Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Ibu menyusui adalah ibu yang memiliki kebutuhan zat gizi yang lebih tinggi
dari ibu tidak menyusi. Ibu menyusui mengunakan zat gizi umtuk dirinya sendiri
dan untuk meyukupi zat gizi dalam pembentukan ASI. Terkadang sering ditemui
ibu menyusui yang memiliki masalah gizi saat menyusui. Sebagai seorang
mahasisiwa kebidanan diharapkan kita mampu menganalisis berbagai masalah
gizi pada ibu menyusui dan cara mengatasi masalah gizi pada ibu menyusui. Hal
ini yang menjadi latar belakang kami dalam membuat makalah yang berjudul
“Masalah GiziPada Ibu Menyusui.”.The American Academy of Pediatrics
merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan selanjutnya
minimal selama 1 tahun. WHO dan UNICEF merekomendasikan ASI eksklusif
selama 6 bulan, menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, menyusui
setiap kali bayi mau, tidak menggunakan botol dan dot. Menyusui sebaiknya
dilakukan sesegera mungkin setelah melahirkan. Bayi dan ibu yang melakukan
proses menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan memiliki keberhasilan
yang lebih besar dari mereka yang menundanya. Bayi baru lahir sebaiknya disusui
setiap 2-3 jam sampai bayi merasa puas. Menyusui minimal 5 menit pada masing-
masing payudara pada hari pertama setelah melahirkan dan semakin meningkat
frekuensinya setiap hari sehingga dapat meningkatkan produksi ASI optimal.
Waktu menyusui 20 menit pada masing-masing payudara cukup untuk bayi. Tidak
perlu membatasi waktu menyusui. Frekuensi menyusui yang sering dapat
meningkatkan produksi ASI, mencegah payudara nyeri dan sakit karena
penumpukan dan penggumpalan ASI, dan meminimalkan kemungkinan bayi
menjadi kuning.
Jumlah ASI yang normal diproduksi pada akhir minggu pertama setelah
melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3 minggu, produksi ASI meningkat
sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat mencapai 1,5-2 L per harinya.
Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak bayi menyusu. Semakin
sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin dilepaskan, dan semakin
banyak produksi ASI. Menyusui dapat berkaitan dengan ketidaknyamanan pada
payudara. Nyeri pada puting dapat diberikan krim vaselin. Perubahan posisi
menyusui untuk memutar titik stres pada puting juga sebaiknya dilakukan.
Sebaiknya bayi berhenti dahulu menghisap puting sebelum mengangkatnya dari
payudara.
Wanita yang menyusui membutuhkan 500-1000 kalori lebih banyak dari wanita
yang tidak menyusui. Wanita menyusui rentan terhadap kekurangan magnesium,
vitamin B6, folat, kalsium, dan seng. ASI tidak memiliki suplai zat besi yang
cukup untuk bayi prematur atau bayi berusia lebih dari 6 bulan. Karena itu
suplementasi zat besi sebaiknya diberikan pada ibu menyusui dengan bayi
prematur. Nutrisi yang tidak adekuat dan stres dapat menurunkan jumlah produksi
ASI.

2.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian ibu menyusui?
2. saja masalah pada ibu menyusui?
3. Bagaimana cara mengatasi masalah gizi pada ibu menyusui?

3.3 TUJUAN
1. Mengetahui pengertian ibu menyusui
2. Mngeahui masalah gizi pada ibu menyusui.
3. Mengetahui cara mengatasi masalah gizi pada ibu menyusui.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Menyusui, artinya memberikan makanan kepada bayi yang secara
langsung dari payudara ibu sendiri. Menyusui adalah proses alamiah, dimana
berjuta-juta ibu melahirkan diseluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa
pernah membaca buku tentang pemberian ASI. Walupun demikian dalam
lingkungan kebudayaan kita saat ini melakukan hal yang sifatnya alamiah
tidaklah selalu mudah untuk dilakukan oleh para ibu-ibu menyusui. Menyusui
merupakan cara pemberian makan yang diberikan secra langsung oleh ibu
kepada anaknya, namun seringkali ibu menyusui kurang memahami dan
kurang mendapatkan informasi, bahkan sering kali ibu-ibu mendapatkan suatu
informasi yang salah tentang manfaat ASI ekslusif itu sendiri, tentang
bagaimana cara menyusui ataupun langka-langkah menyusui yang benar
kepada bayinya, dan kurangnya informasi yang diberikan tentang dampak
apabila Asi esklusif itu tidak diberikan dan apa yang harus dilakukan bila
timbul kesukaran dalam menyusui secara ekslusif kepada bayinya (Utami
Roesli, 2000). Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak
kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks
menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu. Menyusui adalah
memberikan air susu untuk diminum kepada bayi, dan sebagainya dari buah
dada (Kamus Besar Bahasa Indonesia.2001).

