsentrasi Bergeser ke arah yang
total total jumlah molekul terbesar

5 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
Contoh : 2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g)
 Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka

kesetimbangan akan bergeser ke kanan.


 Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O 2, maka

kesetimbangan akan bergeser ke kiri.


b. Pengaruh Tekanan

Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volum akan

memperbesar konsentrasi semua komponen. Maka sistem akan bereaksi

dengan mengurangi tekanan. Untuk mengurangi tekanan maka reaksi

kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil.


Jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volum,maka sistem akan

bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah

molekul. Reaksi akan bergeser kerah yang jumlah koefisiennya lebih besar
Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri =

jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak

menggeser letak kesetimbangan.

Contoh : N2(g) + 3 H2(g) ↔ 2 NH3(g)

Koefisien reaksi di kanan = 2

Koefisien reaksi di kiri = 4

c. Pengaruh Volume
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (=volume

diperkecil), maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.


Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (=volume diperbesar),

maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

d. Pengaruh Suhu

6 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan

reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi

endoterm).
Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan

reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi

eksoterm).
Contoh: 2 NO(g) + O2(g) ↔ 2 NO2(g) ; ¨H = -216 kJ
Jika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
Jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
e. Pengaruh Katalisator
Penggunaan Katalisator akan mempercepat tercapainya keadaan

setimbang.Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah

mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak

kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap), hal ini disebabkan

katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar.

7 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
IV. Alat dan Bahan :
1. Pengaruh Penambahan Ion Asetat pada Reaksi Setimbang Asam Asetat

No Alat Ukuran Alat Jumlah Alat


1 Tabung Reaksi Sedang 3
2 Gelas Ukur 10 ml 1
3 Pipet Tetes Kecil 3
4 Labu Ukur Sedang 1
5 Botol Sedang 2

No Bahan Satuan Bahan Ukuran Bahan


1 Larutan CH3COOH 0,1 M 3 mL
2 Larutan CH3COONa 1M 3 mL
3 Methyl Oranye - 1 tetes

V. Prosedur Kerja :
1. Pengaruh Penambahan Ion Asetat pada Reaksi Setimbang Asam Asetat
1. Tabung Reaksi diisi dengan 3 ml larutan CH 3COOH 0,1 M

menggunakan pipet tetes dan gelas ukur.


2. Larutan ditambahkan satu tetes larutan Methyl Oranye, perubahan

warna larutan yang ada ditulis.


3. Kemudian ditambahkan tetes demi tetes larutan CH3COONa sambil

dilakukan pengocokan secara perlahan-lahan, sampai terjadi perubahan

warna larutan hingga tetes ke 60.


8 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia
(Kelompok A3)
4. Mengulangi langkah 1 hingga 3 sebanyak dua kali, kemudian

mengamati perubahan warna yang terjadi pada larutan.

VI. Data Hasil Pengamatan :

No Perlakuan Kimia Hasil Pengamatan


Percobaan 1 : Pengaruh Penambahan Ion Asetat pada Reaksi Setimbang

Asam Asetat
1 3 ml larutan CH3COOH Warna larutan : bening.
2 3 ml larutan CH3COOH + 1 tetes Warna larutan setelah ditambahkan

Indikator Methyl Orange Indikator Methyl Orange : Orange,

tidak terbentuk endapan.


3 3 ml larutan CH3COOH + 1 tetes Warna larutan setelah ditambahkan

Indikator Methyl Oranye + 60 tetes CH3COONa : kuning, tidak terbentuk

larutan CH3COONa endapan.

Tetesan T.R 1 T.R 2 T.R 3


5 Orange Orange Orange
10 Kuning Kuning Kuning

Pekat Pekat Pekat


15 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


20 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


25 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


30 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


35 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


40 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


45 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


50 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


9 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia
(Kelompok A3)
55 Kuning Kuning Kuning

Pudar Pudar Pudar


60 Kuning Kuning Kuning

Bening Bening Bening

VII. Perhitungan, Pembahasan dan Jawaban Pertanyaan :


A. Perhitungan

Reaksi yang terjadi pada percobaan :

CH3COOH (aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)

Kami tidak menjelaskan perhitungan dikarenakan percobaan untuk jumlah

larutan tidak menggunakan satuan zat cair (ml/L) tetapi satuan pertetes.

