Anda di halaman 1dari 4

CONCEPT NOTE

ANALISIS PERMASALAHAN DAN FAKTOR PENDUKUNG PELAKSANAAN KUR PADA UMKM


(STUDI KASUS BANK SYARIAH MANDIRI)

MUHAMMAD RASYID RDLO PAKAYA


(14 18 223)

A. Latar belakang
Bank Islam, selanjutnya disebut dengan bank syariah, adalah bank yang beroperasi tanpa
mengandalkan bunga. Bank syariah juga dapat diartikan sebagai lembaga keuangan/perbankan yang
operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan Al-Quran dan Hadis (Umam, 2013: 15). Perbankan
syariah memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pembangunan perekonomian yang berdasarkan syariat
Islam, seperti pada pengumpulan dan penyaluran dana. Bank syariah mengumpulkan dana dari nasabah
melalui proses investasi. Pengumpulan dana tersebut digunakan untuk mengelola usaha dan keuntungan
diproses kembali dengan sistem bagi hasil. Hal ini menjadi salah satu cara membantu perekonomian agar lebih
baik. Selain itu, bank syariah juga menyalurkan dana bagi nasabah untuk keperluan usaha seperti untuk
menambah modal usaha. Dengan cara ini, perekonomian juga akan ikut terbantu.

Seiring perkembangan bank syariah yang sangat pesat, maka perbankan syariah mempunyai potensi
dan peluang yang besar dalam peranannya sebagai sumber pembiayaan bagi hasil perekonomian. Pembiayaan
merupakan salah satu tugas pokok bank, yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi
kebutuhan pihak-pihak yang merupakan defisit unit (Antonio, 2001: 160). Selain itu Pembiayaan atau
financing yaitu pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang
telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan
yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan (Muhammad, 2002: 17).

Berdasarkan sifat penggunaannya, pembiayaan dibagi mejadi dua macam yakni pembiayaan produktif
dan pembiayaan konsumtif. Sedangkan berdasarkan keperluannya, pembiayaan produktif di bagi menjadi dua
yaitu pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi (Antonio, 2001:160-161).

Selain itu, pada perbankan juga terdapat suatu pembiayaan yang berskala kecil yang disebut
pembiayaan mikro. Pembiayaan mikro adalah suatu pembiayaan usaha berupa dana yang dipinjamkan bagi
usaha mikro (kecil) yang dikelola oleh pengusaha mikro yaitu masyarakat menengah ke bawah yang memiliki
penghasilan dibawah rata-rata. Fungsi dan manfaat pembiayaan mikro yang diberikan kepada masyarakat
adalah sebagai upaya memaksimalkan laba, upaya meminimalisir resiko, pendayagunaan sumber ekonomi,
dan penyaluran kelebihan dana (Muhammad, 2002: 18).

Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada
akhir tahun 2006 jumlah UMKM mencapai 48,8 juta unit dan pada akhir 2012 meningkat menjadi 55,2 juta
unit. Peningkatan jumlah UMKM akan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian Indonesia dan juga
peningkatan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendorong UMKM agar
terus berkembang. Kontribusi positif dari UMKM bagi perekonomian Indonesia masih tidak diikuti dengan
kemudahan akses bagi UMKM untuk meningkatkan usahanya. Kendala utama pada UMKM adalah
kurangnya modal yang dimiliki para pengusaha UMKM dan tidak bankable-nya usaha UMKM membuat
UMKM sulit untuk mendapatkan pinjaman dana-dana dari perbankan yang memiliki peraturan yang ketat.
Permasalahan tersebut berusaha pemerintah untuk menanggulanginya.

Pemerintah pada tanggal 5 November 2007 mencanangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan
fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Adapun bank
pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah
Mandiri, Bank Bukopin, dan BNI Syariah. KUR merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh
UMKM dan Koperasi (UMKM-K) terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. UMKM
dan koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif, antara
lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam (Kemenko
Perekonomian, 2010). Diketahui bahwa bank penyalur KUR terbesar adalah BRI dengan dana yang disalurkan
sebesar Rp 1,09 triliun kepada 104.853 debitur. Dan di luar 26 BPD, bank penyalur terbesar selanjutnya adalah
BNI dengan dana sebesar Rp 186,4 miliar dengan 1.835 debitur (seputarindonesia.com, 2012).