2.2 Cara menyusui yang benar


Terdapat berbagai posisi untuk menyusui namun posisi yang baik adalah
dimana posisi kepala dan badan bayi berada pada garis yang lurus sehingga bayi
dapat menyusui dengan nyaman. Selain itu posisi ibu pun harus nyaman. Cara
menyusui yang benar adalah :
1. Cobalah untuk menyangga punggung, bahu, dan leher bayi. Bayi
sebaiknya dapat menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang
dengan mudah
2. Letakkan bayi dengan posisi hidungnya setara dengan puting sehingga
bayi akan melekat sempurna dengan payudara

3. Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar dengan lidah di bawah, ibu
dapat membuat bayi dalam posisi ini dengan merangsang bibir bagian atas
bayi dengan jari ibu
4. Bayi anda akan mendekatkan kepalanya ke payudara dengan dahi terlebih
dahulu
5. Bayi akan membuka mulutnya lebar untuk mencakup putting dan
lingkaran gelap di sekitar puting, puting ibu sebaiknya berada pada langit-
langit mulut bayi
6. Untuk merangsang bayi melepaskan mulutnya dari puting, dengan lembut
letakkan ujung jari ibu pada sudut mulut bayi dan bayi akan secara
otomatis membuka mulutnya. Jangan menarik secara paksa karena akan
menimbulkan luka pada putting
Gambar :
2.3 Keuntungan Menyusui
A. Mamfaat untuk Bayi
ASI menyediakan nutrisi lengkap bagi bayi. ASI mengandung protein,
mineral, air, lemak, serta laktosa. ASI memberikan seluruh kebutuhan
nutrisi dan energi selama 1 bulan pertama, separuh atau lebih nutrisi
selama 6 bulan kedua dalam tahun pertama, dan 1/3 nutrisi atau lebih
selama tahun kedua. ASI juga menyediakan perlindungan terhadap infeksi
dan penyembuhan yang lebih cepat dari infeksi. Imunoglobulin A terdapat
dalam jumlah yang banyak di dalam kolostrum sehingga memberikan bayi
tersebut kekebalan tubuh pasif terhadap infeksi. Terdapat faktor bifidus di
dalam air susu ibu yang menyebabkan pertumbuhan dari Lactobacillus
bifidus yang dapat menurunkan kumpulan bakteri patogen (menyebabkan
penyakit pada manusia) penyebab diare.
Berdasarkan penelitian di negara maju, ASI dapat menurunkan
angka infeksi saluran pernapasan bawah, otitis media (infeksi pada telinga
tengah), meningitis bakteri (radang selaput otak), infeksi saluran kemih,
diare, dan necrotizing enterocolitis. Karena protein yang terdapat pada ASI
adalah protein yang spesifik untuk manusia, maka pengenalan lebih lama
terhadap protein asing atau protein lain yang terdapat di dalam susu
formula, dapat mengurangi dan memperlambat terjadinya alergi.
B. Mamfaat untuk Ibu
Hormon oksitosin dilepaskan selama menyusui yang menyebabkan
peningkatan kontraksi rahim, mencegah involusi rahim, dan menurunkan
angka kejadian perdarahan setelah melahirkan. Wanita yang menyusui,
menurunkan angka kejadian kanker indung telur dan kanker payudara
setelah menopause sesuai dengan lamanya waktu dia menyusui. Wanita
yang menyusui juga dapat mengurangi angka kejadian osteoporosis dan
patah tulang panggul setelah menopause, serta menurunkan kejadian
obesitas karena kehamilan. Meyusui dapat menciptakan ikatan antara ibu
dengan bayi yang juga dapat mengurangi biaya dibandingkan dengan
pemakaian susu formula. Menyusui memperlambat ovulasi (keluar dan
matangnya sel telur) setelah melahirkan sehingga menjadi suatu bentuk
KB alamiah.

