Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM

KIMIA DASAR

LARUTAN BUFFER

Disusun Oleh :

Nama Kelompok : A3

Anggota Kelompok : Samuel Exaudy F.R. Aritonang

Yan Gratiano B. Sinaga DBD 114 001

Kianus Mirib DBD 114 002

Samuel Revan Rumbewas DBD 114 003

Astika Putri Roshinta DBD 114 004

Tanggal Praktikum : Sabtu, 25 April 2015

Asisten Praktikum : Lisa Yani S.Pd

UPT. LAB. DASAR DAN ANALITIK


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2015

1 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
I. TOPIK PERCOBAAN :

Larutan Buffer

II. TUJUAN PERCOBAAN :

1. Mengetahui cara pembuatan larutan buffer

2. Mengetahui pengaruh pengenceran

3. Mengetahui pengaruh penambahan sedikit asam dan sedikit basa

4. Membandingkan penentuan pH larutan buffer secara teoritis, dan

penggunaan pH meter.

III. DASAR TEORI :

A. Pengertian Larutan Penyangga (Larutan Buffer)

Larutan penyangga, larutan dapar, atau larutan buffer adalah larutan yang

digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah

selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini

adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat

atau basa kuat.

B. Sifat Larutan Penyangga (Larutan Buffer)

 pH larutan tidak berubah apabila diencerkan.

 pH larutan tidak berubah apabila ditambahkan ke dalamnya sedikit asam

ataupun basa.

C. Komponen Larutan Penyangga (Larutan Buffer)

Komponen penyusun larutan penyangga (buffer) adalah sebagai

berikut :

a. Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut. Asam

lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini

menghasilkan larutan yang bersifat asam, contohnya antara lain :

 Larutan CH3COOH dengan larutan CH3COONa

 Larutan H3PO4 dengan larutan NaH2PO4

2 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk

mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang

merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu

mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam

lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan

menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah

yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti

natrium (Na), kalium (K), barium (Ba), kalsium (K), dan lain-lain.

b. Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut. Basa

lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan

larutan yang bersifat basa, contohnya yaitu :

 Larutan NH4OH dengan larutan NH4Cl

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk

mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang

garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan

mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa

lemahnya dicampurkan berlebih.

D. Cara kerja larutan penyangga

Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam

dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion

OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak

mengubah pH nya secara signifikan.

Berikut ini cara kerja larutan penyangga:

a. Larutan penyangga asam

Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang

mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan.

3 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
Dengan proses sebagai berikut:

 Pada penambahan asam

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana

ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO-

membentuk molekul CH3COOH.

CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)

 Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu

akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan

kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat

dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya

komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan

tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan

air.

CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)

b. Larutan penyangga basa

Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang

mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan

proses sebagai berikut:

 Pada penambahan asam

Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion

OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan,

sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu

penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3),

bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3

membentuk ion NH4+.

NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)

4 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
 Pada penambahan basa

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser

ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang

ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk

komponen basa (NH3) dan air.

NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

E. Menghitung pH pada Larutan Penyangga (Larutan Buffer)

1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan

garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan

rumus:

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒎
[H+] = Ka. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

pH = - log [H+]

Ket :

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Contoh:

Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0,01 mol Asam Asetat

dengan 0,1 mol Natrium Asetat dalam 1 1iter larutan .

Ka bagi asam asetat = 10-5

Jawab:

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒎
[H+] = Ka. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

10−2
[H+] = 10-5. 10−1

= 10-6

pH = - log [H+]

= - log 10-6 =6

5 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan

garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan

rumus:

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝒃𝒂𝒔𝒂
[OH-] = Kb. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

pOH = - log [OH-]

pH = pKw – pOH

= 14 - pOH

Ket:

Kb = tetapan ionisasi basa lemah

Contoh:

Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0,2 mol

NH4OH dengan 0,1 mol HCl. (Kb= 10-5)

Jawab:

NH4OH(aq) + HCl(aq) → NH4Cl(aq) + H2O(l)

mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia

= 0,1 mol

mol NH4OH sisa = 0,2 – 0,1

= 0,1 mol

mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi

= 0,1 mol

Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka

campurannya akan membentuk larutan buffer.

Cb (sisa) = 0.1 mol/liter

= 10-1 M

Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter

= 10-1 M

6 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
pOH = pKb + log Cg/Cb

= -log 10-5 + log 10-1/10-1

= 5 + log 1 =5

pH = 14 - p0H

= 14 – 5 =9

F. Fungsi Larutan Penyangga (Larutan Buffer)

Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya dalam

analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri

kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami

proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh

manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah

manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak,

sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga.

