Anda di halaman 1dari 9

Bagaimanakah Onomatopoeia Bunyi Jantung kita?

Bunyi adalah gelombang longitudinal, hasil dari suatu getaran yang merangsang indra
pendengaran1 . Untuk mengetahui itu bunyi apa, atau mengetahui sumber bunyi berasal
dari mana, maka pusat persepsi pendengaran diotak lobus temporalislah yang akan
menjawabnya.2 Getaran suara à daun telinga à saluran pendengaran à membran timpani à
tulang martil à tulang landasan à tulang sanggurdi à jendela oval à cairan koklea à ujung
saraf auditori à otak lobus temporalis à persepsi suara. Sampai tingkat persepsi, maka pada
semua orang yang normal akan mengetahui dari mana sumber bunyi itu. Tapi bagaimana
sebenarnya suara yang di keluarkan oleh sumber bunyi itu? Sangat subjektif sekali.
Tergantung budaya atau kebiasaan kelompok / kaum / bangsa tersebut. Onomatopoeia
adalah kata atau sekelompok kata yang menirukan bunyi bunyi dari sumber yang
digambarkannya.3 Sebagai contoh, suara tembakan yang terdengar oleh orang Indonesia
adalah dor – dor, tetapi di Amerika/Inggris bang-bang, di Belanda paw-paw.4 Suara ayam
jantan berkokok di Indonesia adalah kukuruyuk, di Inggris cock a doodle do, di Jerman
kickeriki, di Eslandia gagala-gagala dan di Cina (Mandarin) gou-gou5.
Begitu juga dengan suara jantung. Secara kepustakaan kita dipaksa untuk mengatakan
bahwa suara jantung adalah lub-dup. Tetapi ternyata banyak negara tidak menyatakan lub-
dup sebagai suara jantung. Berikut adalah contoh dari bermacam negara tentang
onomatopoeia bunyi jantung 1 dan 2:5
Nama Negara Onomatopoeia
Indonesia deg-degan, dag-dig-dug, dug-tek
Inggris lub-dup, thump-thump
China (Mandarin) peng-peng
Prancis bom-bom, poum-poum
Jerman poch-poch
Jepang do-ki
Kanada da-va
Arab ratama-ratama
Thailand tup-tup
Turki gum-gum
Tamil lappu-lappu
Swedia du-dunk
Rusia tuc-tuc
Persia tap-tap
Norwegia dunk-dunk

Terlihat dari contoh di atas, bahwa verbal dari suara jantung atau onomatopoeia sedunia
dapat bermacam-macam. Apakah mungkin onomatopoeia jantung dapat disamakan? Atau
secara verbal sebenarnya suara jantung mana yang paling tepat? Suara jantung yang paling
mendekati mekanisme fisika atau fisiologi dari bunyi jantung, menurut saya adalah yang

paling tepat. Saya mengusulkan - (dengan ejaan bahasa arab yang sempurna)