2.4 Hal yang Harus Diperhatikan ketika Menyusui


Beberapa hal yang membuat menyusui tidak diperkenankan adalah :
1. Ibu yang menggunakan obat-obatan terlarang atau alkohol dalam
jumlah berlebihan
2. Bayi dengan galaktosemia
3. Ibu dengan penyakit HIV/AIDS
4. Ibu dengan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang tidak diobati dan
masih aktif. Wanita tersebut dapat memberikan ASI kepada
bayinya apabila pengobatannya sudah menujukkan keberhasilan
terapi
5. Ibu dengan penyakit varisela (cacar). Apabila bayi sudah diberikan
Imunoglobulin virus varisela zoster, maka bayi tersebut dapat
disusui apabila tidak terdapat luka di puting. Dalam waktu 5 hari
setelah lenting-lenting muncul, antibodi ibu dibentuk, dan
menyusui pada saat ini dapat memberikan kekebalan pasif bagi
bayi
6. Herpes yang aktif pada payudara.

2.5 Tanda bahwa bayi menyusui norma


A. Bayi mendapatkan ASI dalam jumlah cukup adalah :
1. Bayi akan terlihat puas setelah menyusu
2. Bayi terlihat sehat dan berat badannya naik setelah 2 minggu pertama
(100-200 g setiap minggu)
3. Puting dan payudara ibu tidak luka
4. Setelah beberapa hari menyusu, bayi akan buang air kecil minimal 6-8 kali
sehari dan buang air besar berwarna kuning 2 kali sehari
5. Apabila bayi selalu tidur dan tidak mau menyusui maka sebaiknya bayi
dibangunkan dan dirangsang untuk menyusui setiap 2-3 jam sekali setiap
harinya.

B. Tanda bahwa bayi menyusu dengan benar


1. Mulut bayi seluruhnya tertangkup di puting dan payudara
2. Dahi bayi menyentuh payudara
3. Payudara tidak nyeri ketika disusui
4. Apabila ibu dapat melihat daerah gelap di sekitar payudaranya, maka ibu
seharusnya melihat daerah gelap tersebut lebih banyak di atas bibir bayi
bagian atas dibandingkan bibir bagian bawah
5. Pipi bayi tidak tertekan atau tetap pada posisinya
6. Bayi anda secara teratur menghisap dan menelan ASI, normal apabila
sesekali bayi berhenti
7. Apabila bayi sudah selesai menyusu maka dia akan melepaskan puting
dengan sendirinya

2.6 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

1. Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10


langkah menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI.
2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau
lainnya.
3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah
keberhasilan menyusui.
4. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir (30-60 menit setelah
lahir).
5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan
tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara).
6. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman tambahan lain sejak lahir.
7. Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi.
8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi.
9. Tidak memberikan dot atau kempeng.
10. Menindak lanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan
(IDAI, 2008)