1. Darah Sebagai Larutan Penyangga

Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah,

diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga

fosfat.

a. Penyangga Karbonat

Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat

(H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3 ).

H2CO3 (aq) → HCO3(aq) + H+ (aq)

Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH

darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu

penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi

sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini

dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus

(penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen

7 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah.

Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki

bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas

terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan

H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi

alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu

berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).

b. Penyangga Hemoglobin

Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk

selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari

larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:

HHb + O 2 (g) HbO 2 - + H +

Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin

Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi

konsentrasi ion H+, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya.

Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah

melepaskan O2 dapat mengikat H+ dan membentuk asam

hemoglobin. Sehingga ion H+ yang dilepaskan pada peruraian H2CO 3

merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air

saat metabolisme.

c. Penyangga Fosfat

Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting

dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran

dihidrogen fosfat (H2PO4-) dengan monohidrogen fosfat (HPO32-).

H2PO4-(aq) + H+(aq) → H2PO 4(aq)

H2PO4-(aq) + OH-(aq) → HPO42-(aq) + H 2O(aq)

8 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di

luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan

penyangga urin.

2. Air Ludah sebagai Larutan Penyangga

Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email

gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air

ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur

mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam

yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.

3. Menjaga keseimbangan pH tanaman.

Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya

ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang

berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki

pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu

dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga.

4. Larutan Penyangga pada Obat-Obatan

Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin,

merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin

dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini

mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang

penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat

dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang

dapat mentransfer kelebihan asam.

G. Alat ukur pH

1. Kertas Indikator pH

Kertas lakmus merah dan lakmus biru biasanya hanya digunakan untuk

menguji sifat asam dan basa saja. Kertas lakmus merah didalam larutan

9 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
asam akan tetap merah, di dalam larutan basa akan berwarna biru. Kertas

lakmus biru di dalam larutan basaakan berwarna biru, di dalam larutan

asam akan berwarna merah.

Indikator Universal ada yang berbentuk kertas, batangan atau stik, dan

berwujud cair. Indikator ini selain untuk menentukan sifat asam basa juga

dapat digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau pH larutan.

Indikator universal kertas berwarna kuning jika dicelupkan ke dalam

asam akan berubah menjadi warna merah atau jingga, jika dicelupkan ke

dalam basa akan berubah menjadi biru atau ungu.

Indikator universal stik penggunaannya hampir sama dengan indikator

universal kertas, indikator ini tinggal dicelupkan pada larutan yang akan

diuji kemudian bandingkan warna yang muncul dengan warna standar

yang ada pada kotaknya dan ada skala pHnya.

Indikator universal cair penggunaannya hampir sama dengan indikator

universal kertas, indikator ini tinggal diteteskan pada larutan yang akan

diuji kemudian dibandingkan dengan pita warna indikator.

Gambar : Lakmus Merah, Lakmus Biru, Dan Kertas Indikator Universal

10 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
2. pH Meter

pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar

keasaman atau kadar alkali dari suatu larutan. Unit pH diukur pada skala

0 sampai 14. Istilah pH berasal dari “p” lambang matematika dari negatif

logaritma, dan “H” lambang kimia untuk unsur Hidrogen. Definisi yang

formal tentang pH adalah negatif logaritma dari aktivitas ion Hidrogen.

Yang dapat dinyatakan dengan persamaan:

pH = - log [H+]

pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh tingkat

keasaman atau basa yang berkaitan dengan aktivitas ion Hidrogen. Jika

konsentrasi [H+] lebih besar daripada [OH-], maka material tersebut

bersifat asam, yaitu nilai pH kurang dari 7. Jika konsentrasi [OH-] lebih

besar daripada [H+], maka material tersebut bersifat basa, yaitu dengan

nilai pH lebih dari 7. Pengukuran pH secara kasar dapat menggunakan

kertas indicator pH dengan mengamati perubahan warna pada level pH

yang bervariasi. Indicator ini mempunyai keterbatasan pada tingkat

akurasi pengukuran dan dapat terjadi kesalahan pembacaan warna yang

disebabkan larutan sampel yang berwarna ataupun keruh.

Pengukuran pH yang lebih akurat biasa dilakukan dengan menggunakan

pH meter. Sistem pengukuran pH mempunyai tiga bagian yaitu elektroda

pengukuran pH, elektroda referensi, dan alat pengukur impedansi tinggi.