sebagai verbal atau onomatopoeia dari bunyi jantung. Bila verbal – (dalam ejaan
bahasa arab yang sempurna) dituliskan dalam bahasa latin, maka tulisannya adalah Alloo-
Hu atau sehari-hari diucapkan Allooh6. Onomatopoeia Alloo-Hu lebih mendekati
mekanisme fisika atau fisiologi dari bunyi jantung.
Bunyi pada dasarnya terdiri dari 2 komponen besar yaitu, amplitudo dan frekuensi.
Amplitudo adalah suatu simpangan yang sangat mempengaruhi kuat lemahnya bunyi,
yang di hasilkan dari suatu getaran.7 Sedangkan frekuensi adalah jumlah getaran yang
terjadi dalam satu detik8.
Suara atau bunyi jantung, disebabkan getaran-getaran dinding otot jantung dan pembuluh
darah akibat penutupan katup-katup jantung9. Ada 4 katup di jantung, yaitu katup mitral,
trikuspidal, pulmonal dan katup aorta. Katup mitral adalah katup yang membatasi
ventrikel/bilik kiri dan atrium/serambi kiri. Katup trikuspidal adalah katup yang
membatasi ventrikel kanan dan atrium kanan. Keduanya disebut katup atrioventrikuler
atau katup AV. Katup aorta adalah katup yang membatasi pembuluh darah aorta dengan
ventrikel kiri. Katup pulmonal adalah katup yang membatasi arteri pulmonalis dengan
ventrikel kanan. Kedua katup tersebut disebut katup semilunare. Katup atrioventrikular
lebih tebal ketimbang katup semilunare. Bunyi jantung pada dasarnya ada dua macam
yaitu bunyi jantung 1 dan bunyi jantung 2. Bunyi jantung 1 adalah bunyi atau suara yang
terdengar ketika kedua katup atrioventrikular (mitral dan trikuspidal) menutup dan darah
keluar dari dalam jantung yaitu dari ventrikel kiri ke aorta kemudian ke seluruh tubuh, dan
dari ventrikel kanan ke paru-paru. Dapat keluarnya darah dari jantung oleh karena kedua
katup semilunare terbuka, pada saat katup AV tertutup. Sedangkan bunyi jantung 2, adalah
bunyi atau suara yang terdengar ketika kedua katup semilunare (aorta dan pulmonal)
tertutup dan darah masuk ke dalam jantung. Darah dari seluruh tubuh masuk ke dalam
atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan. Dan darah dari paru-paru masuk ke atrium kiri
untuk kemudian ke ventrikel kiri. Dapat masuknya darah ke dalam jantung atau ke
ventrikel oleh karena kedua katup AV membuka pada saat kedua katup semilunare
menutup.
Dengan keterangan diatas dapat di mengerti bila bunyi jantung 1 akan terdengar lebih berat
di awal, lebih keras dan lebih lama ketimbang bunyi jantung 29. Lebih berat dan lebih
keras di awal oleh karena getaran-getaran gelombang yang hebat dari pembuluh-pembuluh
darah besar dan dinding jantung akibat menutupnya katup AV yang tebal itu. Atau
amplitude yang terjadi pada saat BJ1 lebih besar ketimbang BJ2. Walaupun demikian
getaran tersebut secara cepat akan menurun kekuatannya. Efek katup AV yang tebal itu
juga menyebabkan katup AV lebih lama membukanya atau lebih sulit tertutup ketimbang
katup semilunare. Keadaan demikian secara fisiologis, ditunjukkan dengan lebih lamanya
waktu pengisian jantung (diastolic ventrikel), ketimbang waktu keluarnya darah dari
jantung (sistolik ventrikel)9,10. Perbandingannya 65% : 35%10.
Berbedanya struktur anatomis dari katup AV dan katup semilunare juga akan
menyebabkan frekuensi BJ1 terdengar lebih rendah (lebih halus). Bunyi jantung 2 akan
terdengar lebih lemah, tetapi dengan frekuensi lebih tinggi (suara terdengar lebih tajam)
dan lebih singkat waktunya9. Katup seminulare yang tipis adalah penyebab terjadinya
frekuensi yang lebih tinggi atau tajam ketimbang BJ1.
Kesimpulan dari uraian-uraian diatas kata (dengan ejaan bahasa arab yang
sempurna) dapat menggambarkan BJ1 dan BJ2. Secara terperinci adalah Alloo (BJ 1)- Hu

(BJ 2) dengan ejaan bahasa arab yang sempurna.( – ).

Tidak menyebut kata – secara sempurnya (sesuai ejaan bahasa arab yang
sempurna), dapat berarti terjadinya sakit pada individu tersebut atau tidak sesuai dengan
mekanisme fisika BJ1 – 2. Misalnya bila kita menyatakan bahwa onomatopoeia BJ1 – 2
adalah Aw (BJ1) – loh (BJ2) atau A (BJ1) – lah (BJ2). Hal itu dapat berarti adanya
kelemahan pada otot ventrikel atau katup jantung. Begitu juga dengan All-looh. All (BJ1)
tidak menunjukkan waktu yang lebih lama dari BJ2 (looh). Sedangkan looh (BJ2), tidak
menunjukkan frekuensi tajam. Jauh kurang tajam, bila di bandingkan BJ2 yang di
suarakan dengan Hu.
Dilain pihak telah di ketahui pula, bahwa pengisian darah kedalam jantung memerlukan
waktu seper sepuluh detik lebih lama (katup semilunare telah tertutup dan katup AV masih
terbuka). Sehingga pada saat itu tidak terdengar suara apapun (diam). Jadi suara jantung
yang sebenarnya adalah Dug – Tek – Diam, Dug – Tek – Diam. Atau Lub – Dup – Diam,