2.7 Perilaku Seputar Menyusui


1. Pemberian ASI tak lepas dari tatanan budaya. Didalam buku Kehamilan,
Kelahiran, Perawatan Ibu dan Bayi, Dalam Konteks Budaya (Meutia F,
Sarwono, editor.1997) dituturkan berbagai gambaran perilaku menyusui
pada masyarakat yang diteliti. Penuturan para antropolog yang melakukan
penelitian dan menuliskan hasilnya dalam buku ini mengungkapkan
adanya perhatian dan perlakuan khususnya terhadap ibu dalam masa
kehamilannya,saat persalinan dan pasca persalinan.
2. Perilaku dibentuk oleh kebiasaan, yang bisa diwarnai oleh adat (budaya),
tatanan norma yang berlaku di masyarakat (sosial), dan kepercayaan
(agama). Perilaku umumnya tidak secara tiba-tiba. Perilaku adalah hasil
dari proses yang berlangsung selama masa perkembangan. Setiap orang
selalu terpapar dan tersentuh oleh kebiasaan di lingkungannya serta
mendapat pengaruh dari masyarakat, baik secara langsung maupun tak
langsung. Pemahaman terhadap latar belakang sosial, budaya, agama, dan
pendidikan seseorang akan lebih memudahkan upaya mengenal perilaku
dan alasan yang mendasarinya.
3. Membantu ibu agar bisa menyusui bayinya dengan benar memerlukan
pemahaman tentang perilaku ibu, keluarga, dan lingkungan sosial
budayanya dalam hal menyusui. Pemahaman ini perlu agar bisa lebih
mengetahui alasan ibu untuk menyusui atau tidak menyusui
4. Lingkungan menjadi faktor penentu kesiapan dan kesediaan ibu untuk
menyusui bayinya. Tatanan budaya cukup berpengaruh dalam
pengambilan keputusan ibu untuk menyusui atau tidak menyusui.
Pengalaman dalam keluarga ibu tentang menyusui, pengalaman ibu,
pengetahuan ibu dan keluarganya tentang manfaat ASI, dan sikap ibu
terhadap kehamilannya (diinginkan atau tidak), sikap suami dan keluarga
lainnya terhadap pengambilan keputusan untuk menyusui atau tidak.
Persepsi ibu tentang dirinya, pandangan ibu tentang payudaranya,
penghayatan ibu terhadap ke-ibuan-nya merupakan unsur utama yang
menentukan keberhasilan pemberian ASI. Kemampuan ibu untuk segera
mandiri dalam pengambilan keputusan juga penting. Apakah hal ini
dimungkinkan oleh latar belakang sosial-budaya dan agamanya? Siapa
yang lebih menentukan dalam pengambilan keputusan? Apakah dia pro-
ASI atau sebaliknya? Latar belakang inilah yang harus dipelajari sebelum
memberikan dorongan kepada ibu agar menyusui bayinya (Suradi,2003).
2.8 hal-hal yang harus diperhatikan pada ibu menyusui

A. Obat-obatan selama Menyusui


Penggunaan obat-obatan antikanker, tirotoksik, dan obat
imunosupresan (penurun kekebalan tubuh) tidak diperbolehkan selama
menyusui. Menyusui dapat dilanjutkan apabila ibu sedang dalam terapi
antibiotik. Meskipun obat antikejang yang diminum oleh ibu terdapat
juga di dalam ASI, namun obat ini tidak perlu dihentikan kecuali bayi
mengalami sedasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpuan
Dari uraian diatas kita tahu bahwa, bila ditinjau menurut ilmu kesehatan
khususnya ilmu kebidanan yang mempelajari tentang bagaimana proses
pertama kehamilan sampai bayi lahir bahwa kadang kala sang ibu mengambil
tindakan yang kurang tepat dalam merawat bayinya baik masih dalam
kandungan maupun setelah melahirkan. Jadi makalah ini membahas tentang
bagaimana cara sang ibu merawat bayinya, merawat dirinya demi kesehatan
sang bayi. Pada saat menyusui sangat dilarang untuk memberikan susu selain
ASI kepada sang bayi. Karena ASI sangat baik untuk kesehatan sang bayi,
kecuali disebabkan oleh hal seperti sakitnya sang ibu yang ASI nya tidak bisa
di minum oleh bayinya
3.2 Saran
Keberhasilan program laktasi harus didukung oleh kemauan dan adanya
pengetahuan ibu, petugas kesehatan, dan kelonggaran dari instansi tempat
bekerja bagi ibu yang bekerja. Problema yang timbul harus diatasi bersama
dalam rangka mendapatkan generasi mendatang yang sempurna fisik dan
mental

A. SATUAN ACARA PENYULUHAN TEHNIK PEMIJATAN BAYI

B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah proses penyuluhan selama 30 menit sasaran dapat memahami
tentang cara melakukan tehnik pemijatan bayi yang baik dan benar.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit sasaran diharapkan mampu :
1. Menyebutkan tentang pengertian pijat bayi
2. Menyebutkan kontraindikasi pijat bayi]
3. Menyebutkan manfaat pijat bayi
4. Menyebutkan persiapan melakukan pijat bayi
5. Menjelaskan cara melakukan pijat bayi
6. Menprakteknya cara pijat bayi

C. TEMPAT
Tempat : Ruang Dahlia RSAD TK/II Udayana
Setting tempat :

Penyuluh Lainnya Penyuluh

D. WAKTU
Hari/Tanggal : Rabu,22 November 2017
Jam : 10.00 – 10.30 WITA

E. SASARAN
1. Peserta : Setiap keluarga yang ada di ruang dahlia Rumkit TK/II Udayana
2. Jumlah : 6 orang
F. METODE PENYULUHAN
Metode penyulihan yang dilakukan adalah :
1. Metode ceramah
2. Metode diskusi
3. Metode tanya jawab

G. MEDIA
Media yang digunakan pada penyuluhan ini adalah dengan mengunakan
media leaflet, pantom bayi, baby oil, pakaian bayi.

