Anda di halaman 1dari 5

Peralatan dan Pengendalian Proses

Dosen : Dr. Ir. Eva Octavianingrum M.Eng


Kelas A

Kelompok 9
Vyrgie Andini Putradhi 10411500000045
Sholikhatu Ina Imana 10411500000062
Zulaikah 10411500000068

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA INDUSTRI


FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
SPRAY DRYER

Gambar Spray Dryer

Spray Dryer merupakan salah satu dari berbagai macam alat pengering.
Pengeringan/drying adalah suatu peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi
dalam pemisahan cairan atau kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air
yang ditentukan dengan menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerima
uap cairan. Pengeringan merupakan proses penghilangan sejumlah air dari material.
Dalam pengeringan, air dihilangkan dengan prinsip perbedaan kelembaban antara udara
pengering dengan bahan makanan yang dikeringkan. Material biasanya dikontakkan
dengan udara kering yang kemudian terjadi perpindahan massa air dari material ke
udara pengering. Bila ingin mengeringkan larutan, dapat menggunakan spray dryer
dengan menyemprotkan dalam ukuran-ukuran yang sangat kecil, ke aliran gas panas.
Dalam keadaan ini pengeringan berjalan sangat cepat, dan kapasitas alat ini harus besar.
Prinsip dasar spray dryer adalah memperluas permukaan cairan yang akan
dikeringkan dengan cara pembentukan droplet yang selanjutnya dikontakkan dengan
udara pengering yang panas. Udara panas akan memberikan energi untuk proses
penguapan dan menyerap uap air yang keluar dari bahan. Bahan (cairan) yang akan
dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle (saringan bertekanan) sehingga keluar dalam
bentuk butiran (droplet) yang sangat halus. Butiran ini selanjutnya masuk kedalam
ruang pengering yang dilewati oleh aliran udara panas. Hasil pengeringan berupa bubuk
akan berkumpul dibagian bawah ruang pengering yang selanjutnya dialirkan ke bak
penampung.
Fluida proses akan dipompa menuju spray dryer tower dan dikontakkan dengan
udara panas yang dihasilkan dari air heater. Temperatur spray dryer, udara berlebih
pada flue gas dan temperatur produk dapat dikontrol dengan memanipulasi flow rate
dan ratio udara panas. Komposisi dari fluida proses adalah disturbance variables.
CRYSTALLIZER

Kristalisasi ini termasuk kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara


mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang memiliki titik
beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat lain masih larut
sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat lain akan turun
bersama pelarut sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetap tinggal di atas saringan
sebagai residu.
Kristalizer banyak jenisnya, salah satunya adalah direct contact refrigeration
Crystallizer. Prinsip kerja dari kristalizer jenis ini dengan memanfaatkan refrigerant
atau bahan pendingin. Umpan dari cairan induk dimasukkan kedalam badan crystallizer
dengan suhu yang lebih tinggi dibanding suhu refrigerant. Karena hasil produk yang
dipengaruhi oleh kecepatan putaran dalam badan crystallizer, flow rate dan jumlah
refrigerant. Sehingga suhu cairan induk dapat dikontrol dengan memanipulasi rpm
pengaduk, flow rate dan jumlah refrigerant yang masuk. Karena semakin cepat
pengadukan maka transfer panas akan lebih besar, dan dengan flowrate dan jumlah
refrigerant yang besar maka akan lebih cepat terbentuk nukleus karena suhu akan stabil
dinginnya. Dimana nukleus atau bibit kristal yang telah mencapai besar ukuran tertentu
akan mengikat atom-atom lain membentuk struktur kristal yang sama sehingga ukuran
kristal akan semakin besar. Terjadinya pertumbuhan kristal ini hanya dapat terjadi
karena sistem terlalu jenuh (oleh senyawa pembentuk kristal), sehingga ukuran kristal
akan bertambah besar secara terus menerus sampai sistem (larutan) tidak lagi dalam
keadaan sangat jenuh. Dalam hal ini disturbance variabel adalah cairan induk yang
masuk dengan jenis dan sifat kimia fisik yang sudah ada. Menggunakan HE dalam hal
ini tidak efektif dikarenakan penurunan suhu yang dihasilkan sangat kecil misalkan
3oC. Suhu refrigerant memiliki titik didih yang kecil dengan suhu minus yang jauh
dibawah suhu cairan induk sehingga ada perpindahan panas yang mengakibatkan
refrigerant suhunya naik dan menguap sehingga dapat mendinginkan cairan induk.
Dalam hal ini refrigerant dan cairan induk akan berkontak secara langsung, namun sifat
immiscible dari refrigerant membuat mereka tidak mudah bercampur. Sebagai contoh
dalam proses pembuatan calcium chloride dengan refrigerant propane.

VERTICAL ROLLER MILL

A. Pengertian
Vertical Roller Mill adalah salah satu jenis grinding mill yang memiliki 4 fungsi
sekaligus dalam satu alat yaitu peggilingan (grinding), pengeringan (drying), pengangkutan
(transport) dan pemisahan (separating). VRM tersebut digunakan untuk penggilingan
batubara, petroleum coke dan mineral. Baru-baru ini, VRM telah digunakan untuk
penggilingan pada Industri Portland cement.

B. Prinsip Kerja
1. Grinding
Bahan baku masuk kedalam vertical roller mill melalui feed gate jatuh pada bagian
tengah ( tempat Penggilingan ) sementara itu udara panas masuk kedalam bagian bawahnya
kemudian material akan digiling. Penggilingan menggunakan gaya sentrifugal di mana
material yang diumpankan dari atas akan terlempar ke samping karena putaran dari grinding
table dan akan tergerus oleh roller yang berputar karena putaran dari grinding table itu sendiri.
2. Drying
Material akan mengalami pengeringan dengan target kadar moisture tertentu. Proses ini
memanfaatkan panas gas sisa dari kiln. Material yang telah digiling akan kontak langsung
dengan gas panas (300-350oC) yang masuk melalui nozzle louvre ring.

3. Classifying
Material yang sudah tergiling halus akan terbawa udara panas keluar raw mill melalui
bagian atas alat tersebut dengan bantuan hisapan ke atas oleh fan. Vertical roller mill memiliki
bagian yang dinamakan classifier yang berfungsi untuk mengendalikan ukuran partikel yang
boleh keluar dari raw mill, partikel dengan ukuran besar akan dikembalikan kedalam raw mill
untuk mengalami penghalusan selanjutnya sampai ukurannya mencapai ukuran yang
diharapkan.
4. Transporting
Raw meal yang memiliki standar kehalusan tertentu akan terhisap oleh fan keluar dari
vertical roller mill, selanjutnya melewati separator berupa cyclone yang berjumlah 4 (empat)
buah. Dengan memanfaatkan gaya sentrifugal atau putaran tertentu dalam cyclone, gas panas
dan pertikel-partikel halus (raw meal) akan terpisah. Gas akan mengalir keluar dari top cyclone
menuju Electrical Precipitator sedangkan partikel halus raw meal keluar melalui bottom
cyclone. Gas dari cyclone separator mengandung uap air dan sebagian debu yang masih terikut
pada waktu pemisahan.

C. Pengendalian Proses pada Vertical Roller Mill

Controlled Variables Manipulated Variables Disturbance Variables

Tekanan pada Mill Kecepatan classifier Penggilingan material

Laju alir gas Kecepatan fan Mill Temperatur material

Volume product Water injection Kelembaban material

Temperatur outlet Grinding aid injection Komposisi raw material

External recirculation Hot gas

Fresh air