Anda di halaman 1dari 11

Rencana Reklamasi 2017

BAB IV
KRITERIA KEBERHASILAN

Dalam kegiatan rencana reklamasi ini sesuai dengan Permen ESDM

No. 7 tahun 2014 maka, kriteria keberhasilan Reklamasi meliputi standar

keberhasilan penatagunaan lahan, revegetasi, pekerjaan sipil, dan

penyelesaian akhir.

1. Standar Keberhasilan Penatagunaan Lahan

Standar keberhasilan penatagunaan lahan PT. Aces Selaras mengacu

pada beberapa kriteria-kriteria tertentu yang pada prinsipnya berdasrkan

pada efektifitas penatagunaan lahan.

a. Pengisian Kembali Lahan Bekas Tambang

 Luas areal yang diisi kembali (ha), > 90 % dari areal yang

seharusnya diisi.

 Jumlah bahan/material pengisi (m3), > 90 % dari jumlah tanah

penutup yang digali.

b. Pengaturan Permukaan Lahan (regarding)

 Luas areal yang diatur (ha), > 90 % dari luas areal yang ditimbun

kembali.

 Kemiringan lereng (%), < 8 % untuk tanaman pangan.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-1
Rencana Reklamasi 2017

 Tinggi, lebar dan panjang teras (m), disesuaikan dengan bentuk

teras dan kemiringan lereng.

c. Penaburan/penempatan Tanah Pucuk

 Luas daerah yang diatur (ha), > 90 % dari areal yang harusdiisi.

 Jumlah tanah pucuk yang ditabur, > 90 % dari tanah pucuk yang

digali dan disimpan.

 Ketebalan tanah pucuk (cm), > 80 % dari ketebalan tanah pucuk

semula pada areal tersebut.

2. Revegetasi

Revegetasi adalah penanaman kembali lahan yang terganggu akibat

kegiatan penambangan dengan beberapa tahapan seperti: Penyusunan

rancangan teknis tanaman, persiapan lapangan, pengadaan

bibit/pesemaian, pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan tanaman.

a. Penyusunan Rancangan Teknis Tanaman

Penyusunan rancangan ini dilakukan secara detail tentang kondisi

lokasi, jenis tanaman yang akan ditanam, uraian jenis pekerjaan,

kebutuhan alat dan bahan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan biaya

serta waktu pelaksanaan. Penyusunan rancangan ini didasarkan pada

hasil analisis kondisi biofisik dan sosial ekonomi masyarakat sehingga

tanaman yang akan dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan

serta dilakukan konsultasi dengan yang berkompetensi.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-2
Rencana Reklamasi 2017

 Persiapan Lapangan

Dalam hal ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti

pembersihan lahan, pengolahan tanah serta perbaikan tanah

sesuai dengan lokasi yang direncanakan. Pembersihan lahan

dilakukan terutama terhadap tanaman-tanaman pengganggu

seperti alang-alang dengan tujuan agar tanaman pokok tidak

terganggu sehingga dapat tumbuh dengan baik. Pengolahan lahan

dilakukan agar tanah menjadi gembur, subur sehingga mudah

ditanami dan menjadikan tanaman yang ditanam mengalami

pertumbuhan cepat.

 Penggunaan Mulsa, Jerami dan Organik lainnya

Mulsa adalah salah satu bahan yang disebarkan di atas permukaan

tanah untuk memperbaiki kondisi tanah, mulsa dapat

mengendalikan terjadinya erosi, mempertahankan kelembaban

tanah serta mengatur suhu permukaan tanah. Mulsa digunakan

pada tempat tertentu seperti tanggul atau jika perbaikan tanah.

Bahan-bahan yang digunakan sebagai mulsa antara lain tumbuhan

yang tergusur pada waktu pengupasan tanah, potongan potongan

kayu dan serbuk gergaji, limbah pabrik pengolahan dan

penggergajian kayu, ampas pabrik gula tebu dan berbagai kulit dari

jenis kacang-kacangan.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-3
Rencana Reklamasi 2017

 Penggunaan Pupuk

Penggunaan pupuk sangat tergantung pada kondisi dan maksud

peruntukannya, meskipun jenis tumbuhan asli beradaptasi dengan

tingkat nutrisi yang rendah namun dengan pemberian pupuk yang

cukup dapat meningkatkan pertumbuhan, reaksi tiap tumbuhan

bervariasi dan sensitive terhadap kandungan fosfor yang dapat

menimbulkan efek yang kurang baik, pupuk organic (lumpur

kotoran, pupuk alami atau kompos, darah dan tulang) umumnya

bermanfaat sebagai pengubah sifat tanah, pemberian pupuk dalam

bentuk butir atau tablet akan dilakukan pada jarak 10 - 15 cm di

bawah atau di sebelah tiap lubang semaian pada waktu

penanaman.