Lub – Dup – Diam11. Atau – – Diam, - – Diam. Tapi waktu satu


sepersepuluh detik ini sangat singkat, sehingga yang terdengar adalah BJ1 – 2 yang tidak
pernah terputus. Hal ini sesuai dengan apa yang dituliskan di depan bahwa lamanya waktu
pengisian ventrikel (diastolik) lebih lama daripada lamanya waktu keluarnya darah dari
ventrikel (sistolik). Dengan demikian katup AV terbuka lebih lama ketimbang katup
semilunare. Atau lamanya katup AV yang tertutup lebih cepat ketimbang katup
semilunare. Ini tidak berarti BJ1 lebih cepat ketimbang BJ2. Karena bunyi jantung seperti
yang di terangkan sebelumnya adalah lamanya getaran-getaran pada pembuluh darah dan
dinding ventrikel akibat penutupan katup-katup jantung. Sehingga BJ1 tetap lebih lama
terdengar ketimbang BJ2.
Gambar skematik bunyi jantung

P : tidak ada suara


Frekuensi bunyi jantung pun tidak boleh terlalu lambat atau terlalu cepat (umumnya 60-
100x permenit). Dengan keterangan diatas kita melihat bahwa jantung benar-benar

bergerak dengan sangat teratur dengan menyebut nama secara sempurna yaitu -

– Diam, – - Diam, – – Diam. Atau apabila di tulis dalam bahasa latin


Alloo-Hu-Diam, Alloo-Hu-Diam, Alloo-Hu-Diam.

Dari mana ide ini diambil? Ide ini saya ambil dari buku Qur’an yang diakui sebagai kitab
suci umat Islam.

Q.S An-Nahl 48 : “Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang di
ciptakan Allah, yang bayang-bayangnya berbolak-balik kekanan dan kekiri, dalam
keadaan sujud kepada Allah dan mereka (bersikap) rendah hati” (diambil dari Quran
Qordoba)12.
Ibnu Katsir yang menulis kitab tafsir Qur’an dan menjadi rujukan umat Islam sedunia
menafsirkan ayat tersebut bahwa semua makhluk yang di ciptakan Allah dan mempunyai
bayangan, maka bayangannya itu selalu bersujud kepada Allah dan merendahkan dirinya.
Sedangkan berbolak-balik kekanan dan kekiri, maksudnya keadaan bayangan itu pada
waktu pagi dan sore hari13. Begitupun kitab-kitab tafsir besar lainnya seperti Tafsir
Jalalain, Tafsir At-Tabari, lebih kurang menafsirkan ayat An-Nahl 48, seperti apa yang
ditulis oleh Ibnu Katsir12.

Apabila kita dapat membuktikan bahwa benda tersebut benar-benar secara nyata dalam
posisi bersujud (bukan hanya bayangannya saja), benar-benar bergerak kekiri dan kekanan
secara nyata dan merendahkan diri secara nyata, maka tafsir itu akan lebih kuat daripada
tafsir Ibnu Katsir dkk. Dan apabila jantung dapat dibuktikan sebagai benda yang
dimaksud, maka nama Tuhan orang Islam, adalah onomatopoeia dari bunyi jantung
manusia. Karena rendah hati dapat pula di artikan menyebut nama Tuhan terus-menerus
tanpa putus.

Apakah jantung manusia dalam posisi bersujud?