11 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
IV. ALAT DAN BAHAN :

a. Alat

No. Nama Alat Ukuran Jumlah

1. Labu Ukur 100 mL

2. Labu Ukur 25 mL

3. Tabung Reaksi

4. Pipet Tetes 6

Kertas

5. Indikator 4

Universal

6. Gelas Ukur 10 mL 4

Rak Tabung
7. 1
Reaksi

8. Gelas Beaker 2

b. Bahan

No. Nama Bahan Satuan Jumlah

1. Larutan NaOH 0,1 M 1 tetes

2. Larutan HCl 0,1 M 1 tetes

3. Larutan 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝐻 1M 10 Ml

4. Larutan 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝑁𝑎 1 M 10 Ml

5. Aquadest 5 mL

12 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
V. PROSEDUR KERJA :

1. Percobaan 1 Pembuatan Larutan Buffer

 Mengisikan 10 mL larutan 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝐻 1 M kedalam tabung reaksi

 Menambahkan 10 mL larutan 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝑁𝑎 1 M kedalam tabung reaksi

yang sudah terisi 10 mL larutan 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝐻.

 Mengaduk campuran 2 larutan tersebut yang tujuannya agar kedua

larutan tersebut menjadi larutan buffer yang homogen.

 Mengukur pH larutan buffer dengan kertas indikator universal.

 Menulis hasil pengamatan pH yang didapat.

2. Percobaan 2 Pengenceran Larutan Buffer

 Mengisikan 5 mL larutan buffer dengan bantuan pipet tetes,

dimasukkan kedalam tabung reaksi.

 Menambahkan 5 mL aquades kedalam tabung reaksi yang sudah berisi

5 mL larutan buffer.

 Mengaduk campuran 2 larutan tersebut yang tujuannya agar 2 larutan

tersebut menjadi larutan yang homogen.

 Mengukur pH larutan dengan kertas indikator universal.

 Menulis hasil pengamatan pH yang didapat.

3. Percobaan 3 Penambahan Asam tau Basa pada Larutan Buffer

a. Penambahan Asam

 Mengisikan 5 mL larutan buffer dengan bantuan pipet tetes,

dimasukkan kedalam tabung reaksi.

 Menambahkan 1 tetes larutan HCl 0,1 M kedalam tabung reaksi

yang sudah berisi 5 mL larutan buffer.

 Mengaduk campuran 2 larutan tersebut yang tujuannya agar 2

larutan tersebut menjadi larutan yang homogen.

13 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
 Mengukur pH larutan dengan kertas indikator universal.

 Menulis hasil pengamatan pH yang didapat.

b. Penambahan Basa

 Mengisikan 5 mL larutan buffer dengan bantuan pipet tetes,

dimasukkan kedalam tabung reaksi.

 Menambahkan 1 tetes larutan NaOH 0,1 M kedalam tabung

reaksi yang sudah berisi 5 mL larutan buffer.

 Mengaduk campuran 2 larutan tersebut yang tujuannya agar 2

larutan tersebut menjadi larutan yang homogen.

 Mengukur pH larutan dengan kertas indikator universal.

 Menulis hasil pengamatan pH yang didapat.

VI. DATA HASIL PENGAMATAN :

No. Langkah Percobaan Hasil Pengamatan

Pembuatan Larutan Buffer

Campur 10 mL 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝐻 1 M


1.
+ 10 mL 𝐶𝐻3 𝐶𝑂𝑂𝑁𝑎 1 M

Ukur pH campuran larutan

2. dengan kertas indikator pH yang didapat = 5

universal

Pengenceran Larutan Buffer

Campur 5 mL larutan buffer + 5


1.
mL aquades

Ukur pH campuran larutan

2. dengan kertas indikator pH yang didapat = 5

universal

14 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
Penambahan Sedikit Asam

Campur 5 mL larutan buffer + 1


1.
tetes HCl 0,1 M

Ukur pH campuran larutan

2. dengan kertas indikator pH yang didapat = 5

universal

Penambahan Sedikit Basa

Campur 5 mL larutan buffer + 1


1.
tetes NaOH 0,1 M

Ukur pH campuran larutan

2. dengan kertas indikator pH yang didapat = 5

universal

VII. PERHITUNGAN, PEMBAHASAN DAN JAWABAN PERTANYAAN :

a. PERHITUNGAN

Harga pH Larutan Buffer pada praktikum yang telah dilakukan :