H. PEMBAGIAN KELOMPOK
1. Ketua : Novita Ari S
2. Pemandu : Okta Aryanti
3. Fasilitator :
- Arya wicaksana

4. Observer : Dessy kalpika

Persiapan
a. Persiapan Media
1. Media yang dipersiapkan berupa leaflet. Materi Leaflet berisikan
tentang pengertian Menyebutkan tentang pengertian pijat bayi
kontraindikasi pijat bayi, manfaat pijat bayi, persiapan melakukan pijat
bayi, cara melakukan pijat bayi, Menprakteknya cara pijat bayi

b. Persiapan Alat
Alat yang dipersiapkan:
 enam buah leaflet
 1 buah pantom bayi
 1 buah baby oil
 1 set pakaian bayi

c. Persiapan Materi
Materi yang telah dipersiapkan diperiksa kembali baik dari segi
bahasa maupun susunannya sehingga dapat mempermudah penerimaan
dan pemahaman informasi atau penyuluhan oleh sasaran.
2. Proses

N Kegiatan penyuluhan waktu Kegiatan peserta


o
1 Pendahuluan 5 menit
a. Memberi salam a. menjawab salam
b. Perkenalan/apersepsi b. menyimak
c. Mengkonsumsikan pokok c. menyimak
bahasan d. menyimak
d. Mengkomonikasikan
2 Kegiatan inti 20
a. memberiakan penjelasan tentang menit a. menyimak
b. menjelaskan prosedur
c. mendemonstrasikan b. menyimak
prosedur c. menyimak
d. memberikan kesempatan
bertanya d. bertanya
e. mendiskusikan dan menjawab e. diskusi/menyima
pertanyaaan k
3 Penutup 5 menit
a. menyimpulkan penyuluhan a. menyimak
bersama audien
b. memberikan evaluasi lisan b. menjawab
c. memberiakan salam penutup c. menjawab salam
3. Evaluasi
Sasaran dapat mengerti tentang materi yang disampaikan, sasaran mampu
menjawab pertanyaan yang diberikan penyuluh dan dapat
meningkatkan/memahami pengetahuan tentang tehnik pemijatan bayi.
MATERI PENYULUHAN
PIJAT BAYI
I. PENGERTIAN PIJAT BAYI

Massage adalah suatu sentuhan yang diberikan pada jaringan lunak


yang memberi banyak manfaat bagi anak maupun orang tua. Pijat bayi
sebenarnya merupakan suatu bentuk terapi sentuhan (touch therapy) yang
sangat bermanfaat baik bagi bayi maupun orang tuanya. Sentuhan atau pijatan
pada bayi dapat merangsang produksi ASI, meningkatkan nafsu makan dan
berat badannya. Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih orang tua dan
anak, serta menjadi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik bayi.
Sentuhan alamiah pada bayi sesungguhnya sama artinya dengan tindakan
mengurut atau memijat. Kalau tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai
dengan tata cara dan teknik pemijatan bayi, ia bisa menjadi terapi untuk
mendapatkan banyak manfaat buat si bayi yang anda cintai.

II. MAMFAAT PIJAT BAYI

 Pijat memberi sentuhan yang menenangkan, serta mengingatkan bayi akan


rasa nyaman selama berada dalam kandungan mama.

 Membuatnya lebih jarang sakit, tidur lebih nyenyak, dan makan lebih baik.
Juga, pencernaan bayi akan lebih lancar.

 Mempererat kelekatan (bonding) antara anak dan orangtua, serta membuat


bayi merasa nyaman.

 Memperlancar peredaran darah serta membuat kulit bayi terlihat lebih


sehat.

 Bayi yang sering dipijat jarang mengalami kolik, sembelit, dan diare.