b. Pemilihan Jenis Tanaman

Pada dasarnya program revegetasi tambang diarahkan pada

penanaman jenis tumbuhan asli, untuk itu sebaiknya tanaman yang

akan dipakai adalah tanaman lokal yang sesuai dengan kondisi dan

iklim. Jika revegetasi bertujuan untuk menghidupkan kembali aneka

spesies local, maka pemilihan spesies yang sesuai perlu diperhatikan

hal-hal sebagai berikut:

 Pengamatan spesies tanaman yang tumbuh secara alamiah pada

setiap daerah yang sudah lama terganggu dekat lokasi reklamasi

P T . A C E S S E L A R A S | IV-4
Rencana Reklamasi 2017

sehingga pengelompokan dan pertumbuhannya dapat

diidentifikasi.

 Pemilihan tanaman yang dapat menghasilkan bijih dan dapat

tumbuh dengan perkembangbiakan sendiri secara cepat.

 Tanaman yang bernilai ekonomis dan komersil dan dapat

dipergunakan sesuai peruntukannya.

 Dapat menyebabkan binatang liar kembali seperti semula.

 Tumbuhan yang dapat menimbulkan kesuburan tanah sehingga

lebih cepat memberikan kesejukan.

c. Pengumpulan Bijih dan Ekstraksi

Pengumpulan bijih dilakukan, harus memperhatikan beberapa hal,

antara lain:

 Penentuan lokasi pengumpulan serta spesies tanaman yang

dibutuhkan.

 Hindarkan bijih yang mudah terserang serangga dan jamur.

 Pengumpulan bijih yang sudah matang dan siap untuk dijadikan

bibit.

 Penyimpanan bijih jangan dilakukan dalam kantong plastik tapi

dalam kartun atau kain.

d. Penyimpanan Bijih

Penyimpanan bijih salah satu bagian penting untuk menjaga kualitas

dan manfaatnya, maka hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

P T . A C E S S E L A R A S | IV-5
Rencana Reklamasi 2017

 Bersihkan bijih dengan baik untuk menghindari kontaminasi

dengan jamur.

 Pemberian tanda jelas terhadap masing-masing bijih menurut

jenis, tanggal pengumpulan, sumber bijih, dan lain-lain.

 Penyimpanan dalam wadah kering, bebas serangga dan kutu serta

dibubuhi dengan anti jamur dan kutu.

 Penyimpanan pada suhu di bawah 20°C dan pada kelembaban

udara rendah.

e. Persiapan Pembenihan

Dalam hal persiapan pembenihan tergantung pada topografi dari

lokasi, rencana pemanfaatan lahan, tingkat kesuburan dan pupuk yang

digunakan serta teknik penanaman yang dilakukan. Dalam persiapan

pembenihan ini, hal-hal yang perlu diperhatikan, adalah:

 Mencegah terjadinya pemadatan, pembongkahan dan erosi

dengan cara hindari gangguan pada tanah pada saat kondisi basah

dan lengket serta kering atau berserbuk (powdery),

 Pemupukan dilakukan pada waktu penyemaian benih,

 Waktu persiapan yang tepat,

 Jika penanaman bijih secara manual maka penyiapan lahan untuk

pembenihan dilakukan dengan cara penggaruan atau pembajakan.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-6
Rencana Reklamasi 2017

f. Metode Penanaman

Penanaman Langsung

 Sangat ekonomis untuk revegetasi tapi hanya pada saat tumbuh

bijih dengan penyemaian cukup tinggi.

 Upah buruh rendah, penaburan bijih secara acak dan tidak perlu

pengecekan tingkat pertumbuhan setelah penyemaian.

 Penaburan bijih dengan tangan dan konvensional atau modifikasi

atau penyemprotan dengan udara yang dicampur air dan

sebagainya.

 Kelemahannya adalah tingkat resiko cukup tinggi bila kondisi iklim

kurang baik, adanya tubuhan rumput yang liar, hilangnya bijih

karena serangga atau burung-burung serta rendahnya daya

kecamba bijih.

Penanaman Semaian

• Adanya pemasok bibit yang dipercaya atau pembangunan tempat

persemaian di lapangan.

• Keuntungannya adalah: Penggunaan bijih yang efisien,

pengendalian campuran jenis bijih dan tidak adanya pemanasan

jenis-jenis tumbuhan.

• Biaya penyemaian dapat diirit apabila dalam jumlah besar dengan

membangun tempat pesemaian yang benar.

• Penanaman bibit pada saat lahan dalam keadaan lembab.


P T . A C E S S E L A R A S | IV-7
Rencana Reklamasi 2017

Pencangkokan

• Pencangkokan pohon dewasa dan semak dapat dilakukan pada

lokasi tertentu.

• Keuntungannya adalah adanya pertumbuhan langsung dan

kemungkinan memperoleh sumber bijih yang cepat.

