Anda di halaman 1dari 1

Moralitas dalam Pendidikan Modern

Posting oleh : Abid pada 19 May 2009 · ada 3 Komentar

Pendidikan modern yang diselenggarakan memang hanya untuk memenuhi kebutuhan kerja, untuk
mencari materi, bukan untuk penyempurnaan hidup. Tidak sebagaimana tujuan pendidikan dalam
masyarakat tradisional, yang mempunyai tujuan perfection (penyempurnaan), maka dalam pendidikan
tradisional moralitas, kerendahan hati menjadi perhatian utama, terutama yang berlatarbelakang
agama.
Pendidikan moral menjadi sangat penting dilaksanakan, tetapi hal itu dianggap di luar tujuan
pendidikan, ketika kecerdasan yang diukur dengan ranking merupakan salah satu ukuran keberhasilan
seseorang. Siswa satu dengan yang lain tidak diajari untuk bekerjasama, tetapi diajari untuk
berkompetisi. Oleh karena itu saat ini tidak ada tradisi belajar bersama, yang ada adalah tradisi masuk
bimbingan belajar, di situ mereka bisa bersaing secara individual.
Adalah sebuah contoh, di Amerika Serikat yang dikelola oleh para manajer yang paling piawi di dunia,
yang kepandaiannya tiada tara, saat ini mengalami krisis moneter besar-besaran pada lembaga
keuangannya. Kesalahan manajemen itu bukan karena para pengelola tidak tahu manajemen yang
benar, tapi karena mereka tidak bisa menahan godaan untuk memainkan uang yang dikelola untuk
kepentingan pribadi dan kelompoknya, sehingga dana publik itu hilang ke tangan orang perorang.
Ketika lembaga yang dipimpinnya bangkrut, para pengelola malah menikmati bonus dan liburan untuk
berpesta.
Begitulah yang terjadi, bahwa kepintaran dan kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dilandasi
oleh nilai-nilai moral. Tanpa adanya nilai moral, amanah besar yang dibebankan tidak bisa dilaksanakan
dengan jujur. Kalau amanah yang dibebankan itu kecil, tidak terlalau bermasalah. Tetapi kalau amanah
yang dibebankan itu sangat besar seperti Negara atau kekayaan Negara, maka ketidakamanahan
memiliki akibat yang sangat besar, seperti yang terjadi sekarang pada negara Amerika. Ketiadaan moral
itulah yang mengakibatkan terjadinya berbagai kekacauan dewasa ini. Semoga kenyataan yang terjadi
menjadi bahan refleksi bagi pengelola pendidikan dan pemegang kekuasaanpolitik negara ini