Jantung adalah organ berongga dan berotot seukuran kepalan tangan. Organ ini terletak di
antara rongga dada/toraks disebelah depan dan tulang belakang bagian punggung/vertebra
torakalis disebelah belakang. Jantung memiliki dasar melebar diatas dan meruncing
kebawah membentuk titik di ujung bagian bawahnya yang di sebut apex. Sehingga dengan
bentuk jantung yang demikian bila di lihat dari sebelah kiri/kanan/atas maka jantung akan
terlihat dalam keadaan bersujud. Posisi bersujud dari jantung tersebut akan lebih jelas bila
manusia tersebut dalam keadaan berbaring terlentang menghadap ke atas dan kita melihat
jantung orang tersebut dari atas. Dengan demikian kriteria bersujud telah di penuhi oleh
jantung.

Apakah jantung begerak kekanan dan kekiri?

Ketika jantung berdenyut kuat, apex yang terletak di bagian bawah jantung yang
sebenarnya merupakan bagian dari ventrikel kiri/bilik kiri bergerak kedepan dan dapat kita
raba di dada kiri. Hal tersebut kita namakan iktus kordis(denyutan jantung yang teraba di
dada kiri). Sebenarnya ujung ventrikel kanan pun bergerak ke belakang pada saat
berdenyut keras atau pada saat kontraksi mengeluarkan darah ke paru-paru. Tapi gerakan
ventrikel kanan tidak dapat di raba karena terhalang oleh otot otot dan tulang belakang.
Dengan demikian pada saat apex (ujung ventrikel kiri) bergerak ke arah dada/depan dan
ujung ventrikel kanan bergerak ke arah belakang serta kembalinya kedua ujung ventrikel
itu ke posisinya semula maka kalau kita lihat dari arah kiri atas maka jantung seperti
bergerak kekanan dan kekiri. Dengan imajinasi penglihatan seperti itulah kriteria bayang-
bayang berbolak-balik kekanan dan kekiri telah di penuhi oleh jantung. (Lihat
youtube.com “bagaimana jantung bekerja”). Allah menyebut kanan lebih dahulu karena
gerakan jantung kedepan lebih bebas akibat tidak adanya tahanan dan gerak ventrikel kiri
yang lebih kuat. Dengan demikian kriteria jantung bergerak berbolak-balik kekanan dan
kekiri telah di penuhi, begitu juga dengan bayangannya.

Kemudian apakah jantung memenuhi syarat untuk kriteria rendah hati?

Sebenarnya posisi jantung yang seperti itu dan harus seperti itu tidak boleh membesar atau
mengecil dan harus bersikap sujud seperti itu terus menerus sepanjang hidup seorang
manusia, menunjukkan sikap yang rendah hati bahkan rendah diri. Tapi bisa juga rendah
diri itu di artikan bila suatu benda atau jantung mengeluarkan suara yang terus menerus

menyebut nama Tuhannya. Nama Tuhan menurut Al-Quran adalah Allah / (dengan
ejaan bahasa arab yang sempurna). Dengan dasar itulah saya mengusulkan ide bahwa
onomatopoeia bunyi jantung adalah Alloo-Hu.

An Nahl : 49

“ dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua mahkluk
yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang meraka (malaikat) tidak
menyombongkan diri.”

Ar Rad : 15

“ hanya kepada Allah lah sujud (patuh) segala apa yang dilangit dan di bumi baik dengan
kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan
petang hari.”