Sehingga perhitungan yang akan dilakukan akan sulit menentukan

satuannya. Pada perhitungan satuan tetes, sebenarnya bisa dihitung dengan

satuan 1 mL = 20 tetes. Pada penambahan metyl orange, larutan dipakai

sebanyak satu tetes sehingga satuannya menjadi 1/20 mL dan penambahan

asam asetat (CH3COONa) sebanyak 60 tetes sehingga satuannya menjadi 3

mL. Pada dasarnya perhitungan dapat dijelaskan tetapi untuk lebih

detailnya lagi harus menggunakan satuan yang sesuai dengan satuan

larutan.
B. Pembahasan :

Reaksi timbal balik adalah reaksi yang tergantung keadaan, dapat

mengalir ke dua arah. Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup.

Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau

diambil dari sistem tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke

dalam. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan

10 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu

dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.

Faktor-faktor yang dapat menggeser letak kesetimbangan adalah :

1. Perubahan konsentrasi salah satu zat

2. Perubahan volume atau tekanan.

3. Perubahan suhu

Dari beberapa faktor di atas, hanya perubahan temperatur (suhu) reaksi

yang dapat mengubah nilai konstanta kesetimbangan (Kc maupun Kp).

Perubahan konsentrasi, tekanan, dan volume hanya mengubah konsentrasi

spesi kimia saat kesetimbangan, tidak mengubah nilai K. Katalis hanya

mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan, tidak dapat menggeser

kesetimbangan kimia.

Jika ke dalam sistem kesetimbangan ditambahkan gas nitrogen maupun

gas hidrogen berlebih (reaktan berlebih), nilai Qc menjadi lebih kecil

dibandingkan Kc. Untuk mengembalikan ke kondisi setimbang, reaksi akan

bergeser ke arah produk (ke kanan). Akibatnya, jumlah produk yang terbentuk

meningkat. Hal yang sama juga akan terjadi jika gas amonia yang terbentuk

langsung diambil. Reaksi akan bergeser ke arah kanan untuk mencapai

kembali kesetimbangan.

Dapat disimpulkan bahwa jika dalam sistem kesetimbangan

ditambahkan lebih banyak reaktan atau produk, reaksi akan bergeser ke sisi

lain untuk menghabiskannya. Sebaliknya, jika sebagian reaktan atau produk

diambil, reaksi akan bergeser ke sisinya untuk menggantikannya.

Pengaruh Penambahan Ion Asetat pada Reaksi Setimbang Asam Asetat

Asam Asetat adalah asam lemah, asam ini di dalam air sedikit terurai

menjadi ion-ionnya. CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ .


(aq)

11 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
Dengan adanya ion H+ yang berasal dari penguraian asam asetat, maka

indicator Methyl Oranye (MO) akan menunjukkan warna tertentu.

Penguraian ion H+ di dalam larutan dapat mengubah warna MO. Caranya

dengan menggeser letak kesetimbangan kearah CH3COOH. Perubahan ini

bertujuan memperlihatkan penggeseran kesetimbangan asam asetat dengan

penambahan natrium asetat (CH3COONa).

Kesetimbangan kimia yang terbentuk dapat terganggu oleh adanya

perubahan konsentrasi, suhu dan tekanan. Dalam percobaan ini lebih

mengacu pada Pengaruh Penambahan Ion Asetat Pada Reaksi Setimbang

Asam Asetat. Dalam percobaan ini telah dilakukan dengan bahan utama

Asam Asetat (CH3COOH) sebanyak 3 mL yang dicampurkan dengan 1

tetes larutan Metyl Orange dan 60 tetes larutan CH 3COONa, didapat bahwa

asam asetat yang mulanya bening, setelah diberi 1 tetes larutan metyl

orange maka berubah warnanya menjadi warna orange. Selanjutnya ketika

penambahan larutan Natrium Asetat (CH3COONa) sebanyak 60 tetes dalam

campuran larutan CH3COOH dan Metyl Orange. Pada 5 tetes pertama

warna menjadi warna seperti merah bata, tetes ke 10-40 warna memudar

menjadi warna kuning pucat, dan tetes ke 45-60 warna berubah hingga

mencapai warna kuning bening dan hampir kembali pada warna larutan

CH3COOH yang semula. Namun belum mencapai tingkat kebeningan yang

sempurna.

Asam Asetat adalah asam lemah, jika larutan asam lemah didalam air

sedikit terurai menjadi ion-ionnya.

CH3COOH CH3COO- + H+

Dengan adanya ion H+ yang berasal dari penguraian Asam Asetat,

maka indikator Metyl Orange akan menunjukkan warna tertentu.

12 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
Penguraian ion H+ dalam larutan dapat mengubah warna Metyl Orange.

Caranya dengan menggeser letak kesetimbangan kearah CH3COOH.