 Membuat otot-otot bayi lebih kuat, dan koordinasi tubuhnya lebih baik.
 Sistem kekebalan tubuh bayi akan lebih kuat, serta membuatnya lebih
tahan terhadap infeksi dan berbagai masalah kesehatan lain.

 Bayi yang sering dipijat tumbuh menjadi anak yang lebih riang dan
bahagia. Selain itu, ia jarang rewel dan tantrum. Secara umum, anak-anak
ini jarang memang mengalami masalah psikologis atau emosional.

III. SYARAT-SYARAT BAYI DIPERBOLEHKAN

1. Bayi dalam keadaan sehat, tidak sakit.

2. Bayi tidak dalam keadaan lapar. Bayi yang sudah selesai minum
susu sekitar satu jam yang lalu.

3. Jangan sekali-kali memaksa bayi bila terlihat ia sedang tidak ingin


dipijat. Buka seluruh baju bayi.

4. Gunakan baby oil untuk memudahkan pijat bayi.

 Hal Penting yang harus diperhatikan :


a. Pastikan kedua tangan anda bersih.
b. Sebelum memulai, lepas semua perhiasan pada kedua belah tangan
anda, seperti cincin dan gelang.
c. Kuku jari tangan anda dalam keadaan terpotong pendek dan bersih,
agar kulit bayi tidak tergores.
d. Lakukan dengan hati lembut.
e. Lakukan di dalam ruangan yang hangat dan tidak pengap (aliran udara
di dalam ruangan lancar).
f. Baringkan bayi di atas tempat yang memiliki permukaan rata dan
empuk, misalnya kasur atau karet busa yang tebal.
g. Putarlah musik berirama lembut dan menyenangkan.
 Tips melakukan pijat pada bayi:
a. Tidak boleh melakukan pijat bayi saat bayi sedang makan atau setelah
menyusui, usahakan minimal satu jam sebelum atau setelah melakukan hal
tersebut.
b. Sebaiknya dilakukan sebelum bayi mandi, lalu dilanjutkan dengan mandi
sehingga bayi akan merasa lebih segar.
c. Usahakan anak dalam keadaan senyaman mungkin dan tidak boleh dalam
keadaan menangis.
d. Tingkat penekanan yang diberikan sama dengan saat orang dewasa
menyentuh kelopak matanya, jadi seperti dihusap saja. Jelas berbeda
dengan private massage.
e. Memijat bayi dari atas atau kepala ke bawah.

IV. WAKTU YANG TEPAT DILAKUKAN PIJAT


Pijat bayi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Jadi, dapat
dimulai kapan saja sesuai keinginan. Bayi akan mendapatkan keuntungan
lebih besar bila pemijitan dilakukan tiap hari sejak lahir sampai usia enam
atau tujuh bulan. Pemijitan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi. Bisa
juga malam hari sebelum bayi tidur sehingga bayi dapat tidur nyenyak.
Tindakan pijat dikurangi seiring dengan bertambahnya usia bayi. Sejak
usia enam bulan, pijat dua hari sekali sudah memadai.

V. DAERAH YANG DAPAT DILAKUKAN PIJAT BAYI

 Kaki, telapak kaki, dada, perut, tangan, lengan, kepala, muka,


punggung, bokong, muka, punggung, bokong.
VI. TEHNIK DALAM MELAKUKAN PIJAT
Cara pemijitan untuk berbagai kelompok umur
 Umur 0-1 bulan. Disarankan diberikan gerakan yang lebih mendekati
usapan-usapan halus. Sebaiknya tidak dilakukan pemijitan di daerah perut
sebelum tali pusat lepas uput.

 Umur 1-3 bulan. Disarankan diberikan gerakan halus disertai tekanan


ringan.

 Umur 3 bulan – 1 tahun. Disarankan agar seluruh gerakan dilakukan


dengan tekanan dan waktu yang makin meningkat.

 Total waktu pemijatan disarankan 15 menit. Urutan pemijitan bayi


dianjurkan dimulai dari bagian tungkai, kaki, lengan, tangan, perut, dada,
punggung, dan diakhiri bagian muka. Gerakan memijit menuju ke arah
jantung.