Kata sujud dalam an nahl:49 dan ar rad:15, tidak lah menunjukkan bahwa benda-benda
tersebut benar-benar dalam keadaan bersujud. Tetapi maksud sujud dalam ayat tersebut
menunjukkan bahwa benda-benda tersebut harus mengikuti hukum alam atau sunnatullah
yang berlaku pada benda-benda tersebut (bila benda tersebut ingin selamat atau sehat).
Bila benda tersebut harus tunduk pada hukum alam yang berlaku pada dirinya, maka sudah
pasti bayang-bayangnya atau segala turunan dari benda-benda tersebut harus sujud atau
patuh pula.
Kesimpulan
Telah di terangkan tentang kepantasan verbal Alloo-Hu untuk menunjukkan BJ1 dan BJ2
(onomatopoeia). Walaupun penulis tidak mempunyai kemampuan untuk mengucapkan
verbal suara jantung secara baik dari bermacam-macam verbal jantung atau onomatopoeia
bangsa-bangsa di atas dunia ini, tapi secara umum penulis berkeyakinan verbal verbal dari
bangsa-bangsa di dunia ini untuk menunjukkn BJ1 – 2, tidaklah tepat secara mekanisme
fisika atau fisiologi dari BJ1 – BJ2. Meskipun demikian bisa saja dunia mengusulkan
onomatopoeia yang lain dari apa yang penulis usulkan. Yang sesuai dengan mekanisme
fisika dan fisiologi dari bunyi jantung. Maria Florencia dkk, mengusulkan memakai mesin
/ computer yang mampu menguraikan spektrum-spektrum bunyi untuk mendapatkan
onomatopoeia yang tepat14. Kalau itu terjadi, maka tetap saja Alloo-Hu sebagai
onomatopoeia bunyi jantung tidak dapat disingkirkan, bila kita tidak dapat membantah
tulisan ini. Apabila ini diakui maka seluruh manusia di dunia harus berlajar mengucapkan
verbal Alloo-Hu secara baik dan benar (sesuai ejaan bahasa Arab yang sempurna). Atau
suara lub-dup yang menggambarkan bunyi jantung dapat diganti dengan Alloo-Hu.

Usulan terakhir ada baiknya tulisan Allah diganti dengan tulisan Allooh, untuk
membiasakan diri mengucapkan nama Tuhan dengan baik dan benar.
Daftar Pustaka
1. Agus Parmadi: Pengertian Dan Arti Definisi Bunyi. 2013 diakses pada:
www.blog.isi-dps.ac.id/agusparmadi/a-pengertian-dan-arti-definisi-bunyi
2. Cindy Lestari: Sistem saraf manusia. 2012 diakses pada: www.cindy-
lestari.blogspot.com/2012/10/sistem-saraf-manusia.html?m=1
3. Wikipedia: Onomatope. 2013 diakses pada: www.id.wikipedia.org/ Onomatope
4. Dedy Mulyana: Islam di Negeri Paman Sam. 2002 diakses pada: www.
books.google.co.id
5. wikipedia.org/wiki/cross-linguistic-onomatopeias
6. Yahoo Answer: Gimana cara mengucapkan Allah SWT yang benar. 2015 diakses
pada: https://id.answers.yahoo.com
7. Para ahli: Pengertian Amplitudo. 2014 diakses pada: www.pengertian
menurutparaahli.com/pengertian-amplitudo
8. Godam: Pengertian Getaran dan Penjelasan Dasar Frekuensi, Periode, dan Amplitudo
Ilmu Pengetahuan Fisika. 2007 diakses pada: www.organisasi
.org/1970/01/pengertian-amplitudo-ilmu-pengetahuan-fisika.html?m=1
9. Sherwood L: Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, Ed. 6, EGC, Jakarta: dr. Brahm
U. Pendit, 2012:344-349
10. AC Brown: Cardiac Cycle DH. Hyperlink available at:
https://www.yumpu.com/en/document/view/33470256/cardiac-cycle-dh-professor-
ac-brown
11. Heart Sound. Hyperlink available at: http://www.dynamicscience.com.au/
tester/solutions1/biology/heart3.htm
12. Surat An-Nahl ayat 48, Al-Qur’an Cordoba. Ed. 1, CII, Bandung, 2012:541-542
13. Full Text Tafsir ibnu katsir QS. An-Nahl ayat 48. diakses pada:
https://archive.org/stream/TafsirIbnuKatsirJuz14suratAl-hijr2S.d.An-
nahl128/TafsirIbnuKatsirJuz14suratAl-hijr2S.d.An-nahl128_djvu.txt
14. Maria Florencia Assaneo, Juan Ignacio Nichols, Marcos Alberto Trevisan: The
Anatomy of Onomatopoeia. 2011. Hyperlink available at:
www.lsd.df.uba.ar/papers/Assaneo11.pdf