Anda di halaman 1dari 5

DAUN BELIMBING WULUH

PEMBANTU MENGURANGI HIPERTENSI

NAMA : KHARIN FURAIDA DWI HAFSARI

NIM : 160342606293

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN ANGKATAN 2016/2017
Hipertensi atau biasa disebut juga tekanan darah tinggi, merupakan salah satu penyakit
yang cukup berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan strok dan lebih parah lagi berakibat pada
kematian. Banyak cara pengobatan yang dilakukan dalam mengatasi penyakit ini. Salah satunya
dengan daun belimbing wuluh. Daun belimbing wuluh seperti kita ketahui banyak digunakan
sebagai salah satu pelengkap masakan untuk menggantikan cuka atau jeruk nipis, karena
mempunyai rasa kecut dan masam. Dibalik rasanya yang kebanyakan dihindari dalam
mengkonsumsi secara langsung ini, belimbing wuluh ternyata mempunyai kasiat dalam
menurunkan darah tinggi. Penggunaaan belimbing wuluh sebagai obat herbal alami dalam
penyembuhan alternatif bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi langsung atau juga dengan
memeras sarinya untuk diminum atau juga dengan cara memotong-motongnya untuk direbus.

Khasiat daun belimbing wuluh menurunkan tekanan darah terbukti secara ilmiah. Itu
terbukti dalam riset yang dilakukan para peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Pascapanen Pertanian, Hernani, Christina Winarti, dan Tri Marwati. Dalam riset itu tim meneliti
efek pemberian ekstrak daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada 6 ekor
kucing. Mereka memilih hewan uji kucing karena tekanan darahnya menyerupai tekanan darah
pada manusia.

Sebelum perlakuan, tim membius kucing untuk memberikan rangsangan pada sistem
kardiovaskuler dengan menyuntikkan 0,2 ml ephinephrine. Akibat penyuntikan itu tekanan darah
hewan uji meningkat menjadi 177 mmHg, normal 120 mmHg. Selanjutnya tim peneliti
menyuntikkan larutan uji berupa ekstrak kasar dan ekstrak murni daun belimbing wuluh dengan
dosis masing-masing 8,3 mg/kg bb (bobot tubuh kucing), 16,6 mg/kg bb, 25 mg/kg bb, dan 33
mg/kg bb.

Hasil penelitian menunjukkan kedua jenis ekstrak (ekstrak kasar dan murni) berefek
hipotensif atau menurunkan tekanan darah kucing hipertensi. Semakin tinggi dosis yang
diberikan, maka efek hipotensif semakin tinggi (lihat tabel). Di antara kedua jenis ekstrak itu
yang berefek hipotensif lebih tinggi adalah ekstrak daun belimbing wuluh murni.

Hasil penelitian itu menjadi kabar baik bagi pasien hipertensi. Dalam sebuah jurnal yang
diterbitkan Nature Publishing Group asal Inggris, Journal of Human Hypertension, peneliti dari
Departmen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Klinis, Universitas Umea, Swedia, LH
Lindholm, menyebutkan bahwa jika pasien mengonsumsi obat antihipertensi yang dapat
menurunkan tekanan darah sistolik 10—12 mmHg dan diastolik 5—6 mmHg, dapat mengurangi
risiko pasien terkena stroke hingga 18%, jantung koroner 16%, dan kematian akibat pecah
pembuluh darah 21%. Dalam penelitian itu pemberian ekstrak daun belimbing wuluh dengan
dosis 33 mg/kg bb dapat menurunkan tekanan darah hingga 46,5—54,5 mmHg. Karena itu
Hernani dan rekan berpendapat daun belimbing wuluh bisa dikembangkan sebagai obat anti
hipertensi.

Senyawa yang paling dominan adalah senyawa turunan asam dikarboksilat, yaitu dietil
phtalat (1). Asam karboksilat biasanya berasal dari lemak dan merupakan turunan dari asam-
asam lemak. Senyawa lain yang teridentifikasi adalah phytol (2). Senyawa itu bisa digunakan
sebagai materi yang cukup baik dan aman untuk memperbaharui komplemen antibodi.

Senyawa-senyawa lain yang teridentifikasi adalah asam ferulat (3), asam lemak seperti
asam miristat (4), etil palmitat (5), dan 6, 10, 14 trimetil pentadekanon-2 (6). Asam lemak rantai
panjang itu jika digunakan secara tidak berlebihan dapat mengurangi risiko penyakit jantung,
salah satu efek buruk hipertensi. Dari hasil ekstrak kasar, daun belimbing wuluh juga
mengandung senyawa dietil phatalat dan phytol masing-masing 9,75 dan 12,64%, setelah
pemurnian menjadi 4,80 dan 51,34%. Senyawa phytol yang turut berperan dalam menurunkan
tekanan darah. (Natura Medika)

Memanfaatkan daun belimbing wuluh dalam menurunkan tekanan darah, Anda dapat
membuat ramuannya dengan merebus tujuh tangkai belimbing wuluh dalam 5 gelas air hingga
tersisa 3 gelas.

Dalam memilih daun belimbing wuluh, sebaiknya pilihlah daun yang berada pada tangkai
daun yang tumbuh pada bagian tengah pohon, bukan dipucuk atau di bagian cabang-cabang
paling bawah pohon, dan gunakanlah daun yang tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua.

Selanjutnya, air rebusan itu dikonsumsi 3 kali sehari. Setelah 3 hari konsumsi, tekanan
darah mulai turun dan akan stabil setelah sepekan mengkonsumsi. Itu artinya daun belimbing
wuluh bersifat asam sehingga menurunkan tekanan darah.
Dalam ramuan itu campur 10 gram daun belimbing wuluh yang sudah kering bersama
dengan 10 gram daun kepel, 5 gram daun sambiloto. Dalam ramuan tersebut, daun belimbing
wuluh berperan melarutkan pembuluh darah di jantung sehingga kerja jantung memompah darah
lebih optimal. (Raden Kuning)

Dengan masih banyaknya pohon belimbing wuluh di Indonesia, itu berarti akan lebih
memudahkan kita untuk berinovasi dengan menggunakan daun belimbing wuluh sebagai
pembantu menguraingi hipertensi.Dari uraian diatas tidaklah mengherankan bila belimbing
wuluh terbukti memiliki manfaat terutama bidang pengobatan herbal alami selain manfaat
belimbing untuk bahan tambahan memasak.
DAFTAR PUSTAKA

Medika Natur. Senin,23 September 2013 (http://naturamedik.blogspot.co.id/2013/09/daun-


belimbing-wuluh-atasi-hipertensi.html)

Kuning Raden. 15 Februari 2016 (http://www.altundo.com/manfaat-daun-belimbing-wuluh-


untuk-mengatasi-hipertensi)