Bank Syariah Mandiri, sebagai bank penyalur KUR yang berbasis syariah menempati posisi ketiga
dengan dana sebesar Rp 87,7 miliar kepada 1.195 debitur. Di posisi selanjutnya secara berturut-turut ditempati
oleh BTN, Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan BNI Syariah. Keberadaan BSM di posisi tiga besar bank
penyalur KUR (di luar 26 BPD) menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk mendapatkan akad syariah
cukup baik. BSM sebagai salah satu bank syariah penyalur KUR, tentunya memiliki perbedaan dengan bank-
bank penyalur KUR lainnya yang berbasis bunga. Baik itu berupa operasional maupun tata nilainya,
kekurangan maupun kelebihannya, kendala maupun faktor pendukungnya, persepsi dari penyalur maupun
penerima KUR, dan lain-lain.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang menjadi kendala dan factor pendukung dari pelaksanaan program KUR Bank Syariah
Mandiri ?

C. Tujuan Penelitian
2. Mengetahui kendala dan factor pendukung dari pelaksanaan peogram KUR Bank Syariah Mandiri

D. Penelitian Terdahulu
Penelitian Andriani (2008) mengenai “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran
kredit mikro, kecil, dan menengah di Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka
panjang penyaluran kredit mikro, kecil dan menengah dipengaruhi secara signifikan oleh Gross Domesric
Product (GDP), suku bunga kredit, kapasitas kredit dan Loan Performing Loans (NPL), dimana GDP
berpengaruh positif sedangkan suku bunga kredit, kapasitas kredit dan NPL berpengaruh negatif.

Penelitian Fitria Sari (2011) “Peran Koperasi Simpan Pinjam Dalam Perkembangan UMKM
Agribisnis di Bogor ( Studi Kasus Kospin Jasa Bogor)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
peningkatan pendapatan yang diterima UMKM sebelum dan sesudah menerima kredit, pendapatan total
meningkat yaitu sebesar Rp 712.102.500 sebelum kredit dan menjadi Rp 1.803.206.000 setelah kredit.

Penelitian Adrey Julianus Pinem (2011) “Implementasi Kredit Usaha Rakyat Dalam
Mengembangkan Usaha Kecil (Studi pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk”. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa implementasi kredit usaha rakyat oleh Bank Rakyat Indonesia sudah berjalan dengan
baik dan mampu mengembangkan usaha kecil, hal ini dilihat dari adanya kebijakan-kebijakan yang
mendukung implementasi KUR, kapasitas, fasilitas yang diberikan guna mendukung pelaksanaan KUR,
kemudahan prosedur atau proses administrasi, memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, serta adanya
komunikasi yang baik antara bank dengan masyarakat.

Mochamad Soedarto (2004) dalam penelitiannya menguji “faktor - faktor yang mempengaruhi
penyaluran kredit pada BPR (Studi Kasus pada BPR di Wilayah Kerja BI Semarang)”. Teknik analisis
yang digunakan adalah regresi berganda. Adapun variabel independen meliputi tingkat kecukupan modal,
jumlah simpanan masyarakat, tingkat suku bunga, dan jumlah kredit non lancar, sedangkan variabel dependen
adalah kredit. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan tingkat suku bunga,
tingkat kecukupan modal, jumlah simpanan masyarakat, dan jumlah kredit non lancar berpengaruh positif
terhadap penyaluran kredit.

Harmanta dan Ekananda (2005) melalui “Disintermediasi Fungsi Perbankan di Indonesia Pasca
Krisis 1997 : Faktor Permintaan atau Penawaran Kredit, Sebuah Pendekatan dengan Model
Disequilibrium”, menunjukkan bahwa suku bunga SBI dan NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
penyaluran kredit. Adapun variabel independen yang digunakan meliputi suku bunga SBI dan NPL,
sedangkan variabel dependen adalah kredit.

E. Metode penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian analisis kualitatif-kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan
Permasalahan kendala dan factor pendukung KUR di Bank Syariah Mandiri. Alat analisis yang digunakan
adalah metode ANP yang memungkinkan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menyusun semua
faktor yang mempengaruhi KUR. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk Mengetahui kendala
dan factor pendukung dari pelaksanaan peogram KUR Bank Syariah Mandiri.

F. Dosen Pembimbing
Nashr Akbar, MEc
Anita Priantina, MEc