• Kelemahannya adalah mempunyai kegagalan yang tinggi.

• Jika pohon diperlukan untuk reklamasi maka pencangkokan sudah

harus selesai pada saat peralatan pemindahan tanah dan angkut

masih berada di lokasi.

g. Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan tanaman sehingga

dapat terwujud hasil yang optimum. Kegiatan pemeliharaan pada

tahun pertama biasanya dilakukan dalam bentuk penyulaman,

pengendalian gulma, penyiangan, dan pemupukan sehingga dapat

diperoleh hasil yang maksimum.

Dalam kegiatan pemeliharaan ini perlu dilakukan beberapa hal, antara

lain:

 Pemagaran atau perlindungan tanaman bagi tanaman kecil untuk

menghindari masuknya hewan, pejalan kaki serta gangguan

Iainnya.

 Hindari adanya pengairan yang besar berlebihan pada daerah yang

sudah ditaburi dengan bibit pada musim hujan.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-8
Rencana Reklamasi 2017

 Penyiraman semaian harus dikurangi secara bertahap untuk

mencegah ketergantungan yang berlebihan atau menghindari

terjadinya pengakaran di permukaan.

3. Reklamasi pada Infrastruktur dan Bekas Bukaan Tambang

a. Jalan tambang

Faktor utama dalam kegiatan ini adalah adanya perencanaan yang

baik, adanya rancang bangun dan pekerjaan konstruksi. Jalan

umum dan jalan tambang hendaknya diselaraskan dengan rencana

pembukaan daerah pertambangan dengan maksud mempermudah

rencana selanjutnya apabila kegiatan pertambangan telah selesai.

Pada daerah gersang atau jarang pepohonan, perencanaan jalan

umum dan jalan tambang dilakukan sedemikian rupa agar tumbuh-

tumbuhan dan panorama alam tidak mengurangi daya penglihatan.

Pembuatan jalan umum dan jalan tambang hendaknya disesuaikan

dengan topografi wilayah untuk menghindari adanya aliran air yang

dapat merusak kondisi jalan dimaksud.

Desain jalan tambang akan disesuaikan dengan waktu, jenis

kendaraan yang akan menggunakan jalan tersebut sehingga

konstruksi jalan tidak membuat kendaraan macet terutama pada

saat terjadi pengupasan permukaan lahan, pengangkutan material

dari satu tempat ke tempat lain yang sudah direncanakan, desain

P T . A C E S S E L A R A S | IV-9
Rencana Reklamasi 2017

jalan juga hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak

menyebabkan terjadinya erosi terutama pada saat musim hujan.

b. Lubang bekas tambang

PT. Aces Selaras dalam melakukan penambangan dengan sistem

penambangan terbuka (Quarry) tidak akan berakibat terdapatnya

lubang-lubang atau cekungan pada akhir penambangan. Yang

terbentuk hanyalah bekas pembongkaran yang berupa lereng-

lereng. Penyesuaian lereng yang terbentuk untuk keamanan

jangka panjang perlu dilakukan, agar bekas area penambangan

tidak menggangu aktifitas di sekitarnya. Dampak fisik dari bekas

penambangan dikelola dengan kajian yang tepat serta sesuai

peruntukannya.

4. Penyelesaian Akhir

Penyelesaian pekerjaan rekalamasi dilaksanakan berupa kegiatan-

kegiatan berikut ini:

a. Pemeliharaan lahan yang telah direklamasi.

b. Pemupukan.

c. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman.

d. Upaya menjaga kestabilan lereng.

e. Pengamatan dan pengelolaan.

Selain kegiatan tersebut, pemantauan daerah reklamasi perlu

dilakukan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan tanaman baik

P T . A C E S S E L A R A S | IV-10
Rencana Reklamasi 2017

sampai keadaan vegetasi di daerah rekalamasi menyerupai habitat aslinya.

Masyarakat di sekitar daerah reklamasi dapat diberdayakan untuk

memudahkan proses pemantauan karena masyarakat daerah sekitar lokasi

reklamasi paling dekat kedudukannya sehingga dapat dengan mudah

memantau keadaan vegetasi di daerah reklamasi.

Pemeliharaan tanaman di lokasi hasil reklamasi selanjutnya diserahkan

kepada penduduk sekitar daerah reklamasi dengan cara bergotong royong.

Proses pemeliharaan tanaman meliputi, pembersihan gulma, pemberian

pestisida jika terdapat hama penyakit yang menyerang pada tanaman, dan

penyulaman tanaman yang mati. Pemeliharaan tanaman dilakukan sampai

keadaan kanopi vegetasi disekitar daerah reklamasi hampir menutupi

separuh dari daerah yang direklamasi. Untuk tanaman buah–buahan di

daerah reklamasi dapat diambil hasilnya oleh masyarakat sekitar untuk di

konsumsi.

P T . A C E S S E L A R A S | IV-11