Perubahan ini bertujuan memperlihatkan pergeseran kesetimbangan asam

asetat dengan penambahan natrium asetat (CH3COONa).

C. Jawaban Pertanyaan :
Tugas
1. Kearah manakah penggeseran kesetimbangan terjadi setelah

ditambahkan larutan CH3COONa, ion apa yang menggeser

kesetimbangan asam asetat tersebut.


2. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan, hubungkan

dengan asas Le Chatelier.

Jawaban

1. Dalam kesetimbangan antara zat dan ion-ionnya dalam air,

dapat terjadi s a l a h satu ion konsentrasinya

jauh lebih besar dari ion lain yang

menjadi pasangannya. Untuk CH3COOH berlaku

kesetimbangan : Penambahan CH3COONa akan

m e m p e r b e s a r k o n s e n t r a s i i o n CH3COO-.
CH3COOH(aq) ↔ CH3COO-(aq) + H+(aq)
CH3COONa(aq) ↔ CH3COO-(aq) + Na+(aq)
Berdasarkan asas Le Chatelier maka kesetimbangan akan

bergeser ke kiri, yaitu k e a r a h p e n g u r a i a n C H 3 C O O H . I n i

akan menyebabkan kelarutan CH 3COOH berkurang.

Penambahan ion sejenis menyebabkan berkurangnya

kelarutan suatu s e n y a w a disebut dengan pengaruh ion

sejenis (common ion effect). Dalam larutan CH 3COONa, spesi

utamanya adalah ion Na + ion CH3COO– dan molekul H2O. Ion Na+

13 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
adalah asam konjugat yang lebih lemah dari air sehingga tidak dapat

menarik gugus OH– dari air, tentu tidak mengubah pH larutan.ion

CH3COO– merupakan basa konjugat dari asam lemah atau basa yang

lebih kuat dari air sehingga CH3COO– dapat menarik proton dari

molekul air menghasilkan CH3COO– dan ion OH - .

A k i b a t n y a , l a r u t a n menjadi basa. Reaksi ion asetat dan air

membentuk kesetimbangan, persamaan reaksinya: CH3COO- (aq)

+ H2O(l) ↔ CH3COOH (aq) + OH-(aq)


Tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini adalah :

Kb =

2. Asas Le Chatelier :
“ Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan

mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu

menjadi sekecil-kecilnya. Perubahan dari keadaan kesetimbangan

semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau

pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.”

Pergeseran kesetimbangan

Bagi reaksi:

A+B↔C+D

Kemungkinan terjadinya pergeseran :

14 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
1. Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B membentuk C dan

D, sehingga jumlah mol A dan berkurang, sedangkan C dan D

bertambah.

2. Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B.

sehingga jumlah mol C dan D berkurang, sedangkan A dan B

bertambah.

VIII. Kesimpulan
Kesetimbangan kimia terjadi memiliki reaksi timbal balik disebuah

sistem tertutup. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu

selain energi. Pada kesetimbangan, jumlah dari segala sesuatu yang ada di

dalam campuran tetap sama walaupun reaksi terus berjalan. Ini mungkin karena

kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama.


Apabila terdapat perubahan keadaan sedemikian rupa sehingga

mengubah kecepatan relatif reaksi ke kanan dan ke kiri, maka akan terjadi

perubahan posisi kesetimbangan, karena telah mengubah faktor dari sistem itu

sendiri.
Menurut prinsip Le Chatelier, yang dihitung koefisiennya adalah

senyawa dalam bentuk larutan (aq) dan cair (l), sedangkan padatan (solid), tidak

dihitung.

Faktor-faktor yang dapat menggeser letak kesetimbangan adalah :

1. Perubahan konsentrasi salah satu zat

2. Perubahan volume atau tekanan.

3. Perubahan suhu

IX. Daftar Pustaka

15 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)
1. Oxtoby, David W, H P Gillis, dan Norman H Nachtrieb. 2001. Prinsip-

Prinsip Kimia Modern. Jakarta. Erlangga.


2. Keenan, Kleinfelter, Wood. 1996. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Edisi 6

jilid 1. Jakarta. Erlangga.


3. M.S. Tupamahu, Hiskia Ahmad, “Stoikhiometri Termodinamika”,

Departemen Kimia, FMIPA, ITB, 1977.


4. http://www.slideshare.net/ApNugroho/termokimia-12258509
5. http://id.answers.yahoo.com/question/index?

qid=20080421052022AAzrBjd
X. Lampiran

16 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Kesetimbangan Reaksi Kimia


(Kelompok A3)