 Cara melakukan pijat bayi:

a. Cara Pijat di Kepala dan Wajah Bayi : Angkat bagian belakang kepalanya
dengan kedua tangan dan usap-usap kulit kepalanya dengan ujung jari.
Kemudian, gosok-gosok daun telingannya dan usap-usap alis maanya,
kedua kelopak matanya yang tertutup, dan mulai dari puncak tulang
hidungnnya menyeberang ke kedua pipinya. Pijat dagunya dengan
membuat lingkaran-lingkaran kecil.

b. Cara Pijat Lengan Bayi : Pegang pergelangan tangan bayi dengan satu
tangan dan tepuk-tepuk sepanjang lengannya dengan tangaa yang lain.
Pijat turun naik mulai dari ujung sampai ke pangkal lengan, kemudian
pijat telapak tangannya dan tekan, lalu tarik setiap jari. Ulangi pada lengan
yang lain.
c. Cara Pijat Perut Bayi : Gunakan ujung jari tangan, buat pijatan-pijatan
kecil melingkar. Gunakan pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang
membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk
huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:

o Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)

o Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke


bawah (huruf L)

o Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung
membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir
di perut kiri bayi.

d. Cara Pijat Kaki Bayi: Pegang kedua kaki bayi dengan satu tangan dan
tepuk-tepuk sepanjang tungkainya dengan tangan yang lain. Usap turun
naik dari jari-jari kakinya sampai ke pinggul kemudian kembali.
Kemudian, pijat telapak kakinya dan tarik setiap jari-jemarinya. Gunakan
jempol Anda untuk mengusap bagian bawah kakinya mulai dari tumit
sampai ke kaki dan pijat di sekeliling pergelangan kakinya dengan pijatan-
pijatan kecil melingkar.

e. Peregangan : Sementara bayi terlentang, pegang kedua kaki dan lututnya


bersama-sama dan tempelkan lutut sampai perutnya. (Peringatan: Gerakan
ini bisa membuat membuang gas). Selain itu, pegang kedua kaki dan
lututnya dan putar dengan gerakan melingkar, ke kiri dan ke kanan, untuk
melemaskan pinggulnya. Ini juga membuat menyembuhkan sakit p erut.

f. Cara Pijat Punggung Bayi : Telungkupkan bayi di atas lantai atau di atas
kedua kaki dan gerak-gerakan kedua tangan Anda naik turun mulai dari
atas punggungnya sampai ke pantatnya. Lakukan pijatan dengan
membentuk lingkaran kecil di sepanjang tulang punggungnya.
Lengkungkan jari-jemari Anda seperti sebuah garu dan garuk
punggungnya ke arah bawah.
Lampiran 2 Daftar pertanyaan Pre test

Satuan Acara Penyuluhan tehnik pijat bayi

Pre Test
1. Apa yang anda ketahui tentang pemijatan bayi?
2. Coba sebutkan penyebeb kontraindikasi pijat bayi!
3. Apa yang anda ketahui tentang mamfaat melakukan pijat bayi?
4. Coba sebutkaan persiapan sebelum melakukan pijat bayi?
Lampiran 3 Daftar pertanyaan Post test

Post Test

1) Apa yang anda ketahui tentang pemijatan bayi?


2) Coba sebutkan penyebeb kontraindikasi pijat bayi!
3) Apa yang anda ketahui tentang mamfaat melakukan pijat bayi?
4) Coba sebutkaan persiapan sebelum melakukan pijat bayi?
Lampiran 4 Alat bantu/Media
Leafleat ( terlampir )
Pantom bayi
Minyak dan pakaian bayi
DAFTAR PUSTAKA

Brinch, J.:Menyusui bayi dengan baik dan berhasil. Ayah Bunda, gaya
Favorit Press.

Lawrence, R.A.: Breast feeding. A guide for the medical profession.


Second Edition. The CV Mosby Company, Toronto, 1985.

Roberte, W., Vermeersch, Williams (Editor): Nutrition and lactation.


Third Edition. Times Mirror Mosby College Publishing, Toronto, 1985

http://keluargacemara.com/kesehatan/kehamilan/awal-proses
kehamilan.html#ixzz1DuNc479X

http://ummushofiyya.wordpress.com/category/kehamilan-dan-menyusui/

http://www.duniamedik.com/329/bagaimana-cara-menyusui-bayi-yang-
benar.html#more-329