Larutan buffer dengan komponen penyusun larutan CH3COOH 1 M

dengan larutan CH3COONa 1 M secara teoritis dapat dihitung dengan :

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒎
[H+] = Ka. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

101
[H+] = 1,8 x 10-5. 101

= 1,8 x 10-5

pH = - log [H+]

= - log 1,8 x 10-5

= 5 – log 1,8

= 5 – 0,2553

= 4,7447

15 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
b. PEMBAHASAN

Pada larutan CH3COOH yang ditambahkan larutan

CH3COONa merupakan salah satu contoh campuran larutan buffer asam

(larutan penyangga asam). Dimana melalui praktikum yang dilakukan,

akan diketahui pengaruh pengenceran, penambahan sedikit asam, dan

penambahan sedikit basa.

 Larutan buffer ditambahkan air aquadest (pengenceran)

Pada hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penambahan aquadest

(pengenceran) dengan volume yang berbeda tidak mengubah pH larutan

buffer tersebut sehingga pHnya tetap, yaitu 5.

Hal ini sesuai literatur yang menyebutkan bahwa pH larutan buffer tidak

dapat berubah pada penambahan sedikit asam, sedikit basa atau

pengenceran.

Pada larutan buffer (larutan penyangga) mengandung

komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga

dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan

sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara

signifikan. Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga

yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami

kesetimbangan. Berikut ini cara kerja larutan buffer asam (larutan

penyangga asam) :

 Larutan buffer ditambahkan asam :

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana

ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO-

membentuk molekul CH3COOH.

CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)

16 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
 Larutan buffer ditambahkan basa :

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu

akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan

kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat

dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya

komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan

tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan

air.

CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)

 Harga pH Larutan Buffer pada praktikum yang telah dilakukan :

Larutan buffer dengan komponen penyusun larutan CH3COOH dengan

larutan CH3COONa secara teoritis dapat dihitung dengan :

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒎
[H+] = Ka. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

101
[H+] = 1,8 x 10-5. 101

= 1,8 x 10-5

pH = - log [H+]

= - log 1,8 x 10-5

= 5 – log 1,8

= 5 – 0,2553

= 4,7447

Pada saat praktikum dapat dilihat bahwa hasil pH yang diukur

menggunakan kertas indikator universal menunjukkan nilai pH larutan

buffer adalah 5, sedangkan secara teoritis perhitungan menggunakan

rumus, didapatkan pH larutan adalah 4,7447. Dapat disimpulkan bahwa

toleransi kesalahan yang terjadi pada saat praktikum adalah 5 – 4,7447 =

0,2553. Hal ini dikarenakan pada saat praktikum digunakan kertas

17 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
indikator universal yang hanya dapat menunjukkan skala pH 1 sampai 14,

tidak se-detail apabila digunakan pH meter untuk mengukur pH larutan.

c. JAWABAN PERTANYAAN

1. Menghitung pH larutan buffer

Diketahui :

10 mL CH3COOH 0,1 M

10 mL CH3COONa 0,1 M

Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5

Ditanya :

Harga pH larutan buffer = …..?

Dijawab :

𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑨𝒔𝒂𝒎
[H+] = Ka. 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑮𝒂𝒓𝒂𝒎

101 𝑀
[H+] = 1,8 x 10-5. 101 𝑀

= 1,8 x 10-5

pH = - log [H+]

= - log 1,8 x 10-5

= 5 – log 1,8

= 5 – 0,2553

= 4,7447

Pada saat praktikum dapat dilihat bahwa hasil pH yang diukur

menggunakan kertas indikator universal menunjukkan nilai pH larutan

buffer adalah 5, sedangkan secara teoritis perhitungan menggunakan

rumus, didapatkan pH larutan adalah 4,7447. Dapat disimpulkan bahwa

toleransi kesalahan yang terjadi pada saat praktikum adalah 5 – 4,7447 =

0,2553. Hal ini dikarenakan pada saat praktikum digunakan kertas

18 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
indikator universal yang hanya dapat menunjukkan skala pH 1 sampai 14,

tidak se-detail apabila digunakan pH meter untuk mengukur pH larutan.

2. Kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan

Larutan Buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH apabila

ditambahkan sedikit asam atau basa. Larutan buffer dibuat dari hasil reaksi

antara asam lemah dengan garamnya yang berasal dari asam kuat atau basa

lemah dengan garamnya yang berasal dari basa kuat. Meskipun larutan

buffer dapat mempertahankan pH, larutan buffer juga memiliki batasan

ketahanan terhadap asam maupun basa yang ditambahkan kepadanya. Hal

inilah yang disebut dengan “kapasitas larutan penyangga”.

pH pada larutan buffer tidak terdapat pengaruh sama sekali pada

perlakuan pengenceran, penambahan asam, dan penambahan basa. Hal ini

dikarenakan larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa

dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+

maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat

tidak mengubah pH nya secara signifikan.

Pada saat praktikum dapat dilihat bahwa hasil pH yang diukur

menggunakan kertas indikator universal menunjukkan nilai pH larutan

buffer adalah 5, sedangkan secara teoritis perhitungan menggunakan

rumus, didapatkan pH larutan adalah 4,7447. Dapat disimpulkan bahwa

toleransi kesalahan yang terjadi pada saat praktikum adalah 5 – 4,7447 =

0,2553. Hal ini dikarenakan pada saat praktikum digunakan kertas indicator

universal yang hanya dapat menunjukkan skala pH 1 sampai 14, tidak se-

detail apabila digunakan pH meter untuk mengukur pH larutan.

19 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
VIII. KESIMPULAN :

 Mahasiswa mengetahui cara pembuatan larutan buffer

 Mahasiswa mengetahui pengaruh pengenceran pada larutan buffer

 Mahasiswa mengetahui pengaruh penambahan sedikit asam dan sedikit

basa pada larutan buffer

 Mahasiswa dapat membandingkan penentuan pH larutan buffer secara

teoritis dan penggunaan pH meter atau kertas indikator universal.

Larutan Buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH

apabila ditambahkan sedikit asam atau basa. Larutan buffer dibuat dari

hasil reaksi antara asam lemah dengan garamnya yang berasal dari asam

kuat atau basa lemah dengan garamnya yang berasal dari basa kuat.

Meskipun larutan buffer dapat mempertahankan pH, larutan buffer juga

memiliki batasan ketahanan terhadap asam maupun basa yang

ditambahkan kepadanya. Hal inilah yang disebut dengan “kapasitas

larutan penyangga”.

pH pada larutan buffer tidak terdapat pengaruh sama sekali

pada perlakuan pengenceran, penambahan asam, dan penambahan basa.

Hal ini dikarenakan larutan penyangga mengandung komponen asam dan

basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik

ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau

basa kuat tidak mengubah pH nya secara signifikan.

Pada saat praktikum dapat dilihat bahwa hasil pH yang diukur

menggunakan kertas indikator universal menunjukkan nilai pH larutan

buffer adalah 5, sedangkan secara teoritis perhitungan menggunakan

rumus, didapatkan pH larutan adalah 4,7447. Dapat disimpulkan bahwa

toleransi kesalahan yang terjadi pada saat praktikum adalah 5 – 4,7447 =

0,2553. Hal ini dikarenakan pada saat praktikum digunakan kertas

20 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3
indicator universal yang hanya dapat menunjukkan skala pH 1 sampai 14,

tidak se-detail apabila digunakan pH meter untuk mengukur pH larutan.

IX. DAFTAR PUSTAKA :

1. Day, R.A, Underwood, A.L. 1986. “ Analisa Kimia Kuantitatif ”. Jakarta:

Erlangga.

2. Keenan, Kleinfelter, Wood. 1996. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Edisi 6

jilid 1. Jakarta. Erlangga.

3. Vogel. 1979. “ Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro ”,

diterjemahkan oleh A. Hadyana Pudjaatmaka. Edisi Kelima. Jakarta: PT.

Kalman Media Pusaka.

4. Brady E. James. 2008. KIMIA UNIVERSITAS Asas dan Struktur.

(terjemahan : sukmariah, kamianti, tilda). Jilid I. Tanggerang :

BINARUPA AKSARA

5. Khopkar M.S. 1990. KONSEP DASAR KIMIA ANALITIK. (terjemahan

: Saptoraharjo). Cet 1. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia

6. Petrucci H. Ralph. 1996. KIMIA DASAR Prinsip dan Terapan

Modern. (terjemahan : Suminar Achmadi). Edisi keempat. Jakarta :

ERLANGGA

7. https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/14/larut

an-buffer/

8. \http://bisakimia.com/2012/11/21/buffer-larutan-

penyangga/

X. FOTOCOPY LAPORAN SEMENTARA :

21 Laporan Praktikum Kimia Dasar – Larutan Buffer


Kelompok A3